alexa-tracking
Kategori
Kategori
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d480ee7263772722928a1ad/mbak-ryana

Mbak Ryana

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 10
Quote:


Sip, jan lupa cendol dan subs nya emoticon-Blue Guy Peace

Quote:


Pantengin aja bre, semoga suka ya.

Quote:


Makasih mba atas puisinya yg kece badai. Bolak balik dibaca ga ngebosenin emoticon-Kiss (S)

Quote:


BNN? Bukan badan sunarko sama tika kan?

Quote:


Ga ada unsur bokepnya bor, aman..

tergantung sikon

Quote:


Siap, cendol subs nya jan lupa. Ini lu bata kolek apa bkn? Gw suka bingung kalo mau ngasi reput

Quote:


Ok bre, update slow but sure membagi waktu dgn rl.

Quote:


Mantap bos rahmat. Baru keliatan kmn aja?

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Tahan bre jan dikocorin sekarang emoticon-Big Grin

Quote:


Demi kemaslahatan bersama, no mulus, silahkan berimajinasi sndiri emoticon-Big Grin

Quote:


Makasih dah subscribe ya bre

Quote:


Ikutan komen nanti boleh yaaa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lawanl95 dan 8 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


Masama bang, ditunggulah cerita'y..
Tapi yg atu'y jangan kentang mateng.
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
inginmenghilang dan semvakleviz memberi reputasi
wehhh prim mba ryana..??
huehuehue


ditunggu ++ nya
eh ceritanya maksudnya emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
inginmenghilang dan semvakleviz memberi reputasi
wahhhh udah rilis gak bilang2 si prima...tokoh favorit nih, eh veren juga deng emoticon-Big Grin

masih dapet pejwan gak yaaa
profile-picture
profile-picture
inginmenghilang dan semvakleviz memberi reputasi
Balasan post inginmenghilang
Gk terlalu pham gunain gituan bang.....cuma ane seneng baca cerita aja+komenin kalo ada niatan komen😁😁😁,,,,buat id jga buat komen doank,tau kaskus dri 2011,tp bikin id bru 2017 kyknya😁😁😁..
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
asem ga dapet pejwan tapi seru nih pasti
profile-picture
profile-picture
profile-picture
inginmenghilang dan 2 lainnya memberi reputasi
patok,, patok,, dulu
profile-picture
profile-picture
inginmenghilang dan semvakleviz memberi reputasi
Asyuu ketinggalan page onee
Mbaa ryanaa aku padamuuu~
profile-picture
profile-picture
inginmenghilang dan semvakleviz memberi reputasi
pasti bakal banyak guncangan ini emoticon-Peace
profile-picture
profile-picture
inginmenghilang dan semvakleviz memberi reputasi
yeeay ada thread khusus Mbak Riyana, tp ane ttp tim Cintya hehhe
profile-picture
profile-picture
inginmenghilang dan semvakleviz memberi reputasi
Anjai mantap lu prim, Mba Ryana Loverssssss UwU
profile-picture
profile-picture
inginmenghilang dan semvakleviz memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh azhuramasda
wahh gadapet pejwan emoticon-Sundul
profile-picture
inginmenghilang memberi reputasi
PART. 1 :  Nguping



Tahun 2002

Liburan kenaikan kelas telah tiba. Gw naik ke kelas 3 SMP dan hanya tersisa kurang dari setahun untuk menghabiskan masa-masa di SMP. Seperti biasa, gw selalu pergi berlibur ke rumah nyokap di Semarang. Jujur, perasaan gw tiap kali liburan ke tempat nyokap, ada rasa senang ada juga engganya. Di masa lalu pernah ada kejadian kurang menyenangkan antara bokap kandung dan bokap tiri gw. Mereka pernah bersitegang karena bokap gw menganggap dia sebagai pemicu perceraian antara bokap dan nyokap gw. Efeknya pun berimbas ke gw. Hubungan antara gw dan bokap tiri ga pernah baik. Tapi gw ga terlalu mempedulikannya.

Nyokap gw punya teman masih tetangga satu komplek. Namanya Ryana dan usianya cukup jauh lebih muda dari nyokap. Bukan berarti nyokap gw ga bisa bergaul sama ibu-ibu seusianya. Banyak juga temen nyokap yang sudah paruh baya, tapi yang terlihat akrab sama nyokap cuma mba Ryana.

Karena usianya yang lebih tua dari gw, maka sudah sepatutnya gw memanggilnya dengan sebutan 'mba'. Entah kapan tepatnya gw kenal sama mba Ryana ini, tapi yang jelas kita pernah bertemu sebelum-sebelumnya tiap kali gw liburan ke Semarang. Kesan pertama saat bertemu dia biasa aja. Yang gw ingat dari perempuan bertubuh tinggi semampai itu hanya kecantikannya yang absolut. Selalu mudah mengingat seseorang dari kelebihan fisiknya. 

Nyokap gw dan suaminya belum lama pindah ke komplek perumahan yang sekarang mereka tempati ini. Mungkin lebih kurang 2 tahun yang lalu. Rumah nyokap lumayan besar ukuran tipe 60. Kamar yang biasa gw tempati saat bertandang ke rumah nyokap ada di lantai dua. Kamar dengan balkon yang selalu gw gunakan untuk duduk santai sambil meratapi kehidupan yang fana ini. Dari balkon kamar itu juga gw dapat melihat deretan rumah tetangga, termasuk rumah mba Ryana yang berada di depan lapangan badminton.  


Mbak Ryana



Sinar matahari terlihat menyusup di sela tirai jendela kamar. Gw terbangun karena samar-samar mendengar suara beberapa orang ngerumpi di ruang tamu lantai bawah. Gw melirik ke jam dinding dan jarum masih menunjukkan waktu pukul 06. 30 WIB. Ibu-ibu macam apa yang ngerumpi di jam segini? Apa ga kepagian pikir gw. 

Gw beranjak dari kasur dan berjalan dengan gontai menuju pintu kamar yang ga tertutup rapat. Maksud hati mau turun ke bawah tapi langkah kaki gw terhenti di anak tangga pertama. Gw melihat ke bawah, ada 3 perempuan duduk di sofa ruang tamu, ada nyokap gw dan satunya lagi mba Ryana. Sedangkan salah satunya lagi gw ga begitu kenal. Gw pun mengurungkan niat untuk turun ke bawah dan kembali berjalan masuk ke dalam kamar. Gw malu masih ileran gini kalo ketemu mba Ryana.

Rasa resah mulai melanda. Gw paling ga bisa baru bangun tidur ga langsung minum air putih. Satu-satunya cara agar gw bisa minum ya harus ke dapur. Untuk ke dapur otomatis gw harus turun ke bawah dan memperlihatkan diri ke mereka, karena turunan tangganya ada di samping ruang tamu. 

Beberapa menit di dalam kamar.. 

Gw keluar lagi dari kamar untuk mencoba melihat keadaan. Sambil mengendap-endap, gw ngintip ke bawah dan mendapati hanya tinggal mba Ryana dan nyokap berdua. Ada yang aneh, suara mereka berdua kenapa jadi pelan pikir gw. Naluri berkata sepertinya gw harus menguping obrolan mereka.

"Anaknya suka ikut tawuran sama ngerokok. Aduh, pusing banget aku, Na.. bapaknya ga bisa ngedidik sama sekali." Ucap nyokap dengan gestur ketakutan.

"Menurut aku mendingan mba pindahin aja deh kesini. Bahaya juga dia tinggal di lingkungan seperti itu." Saran mba Ryana.

"Dari dulu mba tuh kepikiran kearah sana, tapi anaknya ini, loh.. ga pernah akur sama bapak tirinya." Ucap nyokap gw.

"Piye to, mba..? Emangnya mba mau kalo Prima jadi preman kaya bapaknya di sana?" Ucap mba Ryana berusaha meyakinkan nyokap gw.

Nyokap terdiam beberapa saat. Dirinya tampak seperti memikirkan sesuatu. 

"Dimana-mana laki tuh tugasnya nyari uang, bukan ngurus anak. Kita sebagai perempuan yang harus inisiatif, mba." Lanjut mba Ryana.

"Iya, bener kata kamu. Nanti SMA-nya dia tak pindahin aja kesini, deh." Ucap nyokap gw.

"Anak itu investasi di masa depan, mba.. kalo salah didikan yang rugi orang tua."

Beberapa saat gw terus mendengarkan obrolan mereka. Sampai akhirnya mba Ryana pamit pulang.

"Yaudah, aku ta pulang dulu, ya.."

"Makasih udah mampir ya, Na.."

Mba Ryana beranjak dari sofa. Dilihat dari pakaiannya yang mengenakan celana training dan kaus oblong putih pendek, sepertinya dia baru pulang jogging. Kulit putihnya terlihat sedikit mengkilap oleh sisa keringat. 

Gw cukup lama tertegun setelah mendengar percakapan itu. Ada perasaan bersalah sekaligus malu yang datang bersamaan, karena di mata mereka, gw adalah anak yang bisa dikatakan brandalan. Meskipun demikian, gw tetap bangga sama bokap yang telah mendidik gw sedari kecil dengan segala keterbatasannya. Ada perasaan sakit hati memang saat tadi mba Ryana menyinggung tentang bokap gw, tapi gw ngerti dia hanya bermaksud baik untuk meyakinkan nyokap gw.


Pukul. 17.00 WIB

Sore hari di pinggir lapangan badminton. Gw duduk di bangku yang terbuat dari 3 susun batang besi yang memanjang. Panjangnya sekitar 2 meter. Catnya hijau serasi dengan warna lapangan. Lapangan ini dikelilingi oleh tembok-tembok rumah kecuali di sisi jalan komplek. Andai ketutup semua gimana masuknya.

Seperti anak-anak yang lainnya, gw ikut duduk untuk menonton para orang dewasa yang sedang bermain badminton. Segerombolan bocah berkumpul sambil membawa bola. Mereka menunggu para orang dewasa berhenti bermain badminton lalu akan mengambil alih lapangan untuk dirubah menjadi arena bermain bola. 

Di kejauhan kurang lebih 50 meter dari lapangan, seorang anak sepantaran gw sedang asik berkutat dengan sepeda motornya di depan rumah. Seingat gw, anak berambut cepak itu bernama Rio. Kami saling mengenal tapi belum begitu akrab. Kaus oblong gober tanpa lengan dan celana pendek yang dikenakannya, sekilas memperlihatkan penampilannya menyerupai Eno Netral.

Tanpa terasa hari semakin petang. Langit jingga mulai berubah warna menjadi biru gelap. Gw dan beberapa anak lainnya duduk di pinggir lapangan setelah selesai bermain bola. Sebuah mobil sedan Honda Civic berwarna merah melintas perlahan di hadapan kami. Kaca jendela kirinya perlahan terbuka.

"Haloo!!" Sapa mba Ryana dengan senyum riangnya sambil melambaikan tangan.

"Halo mba'e.." 

"Miss u beb!!" 

Teriak para bocah itu ga karuan. Kelakuan mereka ibarat sekumpulan fans yang berhasil bertemu dengan artis idolanya. 

Dan gw baru sadar diantara yang lainnya cuma gw yang paling tua, sisanya para bocah SD.  

Setelah memarkirkan mobil di garasi, mba Ryana turun sambil meyibak rambutnya dengan tangan ke belakang. Ini pertama kalinya gw ngeliat mba Ryana mengenakan pakaian kerjanya. Penampilannya begitu mencirikan seorang wanita karir. Mba Ryana mengenakan rok hitam dengan kemeja putih berbalut setelan jas hitam. Sepatu high heels hitam menambah kesan formal pada dirinya. Sungguh pesona yang tak terbantahkan.

Ada ibu yang sedang menyuapi anaknya sambil berdiri di depan pagar. Mereka adalah tetangga mba Ryana. Sebelum masuk ke rumah, mba Ryana berjalan menghampiri mereka. Kira-kira anak itu berusia 3-4 tahun.

"Halo Dimas, makan yang banyak ya biar cepet gede. Nanti kalo udah gede, cita-citanya mau jadi apa?" Tanya mba Ryana bermaksud mengajak bercanda.

"Mau jadi suami tante!" Ucap anak itu sambil menunjuk mba Ryana dengan polosnya.

"Bangsyat!" Celetuk gw dalam hati yang menguping obrolan mereka emoticon-Big Grin

"Huss, Dimas ga boleh ngomong gitu ah." Ucap ibunya.

"Oalah, yowis.. tante tungguin yaa.. tapi makan dulu yang banyak, ga boleh sisa, loh."

Ternyata mba Ryana tipe orang yang menyenangkan. Sifatnya yang ramah dan periang membuat banyak orang menyukainya. 

Karena terlalu sibuk melamun memperhatikan mba Ryana, gw ga sadar ada motor berhenti di depan gw.

"Kapan dateng kowe, Prim?" Tegur Rio.

Lamunan gw buyar seketika.

"Eh, pa kabar? Ngomong apa tadi?" Saut gw ga ngeh.

"Lagi liburan?"

"Oh, iya nih. Eh, siapa temen lu satu lagi yang pake kacamata?" Tanya gw

"Genjer maksud lu? Ada di rumahnya kali. Samperin dia, yu.. ngapain juga lu ngumpul sama para bocah dimari." Ajak Rio.

Gw pun berdiri lalu beranjak pergi meninggalkan lapangan. Gw dan mba Ryana sempat saling bertukar pandangan. Dia tersenyum tapi langsung mengalihkan pandangannya lagi pada anak kecil di depannya.

Rumah Jeremy atau biasa dipanggil Genjer oleh teman sebayanya terletak di belakang komplek. Berbanding terbalik dengan Rio yang berpenampilan selengean apa adanya, Jeremy terlihat seperti kutu buku. Dia selalu berpenampilan rapih dan sopan. Gaya bicaranya pun lebih tertata. Selain itu, Jeremy adalah anak cerdas. Hal itu dibuktikan dari banyaknya piala perlombaan yang berjejer di lemari ruang tamunya.

Gw dan Rio saling bertatapan..

"Prim, kita harus membiasakan diri gaul sama calon profesor." Celetuk Rio sambil menahan tawanya.

"Ndasmu kuwi.. jangan didenger, Prim." Jeremy menimpali.

Di momen seperti ini, sedih rasanya melihat ke diri sendiri. Selama ini belum ada prestasi apa-apa yang pernah gw dapatkan. Hanya keonaran yang bisa gw suguhkan emoticon-Big Grin

Selama menghabiskan masa liburan di Semarang, mereka berdua menjadi teman bermain gw. Kita bertiga merasa cocok satu sama lain sebagai teman.

Setelah masa liburan habis, gw kembali ke Bogor untuk melanjutkan sekolah dan menjalani sisa-sisa kehidupan di kota itu sebelum pindah nantinya. Nyokap gw telah memutuskan untuk memindahkan gw ke Semarang setelah kelulusan nanti. Hal itu mutlak adanya dan ga bisa diganggu gugat. 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hkm777 dan 24 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh inginmenghilang
Jossss.. Update juga akhirnyaaaa.. emoticon-Blue Guy Peace
profile-picture
inginmenghilang memberi reputasi
Waw keren threadnya genk.
luar biasa genk.
Lanjutken, ane reader setia

emoticon-Salaman
profile-picture
profile-picture
indahmami dan inginmenghilang memberi reputasi
Quote:


Eh, ada pa dokter mampir dimari
emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
VJMiracleZ dan doctorkelinci memberi reputasi
Yg sebelah gimana pak,,
Lanjut atau pending dulu nih
Hadir, siap menyimak. Sambil ngidupin notif biar ga ketinggalan kalo ada update. emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller
ada thread baru nya kang prim ..numpang ngelapak ya kang ..
moga2 lancar update nya ..
threat sebelah jg lancar updatenya ...
udh neng cendolin sm subscribe kang ..😊
profile-picture
inginmenghilang memberi reputasi
Halaman 2 dari 10


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di