alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Games / Games /
Permainan Seru Zaman "Baheula"
4.5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d3ea38eb41d3022062d32e7/permainan-seru-zaman-quotbaheulaquot

Permainan Seru Zaman "Baheula"

Permainan-permainan Jadul

Permainan Seru Zaman "Baheula"


Quote:


Halo, Agan dan Sista, kali ini Ladita mau coba angkat hal-hal yang berbau tradisional. Salah satunya mainan dan permainan tempo dulu. Menurut Ladita, segala sesuatu yang bernuansa tradisional pastilah bagian dari kebudayaan. Contohnya, permainan zaman dulu yang akan dibahas dalam trit ini nama-namanya berbeda sesuai dengan asal daerahnya, sesuai dengan kebudayaannya.

Karena Ladita urang Sunda, jadi permainan yang akan diangkat adalah permainan umum dalam budaya Sunda. Sebenarnya, ada juga beberapa permainan yang mirip dengan mainan dari daerah lain. Oke, deh, Agan Sista, kita lihat apa saja empat permainannya itu.

Paciwit-ciwit Lutung

Permainan Seru Zaman "Baheula"

Google - Foto Komunitas Hong


Permainan ini ada enggak di daerah Agan? Dulu, permainan ini sering sekali dimainkan oleh anak-anak. Zaman sekarang pun, Ladita masih melihat beberapa keluarga yang mengajarkan anak-anaknya memainkan Paciwit-ciwit Lutung.

Permainan ini bisa dimainkan oleh minimal dua orang, dan maksimal empat orang. Bisa lebih lagi, sih, tapi nanti tumpukan cubitannya terlalu tinggi. Cara memainkannya juga mudah, tangan yang paling bawah dicubit oleh tangan lawan main di atasnya. Demikian terus susunannya, selang-seling. Permainan ini biasa diiringi oleh lagu dengan lirik dalam bahasa Sunda.


Paciwit-ciwit Lutung, si Lutung pindah ka luhur. Paciwit-ciwit Lutung, si Lutung pindah ka luhur


Ketika lagu dinyanyikan, tangan paling bawah pindah ke atas lalu mencubit tangan yang paling atas. Demikian seterusnya, hingga para pemain yang asalnya duduk terpaksa berdiri karena cubitannya semakin tinggi berdasarkan perpindahan tangan.

Filosofi permainan ini adalah semua orang pasti merasakan kesusahan. Empati diajarkan dalam permainan ini. Yang asalnya tidak merasa sakit, pasti akan merasakan sakit setelah tiba gilirannya dicubit.


Egrang

Ini salah satu permainan yang Ladita tidak berani mainkan. Tidak bisa dibayangkan harus berjalan dengan batang bambu setinggi itu.

Permainan Seru Zaman "Baheula"

Google-Foto Komunitas Hong


Egrang adalah permainan tradisional yang masih bisa ditemui hingga sekarang. Biasanya ada di lomba-lomba dalam acara hari kemerdekaan kita, atau di acara-acara yang diadakan sekolah. Permainan ini berasal dari Jawa Barat dan untuk memainkannya dibutuhkan dua batang bambu yang panjang. Masing-masing panjang bambu sekitar 210 centimeter. Sedangkan tinggi pijakan bambunya 30 cm dari bawah.

Permainan ini membutuhkan seni menyeimbangkan tubuh, dan tidak bisa langsung dimainkan begitu saja. Biasanya para pemain harus belajar dulu naik egrang dan berjalan dengannya. Permainan egrang biasanya dilombakan dengan ukuran waktu tercepat yang mencapai finish.

Dulu, egrang biasa digunakan jika ada bencana banjir atau pada saat pantai dan daratan tidak labil. Sekarang, egrang berkembang jadi sebuah permainan dan masih eksis hingga saat ini.

Filosofi permainan ini mengajarkan kesabaran, karena permainan ini butuh kesabaran untuk menguasainya. Juga ketelitian dalam melangkah dan bergerak.


Congklak

Permainan ini salah satu favorit Ladita. Anak-anak sekolah sekarang juga masih banyak yang memainkannya.

Permainan Seru Zaman "Baheula"

Google-Komunitas Hong


Congklak namanya berbeda-beda sesuai daerah asalnya. Seperti dhakon di Jawa, lamban di Lampung, mancala di Arab. Permainan ini diyakini sebagai papan permainan paling tua dan berasal dari Arab. Dahulu, para pendatang Arab membawanya sambil berdagang dan berdakwah.

Papan congklak terdiri dari 16 lubang. 14 lubang kecil dan dua lubang induk. Permainan ini bisa dimainkan oleh dua pemain. Biji congklak yang digunakan biasanya dari biji sawo atau kerang.

Permainan ini mudah untuk dimainkan. Setelah tiap lubang kecil diisi oleh 7 biji congklak, maka pemain pertama akan mengambil biji dari lubang yang diinginkannya. Biji congklak dibagikan ke tiap lubang hingga habis. Pemain kedua baru main ketika biji congklak pemain pertama habis di lubang kosong. Pemenang dari permainan ini ditentukan dari banyaknya biji yang terkumpul di masing-masing lubang induk.

Permainan papan congklak sangat mengasah otak. Para pemain dituntut lihai berhitung. Kesabaran pun diajarkan dalam permainan ini, karena para pemain harus sabar menunggu pemain lain selesai membagikan biji congklak. Dulu, Ladita jarang sekali menang memainkan congklak.


Gangsing

Gangsing atau gasing adalah permainan yang kurang Ladita kuasai. Permainan ini membutuhkan kejelian pada saat melempar gangsingnya, dan Ladita memang kurang menguasai hal itu.

Permainan Seru Zaman "Baheula"

Google-Foto Komunitas Hong


Gangsing merupakan mainan tertua yang ditemukan dalam situs-situs arkeologi. Mainan ini masih ada dan sering dimainkan oleh anak-anak hingga saat ini. Pada awalnya, gangsing dibuat dari kayu, tapi sejalan perkembangan zaman, sekarang gangsing dibuat juga dari bahan plastik. Mainan ini bisa berputar pada satu titik, yakni pada porosnya, dan berputar dengan seimbang.

Gangsing harus dimainkan pada permukaan yang datar agar bisa berputar sempurna dan lama. Bentuk gangsing bervariasi tergantung daerah asalnya. Ada yang silinder, kerucut, lonjong, atau berbentuk piring terbang. Gangsing terdiri dari bagian kepala, badan dan kaki. Tali yang digunakan untuk menarik dan memutar biasanya terbuat dari nylon. Sedangkan tali gangsing tradisional dibuat dari kulit pohon.

Gangsing bisa dimainkan sendiri ataupun kelompok. Permainan ini melatih kegesitan tangan, juga kejelian mata dan nalar dalam melihat kesempatan.


Nah, kalau di daerah Agan sendiri, permainan apa saja yang masih eksis hingga saat ini? Sebenarnya permainan zaman dahulu sangat bervariasi dan mengusung banyak filosofi yang mendidik. Sayangnya, anak-anak zaman sekarang cenderung lebih menyukai permainan di komputer ataupun gawai. Padahal, permainan tradisional itu melatih banyak hal, otak, olah tubuh, juga EQ anak-anak. Menurut Agan dan Sista, masih pantas tidak permainan-permainan zaman dulu bersaing dengan permainan modern sekarang?





Sumber : Google, Foto Komunitas Hong
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Laditachuda
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
jangan lupa follow, gan
Nomor satu kayak injit injit semut ...

injit injit semut siapa sakit naik ke atas
Injit injit semut kalau sakit jangan dilepas


emoticon-Goyang
Wah, kalo di jaman ane udah main Bayblade namanya sist.. serupa gangsing tapi lebih ke je-jepangan gitu ahahaha.. ngikut kartun
ane paling suka main congklak. bisa berjam-jam sampai pegel tangan
Permainan engrang, ane ga demen. Abis jatuh soalnyaemoticon-Leh Uga
Quote:


ooh, sama yah
Quote:


gaya hehe
Quote:


aku sering kalah wkwk
Quote:


apalagi ane, ga pernah nyoba sama sekali haha..takut jatuh
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
Wow, kerenn😊😊
main congklak skrg pake hape aja. 😄
Quote:

Ane pernah coba mainin, tapi belum bagus bener udah nyoba melangkah, akhirnya jatuh dah. Tobat sejak saat ituemoticon-Hammer2
Quote:


kerennyaa😱
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
Quote:


apanya, sis hehe
Quote:


eh, emang ada?
Quote:


Apanya yang kerenemoticon-Leh Uga
Quote:


itu pernah nyoba egrang, aku mah ga berani
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
Quote:

Aku berani nyoba, karena mo tau ajaemoticon-Malu
Quote:


emoticon-2 Jempol
profile-picture
evywahyuni memberi reputasi
Jadi inget, dulu paling takut pas awal-awal main egrang
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di