alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Dibatasi Jendela Kamar
4.97 stars - based on 37 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d307f70f4d695165d13ec78/dibatasi-jendela-kamar

Dibatasi Jendela Kamar

Dibatasi Jendela Kamar
*cover by @ka.luwi

Dibatasi Jendela Kamar


Sedikit Intermezzo dari gue.

Mungkin akan ada yang bertanya kedepannya, ini kan Idnya agan Hadi? Dan katanya agan Hadi sudah meninggal?

Yah benar ini idnya Hadi, teman akrab gue. Jadi, cerita ini sebenarnya sudah pernah dipublish di kaskus beberapa tahun lalu dengan judul yang berbeda, namun dengan alasan tertentu dihapus oleh beliau, selanjutnya beliau menuliskan cerita ini di laptop pribadinya, dan qodarullah beliau meninggal dunia (mari kita sempatkan mendoakan keselamatan beliau di alam kubur) dan cerita ini belum selesai, akhirnya disimpan oleh agan Hadi di Laptopnya. Hadi memiliki istri bernama Laura (Baca : Dibatasi Dua Kamar) dan Laura juga ternyata disayang oleh Allah dan Allah mencabut nyawanya (mari kita sempatkan juga berdoa untuknya). Selanjutnya, cerita ini terbengkalai di laptopnya dan laptop itu dipegang oleh seorang tokoh yang juga ada didalam cerita sebelum ini, nama yang mungkin kita kenal adalah Mega. Sampai akhirnya laptop itu rusak dan membangkai dirumah Mega begitu saja, namun Mega tak berani menjualnya dikarenakan itu adalah peninggalan dari Hadi dan dibiarkan begitu saja oleh Mega.

Bagaimana cerita ini bisa dipublish?

Dengan pertimbangan diri gue sendiri, @thebeatlesss aka Mega dan @handarunaufal aka Daru yang mereka adalah kaskuser disini juga yang terlibat di dalam cerita ini, akhirnya kami memutuskan untuk mempublish cerita ini di kaskus, yang Alhamdulillah ternyata cerita ini tidak rusak dan masih tersimpan rapi di hardisk laptop agan Hadi, setelah hardisk itu dibuka ternyata banyak cerita lain yang beliau tulis sampai tamat yang disimpan di folder rahasia beliau dan dengan bantuan teknisi komputer folder itu bisa dibuka dan cerita-cerita agan Hadi mungkin bisa mengisi hari-hari kita di kaskus selanjutnya.

Seperti kata salah satu sastrawan wanita yang terkenal di Indonesia :

"Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarangnya tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi." Helvy Tiana Rosa

Jadi gue sungguh berharap, agar tulisan-tulisan agan Hadi abadi, bukan hanya dalam bentuk tulisan, melainkan abadi di dalam benak dan hati kita, untuk apresiasi penuh terhadap karya-karya yang beliau tulis.

Jika ada pertanyaan yang lain bisa PM gue atau bisa langsung tanya di komentar. Selama memang masih bisa gue jawab, InsyaAllah akan gue jawab, namun untuk pertanyaan yang tidak gue jawab, artinya memang gue tidak ada wewenang apapun untuk menjawab pertanyaan itu.

Sedikit lagi tambahan dari gue, cerita ini adalah cerita lanjutan dari cerita sebelumnya yaitu Dibatasi Dua Kamar dan cerita ini sangat berhubungan dengan cerita dari agan @handarunaufal yaitu Aku Tidak Melakukan Apapun.

Spoiler for Sinopsis:





Rules in My Thread

1. Ikuti Rules H2H, SFTH Dan Kaskus, jika melanggar akan di laporkan ke hansip atau BRP dari kawan-kawan yang lain
2. Baca Bissmilah sebelum membaca.
3. Sepertinya cerita ini agak BB ya gan, tapi dikit kok, kalo di bawah 18 + Di dampingi orang yang lebih besar yah

Udah itu doang kok.



Listen This...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
randualas321 dan 33 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh panjang.kaki
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 15
Dibatasi Jendela Kamar


Prologue

Hari tampak tenang, hanya terdengar suara detik jam di ruangan ini, kopi hitam yang belum tersentuh dan mulai dingin terpampang jelas di sebuah meja kerja seorang Psikolog di instansi kepolisian, nama Psikolog itu adalah Hadi dan Hadi adalah diri gua sendiri.

Gua duduk menyender di meja kerja gua sembari memegang berkas-berkas kepolisian yang berisikan daftar tersangka kejahatan, tapi ada satu yang membuat tubuh gua selalu bergetar membacanya walaupun kasusnya sudah ditutup namun rasanya gua ingin mengulang waktu dan menolak untuk menangani kasusnya, tapi apa daya, semua telah terjadi, seorang wanita yang memiliki penyakit kepribadian dan kasusnya adalah dia membunuh adik perempuan kandungnya sendiri yang masih berumur 6 tahun.

Kejadian ini terjadi beberapa tahun yang lalu, saat itu panggilan tugas yang memaksa gua harus pergi ke Palembang dan meninggalkan istri dan kedua anak gua.

Flashback

"Laura, aku ada panggilan tugas ke Palembang, kamu jaga Irma dan Fikri ya, aku gak tau berapa lama, bisa jadi sekitar satu tahun lebih, InsyaAllah aku setiap bulan pulang dan jenguk kamu." Kata gua sebelum hendak pergi kerja

"Memang kasus apa sampai buat kamu harus ke Palembang?" Tanya Laura yang menyender di bahu gua

"Aku harus menangani salah satu tersangka pembunuhan, dia membunuh adik kandungnya dengan cara dirusak kemaluannya dan dibakar tubuhnya." Kata gua menjelaskan

"Dia gila?" Tanya Laura yang lalu memelukkan tangannya di pinggang gua

"Entahlah, makanya aku mau ngecek kesana dulu, kamu gak apa-apa kan?"

"Kapan kamu pergi?"

"Malam ini." Kata gua

Tersirat diwajah Laura bahwa sebenarnya dia enggan melepas gua hari itu, namun karena tuntutan pekerjaan yang pada akhirnya memaksa Laura untuk melepaskan gua pergi.

Malam itu selepas maghrib gua pergi menggunakan mobil Kijang Kapsul dan langsung menuju Palembang, gua menuju salah satu rumah sakit jiwa di Palembang, karena pembunuh anak itu tidak ditahan di kantor polisi melainkan dia ditahan di rumah sakit jiwa, yang tentu dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.

Sampai di Palembang waktu subuh dan gua tidur sebentar untuk mengistirahatkan mata, setelah istirahat sejenak gua segera menuju ke ruang tahanan, dimana wanita itu ditahan. Ketika sampai di sel, gua melihat ada tiga polisi yang berjaga didepan sel dengan persenjataan lengkap.

"Mas Hadi, hati-hati dia terkadang melakukan tindakan impulsif yang dapat mencelakakan kita." Kata seorang polisi yang berjaga memberikan saran, gua mengangguk dan gua mengintip ke dalam sel.

Terkejut, itu ekspresi pertama kali ketika gua melihatnya, dia berbeda dengan ekspektasi gua, walaupun gua sudah melihat photonya diberkas, namun tetap saja, ternyata wujud asli dan di photonya jauh berbeda. Wajahnya anggun dan kulitnya sangat bersih dan cantik, dia tidak nampak seperti seorang pembunuh.

"Ah, gua lupa baca berkasnya, berapa umurnya?" Tanya gua ke polisi yang berjaga

"17 tahun."

Yah, gua sebenarnya bukan lupa, hanya ingin memastikan bahwa berkas yang gua baca benar, salah satu yang membuat gua tertarik untuk menangani kasus ini adalah, karena usianya masih tergolong dibawah umur.

Gua kembali melihat ke arah sel dan tiba-tiba wanita itu melihat ke arah gua, lalu dia tersenyum manis ke arah gua, seketika ingatan masa lalu gua tentang Sarah muncul dan membuat wajah gua memerah, sialan gua kali ini harus bersikap profesional. Senyumannya barusan mengingatkan gua akan senyuman Sarah.

Sarah adalah mantan gua yang bunuh diri ketika gua masih mengenyam bangku perkuliahan dan dia juga memiliki penyakit kepribadian, yaitu kepribadian ganda, jadi wajar saja gua mengingat Sarah, karena Sarah meninggal di umur yang hampir sama dengan wanita ini.

"Boleh gua masuk?" Tanya gua ke polisi yang berjaga

Polisi itu lalu membuka selnya dan bersiap untuk menembakkan senjata bius jika seandainya wanita ini melakukan penyerangan ke arah gua, gua masuk dan duduk di kasur yang sama dengan wanita ini, lalu gua mulai membuka obrolan.

"Renata kan?" Tanya gua

Dia diam saja, gua terus mencoba memancingnya agar dia bisa berbicara dengan gua.

"Nama ku Hadi," Kata gua lagi, namun dia tetap diam dan tak bereaksi sama sekali. "Tujuanku kesini untuk membawamu keluar, tapi dengan syarat." Lanjut gua lagi

"Syarat apa itu?" Tanyanya dengan antusias

Keringat gua menetes jatuh ketika mendengar dia bersuara, sudah puluhan narapidana yang gua tangani dan baru kali ini gua gugup dan gemetaran menghadapinya.

"Kamu ceritakan penyebab kamu membunuh adikmu dan jika kamu menjawab dengan jawaban yang tepat, bisa menjadi pertimbangan untuk kami membawa kamu keluar." Kata gua

Lalu dia tertawa, tertawa dengan sangat keras, gua sedikit panik dan berdiri agak menjauh darinya, lalu tawanya berhenti dan dia marah sembari menunjuk gua.

"Sudah puluhan juga orang sepertimu yang berbicara seperti itu! Hasilnya kosong! Gua tetap disini anjing!" Teriaknya memaki gua

Sepertinya benar apa yang di katakan di berkas, dia memiliki penyakit kepribadian ambang atau dalam bahasa Inggris biasa disebut borderline. Gua mulai mendekatinya lagi perlahan, lalu dia menangis dengan keras dan berteriak sembari memaki lagi.

"Aku cemburu dengan anak anjing itu! Daru selalu dekat dengannya! Sedangkan aku tak diperdulikan olehnya! Sial, Yunita adalah anak anjing!" Dia menangis sembari memaki

Sepertinya untuk hari ini cukup, gua keluar sel dan polisi segera menutup sel, lalu dia berlari dan memohon ke arah gua.

"Tolong lepaskan aku, aku tidak bersalah." Ucapnya sembari menangis dan memohon

Gua tinggalkan dia begitu saja, dan gua mendengar dia berteriak-teriak memaki ke arah gua, perlahan gua menjauh dan suara makian darinya juga menghilang, gua masuk ke dalam ruangan kantor rumah sakit ini dan bertemu dengan kepala rumah sakit, ketika menemuinya gua meminta satu hal yang mungkin gila bagi semua orang yang mendengarnya.

"Pak saya Hadi psikolog dari Lampung, dan saya ingin tinggal disebelah kamar Renata dan tolong buatkan jendela kecil terbuat dari besi agar kami bisa saling berbincang." Kata gua

Awalnya kepala rumah sakit menolak mentah-mentah tawaran gua, akhirnya gua meminta persetujuan dari kepolisian Palembang untuk dibuatkan kamar khusus itu dan kepolisian Palembang menyetujuinya dan berbicara kepada pihak rumah sakit yang pada akhirnya pihak rumah sakit menyetujuinya dan membuat kamar khusus itu untuk gua, dan disini lah awal gua menjalani semuanya.

Dibatasi Jendela Kamar


profile-picture
profile-picture
profile-picture
handuk.hijau dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh panjang.kaki
Lihat 1 balasan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phiyow171007 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh panjang.kaki


Song List


Intermezzo, The Beatles - Blackbird

1. The Beatles - Let It Be
2. The Beatles - Lucy In The Sky With Diamonds
3. The Beatles - Strawberry Fields Forever
4. The Beatles - Little Child
5. The Beatles - Octopus Garden
6. The Beatles - Do You Want To Know A Secret
7. The Beatles - Here Comes The Sun
8. The Beatles - Yesterday
9. The Beatles - I'll Follow The Sun
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ahmadzul dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh panjang.kaki
wah cerita baru.

duh sarah, semoga tenang disana ya gan
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Lah gua di tag sama bang gading emoticon-Hammer (S)
profile-picture
profile-picture
rezkiey dan panjang.kaki memberi reputasi
Pageone om emoticon-Kiss (S)
profile-picture
profile-picture
rezkiey dan panjang.kaki memberi reputasi
numpang neduh gan... emoticon-raining
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reser dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Aamiin gan.. Betah ya dimari..

Quote:


Ape lu emoticon-Lempar Bata

Quote:


Aloo mba megmeg emoticon-Big Kiss

Quote:


Okee, betah ya dimari emoticon-Cendol Gan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ipunk3133 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Aamiin. Semoga ga jadi kerjaan tambahan agan @ucln aja ya gan hehe
profile-picture
profile-picture
rezkiey dan panjang.kaki memberi reputasi
Hadi, Laura dan Mega. Hmm sounds familiar to me. Wkwkwkwk.

Morelisa bakal dikupas di sini gak gan? Ane penasaran pisan ih. emoticon-Big Grin

Semangat nulisnya yaah. emoticon-thumbsup
profile-picture
profile-picture
rezkiey dan panjang.kaki memberi reputasi
Quote:


Ane juga gak tau apa-aa tentang morelisa, coba tanya langsung ke pelakunya @thebeatlesss emoticon-Takut (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
g.gowang dan 4 lainnya memberi reputasi
sipp ada cerita lanjutan dibatasi 2 kamar,
keep update ya gan,emoticon-nyantai
profile-picture
profile-picture
rezkiey dan panjang.kaki memberi reputasi
Terimakasih buat agan ts yg jadi perantara buat kelanjutan cerita nya
Keep update ya gan emoticon-terimakasih
profile-picture
profile-picture
rezkiey dan panjang.kaki memberi reputasi
akhirnya ada lanjutannya juga , ditunggu apdetannya ya gan (nyiapin tissue dulu ah).....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eke.begindang dan 2 lainnya memberi reputasi
menarik nih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eke.begindang dan 2 lainnya memberi reputasi
Ikut lesehan dimari bang baca lanjutan cerita legend Dibatasi Jendela Kamar
profile-picture
profile-picture
rezkiey dan panjang.kaki memberi reputasi
Quote:


Yaaah..... Tau gak sih gan, gara gara penasaran sama morelisa itu abis baca dibatasi 2 kamar bikin ane rasanya kayak abis pup trus kelar cebok tiba tiba mules lagi tapi gak tau mau dikeluarin apa enggak. Gamang dan galau jadinya. emoticon-Malu (S)
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Quote:


Hahaha, dilema ya gan, morelisa memang beda emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
S.HWijayaputra memberi reputasi
Nah ini, lanjutannya yg masih kentang.

Kudu tamat ini sih
lanjutkan gan emoticon-Angkat Beer
profile-picture
panjang.kaki memberi reputasi
Halaman 1 dari 15


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di