alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengakuan Fikri Pribadi, Dipukul hingga Disetrum Polisi untuk Akui Pembunuhan
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d2fdcdf65b24d260827edf0/pengakuan-fikri-pribadi-dipukul-hingga-disetrum-polisi-untuk-akui-pembunuhan

Pengakuan Fikri Pribadi, Dipukul hingga Disetrum Polisi untuk Akui Pembunuhan


Pengakuan Fikri Pribadi, Dipukul hingga Disetrum Polisi untuk Akui Pembunuhan
KOMPAS.com - Walda Marison

Fikri Pribadi, Pengamen Yang Disiksa Oknum Polisi Polda Metro Jaya, Rabu (17/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu pengamen yang menuntut ganti rugi ke Polda Metro Jaya dan Kejaksaan DKI, Fikri Pribadi mengaku dirinya mengalami penyiksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Penyiksaan itu dia terima beserta empat orang pengamen lainya karena dipaksa mengaku sebaga mengaku melakukan pembunuhan di kolom jembatan, samping kali Cipulir, Jakarta Selatan, 2013 silam.

Awlanya Fikri (17),  Fatahillah (12), Ucok (13) dan Pau (16) menemukan sesosok mayat di bawah kolong jembatan pada malam hari. Dia mengaku tidak mengenali sosok mayat tersebut.

Sontak dia langsung melapor pihak sekuriti setempat terkait temuan itu. Pihak sekuriti lantas melapor ke pihak polisi.

Baca juga: Jadi Korban Salah Tangkap, Empat Pengamen Minta Ganti Rugi Rp 746 Juta

Saat polisi datang ke lokasi, Fikri dan ketiga temanya sempat diminta menjadi saksi untuk proses penyidikan.

"Polisinya bilangnya 'tolong ya Abang jadi saksi ya'. 'iya nggak papa saya mau' saya jawab begitu. Tahunya pas sudah di Polda malah kita yang diteken," kata dia saat ditemui di Pengandilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Ketika sudah berada di Polda Metro Jaya, dia bukan hanya diperiksa melainkan disiksa oleh para oknum polisi.

"Saya langsung dilakbanin, disiksa pokoknya di Polda. Disetrum, dilakbanin, dipukulin sampai disuruh mengaku," ucap dia.

Baca juga: Banyak Keganjilan di BAP dan Dakwaan Pembunuhan Cipulir

Penyiksaan tersebebut diterima mereka secara bergantian. Mereka harus menerima penyiksaan tersebut selama seminggu.

Karena tidak kuat akan siksaan tersebebut, mereka pun akhirnya memilih mengaku. Mereka pun tidak tahu apa dasar polisi menuduh sebagai tersangka.

Mereka pun akhirnya mengaku dan kasus itu naik ke Kejaksaan hingga akhirnya di sidangkan di Pengadilan. Mereka divonis hakim bersalah dan harus mendekam di penjara anak Tanggerang. 

Belakang, Fikri dan teman-temanya dinyatakan tidak bersalah dalam peristiwa pembunuhan tersebut. Mereka dinyatakan tidak bersalah dalam putusan Mahkamah Agung melalui putusan Nomor 131 PK/Pid.Sus/2016.

Baca juga: Polda Metro Akan Dalami Lagi Kasus Pembunuhan di Cipulir pada 2013

Dalam prosesnya hukumnya, mereka dibantu Lembaga Bantuan Hukum untuk menjalani setiap persidangan.

Mereka pun bebas pada tahun 2016. Selang tiga tahun kemudian, LBH Jakarta kembali memperjuangkan hak ganti rugi atas penahanan tersebut.

Hari ini, LBH Jakarta menjalani sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menuntut ganti rugi tersebut. Pihak termohon antara lain Polda Metro Jaya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Pihak LBH berharap termohon mau mengganti semua kerugian yang dialami keempat pengamen tersebut.

Baca juga: Gugatan Pengamen Cipulir Dikabulkan Sebagian, Tanggapan Polda Metro

"Kerugian yang dituntut pihak mereka sebesar Rp 186.600.000 untuk per anak. Biaya itu meliputi total kehilangan penghasilan sampai biaya makan selama dipenjara. Dengan demikian, total untuk keempatnya sebesar Rp 746.400.000," ujar kuasa hukum sekaligus anggota LBH Jakarta, Oky Wiratama Siagian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Namun sidang hari ini urung di jalankan karena pihak LBH lupa membawa berkas administrasi untuk kepentingan sidang.

"Namun tadi diperiksa terkait kartu Advokat dan berita acara sumpah, saya sudah bawa ketinggalan di kantor, jadi kata majelis hakim semuanya yang asli harus dibawa senin dan ditunda jadi senin dengan agenda yang sama sekaligus jawaban termohon" ucap dia.

Kompas.com sudah berupaya meminta tanggapan dari pihak Polda Metro Jaya, namun belum ada respons. 
----------------------------------------------------------
Berapa kali ane denger dan ada bukti pembicaraan dari oknum yg bilang "lebih baik dipukul polisi daripada dihakimi masa"

"Kita selalu disalahkan, tapi kalau ada apa apa kita juga yang dipanggil"

Pesen ane untuk pola kerja polisi yang males mikir kaya gini dan hingga sat ini diduga masih terjadi, dan untuk para oknum yang terus terusan cari pembenaran untuk kesalahan yang mereka lakukan.

Kalau bener orang yg diamankan salah, kalau ngga gimana?

GANTI PROFESI JADI KAPSTER SALON KALAU NGGA MAMPU CARI KEBENARAN, MINIMAL BANCI SALON NGGA PERNAH NGELUH SAMA TEKANAN PROFESINYA YANG HARUS BERDIRI BERJAM jam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rifaye dan 18 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rob.pedro
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
"Namun sidang hari ini urung di jalankan karena pihak LBH lupa membawa berkas administrasi untuk kepentingan sidang."

What the? 🤔
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 11 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
sisi buruknya kelakuan oknum kek gini

pembunuh aslinya masih berkeliaran, dan bisa membunuh siapa saja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayukuya1988 dan 7 lainnya memberi reputasi
Yang kaya gini nih yang bikin ilfil sama polisi...

apa jadinya kalo lu sendiri atau saudara saudara lu juga dijebak jadi pelaku seperti ini..

polisinya sih enak tinggal naek pangkat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rachmacool dan 11 lainnya memberi reputasi
semoga masih ada keadilan...
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan rob.pedro memberi reputasi
Kita doakan saja yang melakukan kezoliman semoga mendapatkan balasan yang setimpal

emoticon-Cool

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini....

emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
Another reason why you should not trust the brown
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gebolextreme dan 6 lainnya memberi reputasi
Kenapa ya ngga dibuat sayembara, bagi yang bisa membawa bukti kalau oknum polisi melakukan pelanggaran hukum akan diberikan hadiah uang sebesar sekian.

Pelapor akan disetting anonim dan laporan akan diproses oleh lembaga tertentu sebagai bentuk evaluasi lembaga yang mengaku sebagai pelindung masyarakat ini.

Segala bentuk laporan yang valid akan menjadi bentuk tilang dan lembaga kepolisian harus membayarnya. Dana tilang tersebut akan dikumpulkan lagi sebagai sumber dana untuk hadiah pelapor.

Dengan begitu setidaknya akan ada evaluasi nyata untuk lembaga satu ini. Bukan hanya evaluasi internal melulu.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yueda dan 9 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Kayak kasusnya Rian si Penjagal,.
Disuruh begini begitu sampe nanti pas rekonstruksi TKP, sampe disuruh belajar bawa mobil padahal ga bisa bawa mobil,.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rachmacool dan 4 lainnya memberi reputasi
Harusnya setiap tsk itu diwajibkan didampingi pengacara dari lembaga bantuan hukum setempat sblm dimintai keterangan. Gak boleh dari pihak yg ditunjuk polisi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayukuya1988 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

Bukan coklat aja, tp rata2 perangkat hukum lainnya jg. Manusia nya yg susah.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayukuya1988 dan 2 lainnya memberi reputasi
Semoga dipecat aja pak pol yg cara kerjanya kyk begono..

Klo instansi pemerintah udah ga sanggup mengungkap kasus2 kejahatan, mungkin sudah saatnya pihak swasta diizinkan terlibat, yg sayangnya sih blom ada aturannya emoticon-Hammer
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan rob.pedro memberi reputasi
Itulah mengapa masyarakat jadi apatis..memilih nonton drpd nolongin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
biasanya hanya oknum emoticon-Stick Out Tongue
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
yang sabar ya bang
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan rob.pedro memberi reputasi
mampos.. ketahuan sekarang.. udah lama ini kejadian
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan rob.pedro memberi reputasi
emoticon-Traveller yah...masih saja
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan rob.pedro memberi reputasi
Yang seremnya cuk, bisa jadi mereka bukan korban salah tangkap yang ada dan masih ada korban salah tangkap yang lain tapi ga ngaku antara udah dibayar atau takut karena diancam dibunuh emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 2 lainnya memberi reputasi
Memang begitu, wajar kan semakin banyak orang yg bersikap apatis di setiap kejadian kecuali disaksikan secara langsung dan ada bukti video seperti kecelakaan, bukan, bukan karena mereka kehilangan sisi humanis, tp jadi saksi itu resiko tinggi, udah banyak cerita dan ini salah satunya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 4 lainnya memberi reputasi
oknum polisinya coba disidangkan juga, jgn2 cm buat cari muka biar seolah2 berhasil ungkap kasus pembunuhan, biar cepet naik pangkat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizaradri dan 3 lainnya memberi reputasi
aparat kita maunya diberitau, kalau duitnya kakap baru dah semangat mencari tau .....emoticon-Ngacir
profile-picture
rob.pedro memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di