alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Ritual Pembunuhan Toa Payoh
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d2c376a977513501d3ee880/ritual-pembunuhan-toa-payoh

Ritual Pembunuhan Toa Payoh

Ritual Pembunuhan Toa Payoh


Spoiler for Adrian Lim:


Lahir pada tanggal 6 Januari 1942, Adrian Lim adalah anak tertua dari keluarga berpenghasilan rendah. Dia digambarkan sebagai anak yang pemarah, keluar dari sekolah menengah dan bekerja sebagai informan untuk Departemen Keamanan Internal. Dia kemudian bergabung dengan perusahaan radio kabel Rediffusion Singapore pada tahun 1962. Selama tiga tahun, ia memasang dan menservis set Rediffusion sebagai tukang listrik sebelum dipromosikan menjadi seorang penagih tagihan.

Pada bulan April 1967, Adrian menikahi kekasih masa kecilnya dan memiliki dua orang anak. Adrian juga sempat berpindah ke agama Katolik agar bisa menikah dengannya. Adrian dan keluarganya kemudian tinggal di kamar sewaan hingga pada tahun 1970 dia mampu membeli apartemen dengan tiga kamar tidur disebuah apartemen didaerah Toa Payoh.

Adrian memulai pekerjaannya sebagai praktisi mediator roh paruh waktu pada tahun 1973. Dia menyewa sebuah ruangan tempat dia melayani para wanita yang kebanyakan adalah wanita yang bekerja di bar, wanita penghibur, dan wanita prostitusi. Pelanggan Lim juga termasuk para laki-laki yang percaya takhayul dan wanita-wanita tua, yang dengan mudahnya dia tipu demi sejumlah uang.

Adrian juga berguru pada seorang "bomoh" yang dipanggil sebagai paman Willie dan berdoa kepada dewa-dewa dari berbagai agama meskipun dia dibaptis secara Katolik. Dewi Hindu, Kali dan "Phragann", yang digambarkan oleh Adrian sebagai dewa seks orang Siam, adalah beberapa entitas spiritual yang kerap dipanggil kedalam setiap ritual yang dia lakukan.

Spoiler for :


Adrian menipu kliennya dengan menggunakan beberapa trik, dan triknya yang paling efektif dikenal sebagai trik jarum dan telur. Setelah menghitamkan jarum dengan jelaga dari lilin yang menyala, Adrian dengan hati-hati memasukkannya ke dalam telur mentah dan menutup lubang itu dengan sejenis bubuk. Dalam ritualnya, dia memberikan telur itu pada kliennya sambil mengucapkan mantra dan memintanya untuk memecahkan telur itu. Kliennya tidak menyadari bahwa telur itu sudah dirusak sebelumnya, namun mereka akan yakin ketika melihat isi telur dan menganggap bahwa roh-roh jahat mengganggu mereka. Hal tersebut membuat para kliennya berpikir bahwa Adrian memang benar-benar memiliki kekuatan supranatural.

Secara khusus, Adrian juga memangsa gadis-gadis yang mudah tertipu yang memiliki masalah pribadi. Dia berjanji pada mereka bahwa dia bisa menyelesaikan kesengsaraan mereka dan meningkatkan kecantikan mereka melalui pijatan ritual. Setelah Adrian dan kliennya berada dalam keadaan tanpa pakaian, dia akan memijat tubuh kliennya dan melakukan hubungan seksual.

Selain itu, Adrian juga memberikan perawatan terapi kejut-listrik pada pasien yang memiliki masalah mental. Setelah menempatkan kaki kliennya didalam bak air dan menempelkan kabel ke pelipisnya, Adrian kemudian mengalirkan listrik hingga kliennya mengalami kejang. Adrian meyakinkan bahwa guncangan tersebut akan menyembuhkan sakit kepala dan mengusir roh jahat yang berdiam diri ditubuh mereka.

Ritual Pembunuhan Toa Payoh


Spoiler for Catherine Tan:


Catherine Tan diperkenalkan pada Adrian oleh sesama klien yang mengklaim bahwa mediator roh dapat menyembuhkan penyakit dan depresi. Pada waktu itu Catherine sedang berduka atas kematian neneknya. Selain itu, dia secara sengaja diasingkan oleh orangtuanya dengan cara dikirim ke sebuah pusat kenakalan remaja sejak dia berumur 13 tahun. Hal tersebut sempat membuatnya merasa tidak diinginkan.

Karena sering mengunjungi Adrian, hubungan mereka menjadi dekat dan Adrian memaksanya untuk tinggal bersama pada tahun 1975. Untuk menghilangkan kecurigaan istrinya bahwa dia berselingkuh dengan Catherine, Adrian sempat menyangkal dan bersumpah didepan foto Yesus Kristus. Namun, pada akhirnya istri Adrian menemukan kebenaran dan dia pindah dengan anak-anak mereka beberapa hari kemudian. Adrian dan istrinya bercerai pada tahun 1976, dan satu tahun kemudian Adrian dan Catherine menikah.

Dominasi Adrian terhadap Catherine dilakukan dengan cara kekerasan fisik, ancaman, dan kebohongan. Adrian selalu membujuknya untuk menjadi seorang prostitusi untuk menambah penghasilan mereka dan meyakinkannya bahwa dia perlu melakukan hubungan seksual dengan wanita muda lain untuk membuatnya tetap sehat. Oleh karena itu, Catherine membantu bisnis Adrian dengan cara mempersiapkan para klien untuk kesenangannya.

Pengaruh Adrian terhadap Catherine juga sangat kuat, dia meyakinkan Catherine bahwa melakukan hubungan seksual dengan laki-laki yang lebih muda akan membuatnya awet muda. Catherine kemudian menuruti saran Adrian dengan melakukan hubungan seksual dengan seorang remaja Melayu, bahkan dengan adiknya sendiri.

Adik laki-laki Catherine bukan satu-satunya orang yang dipengaruhi oleh Adrian, dia juga mempengaruhi adik perempuan Catherine dan meyakinkannya untuk menjual tubuhnya dan melakukan hubungan seksual dengan kedua remaja tersebut. Walopun dilecehkan, Catherine tetap tinggal bersama dengan Adrian dan menikmati semua kesenangan yang didapat dari penghasilan mereka.

Ritual Pembunuhan Toa Payoh


Spoiler for Hoe Kah Kong:


Dilahirkan pada tanggal 10 September 1955, Hoe Kah Hong berumur delapan tahun ketika ayahnya meninggal. Dia kemudian dikirim untuk tinggal bersama neneknya hingga dia berumur 15 tahun. Ketika dia kembali kerumahnya sendiri, dia terus-menerus diminta untuk memberi jalan kepada kakak perempuannya yang bernama Lai Ho. Di bawah persepsi bahwa ibunya lebih menyukai Lai, Hoe menjadi tidak puas dan menunjukkan emosinya dengan mudah.

Pada tahun 1979, ibunya membawa Lai pada Adrian untuk melakukan perawatan, dan menjadi yakin dengan kekuatan supranatural yang dimiliki Adrian dengan menunjukkan trik jarum dan telur. Ibu Hoe percaya bahwa emosi Hoe juga bisa disembuhkan oleh Adrian, oleh karena itu ibu Hoe juga membawanya pada Adrian dan setelah Hoe melihat trik yang sama, dia menjadi pengikut setia Adrian.

Namun Adrian justru menginginkan Hoe menjadi salah satu "istri suci"nya, meskipun Hoe sudah menikah dengan Benson Loh. Untuk mencapai tujuannya, Adrian berusaha untuk mengisolasi Hoe dari keluarganya dengan memberinya banyak kebohongan. Adrian mengklaim bahwa keluarga Hoe adalah orang-orang yang tidak bermoral yang melakukan perselingkuhan, dan bahwa Benson adalah seorang laki-laki yang tidak setia yang akan memaksanya menjadi seorang prostitusi.

Hoe mempercayai kata-kata Adrian, dan setelah menjalani ritual bersamanya, dia dinyatakan oleh Adrian sebagai "istri suci"nya. Hoe tidak lagi mempercayai suami dan keluarganya, dan menjadi kasar terhadap ibunya. Tiga bulan setelah dia pertama kali bertemu Adrian, Hoe memutuskan untuk pindah dari rumahnya dan pergi untuk tinggal bersama dengan Adrian.

Setelah Hoe pindah dari rumah, Benson berusaha untuk mencarinya di apartemen milik Adrian. Namun Benson justru memutuskan untuk tinggal disana sambil mengawasi perawatan yang sedang dijalani oleh Hoe. Hoe sempat membujuknya untuk mau berpartisipasi dalam terapi kejut-listrik.

Pada tanggal 7 Januari 1980 pagi, Benson duduk bersama Hoe. Lengan mereka diikat bersama dan kaki mereka berada didalam bak air yang terpisah. Adrian dengan sengaja mengalirkan tegangan besar pada Benson yang kemudian membuatnya tersengat listrik, sementara Hoe langsung pingsan. Ketika Hoe bangun, Adrian memintanya untuk berbohong kepada polisi tentang kematian Benson. Hoe mengatakan pada polisi bahwa suaminya telah tersengat listrik di kamar mereka ketika dia mencoba untuk menyalakan kipas angin dalam keadaan gelap. Oleh karena itu, polisi tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Meskipun antipati terhadap Benson, namun kematiannya sangat mempengaruhi Hoe. Dia mulai mendengar suara-suara dan berhalusinasi melihat Benson yang sudah meninggal. Pada akhir bulan Mei 1980, Hoe dirawat di Rumah Sakit Woodbridge, dimana psikolog mendiagnosis kondisinya sebagai skizofrenia dan sempat menjalani perawatan. Hoe bisa pulih dengan cepat, bahkan dalam waktu dua bulan dia sudah dipulangkan. Sikap terhadap ibu dan saudara-saudaranya pun mulai membaik, walopun dia masih tinggal bersama dengan Adrian dan Catherine.

Ritual Pembunuhan Toa Payoh


Bersama Hoe dan Catherine sebagai asistennya, Adrian kembali menipu lebih banyak wanita agar dapat memberinya uang dan seks. Pada tanggal 19 Oktober 1980, seorang sales yang bernama Lucy Lau datang kerumah Adrian untuk menawarkan produk kecantikan. Namun Adrian justru mengatakan padanya bahwa Lucy dihantui makhluk gaib dan Adrian bersedia mengusirnya dengan melakukan ritual. Lucy tidak yakin dengan yang dikatakan oleh Adrian, namun Adrian tetap bersikeras.

Spoiler for :


Secara diam-diam kemudian Adrian mencampur dua kapsul Dalmadorm dan obat penenang kedalam segelas susu dan menawarkannya pada Lucy sambil mengklaim bahwa minuman yang diberikannya merupakan air suci. Lucy menjadi pusing setelah meminumnya, dan Adrian langsung memanfaatkannya. Selama beberapa minggu selanjutnya, Adrian terus menyiksanya dengan menggunakan narkoba atau mengancamnya.

Pada bulan November, Adrian sempat memberi pinjaman uang kepada orangtua Lucy dengan jumlah yang lebih sedikit dari yang mereka minta. Namun Lucy justru membuat laporan di kantor polisi tentang perbuatan yang dilakukan oleh Adrian terhadapnya. Pada akhir tahun 1980, Adrian ditangkap atas tuduhan pemerkosaan dan Catherine dianggap bersekongkol dengan Adrian.

Adrian dan Catherine dibebaskan dengan jaminan karena Adrian sempat membujuk Hoe untuk berbohong pada polisi bahwa dia hadir dalam dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh Adrian, namun Hoe tidak melihat bahwa ada sebentuk kejahatan dalam kejadian tersebut. Tetapi tetap saja, hal tersebut tidak membuat polisi menghentikan penyelidikannya. Bahkan, Adrian dan Catherine diharuskan melapor ke kantor polisi setiap dua minggu.

Merasa frustasi, Adrian berencana untuk mengalihkan perhatian polisi dengan melakukan serangkaian pembunuhan anak-anak. Selain itu, ia percaya bahwa dengan mengorbankan anak-anak untuk dewi Kali, hal tersebut akan membuatnya secara supernatural dapat membuat polisi tidak lagi menaruh curiga pada Adrian. Adrian kemudian berpura-pura dirasuki oleh dewi Kali, dan meyakinkan Catherine dan Hoe bahwa sang dewi ingin mereka membunuh anak-anak untuk membalas dendam pada Lucy. Adrian juga memberi tahu mereka bahwa Phragann menuntut agar Adrian berhubungan seksual dengan korban perempuannya.

Ritual Pembunuhan Toa Payoh


Spoiler for Agnes Ng:


Pada tanggal 24 Januari 1981, Hoe melihat Agnes Ng di gereja terdekat dan membujuknya untuk pergi ke apartemen. Agnes yang saat itu berumur sembilan tahun, dihujani dengan makanan dan minuman yang sudah dicampur dengan Dalmadorm. Setelah Agnes menjadi pusing dan tertidur, Adrian melecehkannya secara seksual.

Menjelang tengah malam, Adrian, Catherine, dan Hoe membekap Agnes dengan bantal dan mengambil darahnya, meminumnya dan mengoleskannya pada patung dewi Kali. Setelah itu, mereka menenggelamkan Agnes dengan memasukkan kepalanya kedalam seember air. Akhirnya, Adrian menggunakan alat terapi kejut-listriknya untuk memastikan bahwa Agnes sudah tewas. Mereka kemudian memasukkan mayatnya ke dalam tas dan membuangnya di dekat lift di Blok 11.

Spoiler for Ghazali:


Ghazali mengalami nasib serupa ketika dia dibawa oleh Hoe ke apartemen pada tanggal 6 Februari 1981. Ghazali cenderung kebal terhadap obat penenang, oleh karenanya dia butuh waktu lama untuk tertidur. Adrian memutuskan untuk mengikat Ghazali sebagai tindakan pencegahan, namun Ghazali sempat terbangun dan berusaha untuk membebaskan diri. Karena panik, Adrian, Catherine dan Hoe memukul leher Ghazali hingga dia pingsan.

Setelah mengambil darahnya, mereka kemudian menenggelamkannya. Ghazali sempat mengalami kejang dan memuntahkan isi perutnya ketika dia tewas, bahkan darah terus menerus mengalir dari hidungnya. Sementara Catherine membersihkan semua kotoran, Adrian dan Hoe pergi membuang mayat Ghazali. Adrian sempat memperhatikan jejak darah mengarah ke apartemen mereka, jadi dia dan Hoe berusaha untuk membersihkannya sebelum matahari terbit. Namun jejak darah tersebut tidak dibersihkan dengan baik sehingga polisi mengetahuinya dan segera melakukan penangkapan.

Ritual Pembunuhan Toa Payoh


Beberapa hari setelah penangkapan mereka, Adrian, Catherine dan Hoe diadili di Pengadilan Subordinat atas pembunuhan Agnes dan Ghazali. Ketiganya menjalani interogasi lebih lanjut oleh polisi dan menjalani pemeriksaan medis oleh dokter penjara. Pada tanggal 16-17 September 1981, kasus mereka dibawa ke pengadilan untuk sidang pendahuluan.

Spoiler for :


Untuk melawan terdakwa, Wakil Jaksa Penuntut Umum yang bernama Glenn Knight meminta 58 orang saksi dan meletakkan 184 buah bukti dihadapan hakim. Sementara Catherine dan Hoe membantah tuduhan pembunuhan itu, Adrian justru mengaku bersalah dan mengaku bertanggung jawab penuh atas pembunuhan tersebut. Hakim memutuskan bahwa kasus terhadap terdakwa cukup kuat untuk disidangkan di Pengadilan Tinggi. Adrian, Catherine, dan Hoe tetap ditahan sementara investigasi berlanjut.

Spoiler for :


Pengadilan Tinggi kemudian diadakan di Gedung Mahkamah Agung pada tanggal 25 Maret 1983. Glenn Knight terus mengembangkan kasusnya berdasarkan bukti yang dikumpulkan oleh para detektif. Foto-foto adegan kejahatan ditambah dengan pernyataan saksi, akan membantu pengadilan untuk memvisualisasikan kejahatan yang terjadi. Bukti lain seperti sampel darah, benda-benda keagamaan, obat-obatan, dan catatan dengan nama Agnes dan Ghazali, secara meyakinkan menjadi bukti atas keterlibatan terdakwa.

Dengan seijin Adrian dan polisi, Catherine menggunakan uang sebanyak 10 ribu dolar dari 159.340 ribu dolar uang yang disita dari apartemen Adrian, untuk menyewa J. B. Jeyaretnam sebagai pengacaranya. Hoe mendapatkan bantuan hukum dari pengadilan dengan didampingi oleh Nathan Isaac sebagai pengacaranya. Sedangkan Adrian menolak perwakilan hukum bahkan sejak dia ditangkap. Dia membela diri di persidangan Pengadilan Subordinat, namun dia tidak lagi dapat melakukannya ketika kasusnya dipindahkan ke Pengadilan Tinggi.

Hukum di Singapura menerangkan bahwa untuk kejahatan berat, terdakwa harus dibela oleh seorang pengacara. Oleh karena itu, Howard Cashin kemudian diangkat sebagai pengacara Adrian, meskipun Adrian menolak untuk bekerja sama. Ketiga pengacara yang ditunjuk memutuskan untuk tidak membantah bahwa klien mereka telah membunuh anak-anak. Mereka juga berusaha menunjukkan bahwa klien mereka tidak waras dan tidak dapat bertanggung jawab atas pembunuhan yang dilakukan. Jika pembelaan tersebut berhasil, maka para terdakwa akan lolos dari hukuman mati dan hanya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, atau sampai 10 tahun penjara.

bersambung ke #2..


Ritual Pembunuhan Toa Payoh


Sekian, dan terimakasih


*

*

*


sumber 1
sumber 2
sumber 3




profile-picture
profile-picture
profile-picture
TerlahirJelek dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
Ritual Pembunuhan Toa Payoh


Setelah Glenn Knight mengajukan bukti tuntutan terhadap para terdakwa, pengadilan sempat mendengarkan kesaksian tentang kepribadian dan karakter mereka dari para kerabat dan kenalan para terdakwa. Bahkan rincian kehidupan mereka bertiga sempat diungkapkan oleh salah satu "istri suci" Adrian.

Tim kepolisian dan forensik memberikan laporan investigasi mereka dan dalam laporan tersebut berisikan pernyataan bahwa Adrian telah membunuh untuk membalas dendam, dan dia sempat menyodomi Agnes. Keterlibatan Adrian pun mampu dibuktikan oleh seorang saksi yang menjamin bahwa tepat setelah tengah malam pada tanggal 7 Februari 1981, dilantai dasar Blok 12, dia melihat Adrian dan seorang wanita berjalan melewatinya sambil menggendong seorang bocah berkulit gelap.

Pada tanggal 13 April 1981, Adrian sempat memberikan pernyataan bahwa dia adalah satu-satunya pelaku pembunuhan dan membantah bahwa dia memperkosa Lucy Lau atau Agnes Ng. Dia juga mengklaim bahwa dia membuat pernyataan sebelumnya hanya untuk memuaskan pihak yang menginterogasinya.

Adrian cenderung lebih selektif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pengadilan kepadanya, dia menjawab dengan tegas orang-orang yang setuju dengan pernyataannya, dan menolak memberi komentar terhadap orang-orang yang berseberangan dengannya. Ketika ditantang untuk memberikan kebenaran atas pengakuan terbarunya, ia mengklaim bahwa ia terikat oleh kewajiban agama dan moral untuk mengatakan yang sebenarnya.

Catherine dan Hoe lebih kooperatif, mereka menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh pengadilan. Mereka membantah cerita yang disebutkan oleh Adrian dan menjamin kebenaran pernyataan yang mereka berikan kepada polisi. Mereka menceritakan bagaimana mereka hidup dalam ketakutan dan disaat yang sama mereka juga memiliki kekaguman terhadap Adrian, mereka juga percaya bahwa Adrian memiliki kekuatan gaib hingga mereka bersedia untuk mengikuti setiap perintahnya dan tidak memiliki kehendak bebas sendiri.

Ritual Pembunuhan Toa Payoh


Spoiler for :


Sebagian besar persidangan adalah merupakan pertempuran antara saksi ahli yang dipanggil oleh kedua belah pihak pembela dan penuntut. Dr. Wong Yip Chong yang merupakan seorang psikiater senior, percaya bahwa Adrian mengalami sakit mental pada saat dia melakukan kejahatan. Selain itu dia juga menyatakan bahwa hanya pikiran yang tidak sehatlah yang akan membuang mayat didekat rumahnya sendiri ketika rencananya adalah untuk mengalihkan perhatian polisi.

Sedangkan menurut Dr. Chee Kuan Tsee yang merupakan seorang psikiater di Rumah Sakit Woodbridge, melalui perannya sebagai mediator roh, Adrian mampu dengan mudah untuk mendapatkan wanita yang mau melakukan hubungan seksual dengannya.

Seorang konsultan psikiater yang bernama Dr. Nagulendran memberikan kesaksian bahwa Catherine mengalami gangguan mental akibat depresi psikotik reaktif. Menurutnya, Catherine mengalami depresi jauh sebelum dia bertemu dengan Adrian, yang diakibatkan oleh latar belakang keluarganya. Kekerasan fisik dan ancaman dari Adrian justru memperdalam depresinya, selain itu penyalahgunaan narkoba juga membuatnya berhalusinasi dan percaya dengan kebohongan yang dikatakan oleh Adrian.

Namun Dr. Chee tidak setuju, dia mengatakan bahwa Catherine mengaku cukup senang dengan gaya hidup material yang diberikan oleh Adrian kepadanya, seperti menikmati pakaian bagus dan perawatan salon kecantikan. Menurut Dr. Chee, penderita depresi psikotik reaktif tidak akan memperhatikan penampilannya. Selain itu, Catherine sebelumnya mengaku tahu bahwa Adrian adalah penipu, namun dia mengubah pendiriannya di pengadilan untuk menyatakan bahwa dia bertindak sepenuhnya dibawah pengaruh Adrian. Meskipun Dr. Chee mengenyampingkan perihal penganiayaan fisik yang dilakukan oleh Adrian terhadap Catherine dalam penilaiannya, Dr. Chee teguh dalam pendapatnya bahwa Catherine sehat secara mental ketika dia melakukan kejahatan.

Dan baik Dr. Nagulendran dan Dr Chee, mereke berdua setuju bahwa Hoe menderita skizofrenia jauh sebelum dia bertemu Adrian, dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Woodbridge mampu membantunya pulih. Namun, Dr. Nagulendran yakin bahwa ketika pembunuhan terjadi, skizofrenia yang dialami oleh Hoe kambuh. Sedangkan Dr. Chee berpendapat bahwa selama masa pemeriksaan yang dilakukan sejak tanggal 16 Juli 1980 hingga 31 Januari 1981, Hoe tidak sedikitpun menunjukkan menunjukkan tanda-tanda kekambuhan.

Ritual Pembunuhan Toa Payoh


Spoiler for :


Pada tanggal 25 Mei 1983, kerumunan massa yang berkumpul di luar gedung menunggu hasil persidangan. Karena terbatasnya tempat duduk, hanya sedikit massa yang diijinkan masuk untuk mendengarkan vonis Hakim Sinnathuray yang memakan waktu 15 menit. Kedua hakim tidak yakin bahwa ketiga terdakwa mengalami ketidakstabilan mental ketika melakukan kejahatan.

Hakim menggambarkan Adrian sebagai orang yang bejat dan keji dalam menjalankan rencananya, menggambarkan Catherine sebagai orang yang pintar namun jahat, dan menggambarkan Hoe sebagai orang yang sederhana dan mudah untuk dipengaruhi. Meskipun dia menderita skizofrenia, namun mereka menyatakan bahwa dia dalam kondisi yang sadar selama pembunuhan terjadi. Oleh karenanya dia harus memikul tanggung jawab penuh atas tindakannya.

Hakim kemudian memutuskan bahwa ketiga terdakwa dinyatakan bersalah atas pembunuhan terhadap Agnes Ng dan Ghazali dan dijatuhi hukuman gantung. Catherine dan Hoe tidak menunjukkan reaksi apapun terhadap hukuman yang mereka terima. Sedangkan disisi lain, putusan hakim tampaknya membuat Adrian begitu senang dan berseri-seri hingga berteriak mengucapkan terima kasih pada hakim ketika dia dituntun keluar.

Adrian menerima nasibnya, namun Catherine dan Hoe mengajukan banding. Catherine menyewa Francis Seow sebagai pengacaranya, sedangkan pengadilan masih menunjuk Nathan Isaac untuk mendampinginya. Pengadilan Banding Pidana mencapai keputusan mereka pada bulan Agustus 1986. Hakim banding yang terdiri dari Ketua Pengadilan Wee Chong Jin, Hakim Lai Kew Chai dan Hakim Peradilan LP Thean memutuskan hal yang sama seperti putusan hakim dalam sidang sebelumnya, bahwa Catherine dan Hoe dinyatakan bersalah.

Setelah menempuh semua jalan untuk pengampunan mereka, Catherine dan Hoe dengan tenang menghadapi nasib mereka. Sambil menunggu hukuman mati, ketiganya dikonseling oleh para pastor dan biarawati Katolik. Terlepas dari reputasi yang melekat pada diri Adrian, Pastor Brian Doro menangkap kesan bahwa Adrian adalah orang yang ramah.

Ketika hari eksekusi tiba, Adrian meminta Pastor Brian Doro untuk memberikan absolusi dan Komuni Suci. Demikian juga dengan Catherine dan Hoe, mereka menjadikan Sister Gerard Fernandez sebagai penasihat rohani. Biarawati tersebut mengubah mereka berdua menjadi seorang Katolik, dan mereka menjalani pengampunan dan Perjamuan Kudus selama hari-hari terakhir mereka.

Pada tanggal 25 November 1988, ketiganya diberi makan terakhir mereka dan dibawa ke tiang gantungan. Adrian bahkan sempat tersenyum sepanjang perjalanan terakhirnya. Setelah hukuman dijatuhkan, ketiga terdakwa diberikan misa pemakaman Katolik pendek oleh Pastor Brian Doro, dan dikremasi pada hari yang sama.

Ritual Pembunuhan Toa Payoh






profile-picture
profile-picture
profile-picture
lonelinesssoul dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Quote:
profile-picture
srccom memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Secara khusus, Adrian juga memangsa gadis-gadis yang mudah tertipu yang memiliki masalah pribadi. Dia berjanji pada mereka bahwa dia bisa menyelesaikan kesengsaraan mereka dan meningkatkan kecantikan mereka melalui pijatan ritual. Setelah Adrian dan kliennya berada dalam keadaan tanpa pakaian, dia akan memijat tubuh kliennya dan melakukan hubungan seksual.


perilaku dan fetish yang menyimpang,meningkat seiring waktu dengan mencoba kejahatan yang belum pernah dilakukan..
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Wah si adrian Iblis berwujud manusia tuh 😯
profile-picture
profile-picture
lulla29 dan marywiguna13 memberi reputasi
Quote:


Fetishnya sama apa ya?

Sex?

Semua orang suka sex kayaknya.. emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
moronns dan 8319801 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post marywiguna13
sex sama anak dibawah umur ?
pemerkosaan ?
agnez dan ghazali.
itu korbannya sepasang laki cewe..emoticon-Mad
sakit jiwa emang..
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
Quote:


Masuknya ranah pedophilia kayaknya.
Kalo fetish kayaknya kurang tepat
Diubah oleh marywiguna13
Lihat 1 balasan
Balasan post marywiguna13
fetish memperkosa kalau gitu.
kebanyakan korban pasti merasa diperkosa.
dibawah tekanan,iming iming pengobatan.
kecuali ya kalau para korban juga punya kelainan.
toh perempuan sana ga sebodoh dan semurah itu kan
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
Di indo ada nggak y pembunuh psycho gini, nggak nyangka di negara tetangga ternyata ada.. Kirain di amrik doang..
Dr awal pdhl pendapatanya banyak bisa sewa apartemen 3 kamar dan nikah sama teman masa kecil.. Itu gara2 gaul sebentar sama guru spiritual jadinya kaya gitu..
Jaman dulu blm ada hiburan sih jadi nyari entertain model kaya gitu

Btw ada foto pas dia udah ketangkep atau pas sidang atau pas di eksekusi gitu?
profile-picture
profile-picture
santaikalus dan marywiguna13 memberi reputasi
Quote:


Nope!

Fetish itu suatu bentuk hasrat seksual di mana kepuasan dihubungkan dengan tingkat abnormal ke objek tertentu, pakaian, bagian tubuh, dll.

Quote:


Ga nemu
profile-picture
8319801 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post marywiguna13
ada tingkatannya..
dari yang mulai cuma objek sampai memperkosa dan membunuh..
pelaku awalnya mungkin hanya berimajinasi ( sampai sini disebut fetish ringan ) bagaimana rasanya jika memperkosa..
kemudian dilakukan,dan tidak mungkin bisa orgasme jika tidak memperkosa ( menjadi fetish sedang )..
meningkat lah dari yang cuma fetish,kemudian menjadi pemerkosa,lalu meningkat menjadi pembunuh ( fetish berat ).
make sense kan ?

ada analisa berupa thread juga.
https://www.kaskus.co.id/thread/5c7d...ingkatan-mana/
profile-picture
profile-picture
rp.1000000 dan marywiguna13 memberi reputasi
Diubah oleh 8319801
dokumentasi eksekusinya gaada ya sist ?
dah browsing di gugel juga nihil hasilnya
pen bat liat tu orang metong digantung emoticon-Angkat Beer
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
Quote:


Sayangnya ane lagi ga mood bwt diskusi, gan.

Quote:


Ga ada, gan. Cuma nemu foto yang ada dithread aja
profile-picture
8319801 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post marywiguna13
yaaaaah..
sudahlah..
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
emoticon-Sundul
Niat awal nipu lewat praktisi roh buat dapet duit eh malah bablas jadi pelecehan sampai pembunuhan.

Yg laki udah gila sampe senyum terus pas tau udah mau mati emoticon-Takut (S)
profile-picture
marywiguna13 memberi reputasi
Quote:


Anggap aja peningkatan emoticon-Big Grin
Malam malam baca ginian
Serem ah
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di