alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Orang Jepang: Kalian Orang Indonesia Terlalu Santai
4.6 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d2af1f38012ae674810e118/orang-jepang-kalian-orang-indonesia-terlalu-santai

Orang Jepang: Kalian Orang Indonesia Terlalu Santai

Tampilkan isi Thread
Halaman 6 dari 11
yang satu kalah perang habis2an yang satu lagi terlalu euforia baru merdeka,sekarang terlihat bagai bumi dan langit emoticon-Ngacir Tubrukan
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Balasan post Caine Toreador
rumus apa yang salah. SAY law yang bilang supply menciptakan demand itu yang sudah sangat lama dianggap salah. Rumus yang gw pakai dan istilah yang gw pakai masih valid dan diakui ilmiah.
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Balasan post slider88
Ini kalau suadah terbukti bahwa pasar DUNIA sudah jenuh.
Kalau yang jenuh yang lokal doang..... ya saatnya ekspor. emoticon-Wink
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Kita mah ikut lagu aja...jadi diri sendiri...


Karena ku selow....amat selow.... Santai....jodoh ga kan kemana...
profile-picture
kakekane.cell memberi reputasi
Diubah oleh Celdam.Vanessa
Balasan post 4nt1.sup3r
lah gw sudah batasin cuman dalam 1 pasar atau 1 negara nggak sampai keluar. lagipula contoh-contoh loe semua belajar keahlian yang tidak bisa diexport.
Balasan post slider88
Quote:


Rumus definisi 'pengangguran'-nya yang salah.

LAMA ngga berarti auto benar.
Teori Klasik, secara ilmiah di akui benar, tapi, seperti semua teori, ngga berlaku umum. Syarat dan ketentuan berlaku. Asumsi berlaku.
profile-picture
esaka.kedua memberi reputasi
Balasan post slider88
Quote:


Ke-ahlian, tenaga Ahli, AMAT SANGAT bisa di eksport. emoticon-Big Grin
Ngga percaya ? Liat Singapura.
Dan segambreng kolega2 gue yang sekarang di hire sebagai konsultan di luar karena keahliannya.
Balasan post 4nt1.sup3r
ya memang ada asumsinya namanya teori. GW tanya asumsi kuliah nggak disebut pengangguran apa?
santai aja gan emoticon-Traveller
Balasan post Caine Toreador
iya betul tetapi dia disini konteksnya nyambi kerja dan tenaga ahli bukan sesuatu hal yang didapat sambil nyambi tanpa keseriusan yang cukup tinggi dan harus pindah negara juga ijadi harus keluar negeri dan kerja diluar negeri biasanya dibatasi waktu pada akhirnya hampir semua harus kerja di dalam negeri karena luar negeri juga sama pengen negaranya isinya cuman sdm dalam negeri. pengenya loh ya. aturan pekerja luar negeri juga sangat sangat ketat
Diubah oleh slider88
Balasan post slider88
Quote:


Itu asumsi pembuatan.
Dan Asumsinya adalah: Asal serius. Bisa di sambi.
Kompensasinya: waktu pembuatan 'produk'-nya akan jadi lebih lama.

It's been done. It's been proven works.
Quote:


Tahukah kamu pencipta doraemon ternyata nobita dewasa dr masa depan. Nobita dewasa ternyata jadi jenius. Bikin doraemon dikirim pake mesin waktu buat bimbing nobita remaja
shake sojuemoticon-Big Grin
Balasan post Caine Toreador
Miris ya, jadi kepikiran, keblikan donk, Negara ini kok malah lebih banyak export TKW nya ya, yang mana lebih ke arah maaf PRT (Pembantu rumah tangga), belum pernah denger disini ada import PRT dari Jepang dan Korea atau dari singapura misalnya... mungkin itulah beda negara maju dan tidak maju, klo disini import dari sana tenaga ahli kebanyakan, yang mana kita malah export pembantu

Tapi dimasa depan sih prediksi klo semua negara maju malah gk ada yg mau kerja kasar kayak pembantu gitu, malah jadi langka klo semua orang kerja professional, siapa yang mengurus rumah dan anak coba, ya kalau semua wanita mau urus anak, ada juga yg ngejar karir juga kayak di Jepang dan negara maju lainnya, tetep perlu pembantu yg mana jatahnya negara berkembang spt Indonesia emoticon-Mewek
profile-picture
profile-picture
cuangcoetz dan forbidenfive memberi reputasi
Diubah oleh citizen88
Quote:


emoticon-Sundul Upemoticon-Sundul Up
Balasan post 4nt1.sup3r
ingat baik baik singapura itu nomor peringkat 1 dalam pendidikan. tentunya wajar mereka banyak direkrut asing karena fasilitas dan kualitas orangnya. indonesia itu urutan 5 terbawah peringkat pendidikan dunia.Jadi kalau asumsi itu jangan luar biasa mengkhayal seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami yang sangat banyak
Diubah oleh slider88
Hah drmn ? Sebelum matahari terbit orang indo dah pd bangun nyiapin ini tu.. emoticon-Busa

Lom liat jam 6.30 - 8.00 jalan2nan penuh bikers emoticon-Mad:
Balasan post 4nt1.sup3r
@slider88 @4nt1.sup3r

Emang bener kok kata dia productive disitu kan maksudnya GDP per hour worked yg mana GDP per capita dibandingkan dgn jumlah jam bekerja. Sedangkan GDP per capita bergantung pada jumlah penduduk. Tidak sama dgn GDP nominal yg total riil GDP.
santai pale kau Jepun....
Balasan post citizen88
Quote:


@citizen88

Halah. Di kasi akses buku gratisan aja pada males baca.
Gimana mau ekspor skilled labour ?
Waktu kosong ada, di pake chit-chat/ghibah ngga jelas.
Diubah oleh Caine Toreador
Halaman 6 dari 11


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di