alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Krakatau Steel Rugi, JK Singgung Daya Saing RI Kalah dari China
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d27fc7c6df23119d02347d0/krakatau-steel-rugi-jk-singgung-daya-saing-ri-kalah-dari-china

Krakatau Steel Rugi, JK Singgung Daya Saing RI Kalah dari China

Krakatau Steel Rugi, JK Singgung Daya Saing RI Kalah dari China


Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi pembicara seminar kewirausahaan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). JK menyinggung ruginya Krakatau Steel yang kalah bersaing teknologi dengan negara lain.

Quote:



sumber

---
di wawancara talkshow salah satu tv swasta yang dipublish 10 Jul kemaren salah satu uneg2 pihak KS adalah permendagri yang meskipun sudah direvisi menyisakan persaingan antara market share dunia yang dipegang oleh china (50%) dan KS yang berusaha memasok kebutuhan dalam negeri. Kerugian yang dialami 7 tahun berturut-turut disebabkan salah satunya karena pesaing utama (china, dll) memperoleh kemudahan bea masuk hingga 15% plus adanya tax rebate dari negara asal. 

gw coba telusuri komen di portal tayangan yutupnya, kebanyakan menyalahkan pemerintah (walau sebenernya udah 7 taon rugi nih ye) jadi gw coba compare keterangan JK. barangkali ada yang mau kasih komen, apakah sebenernya.. :
a. Kerugian KS karena tidak adanya proteksi tarif baja impor 
b. Inefisiensi biaya produksi karena KS masih old tech
c. Pengawasan impor alloy steel yang lemah sehingga semua steel mendapatkan tarif 0% (carbon steel sering disamarkan dokumennya diakui sebagai alloy)
d. Sing sabar, efek perang dagang USA-China
e. dll
profile-picture
vegasigitp memberi reputasi
Diubah oleh KASKUS.HQ
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
pendapat saya sebagai pengguna, memang kualitas barang dr KS untuk industri baja stamping itu sedang cenderung ke jelek untuk membuat part otomotif tp harganya sedang cenderung ke mahal, dengan kualitas yg sama jika di banding dengan barang dari luar negri bisa lebih hemat dr pembelian baja stamping, dr sisi perusahaan jd bisa cost down untuk biaya barang mentah. bukan tidak cinta produk dalam negri sendiri, cuma klo dapat barang lebih murah dan kualitasnya sama serta pajak yg d bayarkan dr produksi sama untuk negara, sebagai konsumen lebih memilih dr luar( tidak semua produk )

Ini pendapat saya saja sebagai pekerja di bidang baja stamping yg pernah memakai produk KS,
Sebenernya daya saing ri bisa kuat, kalo orang indo sendiri beli barang dari ri. Jgn beli barang orang, agar menumbuhkan daya beli masyarakat
profile-picture
soljin7 memberi reputasi
"Pasar" baja di Indonesia itu terdiri dari dua golongan, secara sederhananya ...
Ada pasar yang berkaitan dengan masalah tehnikal, dimana masalah spek merupakan keutamaan, masalah harga nomor dua.
Pasar lain, berhubungan dengan perihal asesoris, tambahan, yang mana dari sisi spek tidak terlampau persyaratan yang ketat. Semisal untuk pagar, pipa tapi dibuat cagak antena, perabot/furniture tertentu (terkait selera konsumen).

KS mainnya di pasar yang mana ?
Jumlah produk (supply) dengan jumlah permintaan (demand) yang ada di masyarakat 'gimana terkait jenis pasar yang dipilih ?
Kalo ada kelebihan 'dikit-'dikit mengapa tidak melirik pasar di luar ?
Dimana terkait dengan kemampuan negara pembeli, tidak selalu harus ditukar dengan mata uang. Bisa barter dengan komoditas lainnya, ala pak Habibie. Itu logis, kok.

Tapi sebelum itu perlu juga ditinjau lebih lanjut.
Semisal kalau KS mainnya pada pasar dari jenis yang pertama, kemudian bila diketahui pesatnya proses pembangunan di banyak daerah yang mana jenis pembangunannya secara tehnikal membutuhkan jenis baja tertentu yang diproduksi oleh KS, namun didapati ternyata demand-nya tidak sesuai dengan yang diperkirakan.

Apa yang menyebabkannya ? Jalaran' ne nopo ?
Apakah itu semata disebabkan karena selisih harga ?
Ataukah karena telah terjadi praktek penyelewengan terkait kualitas proyek bersangkutan ?
Atau karena yang mengerjakan proyek itu memang tidak tahu apa itu namanya spek ? emoticon-Big Grin

Itu nanti khan berhubungan juga dengan berapa banyak impor yang dilakukan oleh Indonesia.
Terkait hal ini, kita kemudian perlu bicara mengenai masalah bahan baku/sumber daya alam yang digunakan.
Apakah bahan bakunya itu asli dari Indonesia ?
Kalau memang iya, tidak laku ya tidak menjadi suatu masalah.
Karena itu adalah milik dari generasi penerus, atau kalau bicara dari sisi orang bisnis yang mengedepankan profit, itu adalah tabungan untuk proses pembangunan di waktu yang akan datang.
Emangnya, begitu proyek ini itu selesai, kemudian di masa mendatang tidak akan ada proyek lain ?

Disebabkan karena keberadaan/letak Indonesia yang ada di daerah "cincin berapi", dengan sendirinya ... resiko tertimpa bencana/musibah akibat munculnya fenomena alam terkait juga besar. Resiko "kehancuran" yang besar dengan sendirinya harus diimbangi dengan kemampuan rehab/revitalisasi/rebuilding yang sepadan.


Diubah oleh bingsunyata
lakukan yg terbaik
PT POS juga ngga efisien kebanyakan karyawan,tiru milik swasta cabang milik mitra dan kurirnya tenaga lepas.
600 karyawan diganti mesin hemat gaji karyawan.perusahaan cuma menggaji 70 orang.
Realistis aja
cina barang murah kualitas lumayan bagus yah pasti laku

KS masih jadul teknologi nya
SDM nya juga itu2 aja masih sanak sodara yang turun temurun

emoticon-DP
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
dan pendapat gw dari jaman baheula tetep sama..

yang bikin BUMN rugi dan bangkrut itu pegawainya sendiri emoticon-Angkat Beer
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Balasan post cocktail1987
Quote:


jk bantu lah harusnya..
Balasan post lynx18
kalau dikenakan tarif bakalan dibalas china (ini yg disebut perang dagang /perang tarif masuk dari negeri lawan untuk komoditas tertentu) Kalau kita di tarif oleh china habis lah kita, impor banyak expor sedikit.

Yg pasti kalau lihat klip pabrik baja china bahkan mesin bwm pun di manufaktur di china. bandingkan mesin motor/mobil indonesia yg di manufaktur di thailand. alias industri baja kita masih kalah lawan thailand. Soal bahan baku tambang besi indonesia ada tapi umumnya di hutan lindung jadi dilema.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
revolutionary dan 2 lainnya memberi reputasi
waduh efisiensi pekerja. ngeri nih.
permaenan mafianya jos neh
Quote:


klo beli banyak ya pasti diadu aja harga ama kualitasnya ama pelayananya, yg pasti KS kalah lah, apalagi pelayanannya emoticon-Mad
dengan adanya impor harusnya jadi cambuk supaya lebih produktif, tapi ya itu mah pemikiran swasta, BUMN ya beda cerita .... yg penting kan udah jadi PNS emoticon-Nohope . mau impor di ketatin, yg terjadi malah sektor industri di indonesia yg menggunakan baja jadi merugi, puncak nya rakyat yg jadi konsumen yg kena imbas nya emoticon-Cape d... (S)

yg seharusnya dilakukan memang audit operasional KS gimana supaya lebih effisien, harus berani berubah, ga bisa kalo cuma nunggu mainan impor, itu cari monopoli namanya emoticon-Nohope
profile-picture
profile-picture
revolutionary dan kaiharis memberi reputasi
Kalau produksi dalam negeri harganya bisa lebih tinggi dari import berarti ada yang salah di perusahaannya.
Penyakit BUMN seperti ini udah akut.
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Balasan post p.star7
@p.star7
Kan udah aturan, kalo proyek diutamakan pake produk bumn. Jadi broker ajalah KS. Bikin 1 pintu
profile-picture
kaiharis memberi reputasi
Balasan post suromenggolo
Quote:


Kira2 kalau lu jd pembeli, mending beli sama KS apa beli sama cina? emoticon-No Hope
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan suralia memberi reputasi
Coba ditelusuri KS jadi bancakan pejabat apa nggak
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan suralia memberi reputasi
Kalo emang klaimnya harga impor lebih murah, terus Kenapa KS ga beli baja cina seharga 400 terus dijual seharga 600 ?

Kan lumayan, ga perlu produksi, ga perlu karyawan, tapi untung 200
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dalamuka dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
indonesia maju di tangan jokowi percayalah
emoticon-Smilie
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di