alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Automotive / Otomotif /
Batasi Usia Kendaraan Bermotor, Solusi Kemacetan Ibukota?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d258a1665b24d02ad15511b/batasi-usia-kendaraan-bermotor-solusi-kemacetan-ibukota

Batasi Usia Kendaraan Bermotor, Solusi Kemacetan Ibukota?


Agan dan Sista yang selalu update informasi, pasti udah tau donk, beberapa waktu lalu muncul wacana pemerintah lewat Kementerian Perhubungan untuk membatasi usia kendaraan pribadi di Indonesia, baik itu mobil atau motor. Menurut mereka Indonesia bisa berkaca dari Singapura yang membatasi usia kendaraan pribadi untuk menekan laju pertumbuhannya.

Salah satu alasan munculnya wacana ini adalah untuk menekan jumlah kendaraan pribadi di Indonesia dengan harapan ini juga bisa mengurangi tingkat kemacetan.

Batasi Usia Kendaraan Bermotor, Solusi Kemacetan Ibukota?

Kalau kita lihat di Singapura, dengan adanya peraturan pembatasan usia kendaraan, tingkat kemacetan di negara tersebut tidak separah di Indonesia. Tapi, apakah cuman karena perturan itu? Menurut Ane gak GanSis, kalau kita lihat lebih dalam lagi, sama seperti Jepang, Singapura juga menerapkan pajak yang sangat tinggi untuk kendaraan bermotor dan harga mobil disana juga lebih mahal.

Namun, sebagai langkah awal pengurangan tingkat kemacetan di Indonesia, wacana ini mungkin bisa jadi solusi yang baik. Jika dilihat aturan yang diterapin di Singapura, setelah membeli mobil, masyarakat diharuskan untuk membayar sebuah sertifikat kepemilikan atau mereka namainnya “certificate of entitlement/COE”.

Sertifikat tersebut berlaku selama 10 tahun. Setelah masa berlakunya habis, maka pemilik bisa memperpanjang masa berlakunya selama 5 hingga 10 tahun. Yang gak ingin memperpanjang pun juga gak masalah, tapi kendaraan tersebut akan di sita. Saat proses perpanjangan COE, kendaraan akan menjalani uji kelayakan terlebih dahulu. Jika tidak lolos uji, maka kendaraan akan dihancurkan.

Selain Singapura, Inggris juga memiliki aturan usia kendaraan GanSis. Bahkan aturannya ini berbeda ditiap wilayah. Misalnya di distrik Wealden, wilayah East Sussex, di daerah ini mobil baru hanya mendapatkan lisensi kendaraan selama 9 tahun. Setelah 9 tahun lisensi tidak bisa diperpanjang lagi. Nah, uniknya GanSis, aturan ini tidak berlaku untuk mobil klasik, mewah, atau vintage seperti Rolls Royce.

Nah, gimana menurut Agan dan Sista tentang wacana ini? bakalan bisa jadi solusi untuk mengurangi kemacetan di indonesia khususnya Jakarta gak yah?

O iya GanSis, FYI, sebelum muculnya wacana ini, Kemenhub telah memberlakukan aturan ini untuk bus. Aturan itu menyebutkan bahwa bus pariwisata maksimal berusia 15 tahun. Lebih dari itu, bus gak boleh digunakan lagi. Kalau Kopaja gimana yah?



profile-picture
profile-picture
profile-picture
japarina dan 2 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Masuk akal, mobil kolektor harusnya kena pajak lebih tinggi ya. Namanya juga kolektor item.
Lihat 2 balasan
Miara mobil yg umurnya lebih dari 25 tahun sebaiknya kena pajak ekstra.
profile-picture
profile-picture
liee dan cipokan.yuk memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post davecchio
Quote:


Logika nya gimana? Mobil koleksi mah jarang banget dipake. Kebanyakan nongkrong di garasi. Gak bayar pajak pun gak masalah karena udah dianggap sebagai pajangan. Harga mahal ya karena antik nya.
profile-picture
profile-picture
proboiii dan davecchio memberi reputasi
Balasan post esaka.kedua
Quote:


Hubungan nya apa macet sama pajak ekstra mobil tua? Di jakarta yg bikin macet malah mobil baru semua kok. Kenapa mobil baru tambah banyak ? Karena gampang dapetnya. DP kecil cicilan sampai 5th. Karena transportasi umum jauh dari memadai.
Naik transport umum cost per bulan = bensin. Ya mending naik mobil pribadi kan.
profile-picture
profile-picture
proboiii dan jlamp memberi reputasi
Solusi macet? Bikin transportasi massal yang murah dan nyaman. Orang pasti akan pilih yg murah, nyaman dan aman.
Kebijakan membatasi umur kendaraan, tanpa ada perbaikan di angkutan umum hanya menyenangkan golongan berduit. Tidak pro rakyat.
Macet juga akibat tata ruang kota yang berantakan, antara kawasan hunian, bisnis dan kantor pemerintahan. Sehingga terjadi ketidakteraturan aliran kendaraan.
Dengan tata ruang kota yg baik, maka kemacetan lebih mudah di kelola.
profile-picture
profile-picture
reticulatous dan jlamp memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post leboy18
@leboy18 Ada juga krn emisi tinggi, pajak jadi tinggi. Itu yg diterapkan di bbrp negara
ini bisa jadi salah satu faktor pengurang macet! meskipun rata2 yg ane liat tuh kendaraan yang kurang layak tuh biasanya kendaraan umum kayak minibus, angkot, truk, dll.
Trus tambah lagi adanya mobil murah pastinya meningkatkan jumlah kendaraan yg beredar di indonesia raya ini emoticon-Big Grin mungkin bisa dinaikin pajaknya atau harga kendaraan bermotor, tapi sebelum hal itu diterapkan secara masif sebaiknya disiapkan transportasi umum/massal yang bisa menunjang kehidupan masyarakat. Karena ketika kendaraan umum dibuat lebih simpel dan murah emoticon-Big Grin biasanya orang akan milih naik kendaraan umum dibanding kendaraan pribadi kayak ane lebih suka naik tj selama lebih simpel wkwkwk
Menurut ane lebih ke pengadaan transportasi umum yang lebih baik laagi, baru setelah itu pembatasan kendaraan bermotor. Menurut ane soh gitu gan, sebab kalo udah dibatasi tapi moda transportasi yg belum matang kan sama aja bohong menurut ane. CMIIW emoticon-2 Jempol
Quote:


emoticon-Shakehand2 setuju gan transportasi umum di bikin lebih baik lagi sama ajakan untuk masyarakat lebih memilih naik transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi lebih di galakan emoticon-Ngacir
Masuk akal bila diberlakukan utk kendaraan umum dan pd daerah dimana public transport sudah bagus. Jadi hanya berlaku di Jakarta saja. Kalau di daerah2 ya gak make sense, krn public transport tidak ada dan ratio kepemilikan kendaraan masih rendah.

KLR, MRT, LRT itu kan cuma di Jakarta.
sabii sih nih jadi salah satu solusi mengurangi macet, terutama kendaraan umum kali yee yang sembur2 asep di jalan. Tapi mungkin perlu disiapkan alternatif ketika kebijakan ini dilakukan, karena bisa menghilangkan mata pencaharian orang...
Dimana mana angkutan umum itu kagak bakal pernah nyaman. Di peek hour bakalan kaya ikan asin semua di kota dengan kepadatan tinggi. Apa lagi jakarta yang dari daerah penyangga juga pas kerja masuk ke jakarta.

Belum lagi kenyamanan orang satu dengan yang lainnya itu berbeda. Jadi bullshit itu nunggu kendaraan umum nyaman untuk mengurangi kemacetan.

Yang ada dipaksa untuk lebih tidak nyaman menggunakan kendaraan pribadi. Pajak mahalin semua kendaraan pribadi. Naikin tarif tol lebih mahal, parkir lebih mahal, pajak pembelian sama tahunan juga naikin.
Lihat 1 balasan
Balasan post aquatrium
Quote:


Terus apa guna nya jalanan gak macet tapi publik transport gak nyaman? Enak yg punya duit dong menikmati jalanan sepi naik mobil pribadi.
Biar aja jalanan macet, yg penting jalur busway dan krl lancar, bebas dari macet. Itu baru bener. Jam sibuk bis dan kereta berdesakan berarti harus tambah armada pada jam sibuk.
Semua yg murah itu dibuat untuk masyarakat banyak. Termasuk mobil murah. Kalo mobil mahal cuma orang kaya aja yg happy.
Quote:


Kan memang seperti itu kalau mau ga macet. Batasi pengguna jalan yang bisa menggunakan pengguna jalan. Kalau semua bisa menggunakan jalan bersama ya macet.

Memang mau buat regulasi apa untuk menghalangi orang yang mampu untuk tetap di jalan?

Gw pengguna transJ dan percuma jalan transJ lancar kalau pas lampu merah juga macet. Nunggu di halte aja lama. Dari jalur gw pasar baru kalideres kalau nunggu transJ bakalan lama di peek hour. Karena ya pas di perempatan ya macetnya sama.

Kalau mau lebih ekstrem ya jalan hanya untuk angkutan umum dan angkutan barang. Ga boleh ada kendaraan pribadi.

Dah gw bilang angkutan umum itu kagak bakalan dan ga akan pernah bisa nyaman kalau banyak yang make. Bahkan berlin yang kasi subsidi 8T kaya gw baca di 2015/2016 aja masih empot empotan. Harga juga mahal.
Lihat 1 balasan
macet itu capek
Bagus juga nih, biar bisa beli mobil baru lagiemoticon-Leh Uga
Balasan post aquatrium
Quote:


Konsep transj udah bagus, kalaupun masih stuck di tempat tertentu masih wajar, toh selebih nya lancar.
Tinggal jumlah armada di tambah saat jam sibuk dan tidak tegas yg lewat jalur busway.
Kalaupun macet udah gak bisa dihindari, minimal kendaraan umum dan jalur emergency masih bisa lewat. Masalah pengguna pribadi gak usah dipikirin karena itu pilihan sendiri mau naik mobil, motor apa bis.

Quote:


Kalo pas peek hour biasa banyak armadanya. Cuma ya itu suka stuck jadi ngumpul di prpatan yang macet biasanya. Dah datang berderet emoticon-Big Grin Gedek kalo nunggu gitu. Tau tau belakang kosong.

Mau nambah armada atau jalur juga pemda kayanya belom berani kalau pengguna kurang. Namanya sebuah usaha biasanya nunggu pasar banyak baru nambah. Ga berusaha buat nambah dulu mancing pengguna baru.

Oleh karena itu menurut gw orang memang harus dipaksa buat nih pake angkutan umum. Subsidi BBM bisa alihkan ke subsidi angkutan.

Walaupun secara duit ga untung. Mungkin waktu perjalanan bisa untung. Timbang aja mana yang baik sama pemerintah. Kalo mobil kurang kan pajak kurang, subsidi bbm juga kurang. Ambil mana yang terbaik buat sekarang.
aturan punya mobil wajib punya garasi di dalam rumah juga perlu diperketat pelaksanaannya
satu”nya alasan macet krn banyak kendaraan pribadi, knp banyak kendaraan pribadi? krn kendaraan umum blm bisa ngalahin efisiensi dan ekonomisnya kendaraan privadi di sini gan. kalo menurut ane solusinya ya transportasi umum harus lebih nguntungin masyarakat biar kendaraan pribadi ditinggal. udah terbukti ojol laris krn bisa ngasih solusi murah dan efektif krn turun lgsg ditempat tujuan, ga usah mikir ribet orang sini maunya murah praktis gitu aja gan emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di