alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Food & Travel / Travellers /
Jangan Jadi Gembel di Negara Orang, Biar Nggak Malu-maluin
4.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d256dca337f93535c0c9281/jangan-jadi-gembel-di-negara-orang-biar-nggak-malu-maluin

Jangan Jadi Gembel di Negara Orang, Biar Nggak Malu-maluin


Jangan Jadi Gembel di Negara Orang, Biar Nggak Malu-maluin


Sedang ramai dibicarakan di media sosial, turis-turis atau pelancong yang datang ke sebuah negara, kehabisan uang, lalu mencoba mencari dukungan dengan "jadi gembel" di negara tempatnya berlibur tersebut. Berbagai cara dilakukan dengan dalih agar mereka bisa menyambung hidup di sana. Mulai dari mengemis bantuan dari masyarakat lokal dengan sengaja duduk di pinggir jalan atau di tempat-tempat ramai sambil memajang tulisan "butuh uang untuk balik ke negara asal" dan semacamnya, menjual sesuatu seperti pernak-pernik receh, atau mengamen. Perilaku turis-turis yang seperti ini mendapat reaksi yang beragam dari warganet. Ada yang cuek, ada juga yang kesal dibuatnya.

Gue sendiri pernah melihat orang-orang seperti ini waktu sedang liburan ke Kuala Lumpur dan Bangkok. Waktu di kuala lumpur, ada beberapa orang kulit putih yang dengan sengaja duduk di pinggir jalan di kawasan ramai seperti Bukit Bintang gitu, jualan pernak-pernik receh. Mereka memajang kardus yang ditulisi dengan spidol "beli pernak-pernik handmade ini buat uang tambahan kami". Di sisi lain tempat yang sama, ada juga yang beneran berperilaku seperti pengemis gembel gitu. Nggak jauh beda dengan turis yang juga gue nggak sengaja temui di salah satu sudut kota Bangkok.

Kondisi ini bikin gue berpikir, ini orang-orang apa nggak punya perhitungan apa ya pas liburan? Apa cuma dateng aja dengan uang secukupnya terus kalo abis "yaudah ayok kita mengemis gais" apa gimana sih? Terus kenapa mereka dari awal nggak beli tiket pesawat balik gitu atau nyediain uang buat beli tiket pesawat balik at least kalau uang buat makan atau buat senang-senangnya abis, yaudah pulang aja sih?

Menyoal turis-turis gembel ini, beberapa tahun lalu juga pernah terjadi di kawasan Pantai Kuta. Ada salah satu pedagang minuman bercerita kalau di Pantai Kuta ada turis yang ngamen seminggu penuh sambil bawa anak istrinya. Bahkan mereka tanpa malu-malu menulis "Aku mau travel ke Benua Asia tolong donasi" gitu di tempat mereka ngamen.

I MEAN, WHY?! KENAPA BUAT LIBURAN LU HARUS MINTA DONASI?! HAH PUSING GAK SIH?!

emoticon-Jangan ribut disini emoticon-Jangan ribut disini emoticon-Jangan ribut disini

Supaya nggak jadi gembel di negara orang, kita harus banget punya perencanaan yang matang soal liburan. Yang paling utama sebenarnya sih kita harus buang jauh-jauh mental jadi pengemis itu. Sebisa mungkin menghindari masalah dengan mempersiapkan segala sesuatunya sebelum liburan. Segala sesuatu ini termasuk pra-perjalanan, saat perjalanan, sampai pulang dari perjalanan.

Apa saja sih yang bisa kita lakukan?

Jangan Jadi Gembel di Negara Orang, Biar Nggak Malu-maluin


1. Riset dan persiapan

Sebelum berangkat liburan, sudah pasti yang harus disiapkan adalah uang dulu. Tentu saja uang ini akan dibagi-bagi sesuai kebutuhannya nanti. Ya untuk tiket pesawat, ya untuk transportasi di sana, ya untuk akomodasi selama di lokasi tujuan juga. Nah keuangan ini pun harus di-manage dengan melakukan riset supaya kita bisa mendapatkan harga terbaik untuk setiap pengeluaran yang kita lakukan. Siapa sih yang nggak mau dapat tiket penerbangan murah? Penginapan murah? Makan murah? Semua nggak akan bisa kita dapatkan dengan instan atau berharap ada orang yang mau ngasih tahu kita secara langsung. Semua butuh riset.

Manfaatkan review-review dari Trip Advisor atau segampang Googling lah! Nggak usah katrok-katrok amat. Lebih baik repot di awal daripada malu-maluin diri sendiri (dan negara) dengan jadi gembel di negara orang.

2. Hindari menunda beli tiket pulang

Tiket pulang itu penting. Ya iyalah! Kan kita mau liburan nih, bukan mau jadi TKI ilegal di negara orang. Dalam proses perencanaan budget liburan di awal, sebisa mungkin kamu sudah punya budget untuk tiket PP. Hindari beli tiket berangkat saja tapi tiket pulangnya malah nanti-nanti dengan alasan "Nunggu harga murah." dan semacamnya. Kita nggak tahu apa yang akan terjadi selama liburan, kan? Kalau tiba-tiba kamu dapat musibah di sana, at least kamu sudah punya tiket pulang.

Kalau sudah beli tiket pulang, budget kamu untuk yang lain setidaknya aman. Kalau pun terjadi masalah dengan keuangan kamu di tengah perjalanan, setidaknya kamu sudah punya tiket pulang. Tips lainnya adalah sebaiknya tiket pulang kamu fleksibel. Jadi kalau misalnya kamu harus pulang lebih cepat dari jadwal yang seharusnya karena kehabisan uang atau ada musibah gitu-gitu, kamu tetap aman.

Jangan Jadi Gembel di Negara Orang, Biar Nggak Malu-maluin


3. Jangan pelit sama asuransi perjalanan

Memang kadang-kadang kita suka malas beli asuransi perjalanan. Karena kayak, buat apa sih?! Gitu. Padahal asuransi ini bisa sangat melindungi kita kalau-kalau kita mengalami kehilangan barang atau mengalami kecelakaan kecil saat dalam perjalanan. Setidaknya dengan membeli asuransi perjalanan, kita sudah mendapat perlindungan yang bisa diklaim setelah pulang nanti.

Asuransi perjalanan banyak macamnya dan harganya juga nggak lebih mahal dari menginap semalam di hostel. Jadi jangan pelit mengeluarkan uang untuk asuransi daripada kamu dapat masalah di negara tempat liburan kamu dan akhirnya malah jadi gembel. Amit-amit.

4. Siapkan tas kecil khusus untuk benda-benda penting

Ponsel, dompet, dan paspor adalah tiga hal penting saat liburan. Tiga benda ini wajib selalu kamu bawa jadi kamu butuh satu tas kecil yang bisa muat semua benda-benda penting ini. Pastikan tas ini selalu nempel di badan kamu selama perjalanan supaya benda-benda penting ini juga mudah kamu jangkau dan selalu dekat dengan kamu. Beberapa benda penting lain yang juga harus kamu bawa dan ada di tas ini adalah charger ponsel dan power bank. Sebaiknya berjaga-jaga daripada berabe ujungnya kan?

Jangan Jadi Gembel di Negara Orang, Biar Nggak Malu-maluin


5. Jangan pernah kepikiran untuk menggembel

Jaga harga diri gais. Jangan main ke negara orang hanya untuk berniat jadi gembel. Jangan tiru mental turis-turis Amerika/Eropa yang datang ke Asia dan kemudian mengemis donasi dari masyarakat untuk membiayai perjalanan mereka. CAPEDEH. 

emoticon-Cape deeehh emoticon-Cape d...

Buang pikiran-pikiran "kalo uang abis masih bisa ngemis lah di sana". Ini mental yang paling nggak dibutuhkan deh!

Yaudah itu aja yang ingin saya sampaikan kurang lebihnya mohon dimaafkan.



Spoiler for Reference:




Quote:


Quote:


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jmontefiore dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh romeorabun
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
betul gan... makanya ada beberapa negara yang menerapkan pendatang harus punya saldo minimal di rekening, buat mencegah mereka gabisa balik lagi ke negara asal 👍
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17

Quote:

Nah.. Bener banget, pinter pinter kita plan budget juga. Biasanya uang udah ada tapi pengeluaran di destinasi yang ngawur ga dibatasi.
ini ma masi mending . . , ada alasan nya

travel ato liburan trus kehabisan duit..

di indo ma..,negara sndr aja banyak yg ngemis..padahal satu badan nya ga ada tuh yg lecet...

klo ini ente blg malu maluin . . , trus yg di negara kita sendiri itu apaan ya ??

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
zzz memalukan njiirr berangkat bisa masa pulang ngga bisa
bener juga tuh gan, jaga nama indonesia


Quote:


Nah setuju ane. Masa mau traveling tapi ujungnya malah susah bukan seneng kan lucu. Tabung dulu yang cukup dan malah menurut ane lebih biar aman. Baru jalan. Yaaa positive thinking aja sist mungkin abis kecopetan ya
profile-picture
aisyifaaa memberi reputasi


Quote:


Nah ini komentar bijak setuju ane. Daripada ngemis gitu dinegara orang kan malu juga ya gan. Tapi ngomong-ngomong emang bisa kaya gitu gan? Mungkin kedubesnya juga takut kalo dikabulin banyak yg pengen kaya gt juga
astagaaa gaabis pikir ane ama orang orang kaya begitu. Gimana dah mau traveling keluar negeri lho kok bisa kek gitu ya.. apa ke copetan apa gimana tapi masa iya kalo bukan karena kecopetan ampe ngemis dinegara orang...
Balasan post santaikalus
bener banget gan, kita aja jalan2 dalam negri aja belum tentu mampu.
mungkin di negara asalnya lagi ada masalah...
trus lari ke negara orang, sebenernya bukan karna untuk melancong....



Terima BATA only emoticon-Bata (S)
emoticon-Cipok

Jangan Jadi Gembel di Negara Orang, Biar Nggak Malu-maluin
Selama si gembel bulenya cantik plus bening. Ane bawa dah ke kosan ane emoticon-Leh Uga
kalau ane mah malas bgt ngasih duit, lah kmrin jalan2 enak2 bisa duit drimana, kok enak bgt ngemis. mending duitnya aneh sedekahkan ke orang yg difabel. yg difabel aja masih mau usaha, ini modal duduk doang
Mereka emang berlibur dengan cara seperti itu. Alias mencari cara gratis buat happy2. Mereka pergi dengan uang pas2an bahkan sampe ngemis gitu kan. Dijuluki begpacker, sindiran dari backpacker karena para begpacker ini melancong dengan cara ngemis, ngamen dan jual2an gitu.
Bule mau jalan2 tp ngemis. Salah sendiri ga direncanain baik-baik..
Om TS bagi mereka bisa backpackeran dgn budget minim adalah seni.. So, kl uang jatah udh abiz cari uang dgn segala cara kek ngemis adalah seni.. Itulah yang merek cari, seni jadi begpacker.. Begpacker adalah seni bertahan hidup, so jangan ditiru emoticon-Ngakak
di mana2 bnyk, bule menggembel krn kurang duit dlm perjalanan. di jepang, banyak bule jualan bendera kecil & maksa kita beli, kita dianggap sbg "sponsor" travel mereka.
org indonesia jg ada bbrp yg luntang lantung keabisan duit di sejumlah negara (mis: thailand), kalo sdh gini biasanya mrk ke kedubes, minta dibalikin ke indonesia, tp biasanya paspor ditandain & gak boleh masuk ke negara itu lagi dlm kurun brp lama.
intinya itung kemampuan finansial dulu sblum jln, amit2 tak akan smp menggembel di negeri org kecuali terjadi kasus force majeur banget (bencana alam, kecelakaan dll)
bule juga banyak yang gembel emoticon-Hammer2
Fenomena apaan itu gan ? Jaman dulu itu orang yang memiliki kebiasaan nglencer, pastilah orang yang memiliki banyak uang. Jadi nggak bakalan ada yang ngegembel di tempat orang lain. Beda dengan sekarang hanya sekedar menuruti eksis dan pamer, dengan menggunakan budget yang minim, dan akhirnya inilah yang terjadi.
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di