alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Cahaya Diantara Kegelapan
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d1cb91cc0cad713ab29438f/cahaya-diantara-kegelapan

Cahaya Diantara Kegelapan

KAU PIKIR HIDUPMU MENYEDIHKAN? BERKACALAH, DAN LIHAT SEKELILINGMU!


Spoiler for INFO:




Cahaya Diantara Kegelapan








Quote:



Selamat menikmati sebuah karya sederhana yang sudah dibuat dengan sepenuh hati. Tidak perlu banyak bertanya tentang Real Life maupun segala hal yang berkaitan dengan kenyamanan hidup TS. Sangat disarankan untuk membaca terlebih dahulu cerita sebelumnya jika kalian belum membacanya. Terimakasih


-Cahaya Diantara Kegelapan


profile-picture
profile-picture
profile-picture
aan2604 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh daisyfields
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
profile-picture
profile-picture
e1.glows dan exotic.frank memberi reputasi
Diubah oleh daisyfields
Chapter 1
Wanita Misterius Dengan Hoodie Merah Jambu






Sudah satu tahun dia pergi. Namun entah kenapa rasa sakit itu masih setia bertengger di ujung hati ini. membuat setiap detik dan menit nya menjadi lebih mengerikan. Rasa bersalah saat melihat nya tersenyum menahan rasa sakit yang datang di penghujung kehidupan nya. Betapa getir nya hati ini saat mendengar pesan terakhir nya.

Ahh!! Betapa mengerikan nya kenangan itu..
Dan sejak kejadian itu, aku menjadi seorang laki laki yang kembali hidup dalam kegelapan. Setiap hari aku lewati dengan derai air mata. Sumpah demi apapun, rasa bersalah itu secara pelan dan halus membuat jiwa ku mati!

Ragaku melakukan aktivitas seperti biasa nya. namun jiwa ku kehilangan semangat hidup nya! iya.. setiap hari aku lewati dengan bekerja, tidur, dan menyesali kebodohanku setiap ku hendak tidur. Dan tidur ku pun mendapatkan dampak nya, aku hanya idur dalam waktu tiga atau empat jam, dan sisa nya aku habiskan dengan menangis sambil menatap langi langit kamar yang seolah olah menyeringai menertawai.

Cukup! Cukup! Cukup sudah aku menahan semua rasa sakit ini. namun entah bagaimana caranya aku mengakhiri nya. banyak teman temanku yang memberi saran kepadaku untuk menenggak sebuah minuman berakohol untuk melupan rasa sakit itu. Walaupun sesaat, namun menuut mereka itu cukup ampuh untuk mengurangi beban hidup!

Dan tidak sedikit pula dari teman kerjaku yang menawarkan racun tembakau yang sering mereka hisap itu. Menurut pendapat mereka, menghisap racun itu dapat melepaskan beban pikiran! Namun sayang, tawaran dari mereka itu aku tolak dengan tegas! Seburuk apapun keadaan diriku, aku tidak akan merusak diriku dengan segala racun mematikan itu! Tidak! Tidak akan pernah!

Aku lebih suka menyendiri di lantai dua di kantorku. Dalam hening dan sunyi, aku merasa bebanku ikut terserap dalam kegelapan. Hanya di temani oleh cahaya redup sang rembulan yang tidak pernah bosan mendengar keluh kesahku. Setiap hari dan setiap malam nya, aku habiskan dengan menceritakan kepedihan yang ku rasakan kepada sebuah bulatan tidak sempurna berwarna kuning terang tersebut.

Bagiku, bulan lebih dari sekedar bebatuan ataupun satelit alami yang dimiliki oleh bumi. Bagiku bulan sudah menjadi teman bicaraku. Bulan tidak pernah bosan mendengar keluh kesahku. Sambil melihat cahaya redup nya yang menetramkan jiwa, aku merasa bulan itu mengerti apa yang sedang aku rasakan. Yup, begitulah perkiraan ku..

Seperti malam ini, sehabis aku berjiarah di makam nya Alm. Aku merapatkan diriku sejenak di alun alun kota kembang.
Pukul dua malam, pikirku. Dalam kesunyian dan keheningan yang memeluk ku, pikiran ku melayang. Teringat semua hal yang telah aku lakukan bersama Alm dulu. Aku benar benar merindukan dia! Sudah satu tahun ini dia aku hidup tanpa suara, tawa, dan tingkah konyolnya. Fvck!! Aku benar benar merindukan nya!

Aku dongakan wajahku menatap bulan di atas sana. Ku perhatikan dia, sambil tersenyum membalas senyuman nya..

Quote:


Sedang asyik nya aku berbicara panjang lebar dengan bulan, tiba tiba saja datang wanita yang di balut oleh hoodie berwarna merah jambu yang sedikit luntur. Ia duduk di samping tempat duduk ku . aku menatap heran wanita ini. Kemudian ia membuka upluk hoodie yang di kenakan nya itu, dan nampaklah sebuah wajah oval sempurna dengan rambut yang dibiarkan tergerai menutupi sebagian mata nya.

Dia tersenyum menatapku. Dan aku masih memperhatikan dia dengan tajam, siapa wanita ini? batinku bertanya

Quote:


Seperti ada sambaran petir yang menyentuh hatiku. Mengapa aku tidak sadar? Mengapa aku tidak kepikiran kesana? Selama ini aku selalu berbicara dengan bulan, namun aku sama sekali tidak belajar dari bulan itu sendiri. Yang aku lakukan hanyalah mengeluh dan mengeluh.

Aku tidak pernah berfikir se positive itu tentang kehidupan ini. aku menatap wanita yang ada di samping ku dengan tatapan yang berbeda seperti sebelumnya. Aku menatap nya penasaran. Siapa dia sebenar nya? batinku bertanya tanya

Quote:

profile-picture
exotic.frank memberi reputasi
Chapter 2
Aku Seorang Kupu-Kupu Malam






Quote:


Namun aku tahu, bahwa perkataan yang ia katakan sebelum nya itu bukanlah sebuah candaan. Tergurat keseriusan di wajah nya, namun saat ini dia bilang hanya sebuah candaan? Apa maksudnya semua itu? Siapakah perempuan ini?

Jujur, baru kali ini aku tertarik dengan sifat wanita. Hal yang sebelum nya tidak pernah aku rasakan, bahkan terhadap Alm dahulu.
Ketika pertama kali melihat Alm, rasa kagum lah yang muncul. Tidak ada rasa penasaran sedikitpun. Namun wanita di sampingku ini sukses membuat rasa tertariku menampakan dirinya. Wanita ini penuh dengan misteri. Iya, begitulah batinku berbicara. Dan hal itulah yang harus aku ketahui!

Quote:


Semakin malam, kota ini tidak kehilangan keindahan nya. Malah menurutku lebih indah saat malam hari tiba. Gemerlap lampu berwarna warni mewarnai setiap sudut bangunan. Susana hening dan sunyi membuat jiwaku semakin tentram. Hanya ada beberapa kendaraan yang melaju di jalanan lengang ini. Mata ini sesekali mengikuti laju kendaraan yang dengan cepat membelah jalan.

Quote:


Perkataan nya ini sukses membuatku terkejut untuk ketiga kali nya. Aku kembali menatap diri nya. Ku tatap mata nya dengan tajam yang membuat diri nya tertunduk menghindari tatapan mataku

Quote:


Sebegitu besarkah masalah hidup nya? Iya, aku tahu bahwa wanita ini sedang mengalami masalah. Namun aku benar benar tidak tahu bahwa masalahnya itu bisa sebesar itu hingga membuat nya menangis dengan sangat dalam. Yup.. tangisan nya itu berbeda!

Cukup lama ia menangis sesenggukan di balik kedua tangan nya. Rasa penasaranku semakin tumbuh! Dari yang tadinya hanya sebatas akar kecil, namun kali ini telah berubah, bertransformasi menjadi sebuah kesatuan pohon yang lengkap dengan ranting dan daun nya! Rasa penasaranku bercabang, muncul banyak pertanyaan pertanyaan yang aku sendiri tidak mengetahui jawaban nya.

Hingga akhir nya ia berhenti menangis dan membalas tatapanku.

Quote:

Jika dilihat lebih teliti lagi, ternyata wanita ini sangatlah cantik! Aku serius! Bahkan entah mengapa aku baru menyadari nya sekarang. Ah!! Kali ini mata yang satu nya tidak tertutup oleh rambut hitam panjang dan bergelombang tersebut. Dan yang membuatku terkejut adalah, kedua mata nya itu memiliki bola mata biru terang! Shit! Bagaimana bisa aku tidak menyadari nya? Batinku menggerutu

Quote:


profile-picture
exotic.frank memberi reputasi
Chapter 3
It's Like DEJAVU!!







Quote:


Aku terdiam! Speechless! Ada apa dengan wanita ini?! batin ku bertanya

Aku masih terdiam di samping sepeda motorku sambil memperhatikan nya berjalan menjauhi diriku. Apa yang harus aku lakukan saat ini? Jujur, ada sedikit rasa iba ketika melihat nya menangis tadi. Seperti ada beban yang sangat berat yang ada di punggung nya. Hal itu membangkitkan rasa simpati ku. Mengingatkan ku akan diriku satu tahun sebelumnya. Dimana aku harus menelan pil pahit kehidupan saat merelakan seseorang yang aku sayang pergi, dan tidak pernah kembali.

Aku segera menaiki motorku, mengenakan helm dan segera menancapkan gas untuk mengejar nya.

Quote:

Dia pun menaiki motorku secara hati hati dan perlahan..

Quote:


Aku pun melajukan motor ini sesuai arahan dari diri nya. Beberapa kali roda motor ini berbelok ke kanan dan ke kiri. Melaju menembus angin malam yang semakin lama semakin menusuk. Jaket tebal dan sarung tanganku tidak bisa mengusir rasa dingin ini. Sial! Aku baru tau jika kota ini bisa dingin seperti ini saat malam hari! Batinku menggerutu

Badanku gemetar, menahan angin yang semakin tajam menembus badan hingga ke tulang. Hingga dengan tiba tiba, wanita di belakangku ini memeluk diriku. Hal itupun sontak membuatku terkejut hingga ku berhentikan sepeda motorku dengan tiba tiba.

Quote:

Dia memeluku dengan erat sambil membenamkan wajah nya di punggung ku. Sontak aku kembali terkejut karena perilaku nya ini. Pikiranku tiba tiba melayang. Meningatkan ku akan kejadian terakhir bersama dirinya dulu. Jantungku berdetak tidak beraturan. Pompaan darah dari jantungku semakin lama semakin meningkat. Mengakibatkan kepalaku pusing secara tiba tiba! It’s like DEJAVU!

Setelah kita menempuh beberapa kilometer, sampailah kita di sebuah rumah kost sederhana. Setelah turun dari sepeda motor, ia pun mengajak ku masuk ke dalam kost-an nya itu. Ruangan dengan satu buah ruang tamu sekaligus kamar ini tertata dengan rapi. Di samping kanan nya ada sebuah dapur dan kamar mandi.

Ia menyuruhku duduk di atas kasur nya, karena memang ruangan ini begitu kecil dan hanya ada sedikit ruangan kosong sekitar 1,5 meter. Ah tidak! Aku baru menyadari satu hal, bukan ruangan nya yang terlalu kecil, hanya saja kasur ini yang begitu besar!

Quote:



profile-picture
exotic.frank memberi reputasi
finally.. masih penasaran sama cerita selanjutnya. mudan mudahan kali ini tamat yaa emoticon-Cendol Gan
Chapter 4
Kau Laki-laki Normal Bukan?






Ia tersenyum menatapku sambil menanggalkan pakaian atas nya...

Terpampanglah sebuah pemandangan indah yang sebelumnya belum pernah ku lihat. Aku yang tersadar pun hanya bisa menggeleng pelan sambil menelan ludah. Apa apaan wanita ini? Seumur hidup, aku baru pertama kali melihat pemandangan yang ada di depanku ini. Apakah ini yang banyak orang bicarakan tentang surga dunia? Batinku bertanya

Quote:


Aku terdiam! Gilaaa!! Harga diri wanita ini hanya sebatas lima ratus ribu rupiah?! Batinku teriak
Bagaimana bisa dia melakukan semua itu hanya karena uang lima ratus ribu? Wanita se cantik dan se sempurna ini?!

Quote:

Aku segera bangkit dan menarik tangan nya pelan untuk duduk di atas tempat tidur nya

Quote:

Chapter 5
Serpihan Kisah Dimasalalu (Bagian 1)






Perkenalkan, namaku Sabrina. Aku lahir di sebuah kota yang di kenal dengan julukan kota kembang. Kota yang terkenal dengan mojang nya (menurut orang orang). Sebenar nya aku sendiri tidak setuju dengan itu. Ibu ku asli dari kota ini, sedangkan ayahku asli orang sebrang pulau jawa ini. Sebuah kota yang terkenal dengan makanan “kapal selam” nya.

Tidak seperti kebanyakan ayah yang ada di dunia ini, seorang laki laki yang ku sebut ayah itu adalah orang brengs*k! Ia seorang pengangguran! Bahkan mencoba untuk menafkahi keluarga nya pun tidak pernah! Kerjaan nya hanyalah berjudi dan meminum minuman keras! Aku sangat membenci ayahku! Dan tidak akan pernah memafkaan nya sampai kapanpun! Itulah janjiku! Biarkan aku ceritakan dahulu sedikit demi sedikit kehidupan masalaluku.

Aku terlahir di sebuah keluarga yang sangat kekurangan. Seperti yang aku bilang sebelumnya, tulang punggung keluargaku satu satu nya tidak akan pernah bisa di andalkan. Ibuku lah yang bekerja keras demi menghidupi aku dan ayahku. Ibuku menjelajah setiap rumah yang ada di kampung ku untuk menawarkan jasa mencuci, menyetrika, ataupun mengerjakan pekerjaan rumah lain nya. Tidak pernah aku dengar sekalipun keluhan yang keluar dari mulut ibuku.

Hari demi hari, keadaan keluargaku semakin memburuk. Belakangan ini, kondisi ibuku jadi sering sakit. Di tambah kelakuan ayahku yang semakin menjadi jadi. Arghttt!! Andai saja ia bukanlah ayah kandung ku, aku sudah benar benar muak melihat tingkah laku nya!!

Quote:


Ya Allah! Aku benar benar tidak tega melihat ibuku seperti itu. Aku harus mencari pekerjaan! Iya! Aku harus membantu ibuku!
Tapi seorang siswi SMA seperti ku akan kerja apa? Batinku

Esok nya aku terbangun pukul tujuh pagi, dan ibuku sudah tidak ada di tempat tidur nya. Aku mencari nya ke sekeliling sudut rumah, namun nihil! Ibuku tidak ada di rumah. Kemana ibuku pergi saat sedang sakit begini? Pikiranku melayang kesana kemari mencari jawaban.

Hingga tiba tiba pikiranku buyar karena suara teriakan!

Quote:

PLAAKKK!!! Tampar ayahku dengan keras

Quote:


Namun belum sempat kaki ku ini menyentuh teras rumah, tiba tiba ada sebuah tangan yang menarik ku dengan keras hingga aku terjatuh ke belakang

Quote:

PLAAKKK!!!

Quote:


PLAAKKKK!!!

Quote:


PLAAKKKK!!! PLAAKKKK!! PLAKKKK!!

Quote:

Aku berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain untuk menanyakan keberadaan ibuku. Namun semua jawaban nya nihil! Mereka bilang mereka tidak melihat ibuku. Hingga di salah satu rumah, ada seorang ibu yang memberitahukan ku bahwa ibuku sedang mencuci di salah satu rumah di kampung sebelah.

Dalam hati aku menangis! Ya Allah!! Tidak berguna sekali aku sebagai seorang anak yang membiarkan ibu nya sendiri menyusuri rumah demi rumah untuk mendapatkan kepingan rupiah. Apalagi jarak yang di tempuh ibuku itu tidaklah dekat, ia harus menempuh jarak selama tiga puluh menit untuk sampai di kampung sebelah dengan jalan kaki. Di saat keadaan dia sedang sakit, ia masih saja mengorbankan dirinya demi diriku, demi keluarga nya!!

Sepanjang perjalanan, tidak henti henti nya air mata ku mengalir menangisi kebodohan ibuku. Hingga sampai lah aku di salah satu rumah yang menurut informasi yang kudapatkan bahwa ibuku sedang mencuci disini. Aku segera mengetuk pintu rumah itu dan munculah ibuku di balik pintu

Quote:

Diubah oleh daisyfields
Chapter 6
Serpihan Kisah Dimasalalu (Bagian 2)






Skip tiga bulan kemudian..

Quote:

Sejak aku bangun dari tidur aku merasakan perasaan yang mengganjal di dalam hatiku. Entahlah perasaan macam apa itu. Aku baru pertama kali merasakan perasaan seperti ini. Dan selama aku shalat pun hatiku masih saja tidak karuan. Aku banyak melamun dalam shalatku, memikirkan perasaan yang ada di dalam hatiku.

Firasatku mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada hari ini. Namun aku sendiri tidak tahu apa hal buruk tersebut. Namun bisa kupastikan bahwa aku tidak akan menyukai hasil akhir nya! Yup, dan memang begitulah kenyataan nya!!

Quote:


Aku yang tidak kuasa mendengarkan nasihat ibuku, segera memeluk dan menangis di dalam pelukan nya.

Quote:


Selama di sekolah aku lebih banyak diam daripada biasa nya. Aku tidak bisa menerima apa yang tengah dosen terangkan. Aku lebih banyak melamun di kursiku seorang diri. Memandang papan tulis di depan dengan pandangan kosong. Memang, selama aku di kelas aku tidak memiliki teman sama sekali. Lebih tepat nya selama aku sekolah. Dari awal aku mengerti akan kondisiku, atau bisa di bilang aku minder.

Dan seperti nya semakin hari semakin banyak orang yang memusuhiku. Entahlah, aku pun tidak mengerti mengapa mereka bersikap demikian. Namun dari cemoohan yang mereka lontarkan terhadapku mengatakan bahwa aku ini tukang merebut pacar orang. Padahal bukan seperti itu kenyataan nya, aku tidak pernah merespon sama sekali seseorang yang mendekatiku.

Bahkan yang membuat aku sakit hati adalah, mereka mengatakan bahwa aku ini wanita gampangan.Namun sekali lagi, aku tidak perduli dengan segala ocehan mereka. Karena yang tahu kenyataan nya hanyalah aku dan Tuhanku.

Hingga tibalah saat bel akhir pelajaran berbunyi. Aku segera merapihkan peralatan sekolah ku yang sedikit. Lalu menunggu hingga semua orang yang ada di dalam kelasku telah keluar. Iya, memang itulah kebiasaan ku. Aku segera melangkahkan kakiku ini kembali ke rumah. Aku tidak sabar untuk memasak tempe dan tahu yang baru saja aku beli untuk ibuku.

Setelah seharian ibu bekerja, aku akan hidangkan masakanku untuk ibu. Ibu pasti suka, pikirku bangga.

Namun sayang seribu kali sayang. Yang nama nya hidup selalu penuh dengan ketidakpastian. Iya, itu adalah hal yang mutlak yang tidak akan pernah kita bayangkan sebelumnya. Belum sampai kakiku ini menginjak halaman rumahku, aku sudah di suguhkan dengan dengan pemandangan yang menyayat hatiku.

Tepat di depan tiang rumahku, terdapat bendera kuning yang menjulur lemah. Terdapat beberapa kumpulan orang yang memenuhi pintu rumahku. Suara tangis menggema dari dalam rumah. Aku segera berlari untuk memastikan apa yang terjadi. Jangan sampai.. jangan sampai.. jangan sampai mimpi buruk itu datang!!! Batinku berteriak

Seketika jantungku berhenti berdetak. Kaki ku tidak berdaya untuk menopang berat tubuhku. Aku bersimpuh di atas lututku, tidak kuasa melihat pemandangan yang ada di hadapanku. Sekujur tubuh manusia yang sudah kaku membiru dan di selimuti oleh kain tipis berwarna putih bersih.

Quote:


Aku masih belum percaya dengan pemandangan yang ada di hadapanku. Tadi pagi aku masih bisa melihat senyum tulus ibu, aku masih bisa mendengar suara tawa lembut ibu, aku masih bisa melihat wajah cantik ibu. Namun mengapa semua itu menghilang begitu cepat?!!!

Pemandangan ini, pemandangan yang paling aku takuti seumur hidupku!! Aku melihat wajah pucat ibu. Ada beberapa bagian wajah nya yang menampakan seperti luka lebam. Namun yang aku ingat dan tidak pernah aku lupakan hingga detik ini adalah senyuman yang terdapat di sudut bibir ibuku.

Senyuman itu, senyuman paling indah yang pernah aku lihat! Senyum yang menunjukan ketenangan. Senyum yang menunjukan bahwa ibu telah pergi dengan tenang..

Aku menangis sejadi jadi nya di samping tubuh kaku ibuku. Tidak akan ada lagi sesosok yang dapat mengasihiku seperti ibuku. Tidak ada lagi seseorang yang dapat mengerti aku. Tidak ada lagi seseorang yang dapat membuatku tenang di saat ku sedang gundah. Tidak ada seseorang yang dapat membuatku tersenyum dan tertawa lepas. Iya, semua hal itu hanya dapat di lakukan oleh ibuku seorang!

Seorang malaikat dalam hidupku, kini telah pergi menghadap Illahi. Meninggalkanku sendiri tanpa seseorang pun yang dapat mengerti. Seorang malaikat dalam hidupku, kini telah memenuhi tugas nya di alam dunia. Ia telah melaksanakan tugas nya dengan sangat baik, dialah satu satu nya orang tidak pernah menyerah dengan keadaan ku. Dialah IBUKU..

Ibuku meninggal karena Ayahku. Aku tidak bisa menjelaskan secara detail apa yang sebenar nya terjadi. Namun seperti yang aku bilang sebelumnya, ia adalah laki laki yang paling aku benci di dunia ini, sampai kapanpun!! Aku tidak akan pernah memaafkan semua tingkah laku nya. Bahkan aku sangatlah menyesal karena sudah memiliki ayah yang br*ngsek seperti dirinya!!

Ibu.. apa kabar ibu disana? Sudah hampir tiga tahun ibu meninggalkan Ina disini. Ina kangen ibu. Ina kangen ibu. Ina kangen ibu..
Ibu bisa ngeliat Ina disini kan bu? Ina udah ketemu sama orang orang baik bu sekarang, seperti yang ibu bilang sebelum nya. Allah gaakan ngebiarin orang baik sendirian. Ibu.. Maafin Ina buat segala hal yang udah Ina lakuin. Ina tau, ibu pasti kecewa ngeliat Ina kan bu? Ibu pasti marah ngeliat kelakuan Ina bu. Maafin Ina bu.. maafin Inaa emoticon-Frown
Ina disini masih nyoba buat jadi orang sukses seperti kata ibu. Udah banyak hal buruk yang Ina lewatin sesudah Ina di tinggal Ibu.. buu, maafin Ina karena Ina belum bisa menjadi seperti yang Ibu mau. Ina masih menjadi orang yang gagal, Ina masih belum bisa mewujudkan semua keinginan ibu. Ina mohon, maafin Inaa buu.. maafin Inaa..

---


Chapter 7
Kita ini Sama!






Quote:


Kemudian ia berdiri dari duduknya menuju lemari kecil dua pintu yang ada di sebelahku. Tangan mungil nya sedang asyik merogoh setiap bagian lemari. Apa yang sedang di cari nya? batinku

Quote:


Aku perhatikan dengan seksama kertas yang ia berikan. Di atas kertas tersebut, terdapat sebuah kalimat khas yang tidak asing lagi bagiku. Tulisan kata “L U L U S” yang tercoret dengan tinta biru berdiri dengan kokoh nya.

Tulisan yang menjadi momok bagi semua pelajar yang ada di Indonesia. Tulisan yang menentukan semua nasib pelajar Indonesia. Hanya karena tulisan itulah kita bersekolah. Hanya karena tulisan itulah orang tua kita habis habisan berkorban demi masa depan kita.

Yup, kertas ini adalah IJAZAH!!
Bukankah dia bilang dia tidak memiliki ijazah? Lalu ini apa?! Pikirku

Quote:

Aku terdiam menatapnya. Aku mengerti, sangatt mengerti apa yang sedang ia rasakan. Di satu sisi, ia tahu bahwa ia telah melakukan sebuah perbuatan yang kotor. Namun di sisi lain, ia juga mengetahui bahwa inilah cara satu satu nya untuk dia agar terus bisa hidup. Ia sedang mengalami suatu masalah yang begitu berat. Hanya cara inilah yang ia ketahui, ia sudah terlanjur berputus asa dalam mencari sebuah jawaban.

Yup, sama sepertiku. Saat aku mencoba untuk melukai diriku sendiri, aku tahu bahwa apa yang kulakukan itu salah. Aku mengerti konsekuensi apa yang akan aku dapatkan. Namun dari yang aku tahu, hanya cara itulah yang dapat mengurangi sedikit beban yang ada di kehidupanku. Aku tidak tahu cara lain yang benar benar ampuh untuk sekedar ikut meringankan sedikit beban hidupku!

Quote:

Semoga hal yang akan aku lakukan ini bukanlah suatu hal yang buruk yang akan membuat nya bertambah menderita, batinku berharap..
di tulis ulang ya neng sabrina cerita nya kang momo ??
akhirnya dimulai lagi cerita ini. Sukses terus ya sist
Diubah oleh aan2604
Subscribe thread ini dulu emoticon-pencet
Lanjutkan MZ bro
Chapter 8
Hari Baru, Cerita Baru, Untuk Sebuah Masa Depan yang Lebih Indah






Some days just pass by
And some days are unforgettable
We can't choose the reason why
But we can choose what to do from the day after
So with that hope
with that determination
Let's make tomorrow a brighter and better day




Quote:

Pertanyaan nya itu sukses membuat bibirku tersenyum denga sendiri nya. Pintar sekali wanita ini, batinku. Aku benar benar harus berfikir sejenak, memikirkan jawaban nya. Aku harus berhati hati terhadap wanita di depanku ini..

Seperti yang aku bilang, wanita ini selalu penuh dengan kejutan dan tanda tanya. Pertanyaan yang tergolong biasa itu, namun dapat membuat pikiranku stuck! Yup, aku tidak memiliki alasan konkrit kenapa aku ingin membantu nya. Tidak seperti diriku yang biasa nya. Aku merasa ada sesuatu yang menarik diriku untuk sekedar membantu nya

Quote:


Perlahan namun pasti, air mata nya mengalir dengan mulus meluncur melewati pipi mulus nya itu. Air mata itu semakin deras, hingga menyebabkan sebuah isak tangis yang teramat dalam.

Aku tidak mengerti menagapa ia menangis. Sama sekali tidak mengerti. Apa perkataan yang baru saja ku katakan membuat hati nya terluka? Ah! Jika memang seperti itu, terkutuklah diriku ini karena sudah membuat air mata tulus seorang wanita mengalir dengan sia sia! Batin ku menggurutu

Hingga tanpa aku duga sebelumnya, ia tiba tiba memeluk ku dengan erat nya sambil membenamkan wajah nya di dadaku. Baju yang ku kenakan tiba tiba saja basah karena air mata nya.

Aku hanya bisa mengelus pelan rambut nya tanpa berkata sepatah katapun. Karena aku tahu, semua wejangan ku tidak akan berguna di saat seperti ini. Wanita ini hanya perlu seseorang yang bisa ia percayai. Yang bisa ia jadikan sandaran di saat beban hidup memeluk tubuh mungil nya. Yup, aku yakin sekali!

Quote:


Maka dari itu, mulai detik ini aku akan menjadi seseorang yang akan menjadi tembok yang selalu melindungi mu dari segala macam marabahaya yang datang. Aku akan menjadi sebuah kursi yang bisa menopang tubuh mu yang sedang kelelahan. Aku akan menjadi sebuah kasur yang senantiasa membuatmu terlelap untuk sekedar beristirahat, dan esok nya, kau dapat menyongsong hari baru yang akan menjadi masa depanmu. Yup, aku berjanji..

profile-picture
exotic.frank memberi reputasi
Diubah oleh daisyfields
Quote:


Insyallah kak saya usahakan untuk menyelesaikan cerita ini emoticon-Smilie

Quote:


Iya kak, kali ini murni dari sudut pandang beliau semuanya emoticon-Smilie

Quote:


Aamiin kak, terimakasih dan sukses juga buat kakaknya emoticon-Smilie

Quote:


Terimakasih kak sudah sedia mampir di thread sederhana ini, moga tidak membosankan emoticon-Smilie

Quote:


Sudah kak, maaf atas keterlambatannya emoticon-Smilie
Quote:


Siap kaa!! Semoga tidak ada halangan sampai tamat nanti ya emoticon-Shakehand2 keep it up emoticon-2 Jempol
siap saya pantau terus
Chapter 9
Sebuah Permintaan






Quote:


Setelah mengalami perdebatan yang tidak ada guna nya, berangkatlah kita kembali ke alun alun kota Bandung. Mengapa aku bilang tidak ada guna nya? Karena bagiku percuma berdebat dengan wanita, aku pasti akan kalah pada akhirnya hahaha..

Selama di perjalanan ia hanya diam membisu di belakang sana. Ia hanya memeluku sambil sesekali menghembuskan nafas nya yang mengeluarkan asap seperti orang merokok

Quote:


Aku segera melangkahkan kaki ini ke salah satu tempat duduk yang sudah di sediakan. Dan tidak lama kemudian ia pun mengikuti ku duduk sambil menatapku. Aku tidak hiraukan tatapan mata nya itu, aku lebih memilih untuk melihat ke arah langit yang hitam pekat

Kemana temanku itu? Mengapa ia tidak terlihat? Batinku bertanya sambil celingak celinguk mencari keberadaan sang bulan. Ah sial! Baru saja aku hendak berbicara dengan nya, ia malah tidak ada, batinku menggerutu

Quote:

Ucapan nya ini benar benar persis seperti yang aku rasakan. Aku menatap nya tidak percaya, bagaimana mungkin ada seseorang yang sepemikiran denganku dalam hal seperti ini? batinku bertanya

Bagaimana mungkin? Apa dia bisa membaca pikiranku? Apa dia bisa merasakan perasaanku? Ah tentu saja! Ia dan aku memiliki kisah kelam di masalalu. Dan aku tahu, kita berdua pasti memiliki kesamaan yang kita sendiri tidak ketahui satu sama lain nya. Aku ingat, seseorang di masalalu pernah bilang kepadaku, bahwa seseorang yang mempunyai kisah kelam di dalam kehidupan nya, pasti akan saling mengerti satu sama lain nya.

Quote:

profile-picture
aan2604 memberi reputasi
lanjut sist
Ijin baca sist,
Menarik nih
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di