alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Ramai perdebatan 'patroli siber' di WhatsApp Group
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d09fce4af7e93761e6c0236/ramai-perdebatan-patroli-siber-di-whatsapp-group

Ramai perdebatan 'patroli siber' di WhatsApp Group

Ramai perdebatan 'patroli siber' di WhatsApp Group
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kiri) didampingi Wadir Tipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Safrudin (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan terkini kasus penyebaran ujaran kebencian dan berita bohong (hoaks) di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019).
Patroli siber menjadi entitas yang tengah ramai diperdebatkan saat ini. Kabar awal yang beredar menyebutkan bahwa Kepolisian RI (Polri) menyadap layanan berbagi pesan, WhatsApp (WA). Tujuannya untuk mencari mereka yang diduga kerap menyebarkan hoaks atau berencana melawan hukum di WhatsApp Group (WAG).

WhatsApp saat ini merupakan layanan berbagi pesan paling populer di Indonesia. Menurut survei Global Web Index pada kuartal II dan III 2018, 83 persen pengguna media sosial di Indonesia memakai WA untuk berkomunikasi. Hanya kalah dari YouTube (88 persen).

Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) jumlah pengguna internet di Tanah Air hingga Mei 2019 telah mencapai 171,17 juta jiwa, atau 64,8 persen dari populasi. Sedangkan menurut data Hootsuite (We Are Social), pengguna media sosial yang aktif di negeri ini telah mencapai 150 juta pada awal 2019.

Keruan kabar tersebut mendapat respons negatif dari masyarakat, termasuk para anggota DPR. "Pertama saya melihat ini sebuah langkah yang tidak bijak karena grup WA itu sifatnya kan tertutup, bukan publik. Artinya (anggotanya) diundang. Kalau tidak sepakat ya keluar,” kata Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari.

Menyadap layanan berbagi pesan yang dimiliki Facebook tersebut berarti memasuki ranah pribadi warga. Melanggar Undang-undang Telekomunikasi No. 36/1999 yang menjamin privasi pengguna layanan telekomunikasi, bebas dari penyadapan.

UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juga melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atau penyadapan atas informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik.

Pengecualian memang ada dan termaktub dalam kedua UU tersebut. Namun penyadapan oleh pihak berwenang tetap harus dilakukan untuk keperluan proses peradilan pidana atas permintaan tertulis Jaksa Agung dan atau Kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk tindak pidana tertentu.

Sementara penyadapan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat dilakukan berdasarkan UU No. 30/2002 tentang KPK.

Namun, Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi mengingatkan bahwa aturan penyadapan di UU ITE telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Hakim Konstitusi melalui Putusan Mahkamah Konstitusi No. 5/PUU-VIII/2010 membatalkan Pasal 31 ayat (4) UU ITE karena tidak ada pengaturan yang baku mengenai penyadapan sehingga memungkinkan terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya," kata Heru, dalam Sindonews.com (19/6/2019).

Hakim MK, lanjut penggiat teknologi informasi dan komunikasi itu, juga berpendapat penyadapan merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak privasi yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.
Klarifikasi polisi
Pihak kepolisian segera memberi klarifikasi. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, dalam melakukan tugasnya patroli siber tidak serta-merta menyadap semua percakapan di WAG.

Dedi, dikutip Suara.com, menjelaskan bahwa penyidikan terhadap WAG baru dilakukan setelah uji laboratorium forensik terhadap ponsel yang dimiliki oleh tersangka penyebar hoaks yang telah ditangkap.

"Handphone tersangka kan diuji labfor. Nah dari situ dicek disebar ke grup WhatsApp mana saja dan siapa yang terlibat langsung menyebarkan. Jadi bukan grup Whatsapp di tiap handphone dipatroli," papar Dedi.

Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse dan Kriminal Polri, dalam Kompas.com, menjelaskan lebih lanjut mengenai cara kerja patroli siber. Mereka menunggu terlebih dahulu laporan dari masyarakat terkait narasi hoaks yang beredar di grup-grup WhatsApp sang pengadu.

Pemeriksaan kemudian dilakukan. Jika terdeteksi dan ada bukti-bukti kuat terjadinya penyebaran hoaks dalam WAG tertentu, barulah "perwakilan" polisi akan menyusup masuk grup tersebut untuk memantau.

Walau demikian, polisi tidak menjelaskan secara gamblang bagaimana cara "perwakilan" itu masuk ke dalam WAG. Apakah melalui penyadapan atau menggunakan akun tersangka yang telah ditangkap.

Menyadap percakapan di WA amat sulit dilakukan. Anak perusahaan Facebook tersebut menggunakan end-to-end encryption yang sulit ditembus oleh para peretas. Hanya mereka yang terlibat dalam percakapan yang bisa melihat isi pesan yang dikirim.

Communication Lead Facebook Indonesia, Putri Dewanti, menegaskan bahwa WA tetap mempertahankan prinsip menjaga privasi pengguna. "Polisi bisa masuk (grup WhatsApp), setelah ada aduan dari masyarakat dan jika admin grup memasukkan Polri ke dalam grup terkait," kata Putri.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mendukung langkah polisi menekan peredaran hoaks melalui patroli siber karena yakin tindakan itu takkan dilakukan sembarangan tanpa dasar hukum.

"Bukan patroli suka-suka, tidak begitu . Polisi akan masuk ke dalam grup jika ada anggota grup tersebut yang berbuat kriminal. Saya dukung, dengan catatan bahwa memang harus ada yg berbuat kriminalnya. Bukan asal patroli," kata Rudiantara dalam CNN Indonesia.

Soal privasi, Rudiantara memandang WAG berada di tengah-tengah antara ranah pribadi dan publik. Selama ada dasar hukumnya, ia setuju polisi berpatroli di dalamnya.

"Karena begini, media sosial jelas ranah publik, kalau WA berdua itu ranahnya pribadi. Kalau grup, itu di antara keduanya, menurut saya," tandasnya.
Ramai perdebatan 'patroli siber' di WhatsApp Group


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...whatsapp-group

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Ramai perdebatan 'patroli siber' di WhatsApp Group Saham Facebook anjlok setelah mengumumkan Libra

- Ramai perdebatan 'patroli siber' di WhatsApp Group Perbedaan live show pasutri di Tasikmalaya dan Yogyakarta

- Ramai perdebatan 'patroli siber' di WhatsApp Group Kongres dipercepat Megawati lanjut pimpin PDIP

profile-picture
profile-picture
profile-picture
noisscat dan 3 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
pertamax
profile-picture
ajang.dee memberi reputasi
Gausah lah patroli2 masuk rumah orang.
Nunggu ada laporan saja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ajang.dee dan 3 lainnya memberi reputasi
patroli oh patroli
profile-picture
profile-picture
ajang.dee dan simsol... memberi reputasi
Emak harus diwanti-wanti emoticon-Hansip
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ajang.dee dan 2 lainnya memberi reputasi
saatnya menangkap pakde bude penyebar hoax emoticon-Ngacir2
profile-picture
profile-picture
ajang.dee dan simsol... memberi reputasi
Jadi chat WA kita bisa disadap pihak ke 3 dong? Katanya pembicaraan WhatsApp terenkripsi end to end yang berarti pihak ke 3 tidak bisa membaca dan mendengarkannya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh aguspriambodo
makanya klo ngehoax di kamar mandi aja jgn di wag
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Untung group ya. Kalau chat pribadi gimana, ntar ketauan kirim foto² euuu emoticon-Wkwkwk
profile-picture
simsol... memberi reputasi
waduh semakin kebebasan berpendapat di kekang nih oleh patroli siber.
Tandanya takut dengan pergerakan2 dari masyarakat. Mestinya pemerintah yang adil dan bijaksana ga mungkin melahirkan komplotan2 yang mengusik pemerintahan. Kalo pemerintahannya ga pas, ya wajar terjadi pergerakan.

Di pantau sih oke, kalo melanggar hukum patut di tindak tegas. Tapi orang jadi takut berpendapat akhirnya. emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
profile-picture
majorminor666 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh riyosakura
Lihat 3 balasan
patroli WA ngga perlu kurang kerjaan.yg lapor anggota grup tinggal share ke polisi secara ngga langsung jadi inteligen gratisan
profile-picture
profile-picture
caerbannogrbbt dan fachri15 memberi reputasi
Diubah oleh cahmlg123456
yang di indosiar pindah ke group w.a kah?
iya sih sekarang makin susah nentuin berita asli sama hoax

soalnya yg hoax juga kaya asli dibikin meyakinkan
profile-picture
siooon memberi reputasi
Salam silaturahim
Ijin nyimak.gan
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
If you worry, then you are the hoax maker
emoticon-Baby Boy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fachri15 dan 2 lainnya memberi reputasi
Sebenarnya teknologi sadap ini asalnya dari irak, ya pencetusnya adalah Sadap Husein
profile-picture
kmalhakim memberi reputasi
RIP
kebebasan Berpendapat
profile-picture
fachri15 memberi reputasi
chat personal ga akan di patroli

jadi ga usah khawatir.
udah tempat paling aman mah di tukang sayur atau warung sembako aman dan gaperlu kouta emoticon-Ngakak
Siap jagain grup pake emoticon-Hansip ni gan emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di