alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / Health /
kekambuhan kanker payudara setelah rekonstruksi?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d08a5795cf6c409226854be/kekambuhan-kanker-payudara-setelah-rekonstruksi

kekambuhan kanker payudara setelah rekonstruksi?

kekambuhan kanker payudara setelah rekonstruksi?

Kanker payudara adalah jenis tumor ganas yang paling umum pada wanita, dengan tingkat insiden tertinggi di antara kasus tumor ganas pada wanita dan meningkat dari tahun ke tahun. Dengan adanya perkembangan teknologi diagnosis dan pengobatan kanker payudara yang terus menerus, tingkat kesembuhan kanker payudara juga meningkat tajam. Namun cacat fisik yang disebabkan oleh hilangnya payudara akan membuat penderita kanker payudara mengalami trauma psikis, dan rekonstruksi payudara adalah satu-satunya cara efektif untuk menyelesaikan permasalahan ini. Sejumlah besar bukti dari evidence based medicine (kedokteran berbasis bukti) menyatakan dengan jelas bahwa operasi rekonstruksi payudara tidak meningkatkan risiko kekambuhan lokal dan metastase jauh pada kanker payudara, juga tidak akan menghalangi pengamatan kekambuhan lokal pada pasien. Oleh karena itu, operasi rekonstruksi payudara telah banyak dilakukan di negara-negara Eropa dan Amerika, dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari rancangan pengobatan komprehensif kanker payudara.. 

Pasien seperti apa yang cocok melakukan operasi rekonstruksi payudara?
Pasien mungkin cocok untuk menjalani operasi rekonstruksi payudara jika sudah memenuhi persyaratan di bawah ini:
1. Pasca operasi kanker payudara, termasuk Mastektomi Radikal Modifikasi, Mastektomi Radikal, Lumpektomi ditambah diseksi kelenjar getah bening aksila
2. Pasca operasi pengangkatan tumor jinak payudara, termasuk pengangkatan sebagian atau total
3. Cacat payudara traumatis
Singkat kata, baik pasca operasi ataupun cacat payudara traumatis pada sebagian atau seluruh payudara dapat diperbaiki dengan rekonstruksi payudara. Berdasarkan jumlah jaringan payudara yang hilang, tinggi badan, gemuk atau kurus, volume dan bentuk payudara sisi berlawanan, jumlah jaringan lokal, kemoradioterapi lokal dan kondisi spesifik lainnya, dokter ahli payudara dan pasien bersama-sama memutuskan metode rekonstruksi payudara mana yang dipilih. Pada saat melakukan rekonstruksi payudara, terkadang juga perlu melakukan bedah plastik pada sisi yang berlawanan. Di satu sisi, rekonstruksi payudara menggunakan bahan pengganti, di sisi lainnya mengembalikan bentuk payudara sisi berlawanan yang sehat, dengan tujuan akhir untuk menghasilkan bentuk kedua payudara yang natural dan simetris.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pasien dengan jelas sebelum operasi
Pertama-tama pasien harus memastikan apakah dirinya meminta untuk rekonstruksi payudara. Setiap orang memiliki tuntutan yang berbeda-beda terhadap kecantikan tubuh wanita. 

Kedua, sebaiknya memastikan waktu operasi. Rekonstruksi payudara dibagi menjadi immediate breast reconstructiondelayed breast reconstruction pasca mastektomi, dan delayed-immediate breast reconstruction yang baru dikembangkan. Immediate breast reconstruction dapat menghindarkan pasien dari luka operasi kedua dan tekanan psikologis karena kehilangan payudara, selain itu juga bisa mengurangi pengeluaran biaya dan mendapat hasil rekonstruksi yang lebih bagus. Bagi pasien yang harus melakukan radioterapi adjuvant usai operasi, delayed breast reconstruction lebih cocok. Jika saat operasi tidak dapat dipastikan apakah membutuhkan radioterapi adjuvant, bisa memilih delayed-immediate breast reconstruction.  
Yang terakhir adalah memastikan metode operasi. Rekonstruksi payudara ada 3 jenis, yaitu transplan jaringan tubuh sendiri, implan prosthesis,dan kombinasi keduanya. Pemilihan metode operasi bergantung pada tingkat penerimaan terhadap prosthesis payudara dan kondisi area penyedia dan penerima pada tubuh, juga kondisi sisi payudara yang sehat. Di saat perlu menyediakan jumlah jaringan yang cukup, bisa menggunakan area perut yang kendur untuk melakukan transplan jaringan tubuh sendiri. Namun, jika dinding perut datar atau pasca sedot lemak pada dinding perut, bisa mempertimbangkan menggunakan area punggung, bokong atau ekstremitas bawah. Jika jaringan yang dibutuhkan terbatas, bisa mempertimbangkan implan prosthesis.   

Operasi apa pun dapat berisiko, misalnya hematoma pada luka, seroma, infeksi, pencairan lemak, nekrosis pada sebagian atau seluruh flap, bentuk payudara menjadi tidak simetris, tambahan bekas luka sayatan, penumpukan cairan di bawah kulit, luka operasi terbuka, prosthesis pecah, bocor, bergeser, dan lain-lain. Diperlukan kerja sama yang baik antara dokter dan pasien, memahami dan mendukung pekerjaan dokter untuk meminimalkan risiko operasi. 
Rekonstruksi payudara adalah membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Setelah operasi tentu dapat menimbulkan kedua payudara asimetris. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna dan seperti aslinya biasanya harus menjalani beberapa kali operasi penyempurnaan. Misalnya jika tidak puas terhadap bentuk payudara dan bekas luka sayat, bisa menjalani sedot lemak pada flap, penyempurnaan, dan pengangkatan bekas luka. Operasi penyempurnaan dapat memperbaiki bentuk payudara. Tiga sampai enam bulan usai menjalani operasi rekonstruksi payudara, bisa menjalani rekonstruksi puting dan areola. 

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh pasien setelah operasi
Perawatan usai operasi sangat penting untuk keberhasilan operasi rekonstruksi payudara.  Pasien yang menjalani implan prosthesis harus membatasi aktifitas lengan untuk menghindari pergeseran prosthesis. Setelah menjalani transplan jaringan tubuh sendiri, perlu mengurangi ketegangan area penyedia menutup sayatan. Setelah flap bagian perut diambil, usahakan menjaga area panggul tetap tertekuk, mengurangi aktifitas lokal, mempercepat penyembuhan luka. Pasien yang melakukan anastomosis dengan teknologi bedah mikro harus lebih memperhatikan pembatasan aktifitas ekstremitas yang sakit, untuk menghindari gangguan suplai darah pada flap. Dukungan nutrisi dan pemulihan kondisi umum pasien pasca operasi juga sangat penting. Biasanya jahitan luka bagian dada akan dibuka setelah 10 hari, jahitan luka bagian perut dan ekstremitas bawah akan dibuka setelah 14 hari.

 Apakah rekonstruksi payudara akan berpengaruh pada hasil pemeriksaan dan pengobatan dan meningkatkan risiko kekambuhan
Ini adalah masalah yang sangat dikhawatirkan oleh penderita kanker payudara. Transplan jaringan tubuh sendiri tidak akan mempengaruhi pemeriksaan ulang dan kekambuhan. Pasien pasca operasi kanker payudara harus mematuhi saran dokter untuk menjalani pemeriksaan ulang secara rutin dan melanjutkan pengobatan. Saat ini penelitian dalam dan luar negeri belum menemukan bukti apa pun yang mendukung adanya hubungan antara prosthesis payudara dan kanker payudara.  

Efektivitas operasi bisa bertahan berapa lama
Dengan berlalunya waktu, elastisitas flap, ketegangan kulit, kelonggaran jaringan akan berkurang. Flap juga bisa secara alami mengendur, mengalami atrofi dan perubahan bentuk lainnya. Sama seperti payudara yang sehat juga bisa perlahan-lahan menua sesuai usia. Karena kaya akan lemak subkutan, flap metastasis kebanyakan akan mengalami perubahan seiring perubahan berat badan atau ketebalan lemak subkutan. Seiring bertambahnya usia, setelah melakukan implan prosthesis, bentuk posisi relatif antara prosthesis payudara dan flap akan berbeda.
Harap tetap berkomunikasi dengan dokter pasca operasi 

Seusai operasi, dokter akan memulai pengamatan dan tindak lanjut terhadap Anda. Anda sebaiknya kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan ulang seperti yang diminta, agar kondisi Anda dapat dievaluasi. Biasanya pemeriksaan ulang mencakup kuisioner, tes fungsional objektif dan pengukuran indeks karakteristik , yang meliputi onkologi dan bedah plastik. Pemeriksaan ini berguna untuk mengamati, meneliti dan merangkum efek jangka panjang operasi, juga untuk penentuan rancangan pengobatan selanjutnya dan evaluasi efektivitas pasca operasi. 
Sumber artikel ini:http://www.cancercenter.co.id/berita-kanker/5179.html


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di