alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gagal Faham Antara Islam Dan Arab
4.78 stars - based on 23 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d01dc27337f9321e045182c/gagal-faham-antara-islam-dan-arab

Gagal Faham Antara Islam Dan Arab

Dari sebelah:
KIRIMAN *PROF.SUMANTO AL QURTUBY DOSEN DI KING FAHD UNIVERSITY FOR PETROLEUM AND GAS ARAB SAUDI.......................................................... ****SEPUCUK SURAT DARI TEMAN DI ARAB SAUDI :*****

Warta islami ~ Saya membuat tulisan ini, bukan untuk merendahkan bangsa saya, Indonesia tercinta.

Bukan pula menyerang negara Arab, khususnya Arab Saudi tempat di mana saya berdomisili saat ini.

Tujuan tulisan singkat saya ini untuk *memberikan wawasan / kesadaran* kepada teman-teman, kakak, dan adik-adik saya dan sesama saudara warga negara Indonesia di mana saja berada.

Agar bisa memilih dan memilah, mana yang bisa dijadikan panutan / pedoman, serta mana pula yang harus diwaspadai.

Harapan saya hanya satu :
Semoga Bangsa Indonesia selalu dirahmati oleh Allah Tuhan Alam Semesta, Pencipta langit dan bumi beserta segala isinya, dan anak-anak bangsa ini - termasuk saya - tidak menjadi bangsa yang inferior (rendah diri), tidak mudah kagum, dan tidak mudah menjadi beo.

Begini, saya melihat *hubungan antara Arab ( khususnya Arab Teluk ), Barat ( khususnya Amerika ), dan Indonesia ( khususnya yang mengagumi Arab ) itu unik, menarik, dan lucu !*

Negara-negara Arab, khususnya Teluk itu “sangat Barat” dan jelas2 pro-Amerika (dan Inggris).

Hampir semua produk2 Barat dari ecek-ecek (semacam restoran fast foods) sampai yg berkelas dan bermerk untuk kalangan berduit, semua ada di kawasan ini.

Mall-mall megah dibangun, a.l., untuk menampung produk-produk Barat tadi.

Warga Arab menjadi konsumen setia karena memang mereka hobi shopping
(bahkan terkadang lalai dengan sembahyang).

Orang-orang Barat juga mendapat “perlakuan spesial” disini, khususnya yang bekerja di sektor industri (gaji tinggi, fasilitas melimpah).

Mayoritas orang-orang Arab juga sangat hormat & inferior (rendah diri) terhadap orang-orang Barat.

Saya sering jalan bareng bersama “kolega bule”-ku ke tempat pameran barang-barang branded tsb, dan mereka menganggap saya adalah “jongosnya”.

*Bagi orang2 Arab, non-bule darimanapun asalnya apapun agama mereka adalah “Kelas Buruh”, sementara org bule, sekere & sebego apapun mereka, beragama atau tidak beragama, dianggap “kelas elit”.*

Mereka baru menaruh rasa hormat, kalau sudah tahu “siapa kita”.

Sejumlah universitas2 beken di Amerika juga membuka cabang di Arab Teluk, selain Saudi, (Georgetown, New York Univ, Texas A & M, Carnegie Melon Univ, dll).

Di bawah bendera King Abdullah Scholarship, Saudi telah mengirim lebih dari 150 ribu warganya untuk belajar di kampus-kampus Barat, khususnya Amerika, Kanada & Eropa (jg Aussie).

Tidak ada satu pun yang disuruh belajar ke Indonesia !
Sementara (sebagian) warga Indonesia memimpikan belajar di Arab Saudi.
Lucunya, para fans/penyembah Arab Saudi dan Arab-Arab lainnya di Indonesia, mereka mati-matian men-tuan-kan Arab, sementara Arab sendiri tidak “menggubris” mereka (penyembah Arab).

Para “cheerleaders/pengidola” Arab ini (para fans Arab di Indonesia),
juga mati2an anti-Barat padahal orang-orang Arab mati-matian membela Barat.

Kita bertutur memakai istilah bahasa mereka (akhi, ukhty, antum, dan berbagai istilah arab lainnya, padahal, mereka merendahkan kita). *Kita seolah gagal faham untuk membedakan antara Islam dan Arab.*
Islam menghargai kita sedangkan Arab menganggap kita ini bangsa budak.

Saya bukan anti-Arab atau anti-Barat karena teman-teman baikku banyak sekali dari “dua dunia” ini.

Saya juga bukan pro-Arab atau pro-Barat. Saya adalah saya yang tetap orang kampungan Jawa.

*Daripada “menjadi Arab” atau “menjadi Barat”, akan lebih baik jika kita menjadi “diri kita sendiri” yang tetap menghargai warisan tradisi dan kebudayaan leluhur kita.*

Itulah orang Saudi, mereka menganggap kecil terhadap orang Indonesia, di hotel, di kantor, bahkan mrk menyangka saya cuma tenaga profesional ecek ecek, mereka tanya gaji, disangka CUMA 2 ribu atau 3 ribu Real. (1 real = 3700)

Waktu saya bilang jumlah gaji saya, mereka baru tahu gaji saya sama dengan orang Amerika atau Inggris, dan mereka tanya kok bisa begitu.

Saya bilang, saya pernah training di Inggris dan di Amerika, dan ternyata gaji saya lebih besar dari gaji dokter Saudi.

Itulah kenyataannya, dan yang menggaji saya perusahaan di Abu Dhabi yang tidak menganggap rendah karyawannya berdasarkan kebangsaan atau Nationality profiling.

Mudah-mudahan pemerintah *tidak mengirim lagi TKI atau TKW sehingga mereka tidak menganggap orang Indonesia bangsa budak.*

Tetapi kirim tenaga terdidik, terutama yang menguasai bahasa Inggris.

Sekali lagi :

Saya bukan anti Arab dan juga bukan anti Barat - saya cuma orang Jawa, Indonesia - yang dipercaya sebagai orang yang bekerja sebagai tenaga ahli yang dibayar berdasarkan keahliannya.

Suatu hari, dan ini bukan untuk menyombongkan diri, saya merasa bangga ketika saya keluar dari sebuah hotel di Jeddah, saya dijemput oleh sopir orang Arab berasal dari Thaif.
Itu kebanggaan saya, karena biasanya yg jadi sopir itu orang Indonesia.

*Mudah-mudahan kita tidak jadi bangsa budak dan budak di antara bangsa lain.*

Belum lama ini sy mengadakan survei dg responden para mahasiswaku (sekitar 100 mahasiswa) yg mayoritas beretnik Arab & Saudi. Survei ini bersifat “confidential” dan identitas mahasiswa tdk diketahui. Salah satu pertanyaan dlm survei adl : *"Agar lebih Islami, apakah masyarakat Muslim non-Arab harus meniru* *& mencontoh masyarakat Arab & menjalankan kebudayaan mereka?”* Jawaban mrk, sekitar *60% bilang “tidak”, 12% bilang “ya”, selebihnya “mungkin” & “tidak tahu”.*

Saya tdk tahu secara pasti apakah jawaban mrk itu ada kaitannya dg “doktrin2” pentingnya menghargai pluralitas budaya, agama, & masyarakat yg selama ini sy “ajarkan” di kelas atau mungkin karena pengaruh pendidikan yg semakin meningkat atau gelombang modernisasi & “internetisasi” yg mewabah di kawasan Arab.

*Apapun faktor2nya, yg jelas hasil survei ini “sedikit menggembirakan” (setidaknya buatku), meskipun masih banyak tantangan cukup besar menghadang di depan mata. Bukan suatu hal yg mustahal jika kelak kaum Muslim Arab & Saudi khususnya bisa menjadi lebih maju, terbuka, dan toleran. Dan bukan suatu hal yg mustahal pula jika kelak kaum Muslim Indonesia justru “nyungsep” menjadi umat yg bebal, tertutup, dan intoleran*.

Di saat masyarakat Arab mulai lelah dg konflik & kekerasan serta mulai menyadari pentingnya keragaman & hidup bertoleransi, sejumlah kaum Muslim di Indonesia justru menjadi umat intoleran dan anti-kemajemukan…

*( Sumanto Al Qurtuby, seorang professor Warga Negara Indonesia, dosen di King Fahd University for Petroleum and Gas, Arab Saudi.)*

*silakan share
profile-picture
profile-picture
profile-picture
doruzn dan 46 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 9
numpang lewat di trit majikan emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 2 lainnya memberi reputasi
tinggal pilih, mau jd budak arab, amerika, atau china.
selama belum bisa jd majikan, ya jd budak.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 8 lainnya memberi reputasi
Bisa di lihat di sini sebenernya sih....
Yang pakaiannya dan gayanya yg sok ke arab2an, rata2...ingat ndak semuanya ya???

Bermental jongos dan goblok....mudah di manfaatin sampai ndak bisa bedakan antara capres & nabi....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 22 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tanah.liat
Indonesia gak usah coba2 memperbaiki yg memang tidak bisa diperbaiki. Gak mau fokus untuk kenyamanan negara sendiri.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 6 lainnya memberi reputasi
alasan kenapa byk negara di timteng yg pro amrik n friends karena yg membebaskan negara2 arab dari jajahan ottoman ya negara2 barat
setelah ottoman kalah di ww1 daerah jajahan ottoman di eastern europe n timteng diberikan kemerdekaan
n byk yg di timteng yg jadi makmur
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 17 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ikyu828
yang beginian kagak jadi HT emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak artis korea yg tidak terkenal berwajah pas-pasan keluar dari boyband menjadi HTemoticon-Najisemoticon-Najis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 7 lainnya memberi reputasi
Ada yang tahu latar belakang orang ini?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Indonesia negara ga punya jati diri, hukum ala arab tapi rakyatnya pengen hidup gaya barat emoticon-Berbusa (S):
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 9 lainnya memberi reputasi
Quote:


Bukqnnya ga punya jatidiri.... Tapi ada pendatang yang sengaja menghilangkan itu.. sampe diancam ancam dan diusir dari tanah sendiri...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 6 lainnya memberi reputasi
Susah ngebedainnya.

Pertanyaan dr dulu itu.

Apakah islam itu arab, atau arab itu islam?

Jawabannya sulit.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
general.maximus dan 9 lainnya memberi reputasi
Orang Arab juga sudah mengalami globalisasi...mereka paham bahwa bangsa arab adalah bagian dari beragam bangsa yg ada di dunia...

Yg menjadi problem adalah orang2 Indonesia yg belajar agama di Arab Saudi. Ulama Saudi kolot & jadul mengajari orang Indonesia, pulang dari Saudi maka mereka menyebarkan paham salafi wahabi di Indonesia.

Seperti kejadian di Afganistan, ...Masyakat Afganistan yg menganut Islam Mazhab Hanafi kemudian diracuni oleh Kaum Taliban ( pelajar hasil didikan pesantren Salafi Wahabi di sekitar perbatasan Pakistan- Afganistan)....



Pangeran Arab Saudi Muhammad Bin Salman pernah keceplosan ngomong bahwa Proyek Penyebaran Paham Salafi Wahabi adalah atas permintaan Pihak Barat ( USA& Eropa) untuk menangkal penyebaran paham komunisme sejak tahun 1980an
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 15 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh matadewa909
Gagal Faham Antara Islam Dan Arab
profile-picture
profile-picture
profile-picture
n.y.a dan 26 lainnya memberi reputasi
Quote:


Org2 arab biarpun mabok agama tp dlm hal tertentu msh lebih waras ketimbang indonesia. Mereka respek sama amrik krn melihat hasil kerjany.

Sementara org2 disini yg mabok agama otakny sudah ditanamkan kebencian kpd bule, kristen n yahudi. Serta mengagung2kan arab saudi. Pdhl arab saudi sendiri malah lebih respek kpd amrik ketimbang indonesia.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 11 lainnya memberi reputasi
budaya arab, budaya islam...
coba bedakan 2 budaya itu..emoticon-Big Grin
harusnya beda, g tahu kalo pemikiran kampretz sok suci..
emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


kenapa sulit gan? jelas beda itu... cuma entah kenapa jadi sama...

mungkin pengaruh branding.... seolah minuman kemasan itu aqua, padahal ga semuanya aqua
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 6 lainnya memberi reputasi
Percaya kalau kayak gini bakalannya di dengerin sm budak2 itu? dicaci mungkin iya!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 3 lainnya memberi reputasi
Karna orang indonesia guoblog, itu sudah

emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jokerandbane
Sekarang makin banyak pilihan. Dulu pilihannya cuma mau ngikutin style barat (ngomong Inggris campur Indo, baju kurang kain, rambut dipirangin), ada lagi trend Jepang sama Korea (ngomong Korea/Jepang, gaya diimutin), sekarang ada lagi tren Arab (Pake serba ketutup sampe pakai cadar, pake kosakata Arab) parahnya yang merasa auto suci, terus yang lain penuh dosa.

Dari sekian banyak pilihan ane sadar, bahwa kita juga punya pilihan buat jadi diri kita sendiri. Salah satunya mungkin dengan make Bahasa Indonesia di sosmed misalnya bilang 'Selamat ulang tahun, semoga panjang umur', dibanding make 'happy birthday' atau 'Barakallah Fii Umrik'. Atau bisa juga lestarikan bahasa daerah. Kalau ada kegiatan formal pake batik/kebaya, itu contohnya mungkin.

Sebenernya gak masalah mau berkiblat ke mana, yang penting tau porsi dan gak ganggu orang lain. Jangan sampai budaya orang disanjung, budaya kita sendiri dilupakan emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
saitamakan dan 12 lainnya memberi reputasi
Khusus buat +62 goblog itu takdir bukan pilihan
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Orang indo mati2 an bela palestina, orang arab yg jelas2 sesama bangsa arab malah gak peduli sama mereka

emoticon-Angkat Beer
profile-picture
profile-picture
profile-picture
caramel36 dan 9 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 9


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di