alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Cebong vs Kampret ? Itu Hoax !
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d014780263772344d5e2c08/cebong-vs-kampret--itu-hoax

Cebong vs Kampret ? Itu Hoax !

Cebong vs Kampret ? Itu Hoax !

Proses Pemilihan Umum untuk menentukan anggota DPR dan Presiden berikut wakilnya telah selesai 7 April 2019 yang lalu. Terlihat berjalan dengan tertib dan lancar dikabarkan semua media waktu itu. Walau di sana-sini terliput juga adanya kecurangan, tapi segera juga dikabarkan telah dapat diatasi. Masyarakatpun lega mendengarnya, aktivitas berjalan kembali dengan normal.

Hari demi hari awalnya, kabar seputar pemilupun datar-datar saja. Demikian pula aktivitas medsos yang sebelumnya penuh berjejal ungkapan saling cibir antara "cebong" (simpatisan fanatik jokowi) dan "kampret" (simpatisan fanatik prabowo) pun datar-datar saja. Tapi semakin mendekati bulan puasa, bukannya tambah adem malah jadi makin memanas. Diawali dari pembahasan quick count yang berbeda-beda angka antar lembaga suvei. Saling cibir antara cebong dan kampret pun riuh kembali di medsos, jadi pemicu memanasnya suhu politik.

Cebong vs Kampret ? Itu Hoax !

Temuan-temuan kecurangan mulai dibeberkan, baik di lapangan ataupun di website KPU terkait input data sistem Situngnya. Share bukti kecurangan bertebaran di dunia maya dengan dibumbui kritik-kritik pedas. Kemudian meninggalnya petugas KPU di daerah-daerah yang jumlahnya makin lama terus bertambah menjadi fenomena langka, memancing munculnya berbagai penafsiran di masyarakat yang kian menambah kecurigaan dan memanaskan suasana. Perwakilan KPU pun berkali-kali meski mengeluarkan statemen untuk menjawab stigma-stigma negatif yang ditujukan padanya, mengklarifikasi hingga meminta ma'af. Juga ungkapan dukacita bagi para petugas yang meninggal diperkirakan akibat kelelahan.emoticon-Sorry

Memasuki bulan puasa, alih-alih suasana mereda demi menghormati kesucian Bulan Ramadhan, justru perdebatan sengit antar kedua kubu pendukung paslon makin menjadi-jadi. Statemen-statemen para elit politik yang bertarung makin memperkeruh keadaan. "Perang" cebong versus kampret di medsos pun makin berkobar. Masa lalu tiap paslon seolah penyakit koreng yang digaruk dan dikorek habis-habisan dan dishare di medsos secara berantai. Tidak kelewatan, kesalahan KPU pun dikorek-korek sedalam-dalamnya oleh para simpatisan paslon yang kalah menurut data hitung sementara sistem Situng. Dan tentu saja berbagai hoax ikut terpapar bersama bahan-bahan sumber perdebatan.

Cebong vs Kampret ? Itu Hoax !

Berbagai acara Talkshow kembali menyuguhkan jajak pendapat para elit politik dari kedua kubu koalisi Partai pendukung paslon, pengamat politik, serta perwakilan KPU. Perbincangan digelar bukan lagi untuk membahas prediksi siapa menang - siapa kalah, tetapi lebih mengerucut pada kinerja KPU dan Bawaslu. Di dalamnya tentu juga meliputi klarifikasi masing-masing pemangku kepentingan atas kesimpangsiuran kabar alias hoax yang beredar.

Puncaknya, pada tanggal 21 Mei diumumkanlah hasil akhir perhitungan manual secara resmi oleh KPU, sehari lebih cepat dari yang sebelumnya diinformasikan, berlangsung dini hari. Maka keesokan harinyapun begitu heboh menjadi bahasan di media. Dan berikutnya takterbendung lagi hasrat masyarakat buat turun ke jalan menyuarakan ketidakpuasannya terhadap KPU atas dugaan kecurangannya, serta Bawaslu atas dugaan pembiarannya atas kecurangan. Terutama juga atas kekalahan paslon yang didukungnya. Demo berlangsung hingga malam dan berlanjut dengan kerusuhan hingga berujung adanya sejumlah korban meninggal.

Cebong vs Kampret ? Itu Hoax !

Cukuplah narasi sampai batas ini, soalnya kalau dilanjut bakalan panjang gan, bisa sampai ngebahas pengusutan dalang kerusuhan yang hingga kini belum juga tuntas. Ane cuma mau ngajak agan-agan sebatas pada pengamatan perilaku cebong dan kampret di media sosial yang masih saja susah di rem. Ada benarnya juga kalau sempat diblokir sementara oleh otoritas negara pasca tragedi kerusuhan 22 Mei lalu. Saling olok dan saling sindir tampaknya masih saja berlangsung hingga kini, termasuk di forum Kaskus.

Kenapa perlu cermati ? Pasalnya, makin ke sini makin tampak meragukan aja pertengkaran cebong dan kampret yang saling olok dan saling cibir di medsos itu. Ane bilang pertengkaran karena bentuknya sudah berupa olokan atawa ejekan dan cibiran alias sindiran pedas. Saking pedasnya bahkan sering mengabaikan batas kesopanan, tak jarang keluar kata-kata kotor atau ungkapan yang begitu merendahkan kemanusiaan. Kalau bentuknya adu argumen logis, cukuplah kita bilang perselisihan saja. Dan wajar saja sebuah perbedaan pendapat itu dalam urusan politik pemilu ataupun pilkada. Namanya juga pemilihan, sangat dekat dengan subyektifitas, berdasar pada penilaian pribadi masing-masing orang yang sangat dipengaruhi rasa suka dan tak suka. Tak ada manusia (dalam hal ini caleg, capres dan cawapres) yang sempurna, selalu ada kurang-lebihnya, perkara suka atau tak suka begitu wajarnya.

Kenapa pertengkaran cebong dan kampret jadi meragukan ? Karena nggak riil, hanya berlangsung di medsos aja yang notabene dunia maya. Di kenyataan, mana ada tampak ? Belakangan ketahuan dari demo tanggal 22 Mei, masa yang turun ke jalan tampaknya cuma simpatisan 02, mulus ! Tak satupun tampak ada masa simpatisan 01, sehingga tak ada bentrok masa 01 (cebong) dan masa 02 (kampret). Yang ada malah bentrok masa nggak jelas (yang kemudian hari disinyalir sebagai masa perusuh yang dibayar) dengan aparat polisi, sesaat setelah demo dibubarkan. Ane padahal udah nunggu-nunggu tuh pengin liat seberapa bentrok sih cebong versus kampret itu di lapangan (kenyataan) ? Dan ternyata, ZONK ! emoticon-Turut Berduka

Cebong vs Kampret ? Itu Hoax !

Andai betul ada dugaan bahwa aksi 22 Mei itu adalah sebuah skenario, menurut ane ya itu bukanlah skenario drama, melainkan skenario komedi, atau tepatnya digabung saja sebagai drama komedi. Itupun lucunya karena nggak lucu, entah apa istilahnya dalam teori lawak - tanyalah para komika. Ane pikir para cebong bakal turun ke jalan juga ngebelain KPU dan Bawaslu, jadi penyeimbang kekuatan masa para kampret yang menyuarakan protesnya, lantas aparat kepolisian hadir sebagai pendamai. Barulah boleh tuh dibilang sebagai skenario drama yang bagus.

Agan-agan cobalah telusur kembali mulai dari ramainya dukung-mendukung masa pro Jokowi dan pro Prabowo yang berlanjut saling olok dan saling cibir pra Pemilu, sehingga muncul kemudian sebutan cebong buat yang pro fanatik Jokowi dan kampret buat yang pro fanatik Prabowo. Telusurilah hingga muncul tragedi Pasca Pemilu di 22 Mei. Bukankah kita yang netral (tapi nggak golput) ini disuguhi pertunjukan drama komedi yang nggak lucu ? Sedang bagi yang fanatik, bukankah kalian sedang diperankan jadi aktor dan artis figuran ?

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Nah, buat agan-agan sekalian warga negara yang baik, yuk kita kawal sidang MK biar bersih, transparan dan adil. Abaikan saja saling olok dan cibir cebong vs kampret yang masih terus berlangsung di berbagai medsos. Pertengkaran status, komentar ataupun cuitan berbalut kata-kata kotor dari akun-akun di medsos itu hoax belaka ! Mereka tidak benar-benar sedang bertengkar. Bisa jadi itu adalah akun-akun yang dibuat oleh orang yang sama dan dijalankan oleh orang yang sama pula. Jangan mudah terpancing deh...!

Kalau memang KPU benar bersalah dan Bawaslu benar lalai, semoga sanksinya gak berat-berat amat deh. Pemilu serentak ini memang boleh dibilang proyek demokrasi tergila sedunia saat ini, mengingat luasnya wilayah NKRI yang kepulauan bentuknya dengan anggaran yang terbatas (bandingkanlah di negara lain yang lebih sempit wilayahnya). Andai merekrut pekerja impor profesional dari negara lain palingan juga gak bakalan pada berani, meski itu orang Belanda atau Jepang yang ngaku pernah sukses menjajah Indonesia sekalipun. Dan semoga elit politik paslon 01 maupun 02 segera dapat berekonsiliasi kembali, khususnya Bapak Joko Widodo dan Bapak Prabowo Subiyanto. Memang sudah pada bapak-bapak kan mereka ?

Cebong vs Kampret ? Itu Hoax !

Sumber :

Opini TS sendiri dari mengikuti berita : Kompas, CNN, TV One dan medsos : twitter, facebook, watsapp, instagram dan youtube.

Rekam pengalaman TS sebagai petugas Bawaslu dan KPU, sedikit banyak tau seluk beluk kerumitan dalam menjalankan tugas pelaksana Pilkada.
Diubah oleh wowonwae
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Terima lemparan bata gan...
profile-picture
putrymoch memberi reputasi
emoticon-Cool mantau
Quote:


Ente sungguh baik hati, bersedia berbagi trit dengan tidak berharap lolos review. emoticon-Imlek
Pertama ane mikir....ini orang Ngetik apa??? panjang lebar ndak jelas ngomong apa emoticon-Ngakak (S)

Setelah baca ini
.
.
.
.
v

Ane padahal udah nunggu-nunggu tuh pengin liat. Seberapa bentrok sih cebong versus kampret itu ?

Baru sadar.....ternyata seorang barbarian,yg demen liat kerusuhan emoticon-Ngakak (S)


Btw....tidak adanya massa yg turun ke jalan menandingi demo pendukung 02 adalah bukti sudah dewasanya masyarakat dalam berpolitik
Walaupun,bagaimanapun kerasnya saling ejek saling sindir di medsos tidak berpengaruh di dunia nyata....semua tetep menjaga kerukunan

Ternyata pengalaman ente sebagai salah satu panitia pemilu tidak mengajarkan hal itu...bahwa perbedaan politik belum tentu membuat perpecahan...
Cebong vs Kampret ? Itu Hoax !
Yg penting....



Cebong vs Kampret ? Itu Hoax !
Sebetulnya gampang untuk menghadapi sebuah Hoax yang berujung konflik...

nggak usah ditanggepin.. bodo amat... itu ajah...

kalau ane sih gitu gan... kalau temen ane sendiri udah ikutan nyebar berita² yg belum jelas sumbernya langsung ane ingetin... kalau mau ya syukur kalau masih aja begitu.. dengan kerendahan hati ane blokirr...

profile-picture
wowonwae memberi reputasi
Quote:


Ane barbarian juga cuma di medsos kok gan, gak ikutan nonton turun ke lapangan. Sudah dewasa juga dong...emoticon-Sundul
Quote:


Apa sekalian Pilpresnya cuma di medsos aja gan ya ?
Quote:


Setannya sama dengan yang dulu sempat merasuki Ratna Sarumpaet nggak gan ?
Quote:


emoticon-Shakehand2 sepakat gan ! Ane tulis ini gara2 gemes aja ngeliatnya emoticon-Ngakak
Quote:


Yoi..... emoticon-Shakehand2

Quote:

Maksudnya gimana ini?
Kalau rusuh di medsos kudu chaos di RL juga ya gan?

Btw....agan ini selain jadi BAWASLU kok bisa di KPU?? Gimana ceritanya??
yg paling goblok mah kampret emoticon-Ngakak (S)
politik dikemas agama jadi jihad emoticon-Busa:

Balasan post wowonwae
hehehe... karena bagaimanapun kita satu Indonesia...
dan Damai itu indah...
jangan mau dipecah² gara² beda pilihan

profile-picture
wowonwae memberi reputasi
yang penting kan masih bisa internetan dengan lancar gan dinegara kita itu yg penting bagi ane emoticon-Wakaka emoticon-Traveller
Quote:


Kalau nggak bisa kenapa gan ?
Quote:


Masuk Pak Eko...
Balasan post wowonwae
hidup berasa hampa gan tanpa inet bagi ane emoticon-Mewek
Quote:


Ya maksudnya ane belum bisa terima statemen ente. Menurut ane, baru bisa dibilang dewasa itu kalau santun di dunia maya sesantun di dunia nyata.

Quote:


Sistemnya kan kontrak lepas, masih bisa ngerangkep kerjaan lain. Kalau memang kontrak kerja sudah habis, sah-sah aja kok pindah melamar ke sebelahnya. Yang penting betul-betul kompeten, terbukti lolos tes dan interview, gak ada masalah kok. Niat ane emang pengin tau secara menyeluruh waktu itu, bagaimana rasanya kerja mengawasi - bagaimana rasanya kerja diwasi, biar nggak berat sebelah jadi orang.
Quote:


Hati-hati gan, seimbangkanlah dengan aktivitas nyata. Dunia tak sesempit layar ponsel !
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di