alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Early Wedding ( Cerbung Bassed On True Stoty)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cf933fb5cf6c4681118e682/early-wedding--cerbung-bassed-on-true-stoty

Early Wedding ( Cerbung Bassed On True Stoty)

Pernikahan dini.

Early Wedding ( Cerbung Bassed On True Stoty)
Pergaulan bebas seolah menjadi momok bagi semua orang tua. Dampak buruknya dapat menghancurkan masa depan buah hati. Kisah ini diambil dari kisah nyata seorang gadis 14 tahun yang duduk di kelas 9 SMP. Cinta buta membawanya kepada masa depan yang suram.

Gadis cantik berusia belasan tahun itu nampak termenung seorang diri. Dinginnya angin dan gelapnya malam tak ia hiraukan. Hanya rinai air mata yang nampak berlomba keluar dari manik coklatnya. Hatinya hancur seketika, menyesali kebodohan yang ia perbuat beberapa bulan yang lalu.

Ranti masih menggenggam erat sebuah tespeck bergaris dua berwarna merah. Di usia 14 tahun, ia harus menanggung malu yang amat besar dengan mengandung buah hatinya bersama Ilham--kekasih hati yang baru satu tahun ia kenal.

"Arghh!" pekiknya sembari melempar tespect ke dalam danau.

Sudah tiga jam Ranti mematung di pinggir danau Ciminyak. Tempatnya memadu kasih dengan Ilham, saksi bisu kebodohan yang ia lakukan. Ujian akhir nasional SMP tinggal beberapa bulan lagi dan ia hanya bisa meratap sedih. Masa depannya terhenti pada sebuah tespeck.

Rasa sakit di hati dan rasa takut bercampur menjadi satu. Namun rasa malu yang teramat besar lebih menghantuinya dan keluarga. Perlahan, ia melangkahkan kaki menuju bibir danau. Bisikan untuk mengakhiri hidup mulai menari-nari dalam benak.

"Ti, kamu udah lama nunggu?" tanya seorang lelaki berusia dua puluh tahun itu dengan mimik cemas.

Ranti hanya tertegun, tak ada satu kata pun yan mampu keluar dari bibir kelunya. Hanya bulir-bulir bening yang menyiratkan betapa sakit hatinya.

"Gugurkan saja, aku belum siap," lanjut Ilham dengan sorot mata tajam.

Plakk!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi lelaki berkulit putih itu.

"Pengecut! Aku nggak mau nambah dosa lagi," ucap Ranti dengan terisak.

Suasana mendadak hening. Mereka terhanyut dengan pikirannya masing-masing.

"Baiklah, besok aku ke rumahmu."

***
Malam yang dijanjikan Ilham pun tiba. Ranti nampak gelisah dengan gawai digenggaman. Netranya menatap layar yang menyala itu berulang kali. Tak ada satu pesan pun dari Ilham, sedang malam sudah semakin larut.

"Neng, cepat tidur! Sudah malam," pekik Ibu yang sedari tadi memperhatikan gadis kesayangannya.

"Iya bu!."

Tok! Tok!

Tak lama suara ketukan pintu membuat Ranti terperanjat. Ia menghambur untuk membuka pintu rumah. Dan benarlah, kekasih yang ditunggunya nampak di balik pintu bersama seorang lelaki paruh baya.

"Assalamualaikum," ucap lelaki paruh baya itu dengan suara parau.

"Waalaikum ... sallam," jawab Ranti terbata.

Gadis cantik itu mempersilahkan kedua tamunya masuk ke dalam rumah, lalu bergegas memanggil kedua orang tuanya.

Suasana hening dan tegang menyelimuti ruangan berukuran 5x6 meter itu. Nampak Ilham dan lelaki paruh baya yang mengaku sebagai ayah Ilham tertunduk. Berbeda dengan mimik wajah orang tua Ranti yang terlihat bingung bercampur cemas.

"Maaf, bapak siapa? Kenapa datang ke rumah kami malam-malam begini," ucap Bapak Ranti membuka percakapan.

Suasana kembali hening, tak satu kata pun terucap dari bibir semua penghuni rumah. Hanya suara detik jarum jam yang terdengar memecah keheningan.

"Sebelumnya, sa-ya mohon maaf sudah datang malam-malam. Saya selaku Bapak dari Ilham ingin membicarakan masalah anak-anak kita."

"Maksudnya?" ucap bapak rianti penuh tanya.

"Apa anak bapak--Rianti belum cerita sama bapak."

"Ranti! Apa maksudnya ini?"

Ranti tertunduk, jantungnya berdegup kencang. Tak ada satu kata pun mampu keluar dari bibir kelu gadis cantik itu. Hanya rinai air mata yang mengalir deras tanpa henti.

"Ranti!" pekik bapak dengan netra membelalak.



Bersambung.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
lelebuntung dan 23 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ymulyanig3
Halaman 1 dari 11
profile-picture
profile-picture
profile-picture
B40NK dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ymulyanig3
numpang gelar kasur dulu sambil tiduran
profile-picture
profile-picture
boysubyakto dan ymulyanig3 memberi reputasi
Quote:


Silahkan. Makasih udah mampiremoticon-Cendol Gan
profile-picture
apriezone memberi reputasi
wedewww real story ini ya ?
ikut baca biar bisa ambil hikmahnya
profile-picture
ymulyanig3 memberi reputasi
Quote:


Iya sis, silahkan ... semoga bermanfaat
profile-picture
berodin memberi reputasi
izin nyimak
Quote:


Silahkan, semoga bermanfaat

Early Wedding Part 2

Gadis remaja itu bergeming, hanya isak tangis yang terdengar semakin kencang menggema keseluruh ruangan.

Plak!

Satu tamparan keras dari bapak mendarat di pipi mulus Ranti.

"Saya yang salah pak!" pekik Ilham dengan sorot tajam. Rasa sayang kepada Ranti memberanikan dirinya untuk membuka suara.

"Ranti mengandung anak saya, saya akan bertanggung jawab," timpalnya tegas.

Plak!
Bug!
Bug!

Tamparan dan pukulan bertubi-tubi menghantam wajah dan tubuh pemuda tampan itu. Tetesan darah dari sudut bibir nampak mengalir perlahan. Suara tangis histeris dari ibu Ranti turut menambah riuh suasana.

Terlihat beberapa tetangga keluar dari rumahnya dan mendekat ke arah rumah bercat hijau itu. Namun bapak segera menutup pintu rumah dengan sigap. Ia tidak mau aib keluarga ini menyebar cepat ke seluruh desa.

"Sudahlah pak, nasi sudah menjadi bubur. Yang perlu kita bicarakan adalah nasib anak-anak kita kedepannya," tukas bapak Ilham dengan nada tenang. Lelaki berumur 50 tahun itu mencoba bersikap sebijak mungkin. Ia sadar kesalahan terbesar ada pada anak lelakinya. Dan itu adalah kegagalannya sebagai seorang ayah dalam mendidik anak.

"Jadi sekarang bagaimana? Anak saya sebentar lagi ujian, nggak mungkin kan ujian dengan perut buncit? Mau ditaro di mana muka saya pak? Ranti anak saya satu-satunya."

"Kamu! Kenapa tega merusak anak sekecil ini. Ranti belum cukup umur! Bentak ibu dengan mata membelalak. Wanita berparas teduh itu tak kuasa lagi menahan amarah yang bergejolak dalam dada.

Ilham semakin tertunduk, ia tak sadar telah merusak masa depan seorang gadis dan mencoreng nama baik keluarga. Suasana ruangan kembali hening dalam waktu yang cukup lama. Setiap orang seolah terhanyut dalam benaknya masing-masing.

"Baiklah, bapak dan ibu pikirkan dulu jalan keluar terbaik. Nanti bisa hubungi saya. Saya pamit pulang dulu karena malam sudah terlalu larut," ucap bapak Ilham sembari berpamitan.

***
Mentari pagi nampak merona di cakrawala. Sang raja siang perlahan naik dan semakin terik. Di sudut kursi nampak bapak dan ibu masih termangu. Raut kesedihan nampak jelas dari keduanya.
Secangkir kopi hitam dan sepiring pisang goreng terlihat utuh tak tersentuh.

"Pak, gimana ini? Ibu malu pak. Apa kata orang nanti."

"Kita harus cepat mengambil keputusan. Perut Ranti akan semakin membesar setiap harinya."

"Tapi ibu nggak rela Ranti menikah dengan pemuda pengangguran itu. Mau dikasih makan apa anak kita nanti?"

"Ini sudah takdir bu, ini ujian buat kita. Kita berdoa saja yang terbaik buat Ranti."

"Besok bapak telepon bapaknya Ilham. Kita atur tanggal pernikahan mereka."

Di sisi lain, Ranti masih terbenam dalam kesedihan dan sesal yang menyesakkan dada di dalam kamar, seorang diri. Tak terbayang besarnya rasa bersalah dalam sanubari gadis berparas cantik itu. Anak kebanggaan bapak dan ibu, juara kelas dua tahun berturut-turut itu, kini telah melempar aib dan mencoreng nama baik keluarga.

Nama baik bapak dan ibu guru yang terhormat itu, sekarang di ambang jurang yang sangat tinggi.

***
Tidak butuh waktu lama untuk sebuah aib besar menyebar. Tiga hari setelah tragedi malam itu. Hampir seluruh warga mengetahui kehamilan Ranti. Cibiran dan gunjingan datang tanpa henti menerpa seluruh keluarga.

"Bu, Ranti hamil? Kok bisa? Kan masih sekolah," ucap seorang tetangga usil ketika ibu berbelanja sayur di depan gang rumah.

Sejak saat itu, ibu tak berani lagi keluar rumah, begitupun dengan Ranti. Hanya bapak yang bermental lebih kuat dan berani menghadapi masyarakat.

***

Bersambung

kembali ke indeks link
profile-picture
profile-picture
profile-picture
YulianAnggita dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ymulyanig3
ranti oh ranti
profile-picture
ymulyanig3 memberi reputasi
Quote:


Makasih udah mampir
profile-picture
fird1 memberi reputasi
Quote:


Sama sama gan
Terimakasih sudah mau nulis 🙏
ijin nenda dulu...
profile-picture
ymulyanig3 memberi reputasi
Quote:


Silahkan, makasih udah mampir
Asa tespeck nya hahaha
Ceritanya bagus, Sis. Tinggal dirapihin aja dikit lagiemoticon-Kiss
Quote:


He ... makasih udah mampir
profile-picture
brina313 memberi reputasi
Quote:


Bantu dong, rapiin sebelah mana? emoticon-Ngakakemoticon-Big Kissemoticon-Big Kiss
Quote:


Masamaaa.. tespeck awas lupa
Mampir dulu aaahhh..
Quote:


Silahkan, semoga bisa menghibur
Halaman 1 dari 11


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di