alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
WHAT'S WRONG WITH BEING A FANGIRL?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ce918a6349d0f640830a968/whats-wrong-with-being-a-fangirl

WHAT'S WRONG WITH BEING A FANGIRL?

Selamat datang di thread ini, jangan salahkan apabila nantinya kalian terjerumus kedalam dunia penggemar K-POP. Saya tau anak kaskus itu kebanyakan umurnya mungkin 20+ nggak peduli atau bahkan benci banget sama kami yang K-POPers. Thread ini dibuat karena saya mengalami kegabutan di sela kegiatan yang sedang saya lakukan. Jadi monggo dinikmati saja, bagi yang nggak suka boleh mengkritik tapi jangan ngebully. thank you

#####

Perkenalkan namaku Fianka Rayana, aku bekerja sebagai grafis designer dan penulis lepas. Selama ini tidak ada yang salah dengan lingkungan kerjaku, semua orang baik dan perhatian padaku. Mungkin karena aku seorang wanita dan saat itu belum banyak yang tertarik untuk bekerja sebagai grafis designer di perusahaan percetakan dan penerbitan buku. Aku mengambil kesempatan itu selepas lulus SMK, karena aku hanya lulusan SMK grafis design aku menempuh banyak pelatihan di luar sekolah, aku magang di banyak percetakan dan studio foto hanya untuk membuat CV-ku begitu menarik. Usahaku itu ternyata tidak sia-sia mengingat sekarang aku berada di meja kerja dengan berbagai gambar-gambar desain yang ku buat sendiri. Aku berhasil terpilih diperusahaan ini (sebut saja ART GROUP) karena aku sempat magang beberapa bulan disana dan mendapat apresiasi yang baik dari semua pihak. 

Kuceritakan sedikit mengenai ART GROUP. ART GROUP adalah perusahaan percetakan dan penerbitan buku di Bandung dimana pekerja disana di dominasi oleh pria, sementara yang wanitanya lebih banyak ibu-ibu itu pun berada di bagian produksi. Karena ART GROUP di dominasi pria, aku pun jadi wanita kedua yang bekerja disana, karena yang pertama adalah istri dari CEO-nya yang menjabat sebagai sekertaris. Aku yang termuda diantara mereka karena aku disana sekitar umur 19th. kantor ku berada di dekat sebuah kampus swasta dimana pada akhirnya klien-ku adalah mahasiswa yang membuatku sedikit tidak percaya diri, untunglah semua orang menyemangatiku, dan memberikan dukungan dengan cara masing masing. Yang paling akrab denganku adalah pak Ryan, dia juga bekerja sebagai designer grafis khusus cover buku. Pak Ryan sangat humble dan dekat dengan semua orang, dia juga yang mengajariku banyak hal saat masih magang dan sampai sekarang dia masih tetap menunjukkan perhatiannya sebagai seorang senior. 

Di kantor kami, semua orang bebas melakukan apa yang mereka suka. Jika jenuh ada sebuah ruangan dimana kami bisa bemain PS atau kami bisa menggunakan studio musik milik a Doni, anak pemilik ART GROUP yang berada di lantai 2 kantor. Belum lagi claw machine yang kadang diisi berbagai boneka atau snack yang bisa dimainkan dengan uang Rp.5000. uang yang terkumpul nantinya digunakan untuk acara gathering antara tim pra-produksi dan tim produksi. Saking menyenangkan kantorku, aku seperti tidak sedang bekerja karena terlalu seru untuk disebut sebuah pekerjaan ketika kita hanya perlu menggambar dan mengatur warna-warna sesuai keinginan kita, jika salah pun kita hanya perlu mengkonfirmasi kepada klien dan pasti akan mendapat saran dari mereka. Hanya satu yang membuatku menghadapi LOVE-HATE condition dari pekerjaan ini adalah karena mereka tidak suka dengan K-POPERS. Kami selalu mendengarkan lagu, palylist-nya selalu dibuat setiap harinya oleh siapapun yang datang lebih awal ke kantor. Aku pernah mendapat kesempatan itu tapi aku hanya memilih lagu yang telah di rekomendasikan saat itu oleh aplikasi musik. Karena semua playlist yang kudengar setiap hari, sebelum berangkat kerja, di jalan, olah raga bahkan mandi adalah lagu K-POP. Kecintaanku pada musik Korea Selatan itu sudah mendarah daging sejak aku kelas 6 SD, saat anak-anak lain sedang jatuh cinta pada Justin Bieber tapi aku malah sangat menggemari lagu dari sebuah drama Korea, aku bahkan tidak pernah absen untuk membeli majalah GAUL yang saat itu memberikan bonus poster-poster idol K-KPOP. Bukan berarti aku tidak menyukai lagu dari band atau penyanyi Idonesia atau artis internasional lainnya, aku suka Peterpan jauh sebelum aku mengenal K-POP aku bahkan hafal banyak lagu dari Iwan Fals ataupun westlife. Tapi aku telah benar-benar nyaman dengan warna musik K-POP. Berkat drama-drama Korea yang tayang di salah satu stasiun tv swasta dan majalah GAUL membuatku menjadi seorang penggemar K-POP fanatik. 

Tetapi pada kenyataannya mereka akan menghakimi aku atau orang lain yang menyukai dunia K-POP, entah karena mereka bilang semua idol K-POP itu seragam dari pakaian sampai wajah karena terlalu banyak operasi plastik. Atau karena K-POP itu bukan made in Indonesia, bukan dari Indonesia, itu artinya aku dianggap tidak mencintai musik Indonesia. Padahal saat gelombang industri musik Korea sedang booming di Indonesia, banyak sekali ph musik yang membentuk group penyanyi yang juga menari, seperti SM*SH atau Cherrybell. Saat itu pun semua orang tidak bisa membendung gelombang K-POP masuk ke Indonesia seperti hal-nya saat musik western mulai berada di puncak playlist. Apa yang salah dengan menjadi penggemar K-POP? ini sama seperti tidak ada salahnya kamu menyukai musik Jepang yang juga pernah jadi tren di Indonesia, J-POP juga memiliki penggemarnya sendiri bahkan penampilan fashion mereka kadang lebih dari ekspektasi. Walau begitu, aku tidak pernah mundur menjadi seorang K-POPERS karena aku tidak pernah sendirian. 

###

Banyak hal yang tidak aku tunjukkan kepada siapapun mengenai kecintaanku pada K-POP, karena aku melakukan semua itu di kost-ku. Kamarku di penuhi dengan semua yang K-POPERS impikan, album, lightstick, poster, boneka, bantal, bahkan make-up. Jika saja aku adalah seorang gadis yang bebas melakukan apapun aku yakin akan terbang ke Korea saat itu juga. Tapi kembali lagi pada kenyataan bahwa yang bisa aku lakukan hanya menganggumi mereka, melihat mereka dari kejauhan dan menutupi kenyataan bahwa aku tidak akan bisa hidup jika membawa title K-POP diatas kepalaku. Aku harus mengaggumi dalam diam, mencintai dalam do'a agar semua acara mereka berlangsung sukses dan mereka kembali ke Korea dengan sehat sentosa. Itu lah mengapa aku menjadi manusia normal dengan tidak memilih lagu K-POP di kantorku. 

Karena menjadi K-POP tidak mudah, perlu banyak uang dan energi, aku pun selalu fokus mengerjakan pekerjaanku, mencari pendapatan lain dari seorang penulis lepas yang selalu membuatku bersyukur dengan hidupku. Banyak yang bisa ku ceritakan pada orang lain dan aku juga mendapatkan tabungan tambahan untuk terus mengejar mimpiku menjadi K-POPERS yang bahagia lahir batin.

Pekerjaan memang mengharuskan kita untuk menjadi manusia normal, tapi yang paling penting adalah kita tetap harus menjadi diri sendiri dimana pun kita berada. Aku memnag K-POPers yang tentu saja banyak sekali orang yang bully, tapi aku tidak ingin membalas mereka dengan sesuatu yan jahat juga, karena mereka juga sama sepertiku pasti memiliki idola dan mereka juga akan menjadi fanatik ketika mengaggumi idolanya.




















profile-picture
profile-picture
profile-picture
gimmefive dan 2 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
hmmmm
Trit KPop tanpa mulus emoticon-Cape d...
profile-picture
gimmefive memberi reputasi

CHALLENGE

Mohon maaf sebelumnya apabila thread ini sangat MENTAH karena saya masih spontan dalam penulisannya. nantinya akan saya edit kembali agar lebih rapih. Untuk saat ini saya masih akan dalam penyesuaian penulisan thread SFTH. Dan apabila dalam penulisannya mengandung pembahasan yang tidak sesuai usia, saya akan memberikan peringatan diawal agar berpikir kembali untuk membacanya. Thanks ^^


####


Bekerja bersama orang-orang yang tidak menyukai K-POP bukan berarti aku tidak pernah menghasut mereka untuk sekali saja mendengarkan lagu Korea.Pernah sekali waktu itu tahun 2014 akhir ketika kami sedang merencanakan acara tahun baru aku mengusulkan sebuah games untuk karyawan pria yang ada disana. Aku sangat bersemangat untuk games ini, karena 100% dari mereka pasti akan kalah. Saat itu kami berkumpul di sebuah cafe dekat UNPAS, aku masih memikirkan bagaimana aku akan menjelaskan games itu pada mereka. Saat itu ada aku, pak Ryan, cici Anne, pak Dani, pak Angga, pak Riko dan dua orang lainnya dari tim produksi (semua namanya bukan nama asli ya...) aku yang antusias mulai membuka pembicaraan.

Quote:


Jadi pada saat itu, tidak ada yang terpikir bahwa aku akan meracuni mereka dengan beberapa music videoclip dari idol K-POP. Aku sudah mempersiapkan beberapa MV dari idol paling Haaawwwttt di Korea. Jadi ada beberapa MV girlgroup yang di banned oleh stasiun tv Korea, bahkan oleh youtube sendiri karena dianggap terlalu vulgar, walaupun begitu aku sudah melihat semua music videoclip karena aku juga penasaran.

Aku mempersiapkan MV milik girlgroup Stellar, Sistar, AOA, EXID. Menurutku mereka adalah grilgroup terseksi sepanjang masa, ada banyak girlgroup Korea yang bagus dan lagunya sangat enak di dengar, tetapi untuk mendapat image seksi mereka adalah juaranya. Tidak akan ada yang tahan untuk tidak mengomentari setiap detik dari music viceoclip mereka, walaupun yang melihat tidak tertarik dengan K-POP tapi akan tetap menonton MV-nya sampai selesai.


####


Malam itu pun tiba, tahun akan segera berganti dala beberapa jam lagi. Snack, minuman, dan liwetan khas sunda sudah di persiapkan. Segala kebutuhan teknis sudah dipasang. pak CEO dan keluarga juga hadir walaupun sebentar, ci Anne juga telah mengizinkan kami mengahabiskan malam tahun baru di villa-nya yang ada di Lembang. Akupun mulai melancarkan challenge sekaligus meracuni mereka dengan lagu K-POP.

Quote:


Disusul dengan MV dari EXID dengan judul DDD, lalu Sistar dengan TOUCH MY BODY, AOA dengan MINISKIRT. Semua MV itu memiliki lagu yang bagus menurutku, selain mereka cantik dan seksi semua lagu mereka juga sangat up beat, membuat suasana semakin meriah. Dan akhirnya semuanya kalah dalam games karena seperti yang aku bilang tidak akan ada yang tahan untuk mengomentari music videoclip-nya.

Saat itu aku merasa bahagia bahwa semua menikmati suasana yang aku bangun untuk merayakan tahun baru, Mereka sangat bersemangat untuk mendapat hukuman mengikuti tarian dari music video itu, walaupun pada akhirnya kami mendengarkan lagu lain dan tidak mendengarkan K-POP untuk seterusnya. Tapi tidak apa-apa, karena setelahnya beberapa diantara mereka mengulangi menonton MV-nya melalui handphone masing-masing. Dari challenge yang aku buat itu, tentu saja tidak ada yang keracunan atau terjeumus kedalam dunia K-POP karena yang dinikmati adalah music videoclipnya saja, sebatas visual belum tentu akan menyentuh hati mereka.

Sementara itu aku juga belum di bully karena telah membuat mereka mendengarkan lagu Korea... emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gimmefive dan 3 lainnya memberi reputasi
cewe korea itu girly bgt, jauh dr sosok mandiri, tegas, galak, bahkan keibuan.
sisi gelap nya adalah wanita yg ingin di ekploitasi oleh pria..

coba tanya pria yg liat cewe korea yg di lagu tbs enaknya diapain??
pasti dijawab di ekploitasi sex harrasment emoticon-Big Grin

Apalagi cewe fangilr cewe korea wtf..
Hmm.. cukup membingungkan
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
ngefans boleh asal rasional emoticon-Leh Uga
emoticon-Sundul Up
mantap ka.... AOA - miniskirt emoticon-Leh Uga

lagi itu ada temen bukan fanboy sih tapi suka main game online ayodance di warnet dan banyak lagu koreanya, ane penasaran dong kenapa main dengan lagu itu terus. Ane tanya deh "itu lagu apa sih?" eh temen lain yang lagi main warnet langsung pada nimbrung karena penasaran juga, pas dikasih tau MVnya langsung pada teriak gak jelas emoticon-Tepar


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di