alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Diserbu Produk China, Industri Sepeda Keteteran
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cdd31f57414f57d5c01921e/diserbu-produk-china-industri-sepeda-keteteran

Diserbu Produk China, Industri Sepeda Keteteran

Maraknya impor sepeda dari China menyebabkan situasi dalam negeri tidak kondusif untuk pengembangan industri, menyusul penurunan bea masuk impor sejak tahun lalu.

Annisa Sulistyo Rini
16 Mei 2019 - 03:15 WIB

Diserbu Produk China, Industri Sepeda Keteteran
Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) mencoba naik sepeda BMX ketika meninjau venue BMX di BMX International Center Pulomas, Jakarta, Jumat (29/6/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A


Bisnis.com, JAKARTA—Maraknya impor sepeda dari China menyebabkan situasi dalam negeri tidak kondusif untuk pengembangan industri, menyusul penurunan bea masuk impor sejak tahun lalu.

Ketua Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI) Rudiyono mengatakan persaingan dagang dengan produk asing dirasakan semakin berat ketika penurunan bea masuk impor sepeda dari China dari 10% menjadi 5% mulai berlaku pada tahun lalu. Penurunan ini merupakan implementasi perjanjian dagang antara Asean dan China.

Dengan bea masuk sebesar 5%, produsen sepeda dalam negeri kesulitan bersaing dengan produk sepeda asal China karena harus memperhitungkan biaya tenaga kerja, risiko investasi, dan biaya lainnya. Bahkan, dengan tarif impor bahan baku 0%, industri dalam negeri masih belum mampu menandingi harga produk impor yang lebih murah.

“Kami [para produsen] berdiskusi, secara logika bagaimana selisih 5% bisa melawan impor,” ujarnya Rabu (15/5/2019).

Dari data yang dihimpun dari UN Comtrade, impor sepeda dengan HS number 871200 mengalami kenaikan signifikan. Pada 2016, impor tercatat senilai US$13,81 juta dan naik 128,31% atau lebih dari 2 kali lipat menjadi US$31,53 juta setahun setelahnya. Pada tahun lalu, impor melonjak semakin tinggi menjadi US$91,57 juta atau naik 189,47%.

Menurutnya, asosiasi telah mengupayakan supaya impor dibatasi seperti mengusulkan pengecualian penerapan tarif 5% terhadap produk sepeda. Namun, upaya ini tidak berhasil karena perjanjian dagang telah disepakati.

Selain itu, Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diberlakukan secara wajib, pengawasan di lapangan dinilai kurang sehingga impor tetap bebas masuk ke pasar dalam negeri.

“Sebagian, produk impor untuk mendapatkan SNI menggunakan sampling yang berbeda dengan yang dikirim. Kami ingin pengawasan yang tegas karena kami tidak ada kemampuan untuk melakukan operasi pasar,” jelasnya.

Kementerian Perindustrian sendiri telah menerbitkan beleid tentang penerapan standar nasional Indonesia (SNI) wajib untuk produk sepeda roda dua melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 30/2018 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Sepeda Roda Dua Secara Wajib.

Beleid ini mulai berlaku sejak diundangkan pada 11 Oktober 2018. Dengan mulai berlakunya peraturan ini, maka Permenperin Nomor 114/2010 tentang Pemberlakuan SNI Sepeda Roda Dua Secara Wajib dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Klasifikasi model sepeda roda dua yang dikenakan aturan ini yaitu sepeda anak, sepeda kota, sepeda gunung, sepeda balap dengan berat lebih dari 12 kilogram, sepeda lipat, dan sepeda BMX.

Diserbu Produk China, Industri Sepeda Keteteran

Editor : Fatkhul Maskur

https://www.bisnis.com/ekonomi-bisni...peda-keteteran
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Wim saykel idolakuuuu... Mbeeekkkk




Nipple shower.. emoticon-Big Kiss
indo ngga bakalan menang bersaing harga.

singlet sempak kaos juga kelihatannya sudah didominasi produk cinak.
barangnya bagus sih. emoticon-Big Grin
Ayo tetap semangat. Diserbu Produk China, Industri Sepeda Keteteran
profile-picture
asoez memberi reputasi
Coba kerangka di adu ama polygon menang mana? emoticon-Traveller
Kalah produktivitas, kreativitas...
yg sulit digeser ama china itu sepeda motor

jepang sudah mendarah daging gan...

emoticon-I Love Indonesia (S)
Jgnkan kita,
Org korea smp barat sj gk bisa ngalain efisiensi produk cina

Krn apa?
Pemerintahnya berani modalin dan minjemin dengan bunga yg sgt murah!
Dan pemerintahnya gk takut utangnya gk bs kebayar krn mrk yakin kerugian trsbt bakal trtutup di sisi lain
Minus disisi satu itu berarti plus di sisi yg lain... gak nguap!
Beda dengan di dalam negeri...
Teriak kenceng banget soal biaya tenaga kerja
Padahal penyumbang terbesarnya itu bayar bunga pinjeman dan sewa...
Quote:


Ente betul bos.. ane punya usaha sendiri dengan beberapa karyawan aja tiap bulan selalu sesek napas pas bayaran bunga bank. emoticon-Cape d...
Cm yg goblog2 aja beli sepeda merk china

Gw pernah tuh beli sekali sepeda lipet. Najis banget baru d pake bentar pada copot mur bautnya. Kesel banget mana gw loakin d tawar 30rebu. Najissss banget

Sekarang gw belinya minimal merk wim cycle lah atau polygon. Itu sepeda kuat2 banget. Ga banyak masalah. Gw jual sekennya aja masi ada harganya.
Kok bisa yah barang di buat di dalam negri kalah bersaing sama barang yg di kirim dari jauuuh yg mana datengnya juga pake ongkos kirim segala
Quote:


Kuantiti
Diserbu Produk China, Industri Sepeda Keteteran
kalo sepeda merk lokal ane masih percaya ama united dan polygon, kualitas logam alumunium gak bisa dibohongin.

Walaupun merk taiwan emang lebih baik seperti giant, merida, mosso, dahoon, tapi lebih mahal harganya
Diubah oleh ontapesek
Quote:


tapi masih bisa bayar kan gan?
jadi ga masalah lah kalo begitu.
mantaplah
Balasan post rachmacool
Quote:


Semoga semua customer Indonesia kayak ente gan. Setia dan mementingkan kualitas.

Ane sekarang konsultan IT di industri lain, produk client ane lebih bagus dari pada produk yang lebih murah daripada Cina. Yang sama kualitasnya made in China/Taiwan lebih mahal.

Tapi dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintahan belakangan, industri client ane terpukul banget. Dan client2 maupun teman-teman ane pengusaha di segala macam industri (bukan makelar/importir), punya keluhan yang sama.

Mereka pengusaha nasional gak cengeng kok, mereka pekerja keras yang siap bersaing. Gue tau betapa kerasnya usaha mereka.

Tapi sekarang mereka benar-benar di ujung tanduk, yang kecil dan gak kuat modal udah banyak yang gulung tikar.

Menurut gue situasi industri nasional udah lampu merah.

Gue sebagai rakyat awam cuman mikir, ini pemerintah Indonesia tega banget ya. Bukannya support industri dalam negeri seperti Cina, Korea atau Jepang malah kayak gini...



mangnye sekarang marak sepeda china?

setau gw wim cycle, polygon, federal ato subaru bukan china punya dah

mau cari sepeda ya pilih aja merk2 di atas, jaminan mutu tahan lama emoticon-Traveller
Balasan post xrm
Quote:


Teori dimana kalau satu sisi minus yang lain pasti plus. Lagipula hutang bukan faktor produk laris apa kagak. Mengatakan China lebih efisien dengan negara seperti jerman dkk itu berlebihan. Kalau mereka begitu efisien kenapa rata rata pendapatan penduduk nya jauh dibawah erooa. Eropa itu banyak yang diatas 50.000 dollar pertahun. China cuman dia area masih belasan ribu dollar pertahun.
Balasan post slider88
Soal efisiensi, jelas labor cost yg kecil adalah lebih efisien gan dan tentu lebih kompetitif harga jualnya

Soal minus satu akan plus di lainnya (asal gak nguap misal duit dibakar, bencana alam dsb)
Perumpamaan saja nih: cerita pencuri di suatu desa
Ada pencuri
Pencuri itu adalah penduduk di desa itu
Ini pencuri mencuri uang seseorang yg merupakan penduduk desa tersebut
Pencuri untung
Yg dicuri rugi tentu saja
Tp dalam lingkup kekayaan penduduk desa tersebut adalah tetap
Diubah oleh xrm
Balasan post xrm
Quote:


Duit dibakar ya nggak nguap yang untung negara yang nyetak duitnya. Labor cost rendah bukan berarti bagus kalau loe milih digaji rendah apa tinggi sungguh bodoh yang milih digaji rendah. Kalau barang nggak terjual bukan berarti harga kemahalan bisa jadi karena daya beli rendah. Kalau daya beli tinggi harga mahal juga kejual. Murah dan mahal itu relatif dalam tenaga kerja khususnya dan banyak kasus umumnya. Murah tetapi produktivitas rendah lawan mahal tapi produktivitas sangat tinggi jelas pilih yang mahal. Jadi salah bilang labor cost murah itu baik karena sebenarnya itu beresiko juga karena bisa aja pertama murah kemudian mereka demo naik gaji dkk yang sulit perusahaan karena faktor lain sudah high cost ditambah perizinan ribet dkk.gedung mesin mana bisa dibawa balik ke negara asal.

Pencuri sendiri sudah perbuatan terlarang dan tidak produktif. Misalkan pencurinya hedon dan gemar keluar negeri ya jelas semua duit yang dia belanjakan mengurangi kekayaan negara.
Diubah oleh slider88
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di