alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Semrawut, Masinton Pertanyakan Mekanisme PSU di Malaysia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cdd1cf6365c4f4b3353c6d0/semrawut-masinton-pertanyakan-mekanisme-psu-di-malaysia

Semrawut, Masinton Pertanyakan Mekanisme PSU di Malaysia

Semrawut, Masinton Pertanyakan Mekanisme PSU di Malaysia
Jakarta, Gesuri.id - Caleg Incumbent DPR RI dari PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu mempertanyakan mekanisme pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) via Pos yang diselenggarakan oleh PPLN Kuala Lumpur, Malaysia.

Selain Masinton, ada Christina Aryani (Partai Golkar), Dato Muhammad Zainul Arifin (PPP) yang juga merupakan Caleg DPR dari Dapil DKI II (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri). Mereka bertiga terbang ke Malaysia mengecek dugaan adanya kesemrawutan PSU via pos yang dikhawatirkan rawan disalahgunakan.

Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) PSU, sekitar 257.000 surat suara untuk PSU Kuala Lumpur dikirim secara bertahap ke berbagai wilayah. Namun, menurut Masinton, sebagian besar masyarakat tidak menerima surat suara via pos tersebut, padahal sebelumnya menerima.

"Kami menerima laporan masyarakat Indonesia dari berbagai tempat yang sebelum 14 April 2019 lalu menerima pengiriman surat suara via Pos, namun saat ini dalam rangka PSU justru sebagian besar tidak menerima surat suara via Pos ini. Misalnya di Negeri Perak, Selangor, Shah Alam, Kelantan, Trengganu," kata Masinton di Jakarta, Rabu (15/5).

Pihaknya juga menemukan adanya perbedaan amplop surat suara PSU via Pos yang diterima pemilih, ada yang menggunakan cap bertuliskan 'pemilu ulang' dan ada juga yang bercap "pemungutan suara ulang'.

"Tidak ada kejelasan mana yang sebenarnya berlaku dan mengapa bisa ada perbedaan ini," ujarnya.

Selain itu, ia juga menemukan ada surat suara yang dikirimkan ke alamat yang sudah tidak ada WNI nya. Kemudian PPLN juga mengirimkan surat suara untuk PSU untuk WNI yang sudah menyalurkan suaranya langsung ke TPS di Malaysia pada 14 April lalu.

"Ada pemilih yang dikirimkan surat suara ke alamat lama padahal orang yang dituju sudah meninggalkan Malaysia lebih dari tiga tahun lalu. Bahkan ada juga pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya di TPSLN 14 April lalu ternyata juga masih dikirimkan surat suara PSU via Pos," paparnya.

"Banyak masyarakat Indonesia mengeluhkan surat suara via Pos baru diterima tanggal 14-15 Mei, atau sehari menjelang penghitungan suara di PPLN Kuala Lumpur," sambungnya.

Masinton menilai, PPLN Kuala Lumpur tidak transparan dan kerap mengubah kebijakan. Seperti deadline penerimaan surat suara PSU yang awalnya ditetapkan tanggal 13 Mei, lalu menjadi 15 Mei 2019.

"Tanggal penghitungan yang semula jatuh di tanggal 15 Mei diubah menjadi tanggal 16 Mei. Padahal KPU sendiri tidak pernah mengeluarkan kebijakan tertulis perihal pengubahan tahapan ini," pungkasnya.

"Dari berbagai kesemrawutan pelaksanaan PSU via Pos di wilayah Kuala Lumpur dan sekitarnya, serta ketidaksiapan PPLN dan Panwaslu LN Kuala Lumpur dalam mendistribusi dan mengawasi surat suara via Pos, dikhawatirkan surat suara PSU via Pos dalam jumlah besar tersebut dikuasai dan dibajak oleh oknum-oknum tertentu dan tidak sampai ke tangan pemilih," imbunya.

Menurutnya, PSU via Pos dapat dikatakan berjalan normal jika partisipasi pemilih yang kembali ke PPLN Kuala Lumpur tidak lebih dari 10 persen. Namun, jika penghitungan Kamis (16/5) nanti penghitungan melebihi 10%, ia menduga ada penggelembungan suara oleh oknum tertentu.

"Padahal hakekat diadakannya Pemungutan Suara Ulang via Pos adalah untuk menjamin kualitas Pemilu yang berintegritas dan mencegah terjadinya praktek kecurangan dan manipulasi suara rakyat oleh oknum-oknum tertentu," tandasnya.

Seperti diketahui, proses pemungutan suara di Malaysia diwarnai kasus surat suara tercoblos. Ini terjadi khusus bagi surat suara yang dikirimkan via pos. Akibatnya, KPU memutuskan ada PSU untuk Malaysia yang menggunakan metode pos tersebut.


https://www.gesuri.id/pemilu/semrawu...ysia-b1WgeZjP5

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Bebek lumpur pertamax
tiket ke malaysia murah katanya ya.,

kalo ada duit lebih,pingin keluar negeri ah.. buku paspor kosong mulu..wkwkkw
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Quote:

Napa ga dicapin di negara yg presidennya prabowo? emoticon-Ngakak (S)


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di