alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Kuis ini Cuma Buat Fans Game of Thrones Sejati. Hadiahnya Mangstab Gan!
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Tumpahan minyak di Balikpapan berujung gugatan untuk negara
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cdd117c82d49511166d5cce/tumpahan-minyak-di-balikpapan-berujung-gugatan-untuk-negara

Tumpahan minyak di Balikpapan berujung gugatan untuk negara

Tumpahan minyak di Balikpapan berujung gugatan untuk negara
Aksi unjuk rasa massa peduli lingkungan di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (15/5/2019).
Lima orang warga Kalimantan Timur (Kaltim) melayangkan gugatan warga atau citizen lawsuit soal penanggulangan pencemaran tumpahan minyak di Teluk Balikpapan setahun silam. Negara dianggap lalai memenuhi hak warga soal keberlangsungan Teluk Balikpapan sebagai akses bagi publik.

"Gugatan warga sudah kami daftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan," kata kuasa hukum Jaringan Advokasi Lingkungan (JAL), Fathul Huda Wiyashadi, Rabu (15/5/2019).

Fathul mengatakan, kliennya keberatan atas kerusakan perairan pascatumpahan 5 ribu kiloliter minyak mentah. Persoalannya, selama setahun terakhir ini, Fathul mengatakan pemerintah enggan melaksanakan rekomendasi penanggulangan lembaga lingkungan.

Adapun lima orang pemrakarsa gugatan warga ini seluruhnya adalah aktivis lingkungan Kaltim. Mereka adalah Pradharma Rupang (Jaringan Advokasi Tambang Kaltim), Carolus Tuah (Pokja 30), Jufriansyah (Stabil), Husein (Forum Perduli Teluk Balikpapan), dan Fathur Roziqin Fen (Wahana Lingkungan Hidup).

"Setiap warga negara Indonesia berhak melayangkan gugatan warga. Mempertanyakan fungsi negara dalam menjalankan tugasnya," papar Fathul yang didukung Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Balikpapan.

Gugatan mereka ditujukan kepada enam aparatur negara. Masing-masing Gubernur Kaltim, Bupati Penajam Paser Utara, Wali Kota Balikpapan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Menteri Perhubungan serta Menteri Kelautan dan Perikanan. Sebelumnya, para penggiat lingkungan ini sudah melayangkan somasi tertulis soal teknis penanggulangan bencana tumpahan minyak.

Lewat jalur pengadilan ini, Fathul meminta Gubernur Kaltim segera merumuskan peraturan daerah rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Sementara gubernur dan dua kepala daerah terkait wajib merumuskan sistem peringatan dini serta inventarisasi kesehatan masyarakat terdampak limbah.

"Bupati Penajam, Wali Kota Balikpapan dan Menteri Perhubungan juga diminta membentuk SOP Tier 2," papar Fathul.

Adapun Kementerian LHK secepatnya diminta melakukan pemulihan dan audit lingkungan perairan Teluk Balikpapan. Pengawasan sanksi administrasi terhadap Pertamina juga dilaksanakan transparan dan terbuka bagi publik.

Sedangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan harus melaksanakan uji pangan segar di sekitar perairan teluk. Hal tersebut untuk mengantisipasi dampak pencemaran limbah terhadap produk pangan yang dikhawatirkan dikonsumsi warga Balikpapan.

Fathul pun mendesak Komisi Yudisial (KY) memantau jalannya persidangan nanti agar berlangsung adil dan transparan. Maklum Fathul sejak awal sudah meragukan independensi PN Balikpapan menyusul penangkapan Hakim Kayat atas tuduhan suap putusan kasusnya.

"Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Hakim Kayat. Dia yang memimpin persidangan nakhoda MV Ever Judger sebagai pelaku utama tumpahan minyak di perairan teluk," paparnya seraya menambahkan permintaannya disampaikan langsung ke Kantor Perwakilan KY di Samarinda.

Seorang di antara penggugat, Pradharma, menyebutkan bahwa pemerintah terkesan sekadarnya dalam menyikapi peristiwa tumpahan minyak di teluk Balikpapan. Padahal menurut Pradharma, tumpahan minyak mentah di perairan merupakan bencana lingkungan luar biasa yang bisa berdampak hingga puluhan tahun ke depan.

"Pemerintah sepertinya menganggap ini bencana biasa saja, tidak ada satu penanganan luar biasa," sesalnya.

Itu sebabnya muncul inisiatif untuk menggugat pemerintah dalam hal ini. Pradharma berharap ada perubahan tata kelola eksploitasi migas agar peristiwa serupa tidak terulang. "Agar ada perubahan sistem saja dilaksanakan mereka di lapangan," tegasnya.
Tumpahan minyak di Balikpapan berujung gugatan untuk negara
Kawasan hutan bakau yang nyaris mati seluruhnya di Kelurahan Margasari, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (15/5/2019).
Sebagai informasi, pencemaran melanda teluk Balikpapan akibat patahan pipa minyak milik Pertamina di dasar perairan pada April 2018. Namun, dampak negatif tumpahan minyak masih dirasakan warga area teluk hingga sekarang.

Misalnya, sembilan hektare tanaman bakau mati di RT 29 Kelurahan Margasari, Balikpapan. Kawasan itu termasuk perumahan nelayan di atas air setempat yang persis berada di belakang kilang pengolahan minyak Pertamina Balikpapan.

"Seminggu setelah terkena minyak sudah langsung menguning dan sekarang mati," keluh Ketua RT 29 Kelurahan Margasari, Warsito.

Kawasan ini dulunya terkenal dengan hutan bakau yang rimbun. Sekarang kerusakan terlihat parah karena ribuan pohon bakau mengering seluruhnya tanpa daun.

"Tanaman dewasa berumur 10 tahun saja mati, apalagi yang baru ditancapkan. Totalnya mungkin ribuan di antaranya mati," ungkap Warsito.

Sementara kepiting dan cacing laut yang lazim ditemui pun kini langka. Nelayan terpaksa melaut lebih dalam hingga perairan Selat Makassar.

"Kami berlayar lebih dalam ke perairan laut. Anak-anak bahkan dilarang lagi berenang di sini akibat pencemaran," tukas Warsito.

Kondisi sama terjadi pula di Mangrove Centre Balikpapan yang merupakan lokasi ekowisata bakau Kaltim. Kerusakan hutan bakau diperkirakan mencapai 25 persen dari total keseluruhan kawasan seluas 150 hektare.

"Tanaman di tempat kami juga banyak yang mati," kata Pengelola Mangrove Centre Balikpapan, Agus Bei.

Agus mengatakan, pohon bakau yang mati adalah jenis tanaman yang tumbuh alami di Mangrove Centre Balikpapan. Menurutnya, jenis tanaman bakau ini memang cenderung kurang mampu kuat bertahan menghadapi pencemaran limbah.

"Akar pohonnya tidak dalam menghujam ke tanah. Sehingga saat ada limbah minyak akan mati," ungkapnya.

Sebaliknya, tanaman bakau yang sengaja ditanam hingga kini mampu bertahan di Mangrove Centre Balikpapan. Jenis tanaman ini dipilih dari bibit dan perawatan terbaik sehingga menghasilkan pohon bakau yang kuat.

"Bakau yang baik punya kelengkapan struktur akar alami yakni tunjang, napas, serabut, udara, lutut, dan papan. Akar ini benteng pertahanan terhadap limbah lingkungan.

"Bakau alami hanya memiliki akar serabut untuk bernapas dan menyerap mineral. Saat akar serabutnya tergenang minyak, ia akan mati," imbuhnya.

Tumpahan minyak diperkirakan memberi dampak negatif terhadap 300 hektare hutan bakau di sekitar Teluk Balikpapan. Dosen Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda, Deddy Hadriyanto, menyatakan dampak kerusakan akan terlihat dalam waktu 5 tahun ke depan.

"Hutan bakaunya tersebar di wilayah Balikpapan dan Penajam Paser Utara," tuturnya.
Tumpahan minyak di Balikpapan berujung gugatan untuk negara


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...n-untuk-negara

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tumpahan minyak di Balikpapan berujung gugatan untuk negara Generasi Z, pengguna internet terbesar di Indonesia

- Tumpahan minyak di Balikpapan berujung gugatan untuk negara Neraca Dagang April defisit USD2,5 Miliar

- Tumpahan minyak di Balikpapan berujung gugatan untuk negara Perekam video ancam Jokowi jadi tersangka

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di