alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Seruan Tolak Pajak Dianggap Langgar Hukum, Poyuono Kutip Ayat Alkitab
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cdd073f88b3cb54b918b50c/seruan-tolak-pajak-dianggap-langgar-hukum-poyuono-kutip-ayat-alkitab

Seruan Tolak Pajak Dianggap Langgar Hukum, Poyuono Kutip Ayat Alkitab

Jakarta - Seruan Arief Poyuono untuk tidak membayar pajak apabila Jokowi-Ma'ruf Amin terpilih sebagai pemenang Pilpres 2019 dianggap melanggar hukum. Waketum Gerindra itu lalu mengutip ayat Alkitab yang dijadikan landasan atas seruannya.

"Hanya yang kurang waras aja mempercayakan pajak masyarakat dan negara ini pada pemerintahan yang dihasilkan dari Pemilu yang curang," ungkap Arief Poyuono saat dimintai tanggapan, Kamis (16/5/2019).

Seruan Arief Poyuono kepada para pendukung Prabowo-Sandiaga agar tak membayar pajak disebut Ahli Hukum Pidana dan Kriminologi Yenti Garnasih sebagai bentuk pelanggaran. Ia menganggap apa yang disampaikannya bukan bentuk pelanggaran.

"Kok melanggar pidana sih. Wong tolak bayar pajak itu nanti pada pemerintahan yang dihasilkan dari Pemilu 2019 yang curang," ujar Poyuono

"Dia cuma ahli pajak bukan ahli politik. Memang benar kalau Warga Negara tidak bayar pajak bisa dipidanakan. Ini ahli hukum pajak kok rada telolet ya. Sekarang ini harus bayar pajak karena masih pemerintahan yang dipimpin oleh Joko Widodo-Jusuf Kalla ya dan bukan pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin. Waduh Pak JK kok sudah seperti nggak dianggap sebagai wapres yang sah ya," imbuhnya.

Poyuono lalu berbicara soal pemerintahan yang sah. Ia menganggap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin nanti tidak sah lantaran dituding sebagai hasil kecurangan.

"Jika pengepul pajak yaitu pemerintah itu diakui oleh masyarakat sebagai pemerintahan yang sah dihasilkan dari Pemilu yang legitimate. Nah kalau pemerintahan yang tidak legitimate dan dihasilkan dari pemilu yang curang dan dipilih lebih banyak oleh setan-setan alas yang kita sebagai masyarakat Indonesia yang waras nggak perlu bayar pajak," beber Poyuono.

Dia mengklaim masyarakat tidak akan mengakui hasil Pemilu 2019, seperti yang dilakukan Prabowo. Untuk itu, Poyuono menyerukan agar masyarakat tidak perlu membayar pajak karena menilai pemerintahan hasil Pemilu 2019 yang dimenangkan Jokowi-Ma'ruf, versi rekapitulasi sementara, tidak sah.

"Wong kita nggak percaya dan nggak ngakui pemerintahan hasil Pemilu 2019 kok kenapa mesti bayar pajak. Wong kita anggap nggak ada pemerintahan kok yang dihasilkan dari Pemilu 2019," katanya.

[table][tr][td]Seruan Tolak Pajak Dianggap Langgar Hukum, Poyuono Kutip Ayat AlkitabFoto: Yenti Garnasih. (Andi Saputra/detikcom).[/td]
[/tr]
[/table]

Poyuono lalu mengutip sejumlah ayat Alkitab dari Perjanjian Baru, yang ditulis di Injil Matius Bab 22 yang membahas soal urusan pajak. Ia memberi contoh saat Yesus dicobai oleh orang-orang Farisi soal apakah masyarakat diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar yang memimpin bangsa Yahudi saat itu.

"Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu. Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?". Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah," demikian ucapan Poyuono mengutip Injil Matius 22:18-21.

"Ini yang Saya imani ya. Itu kalau kaisar atau pemerintahan yang kita akui kita wajib bayar pajak. Karena kita mengakui Allah sebagai Allah kita maka kita wajib juga bayar zakat, sedekah dan kalau di kami persepuluhan," sambungnya.

Atas dasar argumen itu, Poyuono merasa seruannya soal penolakan membayar pajak tidak salah. Sebab pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin diklaimnnya tidak akan diakui masyarakat.

"Nah ini kita nggak ngakui kok pemerintahan yang dihasilkan oleh Pilpres 2019 jadi tidak ada kewajiban bagi masyarakat yang ikut tidak mengakui hasil Pilpres untuk bayar pajak pada Pemerintah yang mengelola pajak yang tidak kita akui," ucap Poyuono.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi (Mahupiki) Yenti Garnasih mengatakan ajakan Arief Poyuono untuk tidak membayar pajak bisa dikenai pidana. Ia juga menilai seruan Poyuono aneh.

"Tidak boleh mengajak mogok bayar pajak, padahal itu kewajiban hukum, bahkan yang sengaja menunggak atau tidak bayar pajak adalah pelanggaran hukum dan ada juga sanksi pidana maksimal 6 tahun serta denda dan bayar pajak tertunggak," urai Yenti Garnasih.

"Kok aneh mengajak masyarakat melanggar hukum, apalagi ada pidananya. Seharusnya mengajak membangun bangsa dengan baik dan harus memperlihatkan cinta NKRI dan menjaga keutuhan bangsa. Bukan malah mengajak melakukan pelanggaran hukum," tambahnya.

Berdasarkan aturan yang ada, negara berhak melakukan gijzeling atau penyanderaan ialah penyitaan atas badan orang yang berutang pajak. Selain itu, bisa melakukan suatu penyitaan, tetapi bukan langsung atas kekayaan, melainkan secara tidak langsung, yaitu diri orang yang berutang pajak.

Hal itu diatur dalam UU Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa (UU PPSP) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2000. Undang-Undang PPSP mengatur penagihan utang pajak kepada wajib pajak melalui upaya penegakan hukum. 

Tujuan dilakukannya gijzeling adalah mendorong kesadaran, pemahaman, dan penghayatan masyarakat bahwa pajak adalah sumber utama pembiayaan negara dan pembangunan nasional serta merupakan salah satu kewajiban kenegaraan, sehingga dengan penagihan pajak melalui surat paksa tersebut setiap anggota masyarakat wajib berperan aktif dalam melaksanakan sendiri kewajiban perpajakannya.

Gijzeling dilaksanakan apabila wajib pajak benar-benar sudah membandel. Tindakan gijzeling bukan satu-satunya cara untuk membuat wajib pajak jera dan merupakan langkah antisipasi terakhir yang merupakan upaya mencari deterrence effect (efek jera) agar para penunggak pajak takut dan segera melunasi kewajiban pajaknya.

"Menyuruh orang melakukan tindak pidana juga perbuatan pidana," sebut Yenti. 
(elz/tor)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 3 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
astaga kelakuan e
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 4 lainnya memberi reputasi
Semakin sakit dan semakin stresss.. memang gerombolan ini menghasut rakyat buat makar dan menghancurkan negara. Ini gerombolan hewan laknat dan sampah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 6 lainnya memberi reputasi
Seenak jidat ngutip ayat kitab suci, dijadikan alesan buat langgar hukum pula. Masuk penistaan ga neh.

*Sorry ane ralat, ternyata doi menistakan agama sendiri
emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh to2wnrt
G*blok... apakah jika hasil penghitungan belum selesai tidak ada pemerintah? Tidak ada negara? Tidak ada masyarakat yang butuh pelayanan negara yang hanya bisa diberikan karena ada dana pajak? Bodo dipiara, kambing dipiara gemuk. Tipikal tukang plintir ayat.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh terranrex
yg Masuk Akal pasti di ikuti....!
Kalau gak Masuk Akal, siapa yg mau ikuti....?!?
emoticon-Travelleremoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
48y24rd dan 3 lainnya memberi reputasi
bacanya puyono blom khatam.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Bisa di anggap makar ini!
Tangkap aja tu penghasut rakyat!
emoticon-DP
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Penistaan agama ini...kena dah..
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
sekarang jualannya lebih bervariasi.. ayat sebelah juga ikut diambil demi kepentingan sendiri..
emoticon-Wagelaseh
profile-picture
profile-picture
baksourattulang dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
ya udah ntar pajaknya bayar ke negara kertanegara aja yah!
dan juga blokir smua rekening dia aja yah..
karna dia ga mengakui pemerintahan yg sah
sedangkan mata uang dia dalam rekening khan rupiah yg berlaku di pemerintahan saat ini!

profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Arief Poyuono agamanya apa?
profile-picture
profile-picture
manutdloyalist dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Balasan post to2wnrt
Quote:


Ya gak lah gan,



F.X Arief Puyuono kan memang Katolik.emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
C~LUVers dan 2 lainnya memberi reputasi
eh ayat tersebut nyuruh menunaikan kewajiban pada negara bukan sebaliknya
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
ternyata emg kristiani ya.sori ane ralat..
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Diubah oleh langitnyabiru
Rakyat siapa yg gak mengakui jokowi presiden terpilih? Paling juga gerombolan yg itu2 ajh.. sakit memang jd pecundang 2 kali beruntun. Next pilpres bakal 3 kali.. takdir hidup bani kampret memang jadi pecundang.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Quote:


katolik ktnya.F.X
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Balasan post langitnyabiru
gerindra ga semua muslim bray
profile-picture
langitnyabiru memberi reputasi
Quote:


gak ada omongan mengakui pemerintahan ato kagak mengakui pemerintahan trus gak wajib tunduk ke pemerintahan. Yesus benci pemberontak dan walau Yahudi dijajah Romawi saat itu tetep Yesus ngomong berikan kepada kaisar hak kaisar.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Quote:


"Ini yang Saya imani ya. Itu kalau kaisar atau pemerintahan yang kita akui kita wajib bayar pajak. Karena kita mengakui Allah sebagai Allah kita maka kita wajib juga bayar zakat, sedekah dan kalau di kami persepuluhan," sambungnya.

Memang kristen kok bray.
Jangan dikira karena pakai peci trus udah pasti muslim. Oh iya om wowo pakai peci jugaemoticon-Big Grin
Diubah oleh mamorukun
Quote:


ow thanks info nya.beneran dia kristiani?emoticon-Ngakak kl gitu ane ralat
Diubah oleh langitnyabiru
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di