alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
BPN Tak akan ke MK? Begini Beratnya Pembuktian di Depan Hakim Konstitusi
5 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cdcf602337f934c075c8b30/bpn-tak-akan-ke-mk-begini-beratnya-pembuktian-di-depan-hakim-konstitusi

BPN Tak akan ke MK? Begini Beratnya Pembuktian di Depan Hakim Konstitusi

Jakarta - Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon, menegaskan pihaknya tak akan membawa bukti dugaan kecurangan Pemilu 2019 ke MK. Ia mengaku kecewa terhadap MK. Sebetulnya, bagaimana pembuktian di depan 9 hakim konstitusi?

Direktur Pusako Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Feri Amsari akhir pekan lalu membeberkan pembuktian yang harus dilakukan oleh pihak yang kalah.

"Kalau ternyata ada kecurangan pemilu dan harus mengubah hasil suara yaitu 15-20 juta suara milik yang kalah, bukan yang menang. Bagaimana cara membuktikannya? Perlu 100 ribu-200 ribu TPS untuk menyatakan telah terjadi kecurangan dengan selisih suara yang diambil oleh yang menang 100 suara per TPS," ujar Feri Amasri.

Bagaimana ke MK membuktikan agar 100-200 ribu TPS dicurangi? Pasti berat sekali," sambung Feri yang juga disampaikan dalam seminar nasional 'Ancaman People Power Terhadap Demokrasi Konstitusional' yang digelar Puskapsi di Fakultas Hukum Universitas Jember, Sabtu (11/5) kemarin. Video seminar itu dibisa dilihat secara utuh di akun Youtube PUSKAPSI FH UNEJ.

Sedangkan video yang beredar, TPS yang direkam, jumlahnya dikapitalisasi di medsos seolah-olah sudah 100 ribu kecurangan. Apakah saya menyetujui kecurangan? Tidak. Kecurangan bisa dipidanakan pelakunya. Tapi suara yang berkembang, agar pemilu ini diulang. Kalau setiap orang yang kalah bisa menyatakan pemilu diulang, berbasis video tanpa diketahui TPS di mana, bisa gawat demokrasi," cetus Feri.

Bila masuk MK, maka akan diperiksa satu persatu oleh MK. Hakim konstitusi akan mengecek apakah benar ada 200 ribu TPS yang dicurangi. Feri mengandaikan, yang bisa dibuktikan hanya 10 ribu TPS, maka MK memutuskan agar pemerintah memproses pidana kecurangan di 10 ribu TPS. Adapun hasil akhirnya, MK tidak akan mengubah keputusan KPU.

"Karena 10 ribu yang terbukti itu tidak mengubah hasil. Siapa yang sadar betapa sulitnya mengubah konstruksi hukum ini? Pihak yang kalah. Sehingga mereka merasa nggak mungkin bisa membuktikan 100-200 ribu TPS di Mahkamah Konstitusi, itu berat. Kalau lah itu tergambar berat, ya sia-sia ke MK, sia-sia ke Bawaslu," papar Feri.

Karena perjuangan di MK sangat berat, maka jalur inkonstitusional akhirnya dilakukan dengan berbagai skenario

Sehingga perlu mengubah kekalahan jangan lewat cara konstitusional, manfaatkan kemarahan publik. Begitu publik marah, mudah terpancing," pungkas Feri. (asp/elz)
https://m.detik.com/news/berita/d-45...kim-konstitusi
Denger tuh bngsat kampret! Video facebool tolol ente bakal dilepeh MK! Ente hrs tunjukin bukti real nya kertas nya fisiknya, trs tiap2 daerah nya gimana
Kejadian dimana, bukti rekaman video dimana, bener ga, mana bs editan video taon jebot!
Video tar jg di check, kan ad tuh alamat pengupload nya, ad data kapan diambilnya video dst
Berat ya? Sangaaat! Krn emg buktinya u cari ud edit2 sndr BLANGSAK, gembel hina


profile-picture
profile-picture
profile-picture
rizki.maruf dan 31 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
jangan dijelasin dulu gan, mo makar terang-terangan ini..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
PrinScrup dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


pembuktian di MK lebih berat dibanding pengadilan di PN PT atau MA karena ini berkaitan sama negara dan pemerintahan. kalo pembuktiannya cuma prank kayak 2014 ya siap-siap kalah lagi emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ikiriki11 dan 7 lainnya memberi reputasi
ya emang semuanya harus terbukti jelas dengan bukti-bukti kuat. mana bisa cuma modal bacot teriak nuduh.
mana ada kasus penipuan cuma modal bilang "dia nipu gua" terus kelar ga pake bukti saksi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
PrinScrup dan 3 lainnya memberi reputasi
BPN Tak akan ke MK? Begini Beratnya Pembuktian di Depan Hakim Konstitusi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kingoftki dan 4 lainnya memberi reputasi
Balasan post cantoad
Apalagi bawa2 nowela si anak gunung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayukuya1988 dan 2 lainnya memberi reputasi
owalah wo wo,, sadari lah orang di sekitar kamu itu ga baik.. dan wowo juga jangan jadi orang yang mudah dijilat padahal aslinya ditipu mentah mentah..

mirip cerita raja yang ditipu tukang tenun, asli lucu emoticon-Big Grin
Diubah oleh berylucu
Emang sepanjang sejarahnya, ini gerombolan pernah beres? lupa ama 7 kontainer di tahun 2014? emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
handa 23 dan darck91 memberi reputasi
Quote:


Anak gunung punya fb mn kader gerindong, mn galakan dia sm hakim emoticon-Ngakak
profile-picture
darck91 memberi reputasi
Ayo Wo buktikan kecurangannya....

gw berjanji akan menyumbang kontainer nya nih Wo emoticon-Cool

BPN Tak akan ke MK? Begini Beratnya Pembuktian di Depan Hakim Konstitusi

ente butuh berape, 6, 7, 10 container bisa ane sediakan nih, bebas ongkir deh Wo buat ente mah emoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ikiriki11 dan 11 lainnya memberi reputasi
Balasan post do.x.ob
Iya si anak gunung dah jd caleg gagal pula
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bayukuya1988 dan 2 lainnya memberi reputasi
Yaa udah hilang akal lah mereka..secara matematis udah gak mungkin gugat ke MK..palingan yaa pake cara terakhir..summon semua sumbu pendek biar chaos
profile-picture
BeRightBack. memberi reputasi
Maju ke MK sudah terbukti 2014 lalu.... tetap kalah.... pengalaman jadi pelajaran sekarang pakai cara lain
profile-picture
kingoftki memberi reputasi
Tereak curang2! Th.2014 di syuting yg nonton seluruh indonesia. Tetep gak ada malunya! Klo merasa bersih kenapa risih wo! Teknologi udah maju! Di tivi, live streaming semua nyiarin supaya diliat org seindonesia! Inget wo, ini era internet dan akuntabilitas bukan orba yg suka menutupi kebusukannya. Dah gak bisa lagi sekarang wo! Jgn merasa berkuasa wo!
Balasan post i71lm4c4n
Internet itu apa ya? Yg online online itu ya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
C~LUVers dan 3 lainnya memberi reputasi
gak mau nambah stok meme sama video saksi bloonya di youtube, hahahaha
BPN Tak akan ke MK? Begini Beratnya Pembuktian di Depan Hakim Konstitusi

Ini bukti curangnya.. ada dalam kontainer.. tenang wo, kampret bersamamu..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ikiriki11 dan 3 lainnya memberi reputasi
Kemungkinan skenario:
Bawa massa untuk mengadakan unjuk rasa berhari-hari. Hal ini akan membuat ekonomi negara memburuk, sehingga bahan2 pokok naik, akan timbul demonstrasi yg lebih besar, pasukan disiagakan lebih banyak. Lalu akan ada intellectual yang menyebarkan hoaks tentang kekerasan yg dilakukan aparat, hal ini akan memancing massa yg lebih besar lagi, sehingga situasi semakin chaos.
Kayaknya aparat harus cepat bergerak meredam situasi sebelum terjadi kekacauan yg makin besar, karena Hal chaos itulah yg menjadi misson objective mereka.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ikiriki11 dan 5 lainnya memberi reputasi
Karena memang gak ada buktinya makanya mereka gak berani ke mk
Mending harta lu yang bersisa, lu salurin ke arah yang benar wok. Mulai dari awal, bangun citra publik dari daerah tempat tinggal lu dulu, sukur2 umur panjang bisa ikut pemilu 2024. Daripada lu kasih makan itu kadal gurun, jadi bahan olok2an di dunia internasional.emoticon-Cape d...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
PrinScrup dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Lysergide
Katany punya bukti" kecurangan TKN tp ngadu ke MK aja gak mau..lebih gampang ngadu ke media masa sama ke rakyat yak emoticon-Bingung emoticon-Ngakak
profile-picture
BeRightBack. memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di