alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kisah Hidayah Seorang Ayah Berkat Buku Siksa Neraka Anaknya...
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cdcd448af7e9322736434e4/kisah-hidayah-seorang-ayah-berkat-buku-siksa-neraka-anaknya

Kisah Hidayah Seorang Ayah Berkat Buku Siksa Neraka Anaknya...

Kisah Hidayah Seorang Ayah Berkat Buku Siksa Neraka Anaknya...
Malam pekat, Angin Berkecamuk, dengan suara hujan yang terus menggerutu mewarnai suasana malam ini, aku duduk dipojokan langgar(Musholla) tempat ku mengaji bersama teman-teman, kami semua tidak sabar untuk segera menunggu jemputan untuk pulang kerumah masing-masing. Biasanya jika hujan lebat begini kami memang tidak pernah pulang sendiri, kami selalu dijemput dengan payung dan obor oleh orang tua kami masing-masing. 
Hujan pun mengikis, sebuah tanda hujan akan berhenti turun, nyala obor mulai berdatangan tandanya orang tua kami akan segera menjemput kita satu persatu . Malam itu aku dijemput ibu,  ibu tak lupa membawakan ku jaket dan sepatu boat untuk aku kenakan diperjalanan pulang nanti.

Quote:

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tubuh ku bergoyang, suara bisikan terdengar  ditelinga ini, dengan sedikit kesadaran aku berkata lirih, 
Quote:


Dengan masih setengah sadar, aku segera ke kamar mandi, mengambil wudhu dan mengerjakan shalat shubuh 2 rakaat pagi itu. selesai shalat aku mencoba membangunin ayah untuk mengerjakan shalat, namun nampak seperti biasanya, ayah bergelak tanda dia tak mau untuk bangun apalagi untuk mengerjakan shalat shubuh.

Kadang aku heran, bagaimana bisa ibu yang taat ibadah, menikah sama ayah yang shalatnya kadang hanya untuk hari lebaran saja. Ibu dulu pernah cerita jika ayah sempat rajin shalat namun setelah mengenal judi dan togel, jadi jarang shalat dan itu terjadi saat ayah menang togel dikala ibu baru saja melahirkan aku. 
Aku lahir dari seorang ayah yang bekerja di pabrik tahu di desa sebelah, sedangkan ibu bekerja di sebagai buruh kebun sayur yang ada didesa ku. Ayah ku bukanlah orang jahat, ayah orang baik sayang pada istri dan anaknya, dan juga giat bekerja untuk menafkahi keluarganya, ayah sangat menyukai bola, sering pergi nonton bareng bersama teman-temannya di warung kopi tidak jauh dari rumah kami. Dari situlah kemudian ayah mengenal judi online dan togel yang kemudian menjadi kebiasaan ayah tiap malamnya. Ayah ku bukanlah orang pelit bahkan ketika aku ingin sesuatu ayah selalu berusaha untuk mengabulkannya. Dan tiga bulan lalu ayah membelikan ku sepeda ontel baru, ketika ayah kembali menang dengan apa yang disebut nengan "nomor togel". 
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari berganti, bulan berlalu. aku menerima pengumuman dari guru ku dikelas bahwa sekolah akan libur satu minggu diawal bulan puasa. Malam harinya sebelum pulang dari langgar, ustad juga menyampaikan pengumuman bahwa selama bulan puasa, waktu ngaji dganti sore waktu ashar dan juga malam itu adalah hari terakhir kami ngaji,karena besok lusa, insyaallah sudah puasa pertama.
Ketika hendak pulang, aku kaget ketika melihat ayah menjemput ku malam itu, karena jarang sekali ayah menjemputku pulang ngaji, lagipula waktu itu cuaca cerah, tidak hujan. 
Quote:


Tak terasa kami pun sampai dirumah dan segera makan malam bersama dengan ibu, setelah lama mengobrol, dan tanpa sadar aku terbangun dikamar ku, meskipun aku merasa jika tadi malam aku tertidur diteras ruang tamu, tampat kami mengobrol tadi malam.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pagi itu akhirnya kami bertiga pergi kepasar, untuk membeli kebutuhan bahan pokok menyambut bulan puasa, setelah cukup untuk belanjaan bahan dapur, ayah mengajak aku dan ibu untuk membeli baju baru, jika sudah begini aku paham bahwa ayah baru saja dapat nomor togel. Terkadang aku juga merasa risih jika terus membeli barang hasil dari uang togel, namun aku juga belum berani waktu untuk menegur ayah, bahkan ibu yang waktu itu sempat nashatin, malah dinasehatin balik sama ayah emoticon-Shutup
Quote:


selesai beli baju, kamipun memustuskan untuk pulang, dilorong pasar menuju perjalanan pulang, aku mampir ditoko buku, kemudian meminta ke ayah untuk dibelikan buku, dan syukurlah ayah menyetujui untuk membelikan buku yang aku inginkan. 
Siang itu aku membeli  3 buku, yang pertama buku mengenai "Kisah 25 Nabi", kemudian "Buku Siksa Neraka", dan yang ketiga adalah Komik Doraemon. Aku berpikir bulan puasa nanti pasti lebih banyak tiduran dirumah, jadi ga ada salahnya jika aku beli banyak buku. Sebelumnya kami juga  tidak lupa membeli es cendol dan jajanan pasar untuk dibawa pualng dan disantap sampai rumah nanti
Tepat adzan dhuhur berkumandang, kami tiba dirumah, setelah makan jajanan pasar dan istirahat sebentar, aku bergegas shalat dhuhur, selesai shalat saya teras depan rumah untuk membaca buku, dan buku yang saya baca pertama waktu itu adalah buku siksa neraka. Dengan kondisi angin sepoi yang enak ditambah dinginnya semen teras rumah, tak lama kemudian saya sudah tidak sadarkan diri dan terbawa ke alam tidur siang itu.
Sungguh tidur siang yang nikmat, tanpa terasa aku dibanguni ibu karena hari sudah menjelang malam, aku lihat jam dinding rumah sudah menunjukan pukul 16.10, aku segera bergegas membereskan buku, namun ibu sudah terlebih dulu membereskannya aku pun segera mandi, karena sore ini aku dan ayah ada janji untuk untuk membersihkan makam kakek dan nenek, ini sudah menjadi kebiasaan warga desa ini untuk membersihkan makam kerabat keluarga menjelang puasa.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Singkat cerita akhirnya kami masuk ke malam taraweh pertama, malam itu aku dan ibu bersiap untuk pergi ke masjid untuk shalat taraweh, namun sebelum berangkat, kami dikagetkan ketika melihat ayah bersarung lengkap dengan peci hitam dan baju kemejanya..
Quote:

Aku dan ibu kaget sekaligus senang mendengar perkataan ayah, karena memang sudah lam aku tak melihat ayah shalat bahkan setau ku, aku tidak pernah berangkat teraweh bareng ayah, dan malam itu adalah yang pertama. entah mimpi apa ayah semalam namun aku sangat bahagia karena keinginan ku dari dulu untuk bernagkat teraweh bersama ayah dan ibu akhirnya terkabul, karena dulu ayah selalu menolak dengan alasan, sudah punya janji dengan teman warungnya.
Quote:

 aku dan ibu langsung memeluk ayah, aku yang terharu akhirnya menumpah air mata ditubuh kedua orang tua yang sangat aku sayang itu, aku rasa aku sangat beruntung dan berterimakasih kepada tuhan karena telah memberikan ibu yang sangat-sangat sabar dalam menghadapi kenakalan aku sebagai anak, dan menghadapi kenyataan suaminya yang seoarang pejudi, ibu pernah bialng jika ibu yakin dengan doanya jika suatu hari ayah akan bertaubat dan berhenti dari judi dan mabuknya, dan akhirnya doa itu terkabul tepat dimoment memasuki ramadhan.
Aku juga bangga punya ayah seperti ayah ku, meskipun beliau dulu sangat menyukai judi dan minum hammer, tapi beliau adalah ayah yang baik, beliau tidak pernah berlaku kasar ke ibu, meskipun ke aku jika bandel ayah terkadang memukul aku, tapi aku sadar karena saat itu aku memang salah. dan aku juga bangga karena ayah sudah menepati janjinya jika akan berhenti selamanya dari judi dan minum hammer, dan itu ditepati beliau, hingga ayah harus berpulang diri ke sang pencipta 2 bulan yang lalu, aku dan ibu adalah saksi bahwa ayah tidak pernah kembali ke perbuatan judi dan minum, meskipun beberapa kali didatangi oleh teman-temannya dan diajak untuk kembali lagi. Dan terakhir aku ingin berterimakasih kepada allah swt yang telah memberi perantara sebuah buku berjudul "Siksa Neraka" untuk memberikan hidayah kepada ayah ku hingga membuat beliau bertaubat.
Kepada ayah ku, semoga allah menampuni dosa-dosa engkau ayahanda, dan semoga ayahanda adalah orang orang yang diterima taubatnya oleh allah swt dan termasuk orang-orang yang akan menghuni surganya yang penuh kenikmatan...
Salam rindu teruntuk ayahanda emoticon-roseemoticon-roseemoticon-roseemoticon-roseemoticon-rose

SEKIAN

Kisah Hidayah Seorang Ayah Berkat Buku Siksa Neraka Anaknya...

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di