alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kisah Risna, 3 Kali Nyaris Diperkosa Demi Berantas Buta Huruf di Papua
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cdbbfdbfacb9518097c6da0/kisah-risna-3-kali-nyaris-diperkosa-demi-berantas-buta-huruf-di-papua

Kisah Risna, 3 Kali Nyaris Diperkosa Demi Berantas Buta Huruf di Papua

Kisah Risna, 3 Kali Nyaris Diperkosa Demi Berantas Buta Huruf di Papua


Tak ada yang mengira, Risna Hasanudin, pendiri Rumah Cerdas Perempuan Arfak di Manokwari Selatan, Papua Barat, memiliki pengalaman pahit ketika berjuang mengentaskan buta huruf di Papua.
Risna bercerita, tahun 2014-2015, dirinya nyaris menjadi korban pemerkosaan oleh tujuh orang pria. Bahkan dua pelaku di antaranya adalah seorang ayah dan anaknya. Tak hanya sekali, peristiwa nahas itu ia alami sebanyak tiga kali.

"Kejadian pertama, yang saya alami pada awal saya merintis Rumah Cerdas Perempuan di Kobrey, pada bulan November  2014. Saya masih ingat jam 11 pagi, saat itu ingin mandi. Saat mandi dan mau memakai handuk, tiba-tiba dikejutkan dengan remaja laki-laki yang sudah di kamar mandi, dan dia sempat memegang pinggang saya sebelah kiri. Pelaku merupakan, anak tuan rumah yang saya tinggali. Satu minggu, saya menghabiskan waktu di luar rumah, untuk menenangkan diri," ujar Risna ketika dikonfirmasi Selasa (15/04).

Kejadian kelam itu membuat Risna trauma. Butuh waktu seminggu untuk memulihkan kondisi psikisnya, hingga akhirnya ia memberanikan melaporkan peristiwa itu kepada orang tua remaja tersebut.

Kisah Risna, 3 Kali Nyaris Diperkosa Demi Berantas Buta Huruf di Papua

Risna saat mengalami pendarahan akibat dikeroyok lima orang pria di Jalan Reremi. Foto: Dok. Pribadi Risna.

"Satu minggu setelah kejadian, saya memberanikan diri untuk pulang dan menceritakan kepada pemilik rumah (orang tua pelaku).  Saya memberikan pendapat kepada remaja ini, bahwa perilaku anak ini menyimpang, dan merupakan pelecehan. Saya mengatakan bahwa, anak-anak remaja seperti ini, melakukan hal-hal demikian diakibatkan karena kurang dukungan orang tua, menggunakan media sosial yang tidak ramah, serta pergaulan bebas," tegas Risna.

Usai peristiwa itu, Risna sempat berpikir untuk kembali ke rumah, melanjutkan studinya. Namun niatan itu ia urungkan. Risna sudah kepalang cinta dengan Papua dan bertekad membangun Rumah Cerdas Perempuan. Walaupun ia tahu risiko yang ia hadapi berat, Risna tak menyerah.

Sembari membangun Rumah Cerdas Perempuan, Risna menyibukkan diri dengan melakukan survei, ikut kegiatan warga ke hutan, membantu warga melakukan panen cokelat. Ia berharap dapat melupakan kejadian itu meski trauma masa lalu masih lekat di ingatan.

Belum pulih trauma yang ia rasakan, kejadian kelam itu harus ia hadapi lagi untuk kedua kalinya.

Pada 4 Januari 2015, Risna lagi-lagi mengalami 'ujian' yang lebih berat bahkan hampir membuatnya menyerah.

Sore itu, Risna hendak salat ashar, tiba-tiba dalam keadaan mabuk, ayah dari remaja yang sebelumnya ia laporkan, malah nyaris memperkosanya. Pria tersebut memegang wajah Risna. Tak butuh waktu lama bagi Risna untuk memberontak dan berteriak. Untung saja, teriakannya didengar oleh ipar perempuan si pelaku dan Risna selamat.

Diketahui, Risna tinggal di rumah pelaku atas ajakan istri pelaku lantaran dirinya tak memiliki keluarga di Papua.

Setelah kejadian malang itu, Risna melaporkannya ke kepala desa. Gayung bersambut, kepala desa setempat memberinya tempat tinggal dan memfasilitasi kegiatan literasi yang ia tekuni.

Kisah Risna, 3 Kali Nyaris Diperkosa Demi Berantas Buta Huruf di Papua

Pose Risna bersama keluarganya. Foto: Dok. Pribadi Risna.

Tak hanya melaporkannya ke kepala desa, Risna sudah berusaha menempuh jalur hukum namun tradisi 'berdamai' memaksanya untuk berhenti melanjutkan kasus tersebut.

"Penyelesaian hukum, tidak ditempuh. Bahkan bersikeras, namun budaya dan tradisi mengharuskan untuk berdamai. Namun tidak melupakan kejadian itu," lanjutnya.

Cobaan tak sampai di situ, pada 1 September 2015, dirinya berkunjung ke Kota Manokwari untuk bertemu dengan mahasiswa STIE yang pernah Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Kobrey.

Di sana mereka berdiskusi untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sosial terutama bidang pendidikan. Beberapa ide dipersiapkan, seperti mengadakan perpustakan gratis hingga pengadaan buku-buku bacaan anak dan umum di Kampung Kobrey. 

Usai berdiskusi, Risa pamit pukul 19.00 WIT menumpang ojek. Sesampainya di Jalan Reremi Manowari, lima orang pria menariknya dari motor.

"Saya ditarik dari motor dan saya mau diperkosa, saya dilecehkan. Saya marah dan memberontak. Alhasil, kepala saya yang jadi sasaran. Saya dipukul dengan batu dan pelakunya ada lima orang. Dan yang memukul kepala saya satu orang sementara teman-temanya hanya memandangi hingga ditolong oleh tukang ojek," kenangnya.

Kisah Risna, 3 Kali Nyaris Diperkosa Demi Berantas Buta Huruf di Papua

Risna Hasanudin bersama kedua orang tuanya. Foto: Dok. Pribadi Risna.

Akibat dari peristiwa itu, Risna mengalami pendarahan di hidung selama 6 bulan. Namun, lagi-lagi Risna harus menelan kenyataan pahit. Peristiwa tersebut tak selesai di meja hijau. Sementara itu, pelaku masih berkeliaran.

Risna lantas memutuskan kembali ke rumah, tempatnya merasa aman dan mendapat dukungan. Walaupun demikian, perjuangan Risna belum usai, ia tetap memupuk impian untuk bisa mencerdaskan perempuan di Papua.

"Saya kembali ke Ambon. Tapi, sebelum kembali, saya mengajak ibu saya untuk melihat kondisi tempat kegiatan. Ibu saya sangat tersentuh, dan beliau, serta kakak perempuan saya, memberi dukungan untuk kembali mengabdi di Papua," kata Risna.

Risna berharap kisahnya ini bisa menjadi introspeksi untuk aparat dan masyarakat agar memberikan rasa aman kepada perempuan atau siapa saja dari kejahatan seksual.

Belum lagi stigma buruk masyarakat yang melekat pada korban kejahatan seksual dan trauma mendalam yang harus dirasakan.

Pewarta: Paul

------------------------------

Apabila kamu mengalami kejahatan seksual dapat menghubungi Komnas Perempuan atau sejumlah mitra hukumnya seperti Lembaga Bantuan Hukum APIK, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), atau Yayasan Pulih.

Untuk mengadu ke Komnas Perempuan, hubungi hotline +62-21-3903963. Komnas Perempuan akan langsung melakukan advokasi sesuai permintaan dan kebutuhanmu.




https://kumparan.com/balleonews/kisa...ua-1r57c1ww0T6
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jaizal dan 6 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
wanita dengan mental baja ..... salute emoticon-thumbsup
Diubah oleh mantanpanasbung
Hebat juga wanita ini, gak pernah menyerah menggapai cita cita mulia meskipun cobaan dan marabahaya menantang...


Salute...


emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol
harusnya berbekal berbagai macam beladiri biar aman emoticon-Big Grin
hebat!!!
ya memang ada yg kepengen papua itu mundur terus
profile-picture
anita.sutanty memberi reputasi
Respect, harus nya media kita angkat berita macam ini. Mantap2 lanjutkan sis risna
profile-picture
raafirastania26 memberi reputasi
Satu kata idiot.

Apa yg kamu dapatkan dgn melakukan aktifitas itu? Ingin memberantas buta huruf? Apa harus kamu yg pergi kesana? Wanita? Berpikir cerdas lah.

Membantu org lain boleh2 sj tapi bantulah diri sendiri.

Tanpa kau turun kesana juga atau turun, gak ada efeknya. Biarkan laki2 yg ke pelosok. Jadi cari masalah, apalagi klo situ cantik.

Masih banyak cara yg bisa dilakukan tanpa kamu yg harus terjun kelapangan. Apalagi sendirian itu idiot namanya.

Update:
Banyak yg kasi bata? Apa kau juga idiot yg ngak bisa terima kritik yg benar? Berbuat mulia bukan berarti melakukan nya dgn tolol. Menolong org juga bukan berarti lepas kendali diri.

Kata pemadam kebakaran:
Jika kamu terjun ke terjangan api untuk selamatkan org, dan gagal tapi kamu berhasil keluar dgn selamat itu namanya sukses. Knp? Karena kau berhasil selamat satu nyawa yaitu dirimu sendiri.

Klo mau berantas buta huruf bukan begitu caranya, itu idiot dan tidak menghargai diri sendiri serta pemerintah.

Pemerintah sudah punya program pemberantasan buta huruf, Jd tolol jika kauai sendiri pergi kesana. Cukup hubungi pemerintah setempat, ajukan proposal dan jenis kegiatan, nanti bisa dibantu dan dikenalkan ke LSM, organisasi disana. Dgn begitu lu bisa punya teman, atasan, base camp, dll.

Bukan bertindak tolol pergi sendirian. Ibarat org idiot yg pergi sendirian untuk bantu korban perang, kelaparan dll di luar negeri. Mereka semua itu gabung dgn suatu organisasi, bukan asal main pergi.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
...vero dan 19 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh sfast
perempuan hebat, semoga selalu diberi kemudahan...
bantu sih bantu....tapi kalo udah berkali2 kejadian dia ga juga minimal membekali diri dengan dasar2 beladiri agak bunuh diri ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
chingkuo dan 4 lainnya memberi reputasi
kok GA disebut Yang mau memperkaos org apa..

Harus Hati Hati...
Diubah oleh dcp1968
satu kata yaitu konyol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
re.cozy dan 2 lainnya memberi reputasi
wanita hebat, semoga dia mendapat berkah atas usaha sosialnya yang memang mulia.

untuk seorang wanita yang ingin berkecimpung di kegiatan sosial, di daerah yang tidak / belum dikenal, APALAGI PAPUA yang (maaf) masih banyak yang berpikiran primitif, saran saya WAJIB ada pendamping
Ane bingung sama cerita ini. emoticon-Bingung

Oke lah, kalo yang bapak2 mabok mungkin ada niat merkosa. Mungkin ya. Walau ga tau juga. Dia bilang pegang muka. Apakah ada aksi lebih lanjut yang lebih mengarah ke pemerkosaan?

Kalo yang anaknya ngumpet di kamar mandi untuk ngaggetin, trus 'sempat megang pinggang kiri'... Ini 'nyaris diperkosa' nya dimana? Ane ngerasa si anak ini cuma iseng doang, walau memang agak kejauhan.

Lalu yang 5 orang nyeret dia jatoh dari ojek. Yakin mau perkosa atau pengen maling doang? Masa ya orang gerombolan niat merkosa, narik dari motor di tengah jalan, di depan saksi mata, terus ngegebug korban lalu diem aja sampe si supir ojek akhirnya nolongin?


Sori, ane ga yakin sama kredibilitas cerita ini. Mungkin memang benar kejadian, cuma bukan sampe sejauh 'nyaris diperkosa'. emoticon-EEK!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
...vero dan 5 lainnya memberi reputasi
emoticon-Matabelo keep strong emoticon-2 Jempol
salut sama mentalnya
tapi harus ada pendampingan jg kalo dah berkali2 kayak gitu emoticon-Shakehand2
salut untuk mbaknya, semoga berhasil perjuangannya. lha kita diem2 aja disini, masa ga bantu doain juga malah ngata2in.
cerdaskan Papua cerdaskan Indonesiaemoticon-Jempol
Quote:


di manokwari, papua barat itu mayoritas pendatang/transmigran
Diubah oleh tiyorahmat
Inspirasi emoticon-2 Jempol
mari kita dorong ratna dan hanum ke sana ....
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di