alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Mengungkap Kisah Masjid Agung Kotagede, Jadi yang Tertua di Yogyakarta
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cdb0a928d94d0120a02eccd/mengungkap-kisah-masjid-agung-kotagede-jadi-yang-tertua-di-yogyakarta

Mengungkap Kisah Masjid Agung Kotagede, Jadi yang Tertua di Yogyakarta

Mengungkap Kisah Masjid Agung Kotagede, Jadi yang Tertua di Yogyakarta

Ketika mendengar kata Kotagede, mungkin yang terlintas pertama kali adalah berbagai jenis kerajinan dari perak. Kotagede yang terletak di Kabupaten Bantul ini memang terkenal sebagai sentra kerajinan perak.

Sebenarnya Kotagede tidak melulu tentang wisata kerajinan perak saja lho, kamu juga bisa berwisata sejarah. Pasalnya, wilayah tersebut pernah menjadi ibu kota Kerajaan Mataram Islam.

Nah, salah satu destinasi menarik untuk dikunjungi di Kotagede yakni Masjid Gedhe Mataram atau Masjid Agung Kotagede yang berdiri pada abad ke-16.


1. Dibangun pada masa pemerintahan Ki Ageng Pamanahan
Mengungkap Kisah Masjid Agung Kotagede, Jadi yang Tertua di Yogyakarta
Asal muasal kisah Masjid Gedhe Mataram terjadi ketika Ki Ageng Pamanahan membuka alas atau hutan Mentaok di Kotagede. Ia berniat membangun pemukiman yang kelak berfungsi sebagai pusat pemerintahan kerajaan. Masjid Agung Kotagede pun didirikan dan selesai dibangun pada 1589 atau pada akhir abad ke-16.

Struktur bangunan masjid awalnya masih berupa langgar. Baru ketika anak Ki Ageng Pamanahan, Panembahan Senopati, bertahta, surau tersebut dipindahkan. Kemudian,  langgar dibangun menjadi Masjid Agung Kotagede.


2. Berdiri berdasarkan konsep masjid-makam
Mengungkap Kisah Masjid Agung Kotagede, Jadi yang Tertua di Yogyakarta
Bangunan Masjid Gedhe Mataram dibagi menjadi beberapa bagian, yakni halaman, pagar keliling, masjid, dan makam. Makam yang terdapat di Masjid Agung Kotagede hanya diperuntukkan bagi keluarga besar trah raja-raja Mataram Islam.

Ada juga tempat peristirahatan terakhir yang terletak di belakang masjid. Tempat tokoh penting kerajaan seperti Ki Ageng Pamanahan dan Panembahan Senopati disemayamkan. Ada pula makam Sultan Hamengku Buwono II serta kuburan Panembahan Seda Krapyak yang merupakan ayah raja terakhir Mataram Islam, Sultan Agung.


3. Bentuk akulturasi dengan budaya lain
Mengungkap Kisah Masjid Agung Kotagede, Jadi yang Tertua di Yogyakarta
Meski menjadi tempat ibadah bagi umat muslim, Masjid Agung Kotagede merupakan peninggalan sejarah akulturasi budaya yang berlangsung saat era Kerajaan Mataram Islam. Beberapa jejak budaya Islam, Jawa, Hindu, dan China bisa ditemukan pada tata bangunan masjid berusia ratusan tahun tersebut.

Peneliti dari Universitas Diponegoro dalam jurnalAkulturasi Budaya pada Bangunan Masjid Gedhe Mataram Yogyakarta” (2017) menjelaskan pengaruh budaya Hindu terlihat kental pada bagian luar kompleks Masjid Gedhe Mataram. Pengunjung akan melihat gerbang masjid berbentuk gapura seperti yang ada pada candi. Dinding pagar yang mengelilingi masjid, di sisi lain, juga berhiaskan relief candi.

Terdapat pula tempat pemandian yang dilengkapi dengan gapura di dalam kompleks masjid. Dinding makam keluarga besar trah raja-raja pun berhiaskan ornamen seperti di candi.


4. Mengadopsi budaya Jawa dan Islam
Mengungkap Kisah Masjid Agung Kotagede, Jadi yang Tertua di Yogyakarta
Di samping budaya Hindu, Masjid Gedhe Mataram juga menyerap budaya Jawa dan Islam. Bangunan yang dengan ciri budaya Jawa yakni pacaosan, yang biasanya digunakan sebagai ruang tunggu ketika ada kegiatan di masjid.

Dalam tata ruang Jawa, pacaosan merupakan tempat seseorang menunggu ketika ingin masuk ke ruang raja. Tata ruang di luar Masjid Agung Kotagede pun menyerupai pola kerajaan Islam Jawa, di mana ada halaman yang menyerupai alun-alun, lengkap dengan pohon beringin.


5. Atap mirip pagoda China
Mengungkap Kisah Masjid Agung Kotagede, Jadi yang Tertua di Yogyakarta
Unsur budaya China seperti atap berbentuk tajug bersusun tiga yang menyerupai pagoda, pembuatan pondasi dari batu alam, dan penggunaan dinding batu bata tampak pada Masjid Agung Kotagede. Pengaruh ini tidak terlepas dari sejarah orang China yang datang ke Nusantara untuk berdagang.

Itulah perjalanan penulis di Masjid Agung Kotagede di Yogyakarta yang bisa jadi gambaran buat kamu yang juga akan ke sana. Siap menjelajah?


Sumber : https://www.idntimes.com/travel/dest...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Mengungkap Kisah Masjid Agung Kotagede, Jadi yang Tertua di Yogyakarta 5 Salat Sunah Ini Bisa Kamu Lakukan Selama Ramadan, Jadi Ladang Pahala

- Mengungkap Kisah Masjid Agung Kotagede, Jadi yang Tertua di Yogyakarta 5 Kebaikan Spiritual yang Bisa Didapat dari Salat Tarawih 

- Mengungkap Kisah Masjid Agung Kotagede, Jadi yang Tertua di Yogyakarta 5 Hal Unik tentang Itikaf Saat Ramadan yang Harus Kamu Tahu

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di