alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Kerusuhan Anti-Muslim Melanda Tiga Distrik di Sri Lanka
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cda6c6d09b5ca717b222b82/kerusuhan-anti-muslim-melanda-tiga-distrik-di-sri-lanka

Kerusuhan Anti-Muslim Melanda Tiga Distrik di Sri Lanka

COLOMBO, - Kerusuhan anti-Muslim dilaporkan terjadi di setidaknya tiga distrik di utara ibu kota di Sri Lanka, dalam aksi kekerasan terbaru di negara itu pascaserangan teror bom Minggu Paskah, bulan lalu.

Akibat kerusuhan yang terus meluas, pemerintah Sri Lanka memberlakukan jam malam di secara nasional, pada Senin (13/5/2019).

Sumber resmi kepada AFP mengatakan, jam malam diberlakukan guna mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut dan meluas ke wilayah lain di negara berpenduduk 21 juta orang itu.

Awalnya, aksi kekerasan yang menyasar warga Muslim Sri Lanka terjadi di distrik Puttalam, Kurunegala, dan Gampaha. Warga pun diminta tetap di dalam rumah.

"Jam malam di tiga distrik tersebut akan dicabut pada Selasa (14/5/2019) pukul 06.00, sedangkan di wilayah lain di seluruh negeri jam malam akan diberlakukan mulai 21.00 hingga 04.00 waktu setempat," kata polisi dalam pernyataannya.

Polisi menyebut telah terjadi insiden sporadis di mana massa melempar batu dan membakar kendaraan milik warga Muslim. Di kota Hettipola dilaporkan setidaknya tiga toko dibakar.

Polisi dan pasukan keamanan telah dikerahkan untuk membubarkan massa menggunakan gas air mata di enam kota pada Senin pagi.

"Sejumlah toko menjadi sasaran serangan. Saat massa mencoba menyerang masjid kami melepaskan tembakan ke udara dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan mereka," kata seorang perwira polisi senior, kepada AFP.

Tidak ada laporan mengenai korban maupun pihak yang ditangkap atas insiden kerusuhan tersebut.

Kekerasan diduga dipicu sebuah pesan video yang diunggah ke media sosial yang memuat pesan provokasi.

Sebagai antisipasi pemerintah Sri Lanka telah memerintahkan penyedia layanan internet untuk memblokir akses ke media sosial Facebook, WhatsApp, dan Instagram.

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, mendesak masyarakat untuk tidak percaya rumor dan memperingatkan bahwa kerusuhan sipil semakin meregangkan pasukan keamanan yang dikerahkan.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi palsu," kata Wickremesinghe di Twitter, yang tidak turut diblokir.

"Pasukan keamanan telah bekerja tanpa lelah untuk menangkap teroris dan memastikan keamanan negara. Namun setiap kali terjadi kerusuhan sipil maka kita menambah beban kerja mereka dan menghambat penyelidikan yang sedang berlangsung," tambahnya.

https://internasional.kompas.com/rea...k-di-sri-lanka

yang saya khawatirkan akhirnya benar-benar terjadi dan menjadi nyata, Muslim di Sri Lanka benar-benar porak poranda bisa dikatakan peristiwa ini efek serangan balik dari bom paskah beberapa waktu lalu

Sesama SAMAWI radikal paok saling baku hantam

emoticon-Traveller emoticon-Traveller emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
christomathew dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh matthysse67
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
sebenernya nyaris semua Agama begini
cuma keliatan Samawi saja yang kebangetan
karna banyak contohnya
dan agama Mayoritas
profile-picture
profile-picture
matthysse76 dan matthysse67 memberi reputasi
kemungkinan keluarga korban bom menuntut pembalasan emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
matthysse76 dan matthysse67 memberi reputasi
Quote:


menuntut pembalasan dengan jumlah korban yang setimpal itu yang bahaya

emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
christomathew dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


setimpal mah nggak papa
kalau minta lebih?
seperti Ngisroil
profile-picture
profile-picture
profile-picture
matthysse76 dan 2 lainnya memberi reputasi


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di