alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Ibu, Maafkan Diriku yang Dulu
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cda5d6988b3cb1758171708/ibu-maafkan-diriku-yang-dulu

Ibu, Maafkan Diriku yang Dulu

Ibu, Maafkan Diriku yang Dulu

Ibu, Maafkan Diriku yang Dulu

Gambar: Pinterest

Delapan belas tahun yang lalu, Asyifa Zahra dilahirkan dari perut seorang wanita yang dipanggil Ibu. Kini, Zahra tumbuh menjadi gadis remaja yang tinggi dan cantik. Tubuhnya yang proposional membuat para mata lelaki tak pernah lepas memandangnya. Ibu selalu mewanti-wanti untuk memakai jilbab, namun Zahra hanya menganggapnya omong kosong.

Quote:


Setiap ke sekolah, Zahra selalu mengurai rambutnya dan berpakaian ketat. Ia terlihat bangga jika para lelaki menatapnya. Karena baginya mereka terpesona dengan kecantikannya.

"Zahra," panggil Aldo, ketua Osis di sekolahnya.

Zahra menoleh dan tersenyum. Dalam hati ia bertekad akan menaklukkan hati Aldo. Ia harus bisa membuktikan bahwa lelaki memang mencintai karena rupa. Rupa yang menawan akan membuat para lelaki takhluk kepadanya.

"Nanti pulang sekolah ada acara, gak?"

Zahra tampak berfikir dan menggeleng. "Enggak tau, sih."

Aldo meraih tangan Zahra. Menggenggamnya dengan erat. "Kalau gak, jalan-jalan, yuk!"

Zahra mengangguk. Siapa sangka bahwa Aldo ada niat buruk dibalik ajakan jalan-jalan.

Quote:


Zahra bingung saat pulang justru mendapati bendera kuning menancap di pagar rumahnya. Banyak warga yang datang sambil membacakan surat Yasin. Langkah kakinya semakin mendekat.

"Ada apa ini?" tanyanya.

Rina, tetangga Zahra memeluk Zahra pelan. "Ibu kamu telah pergi. Yang sabar, ya."

"Apa maksud, Anda?"

"Tadi, Ibu kamu sempat berpesan ke saya kalau kamu sudah pulang tolong telfon. Ibu kamu mencari kamu karena tidak kunjung pulang. Wajahnya khawatir. Namun, belum sampai 10 menit, saya mendapat kabar bahwa Ibu kamu ditabrak sebuah mobil yang diduga pengemudinya mabuk berat," jelas Tante Rani.

Zahra menggeleng pelan. Ini tidak mungkin.

"Dan, kamu harus tahu bahwa Ayahmu juga ada dalam mobil itu."

Seakan mendapat lemparan batu mengenai hatinya. Itulah yang dirasakan Zahra. Sakit. Ia menghampiri jenazah Ibu. Air mata mengalir dengan deras.

Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
alikadea dan 8 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Kita akan sadar disaat kehilangan sesuatu yang sangat berharga..
Bioskop itu sebenarnya lebih banyak mudharatnya drpada manfaatnya
profile-picture
ilafit memberi reputasi
Quote:


Iyap..kalau mau nonton harus memilah dulu bagaimana filmnya
Nah🙂🙂
profile-picture
ilafit memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Mantul nih sis, tapi sedih
profile-picture
ilafit memberi reputasi
Jadi teringat emoticon-Mewek
profile-picture
ilafit memberi reputasi
terinsiprasi😂😂😂
profile-picture
ilafit memberi reputasi
Quote:


Hehe😂
Quote:


Waduh, teringat apa nih?
Quote:



Terinspirasi siapa nih? Wkwk
Quote:


Bunda emoticon-Frown duh tak sanggup teringat
profile-picture
ilafit memberi reputasi
sedih hikss hu...hu..hu..emoticon-Matabelo emoticon-Mewek
profile-picture
ilafit memberi reputasi
Quote:


Selagi masih ada jangan disia-siakan, ya. Buat Ibu bangga
Quote:


Sabar, Kak.
Selalu memaafkan anak-anaknya
profile-picture
ilafit memberi reputasi
Quote:


Iyap, Kak. Apapun kesalahan anaknya
ya allah bikim sedih
profile-picture
ilafit memberi reputasi
nice banget
profile-picture
ilafit memberi reputasi
Quote:


Sabar, mak
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di