alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Marak Jual Beli Data Pribadi Nasabah Kartu Kredit, Dari Gaji Hingga Nama Orangtua
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd931b5a2d1951d5b72b2d0/marak-jual-beli-data-pribadi-nasabah-kartu-kredit-dari-gaji-hingga-nama-orangtua

Marak Jual Beli Data Pribadi Nasabah Kartu Kredit, Dari Gaji Hingga Nama Orangtua

Senin, 13 Mei 2019 09:31

Marak Jual Beli Data Pribadi Nasabah Kartu Kredit, Dari Gaji Hingga Nama Orangtua
KOMPAS/DOKUMENTASI
Keterangan penghasilan berupa slip gaji, dan rekening koran, menjadi beberapa persyaratan mengajukan kartu kredit ke bank. Oleh sebagian kalangan tenaga pemasaran, data terkait penghasilan dan rekening tabungan itu potensial diperjualbelikan untuk kepentingan pemasaran produk perbankan.


TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Informasi
data pribadi diperjualbelikan secara bebas dengan harga bervariasi di kalangan tenaga pemasaran
kartu kredit .

Begitu hasil dari investigasi Kompas.
Data yang dijual berisi informasi nama, nomor telepon, alamat, hingga nama orangtua.

Namun ada juga yang dilengkapi dengan informasi kemampuan finansial pemiliknya.

Data pribadi tanpa dilengkapi kemampuan finansialnya dijual Rp 300 per data.

Sementara yang dilengkapi informasi kemampuan finansial pemiliknya dibandrol Rp 20.000 - Rp 50.000 per data.

Seperti dilansir Kompas Senin (13/5/2019), RF, seorang tenaga pemasaran kartu kredit , pada pertengahan bulan lalu, menawarkan 1.101 data nasabah seharga Rp 350.000, atau sekitar Rp 318 per data.

Ia mengklaim seluruh data itu merupakan data pribadi nasabah yang mengajukan aplikasi kartu kredit salah satu bank swasta tahun 2017-2018.

“Data ini berisi data nasabah cc (credit card),” katanya.

Kompas lantas menghubungi Yanti (45), salah satu nama dalam
data pribadi yang dijual RF.

Ia mengakui bahwa seluruh informasi terkait dirinya di data itu benar.

Mulai dari nama lengkap, nomor telepon seluler, nomor kartu kredit , alamat rumah dan kantor, tanggal lahir, hingga nama ibu kandung.

Tetapi Yanti mengaku bukanlah nasabah kartu kredit bank swasta seperti yang diklaim RF, melainkan nasabah kartu kredit salah satu bank milik Badan Usaha Milik Negara.

Lumrah

Menurut koordinator pemasaran
kartu kredit salah satu bank di Jakarta Pusat, JS, pembelian data pribadi dari karyawan bank sudah lumrah di kalangan tenaga pemasaran
kartu kredit .

Kata JS, data pribadi yang kualitasnya bagus bisa dijual Rp 1 juta untuk 50 data atau Rp 20.000 per data.

Data ini tipe ini dilengkapi informasi gaji dan ditambah informasi keuangan dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut JS, kadang ada karyawan bank yang bersedia dibayar untuk memberikan data pribadi nasabah.
Komisinya sebesar Rp 50.000 untuk setiap data yang disetujui pengajuan
kartu kredit nya oleh bank.

JS dan anak buahnya bisa meraup jutaan rupiah dari penjualan data diri nasabah.

Selain dapat Rp 1 juta untuk 50
data pribadi yang dijual, ada juga komisi Rp 200.000 untuk kartu kredit jenis gold dan Rp 400.000 untuk jenis platinum yang disetujui bank.

Selain itu JS mengatakan, jika datanya bagus, dari 50 ada peluang 30-40 orang di dalamnya bersedia mengajukan permohonan kartu kredit jenis platinum.

Total komisi yang bisa diraup JS dan anak buahnya pun bisa mencapai Rp 12 juta hingga Rp 16 juta.

JS mengaku memang tidak setiap saat data bagus itu tersedia.

Ia pun mengaku hanya membeli
data pribadi jika ia terdesak harus memenuhi target aplikasi kartu kredit .
Tak hanya itu, JS juga mengungkapkan data diri nasabah bisa dijual berkali-kali ke sejumlah pihak.

Data ini disebut data sampah. Muaranya diperjualbelikan via online.

“Itu data (pribadi) yang dijual di online sudah dijual berkali-kali, makanya murah. Datanya sudah dijual ke bank A, kemudian ke bank B (untuk kebutuhan tele- marketing). Orang kan butuh data, butuh penuhi target. Makanya ada jual beli data,” katanya.

Penelusuran Kompas, jual beli data di daring mudah sekali dijumpai di pasar hingga situs daring.

Setiap data yang dijual sangat murah, mulai dari Rp 0,1 hingga Rp 16 per data.

Bocor dari mana?

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Kartu Kredit Indonesia, Steve Martha, maraknya jual beli data pribadi diduga untuk menjaring minat tenaga pemasaran, termasuk tenaga telemarketing produk perbankan.

Sementara itu Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rohan Hafas pun mengungkapkan, selama ini penjualan data pribadi nasabah
kartu kredit telah menjadi isu dalam industri perbankan.

Namun ia menegaskan data nasabah yang beredar dan diperjualbelikan bukan disebabkan kebocoran sistem bank.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Komisioner OJK, Heru Kristiyana mengatakan bahwa informasi keuangan nasabah terutama simpanan nasabah merupakan rahasia bank sehingga dilindungi undang-undang.

(Disarikan dari pemberitaan Kompas, 13 Mei 2019, dengan judul Data Pribadi Dijual Bebas )

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas

http://bogor.tribunnews.com/2019/05/...-nama-orangtua
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
aduhh ngeri kali
Gw sering nih nerima2 sms pinjol2 kaga jelas tau dapet darimana nomor gw
Gw nih korbanya, awalnya ngajuin kartu kredit danamon platinum. Skrng hampir tiap hari ada yang nelp nawarin asuransi lah, nawarin pinjaman lah, sampai nawarin langganan beli pulsa pakai kartu kredit ane.... Pernah nomornya ane block semua, eh nelp ke nomor kantor.. bener2 menggaggu sih menurut ane
profile-picture
baksourattulang memberi reputasi
Memang Data Pribadi sekarang Mudah Di Bocorin.
Jadi Bagaimana nih menambah keamanan dari Pengelola Perbankan emoticon-Mad
Diubah oleh tiwer
ane mah butuh nama, no tlp mbak2 teller bank yg rada2 gimana... emoticon-Genit
profile-picture
donal.truk. memberi reputasi
pake apps true caller, buat lsg blok2 no sampah.
Quote:


om ane mau nawarin asuransi.. klaim dibayar sesuai tagihan... minat.. pm langsung.. emoticon-Big Grin
lah bgsat , pantesan agen asuransi pada tau nomor telpon ane, padahal ane cuma pernah kasih data sama bank pas ajuin CC aja
Ini bisa dibawa ke ranah hukum gak ya? Kalo bisa mau gua tuntut semua itu bank.
Quote:


Ya sumbernya dari sana gan... Yang ane kesel sih mereka sampai nelp nawarin asuransi ke nomor kantor.. kok kesannya kayak ane dikejer2 karena gak bayar utang ya..Ampe segitunya nelponin nomor kantor karena di HP semua nomor mereka ane block emoticon-Hammer2
semenjak buka rek di mandiri nih sering ditelpon nawarin asuransi, selalu ane tolak
buka rekening juga sama ditawarin asuransi, ane gak mau.. ampe dikata2in pelit ama tellernya emoticon-Big Grin
lah ane dah ada BPJS, potongan ratusan ribu pula dari gaji per bulan, blm BPJS bini..
ditawarin CC ane gak mau, resiko kebocoran data paling parah.. ID kita diobral2.
perlu UU perlindungan konsumen/data, gak hanya kebocoran dari perbankan/asuransi, tp juga dari aplikasi gaje di hp
dalam kasus spt ini bisa diajukan pidana ga siy?

emoticon-Matabelo
Ya inilah, Uni Eropa sudah punya undang-undang perlindungan data. Kita kaga punya, ngeles mulu.
ya hati-hati
udah jadi rahasia umum ini...


gue sempat ditelponin terus2an hampir sebulan dan ditawarin mcm2, mulai dari kk sampe asuransi, dimana mereka para penelepon berasal dari bank bank ternama diindonesia, baik yg swasta maupun bumn...


Sampe sempat ane bentak dengan keras dan kasar itu mbak2 call center bank nya karena selalu mengganggu ane hampir setiap hari selama seminggu...
ada jual data


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di