alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
FSM-Sumut: Diskotik dan KTV Bukan Budaya Indonesia
4.2 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd90c8eeaab253de36965ee/fsm-sumut-diskotik-dan-ktv-bukan-budaya-indonesia

FSM-Sumut: Diskotik dan KTV Bukan Budaya Indonesia

FSM-Sumut: Diskotik dan KTV Bukan Budaya Indonesia
Muhammad Mas'ud Silalahi

Koordinator Nasional FSM Sumut Muhammad Mas’ud Silalahi mengatakan bahwa Diskotik dan Karoke bukan budaya Indonesia.

Saya heran, mengapa ada golongan masyarakat yang sangat membenci budaya arab padahal itu hanya sebatas fashion jubah dan cadar tapi ketika ada budaya dugem di diskotik dan ktv dengan fashion yang saya kira itu tidak layak dipakai justru tidak di kritik dan disikapi. Semestinya kelompok-kelompok yang anti budaya asing itu lebih menyoroti persoalan moralitas yang telah merusak mental anak bangsa ini.

Dia menyayangkan, bila diskotik dan ktv tetap terus dibiarkan berdiri tegah di bangsa ini. Mas’ud menilai, itu adalah salah satu bentuk penjajah dan penjajahan gaya baru yang telah merusak anak bangsa.

“Dari sana akan lahir para pecandu-pecandu narkoba dan narkotika, minum-minuman alkohol dan pelacuran,” ujar Mas’ud ketika dimintai tanggapan oleh wartawan pada Senin (13/5/2019).

Maka dari itu, alumni HMI itu menyarankan oleh pemerintah dari tingkat Nasional, Provinsi dan Kab/Kota untuk menyikapi hal ini dan bila perlu itu semua ditutup saja. Jangan karena pendapatan dari hasil pariwisata kita mempertahankan budaya yang merusak tatanan peradaban bangsa ini. “Toh hasil pariwisata kita tidak hanya dari dunia hiburan malam kok, kita ini bangsa yang kaya akan sumber daya alam, bukan negara miskin,” tutur Mas’ud.

Soal diskotik, aktifis sosial itu menilai, para petinggi bangsa ini juga tidak menginginkan anak cucu mereka memasuki dunia hiburan malam apalagi harus terjerumus memakai barang haram narkoba dan narkotika. Bila memang benar dugaan saya jika mereka juga tidak menghendaki anak cucunya terjerumus itu artinya tidak ada alasan untuk memberi izin berdirinya diskotik dan ktv di bangsa ini.

“Pemko Medan dan Pemprov Sumut harus tegas dan dapat memberi contoh kepada Provinsi dan Kab/Kota se-Indonesia untuk menjadi Kota dan Provinsi yang bersih dari diskotik dan ktv. Saya akan mengapresiasi sekali langkah pemerintah bila berani tegas untuk pengusaha yang ingin merusak mental anak bangsa ini,” tutup Mas’ud Silalahi. Berita Medan, MN

http://mudanews.com/sosial-budaya/20...aya-indonesia/


baju gamis,celaan cingkrang,nama muhammad,sholat dan masjid jg bukan bagian dr budaya indonesia...

dari sana lahir tukang bom dan kimpoi kontrak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
motorage dan 10 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
TOLOL coba liat ciri khas teroris
Apa suka dugeman? emoticon-Leh Uga
Lbh merusak mana terorisme ato narkoba
Teroris lah
Teroris korbannya tdk pny pilihan
Narkoba? Korbannya bs memilih, kl ga ad permintaan mana ad penawaran!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bangtien dan 8 lainnya memberi reputasi
yang asli cingkrangan ? emoticon-Bingung

emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
.lockdown. dan 3 lainnya memberi reputasi
Bodo amat

Gw mah hiburannya main kaskus soalnya emoticon-Hammer2

No narkoba, no tuak bir
profile-picture
profile-picture
profile-picture
xiaoxiao20 dan 2 lainnya memberi reputasi
Mending mabuk alkohol dibanding mabuk agama
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reita96 dan 2 lainnya memberi reputasi
ts bata atau cendol ya ?
profile-picture
greedaon memberi reputasi
Ane setuju itu bukan budaya Indo, tapi jangan tebang pilih kipli.. Itu budaya "daster" juga bukan dari Indo, budaya Indo itu "sarungan".
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MRA806 dan 6 lainnya memberi reputasi
sama2 musik Sabyan Gambus dan Nasyid juga bukan budaya indonesia...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MRA806 dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh masgembus
diskotik klo mati paling mati sendirian OD, gagal jantung, kecapekan, naah klo budaya sobat gurun mau mokad doi ngajak2 bre, blodos sesuka hati emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
MRA806 dan 3 lainnya memberi reputasi
haha, dikasih donasi juga diem ini kelompok.
profile-picture
profile-picture
greedaon dan Terafim memberi reputasi
budaya ngeseks kontrak turis arab di puncak itu juga bukan budaya indonesia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
cantona78 dan 6 lainnya memberi reputasi
KON TOL BUSUK LU!! SOK SUCI!!
profile-picture
greedaon memberi reputasi
Diubah oleh Terafim
Budaya ngarab juga bukan budaya indonesia...


emoticon-Najis


Bego kok gak berujung...

profile-picture
greedaon memberi reputasi
Balasan post cantona78
Jubah ninja itu budaya asli ketimur agak ketengahan
profile-picture
greedaon memberi reputasi
maka lestarikan budaya 'asli' indonesia seperti lapo tuak dan sabung ayam..
emoticon-Coblos
profile-picture
profile-picture
profile-picture
121Z4 dan 2 lainnya memberi reputasi
Ane sih lebih respek sama pecandu narkoba daripada pecandu agama emoticon-Blue Guy Smile (S)

Andi arif >>>>>> bibib pisang















































emoticon-raining
profile-picture
greedaon memberi reputasi
kalo rido rhoma itu pecandu narkoba yg lahir darimana dong yak? emoticon-Bingung
profile-picture
greedaon memberi reputasi
Balasan post Kakek.Sugiono69
Itu budaya asli
Arab itu ras dewa pujaan kampret!
profile-picture
greedaon memberi reputasi
Balasan post sudarmadji-oye
Apa nak ridho suka dugeman
Onde mande
profile-picture
greedaon memberi reputasi
Balasan post primadona.desa
Babi guling saksang anjing jg budaya asli indonesia
profile-picture
greedaon memberi reputasi
Balasan post lordandras
nah mangkanya itu om, om rido kan alim, mana suka dugem ke diskotik yakan
tapi kok narkoba, narkobanya lahir darimana dong?
profile-picture
greedaon memberi reputasi
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di