alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kulamar Engkau Dengan Bismillah
5 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd8eeb882d49538d84c4d22/kulamar-engkau-dengan-bismillah

Kulamar Engkau Dengan Bismillah

Kulamar Engkau Dengan Bismillah

Pilihan Hijrah Terakhir
Kulamar Engkau Dengan Bismillah
Sumber Foto : Pinterest

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
emoticon-terimakasihHappy Readingemoticon-terimakasih
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mendung bergelayut di bibir cakrawala, ikut menenggelamkan senja bersama suasana sore yang kelam, bianglala tak lagi menampakkan keindahannya. Suasana kelabu sangat terasa, merundungi hati yang kian berawan, ibarat mendung di atas langit yang tak lagi biru, yang seakan mengancam akan menurunkan bulir-bulir tirta nan deras.

Sejak kepergian Clara, hatiku seakan ikut pergi meninggalkan raga. Tiada lagi senandung melodi indah, yang selalu mengiringi hari-hari kala menemani gadis pujaanku berlatih piano. Kecelakaan tragis yang menimpanya saat sedang menyebrang jalan masih teringat jelas di pelupuk mata yang seakan tak ingin terkatup rapat.

Kembali terbayang kala itu, saat aku sedang bersama Clara, menemani gadis itu ke penampilan resitalnya. Rasa bahagia menyusupi hati, betapa perjuangan melatih seorang Clara akan berakhir dengan penampilan perdananya.

Namun, apa hendak dikata. Saat sedang menuju gedung pertunjukan, Clara memintaku berhenti sejenak di pinggir jalan, karena ia hendak membeli air mineral di seberang jalan. Saat sedang menyebrang, tiba-tiba ada mobil yang melaju cukup kencang ke arah Clara.

Ciiit โ€ฆ.

Bruuk!

"Ya Allah โ€ฆ Claraaa!"

***๐Ÿ’”๐Ÿ˜”๐Ÿ’”๐Ÿ˜”๐Ÿ’”๐Ÿ˜”๐Ÿ’”***


"Hei, ada apa, Randy? Kenapa kau tiba-tiba berteriak memanggil Clara?" Tepukan di bahu membuatku tersadar seketika, rupanya kenangan masa silam masih membekas dalam ingatan. Menghentakkan sisi melankolis jiwaku merambah lintas waktu kala bersamamu, Clara.

"Ooh โ€ฆ Ibu rupanya. Maafkan Randy, Bu."

"Makanya, sore-sore begini jangan suka melamun, ayo masuk โ€ฆ tak lama lagi waktu berbuka puasa tiba
," ajak ibu.

"Ayo Bu, kita masuk."

Ini sudah hari keenam puasa Ramadhan di tahun ini, berarti sudah genap setahun kepergian Clara menghadap-Nya. Namun, rasa sedih akan kehilangannya โ€ฆ masih melekat di dinding memori. Ini tak bisa dibiarkan.

Setelah bersama-sama ibu di meja makan, aku pun membuka percakapan agar ibu tidak duluan bertanya soal teriakanku tadi saat di duduk di teras.

"Semoga sebentar hujan tak turun ya, Bu. Di luar mendung tadi."

"Iya Randy, ย semoga aja ... biar bisa ke mesjid untuk sholat tarawih. Mumpung bulan Ramadhan. Saatnya kita hijrah 'tuk memperbaiki diri, meraih banyak pahala dan menjaring amal ibadah buat bekal di akhirat nanti."

"Iya, Bu. Aamiin.
"

***โค๐ŸŒน**โค**๐ŸŒนโค***

Alhamdulillah, malamnya hujan batal mengunjungi bumi. Angin dingin berhembus sepoi-sepoi membelai sukma, memberi kesegaran malam dengan hawanya yang khas. Udara yang sangat bersahabat menghantarkan kedamaian yang begitu khusyu'.

Aku dan ibu berjalan bersama menuju mesjid terdekat dari kompleks rumah kami. Bersisian dengan beberapa tetangga yang juga ikut berjalan bersama kami menuju tempat beribadah umat muslim, masjid At-Taqwa.

Di antara iringan tetangga, aku melihat sosok yang berbeda dari yang lain. Penampakan seorang gadis cantik berkulit putih, tinggi tubuh yang semampai dan cahaya di wajahnya itu, ya Allah! Apakah ini salah satu petunjuk-Mu?

Tak sadar, tanganku menyenggol lengan ibu. "Bu, dia siapa?" Sambil mengarahkan telunjuk ke arah gadis yang kumaksud.

Ibu sontak melihat ke arah gadis itu, "Oh, dia itu Risma. Anaknya ustadz Syam. Teman sepermainanmu waktu kecil. Kenapa, Ran? Apa kau sudah lupa pada Risma?" tanya ibu.

"Gak kok, Bu. Cuma nanya aja, soalnya Randy baru liat dia lagi," jawabku.

Baru kali ini aku merasa malu, bertanya tentang seorang gadis yang rupanya pernah menjadi teman sepermainanku, kala masih mengaji pada ayahnya. Namun, wajar saja, setelah tamat kuliah dan memutuskan hijrah ke kota mencari pekerjaan. Momen pulang kampung hanya terjadi pada saat hari lebaran tiba. Meski begitu, rata-rata tetangga ibu tak ada satu pun yang yang tak kukenal.

"Iya, kamu memang baru melihatnya, selama ini Risma ada di pesantren Ustadz Syam, membantu mengajar mengaji santri-santri di sana," ucap ibu kemudian.

Oalah! Pantas saja baru kelihatan, mutiara gemilang itu tersembunyi dari segala hiruk pikuk keramaian. Memandang wajahnya sepintas saja sudah membuat hati ini tenang. Ada damai menyelusup, memenuhi rongga dada.

'Ya Allah, izinkan aku berdoa padamu.'

***๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐ŸŒนโค๐ŸŒน๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž***

Selepas ibadah tarawih malam itu, keesokan harinya aku pun jalan-jalan ke rumah ustadz Syam. Setelah memberi salam dan kemudian dibalas oleh beliau, aku dipersilahkan masuk dan duduk di kursi di hadapan beliau.

"Rupanya kamu pulang juga, Nak Randy. Abah kira masih betah tinggal di kota," kata utadz Syam.

"Iya, Abah. Aku minta cuti tahunan ke kantor. Jadi, tahun ini bisa merasakan ibadah puasa bersama keluarga, Abah," ucapku.

"Bagaimana kabar Ibumu?"

"Alhamdulillah baik, Abah."

"Lalu, apa maksudmu datang ke mari, Nak?"


Kuhela napas panjang. Tekad yang terkumpul semalam harus segera kuutarakan, agar tak menjadi beban yang menganggu pikiran di kemudian hari.

"Maaf bila aku lancang, Abah. Niatku datang kemari, karena ingin melamar putri Abah, Risma."

Deg! Dadaku langsung terasa plong. Tatapanku terarah ke wajah Abah Syam. Sejak kecil belajar mengaji pada beliau, aku telah terbiasa memanggilnya 'Abah'.

"Alhamdulillah, Nak Randy. Akhirnya, kamu punya keberanian juga. Sejak kecil kalian selalu bermain bersama. Rupanya sekarang kau malah tertarik pada Risma."


"Iya, Abah. Randy sudah lelah bertualang ke sana-sini. Sudah saatnya Randy memilih hijrah ke arah yang lebih diridhoi Allah. Menikah, dengan seorang gadis sholehah, putri Abah."

"Ya โ€ฆ ya โ€ฆ ya, Abah paham. Ibumu pernah bercerita tentang Clara, gadis yang pernah menjadi kekasihmu. Qodarullah, ia meninggal karena kecelakaan. Semoga Allah melapangkan dan memberikan tempat yang layak buat almarhumah Clara."


"Aamiin. Iya, Abah. Randy dulu lupa diri, lama berpacaran hanyalah menambah dosa. Selalu berduaan dengan gadis yang bukan muhrim, selalu melakukan hal-hal yang membutakan mata hati. Akibat terlalu cinta, akhirnya kadang ibadah pun jadi terlupa. Sering bersama Clara, menemaninya ke mana saja. Membuatku lupa akan akhirat , Abah. Kecelakaan Clara adalah sebuh teguran besar. Bahwa, semua hanyalah ujian, bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara. Bahwa suatu saat kelak kita semua akan kembali menghadap-Nya."

"Allahu Akbar! Akhirnya hidayah mendatangimu, Nak. Namun, apa kau sudah siap mengarungi bahtera rumah tangga dengan Risma? Kalian belum pernah saling bertemu, 'kan?"

"Aku sudah melihat Risma semalam, Abah. Saat menuju mesjid untuk sholat tarawih. Dalam sujud kuberdoa, agar Allah memilihkan pendamping yang bisa meneguhkan jalan keimanan pada-Nya. Setelah sholat tahajud dan sholat istikhoroh saat dini hari tadi, Allah makin meneguhkan pilihanku pada Risma, Abah."


Kembali kuhela napas, dengan ucapan yang pasti kuberkata, "Bismillah. Semoga Abah merestui dan menerima lamaranku buat Risma."

Ustadz Syam lalu mengulurkan tangan kanannya, segera kuraih dan menjabat erat tangan beliau.

"Bismillah โ€ฆ lamaranmu Abah terima, Nak. Bimbing Risma sebagai istri dan jadilah imam yang sholeh bagi Risma."

"Alhamdulillah. Insya Allah, Abah. Semoga pilihan hijrahku ini diridhoi Allah SWT."

"Aamiin โ€ฆ aamiin allahumma aamiin. Segera minta ibumu datang ke mari, Nak Randy. Hal baik seperti ini tak boleh ditunda-tunda lebih lama."


"Iya, Abah. Kalau begitu, aku pamit pulang. Titip salam buat Risma, ya Abah."

Kembali kuraih tangan kanan Abah Syam dan menciumnya penuh takzim. Setelah mengucap salam, aku pun melangkah meninggalkan rumah bidadari surgaku kelak. Semoga inilah pilihan hijrah yang terakhir. Aamiin.

emoticon-Angel emoticon-Angel emoticon-Angel emoticon-Angel

Kulamar Engkau Dengan Bismillah
emoticon-BettyJangan lupaemoticon-Betty
Kulamar Engkau Dengan Bismillah

emoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Kaskus
profile-picture
profile-picture
profile-picture
LionelRoffy dan 20 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 8
Reserved
profile-picture
profile-picture
profile-picture
TissueM4gic dan 4 lainnya memberi reputasi
Bismillah, semoga berkenan di hati pembaca sekalian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alizazet dan 4 lainnya memberi reputasi
Bila ada tutur kata pada tulisan yang tidak berkenan, silahkan tuangkan dalam kolom komentar. Mari kita diskusikan bersama
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 3 lainnya memberi reputasi
Kisah hijrah terakhir, semoga menjadi yang terakhir bagi Randy
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 2 lainnya memberi reputasi
Bila banyak peminat, maka trit akan menjadi cerbung dan akan ada kisah-kisah menarik lainnya dari hubungan Risma dan Randy.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
TaraAnggara dan 5 lainnya memberi reputasi
Selamat membaca, semoga berkenan.
profile-picture
profile-picture
istijabah dan kakekane.cell memberi reputasi
Quote:


Asyik mau dijadiin cerbung ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—
profile-picture
profile-picture
profile-picture
actandprove dan 4 lainnya memberi reputasi
Quote:


Woow, the first quest and the first commenter, thanks dear

Biar ceritanya tak berhenti sampai di sini, beibemoticon-Wowcantik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Sip, semangat bikin cerbungnya, beib ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Aamiin, dirimu juga yaaemoticon-Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
aamiin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Aku mah tetep semangat emoticon-Semangat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

Aamiin juga, Mbakemoticon-Cendol Ganemoticon-Blue Guy Cendol (L)

Quote:

Harus dong, raih semangat Ramadhan dengan hati yang bersihemoticon-Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Semoga Ramadhan kali ini berkah ๐Ÿค—๐Ÿค—
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Aamiin, semoga hijrah Ramadhan membawa berkah bagi kita semua, aamiin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Aminn ya robal alamin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Aamiin, bantu doa moga Beib Yeni di Ramadhan tahun ini bisa gak jomblo lagi, aamiin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Waduh emoticon-Malu

Amin aja deh emoticon-Tepar
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Aamiin aamiin allahumma aamiinemoticon-Kiss
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Judulnya bikin bapee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 8


GDP Network
Beritagar โ€ข Bolalob โ€ข Garasi โ€ข Historia โ€ข IESPL โ€ข Kincir โ€ข Kurio โ€ข Opini โ€ข Womantalk
ยฉ 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di