alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Kuis ini Cuma Buat Fans Game of Thrones Sejati. Hadiahnya Mangstab Gan!
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Melacak Jejak Reformasi Mei 1998, Ini Petanya
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd8d5e368cc9557360b43aa/melacak-jejak-reformasi-mei-1998-ini-petanya

Melacak Jejak Reformasi Mei 1998, Ini Petanya

Melacak Jejak Reformasi Mei 1998, Ini Petanya

Jakarta, IDN Times - Jakarta menjadi kota yang begitu mencekam. Itulah saat-saat tragedi Mei 1998 berlangsung. 

Upaya penggulingan kekuasaan Presiden Soeharto harus diwarnai darah dan air mata. Sejumlah wilayah Ibu Kota menjadi saksi bisu peristiwa yang pada 20 Mei 2018 mendatang akan genap 21 tahun.

Mengingat kembali kerusuhan Mei 1998, terdapat beberapa titik kerusuhan yang tersebar di Jakarta. Titik kerusuhan berawal di Jakarta Barat, tepatnya di Universitas Trisakti, pada 13 Mei 1998. Kemudian Gedung DPR/MPR RI, Glodok, Istana Negara, dan Yogya Plaza Klender di Jakarta Timur.

Mari kita lihat peta kerusuhan yang terjadi saat itu.


1. Universitas Trisakti yang kemudian lekat dengan Tragedi Trisakti
Melacak Jejak Reformasi Mei 1998, Ini Petanya
Titik kerusuhan yang pertama adalah Universitas Trisakti. Peristiwa kerusuhan ini dikenal sebagai Tragedi Trisakti. Tragedi Trisakti dikenal masyarakat karena penembakan yang terjadi oleh aparat kepada 4 mahasiswa, 20 tahun silam. Peristiwa penembakan terjadi pada tanggal 12 Mei 1998. Penembakan terjadi terhadap mahasiswa demonstrasi yang menuntut turunnya Presiden Soeharto dari jabatannya.

Kejadian menyesakkan itu harus menewaskan 4 mahasiswa Universitas Trisakti, di antaranya Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977-1998), Hafidin Royan (1976-1998), dan Hedriawan Sie (1975-1998). Peluru tajam yang mengenai area vital dari kepala, tenggorokan, dan dada menewaskan mereka seketika.

Saat itu, para mahasiswa akan melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI, dan mahasiswa Universitas Trisakti menjadi salah satunya. Saat akan melakukan aksi damai, para mahasiswa Universitas Trisakti dihadang oleh blokade Polri dan militer. Meski telah mencoba bernegosiasi, rupanya peristiwa baku tembak tak bisa dihindarkan.

Sore harinya, para mahasiswa memutuskan untuk bergerak mundur, namun diikuti gerakan maju aparat keamanan yang mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa. Mendengar tembakan dari aparat, para mahasiswa pun panik dan berpencar satu sama lain. Sebagian ada yang berlindung di Universitas Trisakti. Meski begitu, aparat terus melakukan tembakan, sehingga mengakibatkan 4 orang mahasiswa tewas, dan beberapa luka-luka, sehingga harus dilarikan ke RS Sumber Waras.

Walau aparat membantah telah melakukan penembakan terhadap beberapa mahasiswa tersebut. Tetapi, hasil otopsi tak bisa berbohong dan menyatakan kematian akibat dari peluru tajam yang menembus tubuh mereka.


2. Penjarahan besar-besaran melanda pusat elektronik terbesar Glodok
Melacak Jejak Reformasi Mei 1998, Ini Petanya
Salah satu titik kerusuhan yang lainnya terdapat di kawasan Glodok. Glodok menjadi salah satu kawasan penjarahan yang cukup parah. Pasalnya, Glodok menjadi salah satu pusat dagang terbesar kaum Tionghoa.

Kerusuhan pun terjadi menyerbu beberapa pusat perbelanjaan di Glodok. Beberapa warga Tionghoa mulai berlari ketakutan saat massa mulai menyerang. Beberapa bangunan mulai hancur dirusak massa. Bangunan yang hancur itu di antaranya Glodok Plaza, Pasar Jaya, dan City Hall. Saat itu, massa yang berkumpul semakin banyak dan melemparkan apa pun yang mereka temui ke bangunan-bangunan di kawasan Glodok.

Ironis, aksi kerusuhan tersebut bukan hanya menyebabkan kerugian bagi kaum Tionghoa, melainkan para wanita kaum Tionghoa juga menjadi korban pemerkosaan. Massa yang beringas itu mulai menyisiri setiap rumah, kemudian memperkosa dan menganiaya setiap perempuan etnis Tionghoa yang mereka temui.

Aparat kemudian tiba dan mencoba untuk membubarkan massa dengan tembakan peringatan. Tetapi, rupanya hal tersebut tidak membuat gencar massa kerusuhan. Akhirnya, setelah tembakan diarahkan ke kerumunan, massa pun mulai berpencar satu sama lain.


3. Kerusuhan juga terjadi hingga Yogya Plaza Klender
Melacak Jejak Reformasi Mei 1998, Ini Petanya
Titik kerusuhan lainnya berada di Yogya Plaza Klender, Jakarta Timur. Kerusuhan di Yogya Plaza terjadi pada 14 Mei 1998. Ketika itu, sebagian massa menjarah beberapa kawasan sekitar Klender, sebagian lagi membakar Yogya Plaza dengan sadis.

Tanpa berpikir panjang, massa mulai membakar pusat perbelanjaan tersebut. Suasana semakin mencekam ketika masih banyak warga sipil yang terjebak di dalam gedung. Mereka pun berlarian untuk menyelamatkan diri mereka keluar dari gedung. Bahkan ada yang nekat loncat dari lantai 1, 2, dan 3 untuk meloloskan diri.

Namun sayangnya, beberapa diantara mereka bahkan ada yang tak selamat ketika mencoba lompat keluar gedung. Beberapa juga ada yang hangus terbakar bersama puing-puing gedung lainnya. Mengingat kembali peritiwa Mei 1998, Yogya Plaza menjadi salah satu tempat penjarahan massa yang menewaskan sekitar 400 orang akibat kebakaran.


4. Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR RI
Melacak Jejak Reformasi Mei 1998, Ini Petanya
Gedung DPR/MPR RI juga menjadi saksi sejarah di masa reformasi 1998 lalu. Pada tanggal 18 Mei 1998, ribuan mahasiswa pun mulai datang menyerbu kompleks para wakil rakyat di Senayan itu. Penyerbuan ribuan mahasiswa dari 54 kampus itu, untuk menuntut agar Presiden Soeharto turun dari jabatannya.

Pendudukan Gedung DPR/MPR RI dimulai dengan komitmen para rombongan ketua lembaga formal kemahasiswaan Jakarta, yang tergabung di Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ), untuk bermalam di gedung DPR/MPR RI, hingga Presiden Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya.

Ribuan mahasiswa pun mulai menyerbu Gedung Nusantara atau Kura-kura, hingga mereka nekat untuk naik ke atap gedung yang berbentuk kutbah tersebut. Tidak hanya itu, massa juga memenuhi lapangan parkir, berenang di kolam renang, hingga mengitari kompleks gedung.


5. Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di Istana Negara, 21 Mei
Melacak Jejak Reformasi Mei 1998, Ini Petanya
Tempat bersejarah lainnya saat reformasi 1998 adalah Istana Negara. Setelah kerusuhan yang terjadi selama beberapa hari untuk menggulirkan Presiden Soeharto, akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya di Istana Negara.

Pengumuman mundurnya Presiden Soeharto, disiarkan pada pukul 10.00 WIB. Di dalam pidatonya, Soeharto menyatakan diri untuk mundur dan memberikan jabatannya kepada BJ Habibie. Berakhir sudah kekuasaan Soeharto selama 32 tahun. 


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Melacak Jejak Reformasi Mei 1998, Ini Petanya 3 Fakta Gedung DPR/MPR RI, Saksi Sejarah Reformasi 1998

- Melacak Jejak Reformasi Mei 1998, Ini Petanya Ini Kisah Lahirnya Kebebasan Pers oleh BJ Habibie Awal Era Reformasi

- Melacak Jejak Reformasi Mei 1998, Ini Petanya 10 Kemewahan Resepsi Cucu Soeharto, Aditya Trihatmanto di Los Angeles

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di