alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
CuRam (Curhat Ramadhan): Akhir dari Hiatus
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd8cbf788b3cb35c30c3c0d/curam-curhat-ramadhan-akhir-dari-hiatus

CuRam (Curhat Ramadhan): Akhir dari Hiatus

CuRam (Curhat Ramadhan): Akhir dari Hiatus
Ramadhan Kareem, bulan tobat!

Yeey, Ramadhan!

Ketemu lagi sama Ramadhan, ya, Gansis? Bahagia nggak, sih? Bahagia dong pastinya ... yang jawab nggak bahagia, sini aku bahagiain. Uhuk!
Ciee, ketauan, yang jomlo langsung pada merapat. Plak!
Pokoknya bersyukur, dan jan lupa, say hamdalah! Alhamdulillah ....

Kenapa, sih, musti bersyukur ketemu Ramadhan? Bedanya apa sama bulan-bulan lain? Kolak dipajang di pinggir jalan? Iklan sirup mar*an bersliweran? Ngabuburit? Nyari bukber gratis di masjid-masjid pas kantong limit? (Ehem, kalo ini pengalaman ts waktu jadi anak kost) Ato bukber sama temen tk, sd, smp, sma, kuliah, juga komunitas? Halah, bukber sana sini tapi kok tetep jones aja? Malu dong ama sedotan dan es teh plastikan yang selalu saling melengkapi (Eh, apa ini? Abaikan!).

Jauh hari sebelum bulan ini tiba udah kebayang kemeriahannya, kan? Itulah istimewanya.

Selain itu, bulan ini bulan penuh berkah, bulan mulia. Bulan di mana pintu-pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup. Bulan di mana amal perbuatan akan dilipatgandakan pahalanya. Rugi banget kan, kalo terlewat begitu aja? (Udah kek ustadzah belum?)
Karena alasan itu juga, Gansis, awal Ramadhan kemarin aku memutuskan untuk hiatus dari dunia kepenulisan (lagaknya, udah kek senior aja, padahal newbie banget. Jitak kepala!) Maksudnya biar bisa fokus ibadah, gitu. Sementara ninggalin dulu dunia tulis menulis untuk kepentingan akhirat adalah pilihan terbaik. Maklum, penulis pemula kek aku tu butuh waktu banyak buat nyari ide. Begitu ketemu ide, eksekusinya juga nggak sebentar! Fiuuhh .... makan waktu bangetlah.

Selain itu, beberapa waktu lalu juga sempet berada di titik terendah iman aku. Ibadah males-malesan, apalagi baca Qur'an. Beuh, nggak sehuruf pun bisa keluar dari mulut aku. Ngeri banget, deh pokoknya. Jadi, aku rasa, ini waktu yang pas buat tobat! Berhenti nulis untuk beberapa waktu keknya nggak masalah.

Pas masuk hari pertama Ramadhan, data internet aku nonaktifin. Tiap buka gawai yang ada cuma aplikasi Qur'an, Gansis. Serius. Ngaji, ngaji, ngaji! Pokoknya bulan Ramadhan ini aku harus khatam Qur'an minimal 3 kali! Itu tekad aku.

Hari pertama, kedua, ketiga sukses. Jarang online, banyakin ngaji. Buka wa kalo ada yang penting aja. Nyetatus? Nggak sempet. Fb juga buka cuma bentar, nge-like satu-dua status yang keliatan terus tutup lagi. Menulis? Sesekali kepikiran sesuatu untuk ditulis, tapi harus bisa menahan diri. Abaikan!

Masuk hari keempat, muncul godaan yang berat. Sudah mulai masuk kerja. Lingkungan plural, nggak nyaman kalo disambi ngaji. Apalagi pas istirahat. Nglangut, Gansis!
Eh, nglangut apaan? Ada yang tau nggak?

Nglangut is suatu keadaan di mana saat duduk mulut mecucu, melengkung ke bawah. Mata merem melek, bingung mau merem apa melek. Mau merem nggak ngantuk, mau melek nggak ada yang enak dilihat. Tangan ke kanan ke kiri, ke atas ke bawah (kek mo senam aja!) nopang dagu, kepala. Intinya, melamun, bosan, bingung mo ngapain (yang mau nambahin boleh banget).

Akhirnya, aku online lagi, buka-buka grup kepenulisan di wa, fb, telegram, ketix, wattpad, deelel. Fiuuhhhh ... dari situ mulai gatel jari aku, Gansis!

Daann … di sinilah aku sekarang!

Tapi, ini jadi tantangan baru buat aku, kudu bisa bagi waktu antara target ibadah dan target nulis. Doain aku, ya, Gansis!

"Menulis memang bukan passionku, apalagi profesi. Jelas bukan! Tapi, tanpa menulis rasanya seperti sayur sop tanpa merica. Seperti tumis tanpa cabai."



profile-picture
profile-picture
profile-picture
makola dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh YumnaAzalea
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
pejwan
semangat ya Bun!!!
Quote:


emoticon-Big Kissemoticon-Cendol Gan
Quote:


Tengkyu bun emoticon-Big Kiss
Mangaaats nulisnya. Aku jg lg mulai nulis nih heheheh.
Btw, aku suka tumis tanpa cabai (oke mungkin km gak tanya, gapapa)
Quote:


Wkwkw ... Begitulah, sebenernya kalo masak tumis aku juga tanpa cabe, nuruti yg perutnya suka berantem kalo ketemu cabe wkwkwk
profile-picture
Rapunzel.icious memberi reputasi
Balasan post YumnaAzalea
emoticon-Salam Kenal
Wah keren, ketemu lagi
Quote:


Iya mak, 4Lemoticon-I Love Indonesia
Menulis penghilang penat 😁
Menulis bikin sampah di kepala berkurang hehee
Quote:


Hiyup betulemoticon-Ngakakemoticon-Recommended Seller
profile-picture
istijabah memberi reputasi
Quote:


Tul mantulemoticon-Recommended Seller
semangat bangkit dari hiatus sis
Quote:

Hiyes gan .. emoticon-Cendol Ganemoticon-I Love Indonesia
Quote:


emoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Big Kissemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
kl ga nulis hambar ya ka
Quote:


Hiyup emoticon-Cendol Gan

CuRam (Curhat Ramadhan): Aku Pernah

Quote:

CuRam (Curhat Ramadhan): Akhir dari Hiatus
Sumber Pinterest

Aku Pernah

Aku pernah menjadikan salat sebagai kebutuhan pokokku. Tiada sedetikpun berlalu dari tiba waktu salat tanpa bergegas mengambil wudu. Tiada wudu tanpa dua rekaat sunnah. Berdiri lama memanjangkan bacaan di sepertiga malam terakhir. Menghabiskan waktu istirahat saat matahari sepenggalah naik untuk larut dalam sujud.

Aku pernah merasakan nikmat tilawah. Hingga hari-hari kuhabiskan dalam lembar mushaf. Berjuz-juz kulahap seakan tak membuatku lepas dari dahaga menikmati setiap hurufnya. Terjaga di sudut malam kelam untuk menghafal ayat-ayat-Nya.

Aku pernah merasakan diri menjadi orang terdungu. Hingga menuntut ilmu menjadi kegiatan yang teramat berharga untuk ditinggalkan. Hujan badai menjadi teman setia yang menemani tiap perjalanan untuk kajian. Tak peduli pada tubuh yang lelah mengayuh sepeda, karena hanya itu yang kupunya.

Aku pernah merasakan nikmat puasa sunah. Hingga hari-hari kuhabiskan dengan berlapar ria. Tak peduli nikmatnya santapan yang terhidang di meja.

Namun, ....

Aku pun pernah merasakan beratnya berdiri untuk salat. Bahkan, terasa jauh lebih berat dari memikul sekarung beras. Hingga menunda-nunda waktu salat.

Aku pun pernah mengalami masa di mana tidak satu huruf pun dari alquran yang keluar dari mulut di luar waktu salat. Bukan hanya sehari-dua hari, bukan hanya seminggu-dua minggu, tapi berbulan-bulan.

Aku pun pernah merasakan beratnya ayunan langkah menuju tempat kajian, meski kendaraan siap mengantar. Jangankan hujan badai, cuaca cerah pun terasa lebih nikmat berdiam di rumah.

Aku pun pernah mengalami masa di mana perut tak bersahabat untuk berpuasa sunah. Bukan karena sakit maag, tapi karena tak mampu menahan godaan makanan yang biasa saja namun terlihat lezat karena lapar.

Setan, kau menang!

Ya, aku pernah merasakan semua itu. Merasakan nikmat hidayah hingga semua ibadah terasa begitu mudah. Sementara di waktu lain, entah, bisa jadi Allah mencabutnya hingga semua terasa begitu susah. Apapun itu, Allah-lah yang Maha Memberi Petunjuk. Tak seorang pun dapat merubahnya bila Allah belum berkehendak.

Bila kau menemui yang sepertiku, jangan lelah untuk memberi nasihat. Karena bisa jadi, lewat nasihatmulah Allah memberi hidayah. Namun, jangan sekali-kali menghakimi apalagi membenci bila semua tidak sesuai keinginanmu. Karena kau tidak tahu ujian seperti apa yang diberikan Allah hingga seseorang berada pada fase terjauh dari Allah. Bisa jadi ia terbuai pada kebahagiaan semu yang membuatnya nyaman berada pada fase itu.

Nasihatilah, tapi jangan menghakimi apalagi membenci. Beri waktu sejenak untuk ia merenungi semuanya. Hingga ia kembali mencari ketenangan dalam balutan kasih Ilahi Robbi.
profile-picture
brina313 memberi reputasi
nasihati aku di saat aku sedang sendiri
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di