alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Kuis ini Cuma Buat Fans Game of Thrones Sejati. Hadiahnya Mangstab Gan!
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd8b41c68cc951d4a32c8a2/bom-gereja-pantekosta-itu-renggut-nyawa-daniel-si-little-hero

Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero

Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero

Bulan ini, tepat setahun lalu, lima bom mengguncang Surabaya dan Sidoarjo. Ada 28 orang meregang nyawa, puluhan terluka. Yang lebih miris, semua pelaku mengajak serta keluarga dalam aksinya. Melalui pengakuan saksi dan korban, kami mencoba menceritakannya kembali. Kesaksian mereka menunjukkan bahwa, apa pun dalihnya, terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tak selayaknya mendapat tempat di mana pun.

Surabaya, IDN Times - Tak seperti biasanya, Pendeta Frans Ferdy Neman datang terlambat pagi itu, Minggu 13 Mei 2018. Sekitar 1.500 jemaat telah berkumpul di dalam Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) untuk mengikuti proses peribadatan misa Minggu. Akhirnya, mereka memulai proses peribadatan terlambat sekitar 15 menit dari jadwal biasanya, pukul 06.00 WIB.

GPPS pagi itu sama seperti hari Minggu lainnya, ramai dihadiri jemaat dan anak-anak yang mengikuti sekolah minggu. Sekitar 30 sepeda motor terparkir di bagian depan gereja yang terletak di Jalan Arjuno. Sementara, beberapa mobil lainnya berada di bagian pintu belakang gereja yang terletak di Jalan Bromo.

Pengamanan ibadah kali ini tak seketat biasanya yang melibatkan 2 hingga 4 personel dari kepolisian. Sebab pada saat yang bersamaan, tengah digelar istigosah akbar dari Kepolisian Daerah Jawa Timur yang diikuti para anggota kepolisian. Penjagaan ibadah dilakukan oleh satpam gereja.


1. Ibadah usai pukul 07.45
Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero
Meski dimulai dengan terlambat, jemaat tetap mengikuti ibadah dengan khidmat. Sementara misa berlangsung, para satpam dan tukang parkir disibukkan dengan pengaturan kendaraan agar tidak terjadi penumpukan usai ibadah.

Seingat Kusuma Budi Sumono, tukang parkir yang telah bekerja di GPPS selama 25 tahun, jam sudah menunjukkan pukul 07.45 WIB. Seharusnya, jemaat sudah mulai keluar. Namun karena terlambat, Budi memperkirakan ibadah selesai sekitar 10 hingga 15 menit kemudian.

"Waktu itu sedang pengumuman. Pengumuman itu ya seperti besok ada agenda apa atau minggu depan ada apa. Belum doa berkat. Jadi, sekitar 10-15 menitanlah," ujar Budi kepada IDN Times.


2. Tiba-tiba, sebuah minibus menabrakkan diri ke gerbang gereja
Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero
Di sisa waktu ibadah yang sedikit itu, tiba-tiba mobil jenis minibus melaju dengan kecepatan kencang tanpa menghiraukan satpam maupun tukang parkir yang ada di Jalan Arjuno. Posisi gerbang gereja saat itu memang sedang sedikit terbuka, namun tidak cukup untuk dilalui mobil. Mobil itu langsung memaksa masuk dan menabrakkan diri ke pintu utama gereja. Tak disangka, ledakan hebat terjadi tepat setelah mobil menabrak gerbang gereja.

"Pyar! Seperti itu suara ledakannya yang saya dengar," kenang Budi.

Warga sekitar gereja yang berada di Jalan Bromo sontak menengok ke luar rumah. Mereka sempat mengira ledakan tersebut merupakan suara ban truk yang meletus. Namun, tidak bagi Budi. Dia langsung teringat anak lelakinya, Daniel Agung Putra Kusuma, yang menjadi tukang parkir di gerbang depan.

Budi berlari masuk ke dalam gereja melalui pintu Jalan Bromo. Keadaan telah kacau. Api membumbung tinggi hingga ke atap gereja. Teriakan minta tolong terdengar di sana-sini. Namun, pikirannya masih tertuju pada Daniel. "Pikiranku cuma ke Daniel. Langsung tak piyaki kabeh iku (langsung saya belah semua itu)," tutur Budi dengan mata menerawang.


3. Budi mencari Daniel ke berbagai penjuru
Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero
Pecahan kaca ada di mana-mana. Di lantai, di tembok, bahkan di tubuh para jemaat. Tak bisa menemukan Daniel, Budi pun membantu membopong para jemaat yang menjadi korban ledakan tersebut. Salah satunya yang diingat, adalah jemaat bernama Erwin. "Gosong-gosong semua, sudah melepuh. 80 persen mungkin yang kena," jelas dia.

Saat mengevakuasi para jemaat, ledakan kedua terdengar. Namun kali ini, ledakannya tak sehebat ledakan pertama. Budi pun menengok keadaan di pintu depan. Sebuah mobil hitam hangus terbakar. Daging dan darah berceceran di mana-mana. Bahkan, ada pula yang menempel di tembok-tembok gereja. "Di mana Daniel?" batin Budi.

Setelah tiga kali ledakan terjadi, barulah kepolisian datang memenuhi gereja. Budi masih linglung mencari keberadaan anaknya. Dia mondar-mandir ke depan dan ke belakang. "Bapak ngapain di sini? Ini steril, Pak. Sudah, nanti cari anaknya nanti saja, di sini steril. Takut ada ledakan susulan," ujar Budi menirukan salah satu tim gegana yang menegurnya.

Dari sanalah, Budi baru menyadari bahwa ledakan yang meluluhlantakkan gereja itu bukanlah ledakan dari ban truk yang meletus, melainkan bom bunuh diri. Bom yang dibawa oleh Dita Oerpriarto dalam mobil minibus hitamnya tersebut.


4. Masih ada dua bom aktif dalam mobil Dita
Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero
Ambulans mulai berdatangan. Aroma sangit dan anyir bercampur jadi satu. Api masih menggelora di langit-langit gereja. Kendaraan yang terparkir di depan gereja pun ikut dilalap si jago merah. Teriakan-teriakan minta tolong masih terus terdengar.

Sekitar pukul 09.00 WIB, hingar-bingar kekacauan mulai mereda. Api telah dipadamkan. Korban-korban juga dievakuasi ke beberapa rumah sakit, seperti RSUD Dr Soetomo, RS AL Dr Ramelan, RKZ, RS Bhayangkara, RS Premier, RS Siloam, RS William Booth, serta RS Bedah Surabaya.

Namun rupanya, bom yang dibawa oleh Dita bukan hanya 3 bom yang meledak saat itu. Tim gegana meledakkan 2 bom aktif yang masih ada di dalam mobil, masing-masing pada pukul 09.45 dan 11.15 WIB.

Garis polisi pun dipasang berjarak 50 meter dari lokasi kejadian. Awak media masih dapat berkumpul di sebuah warung kopi tepat di samping garis polisi. Beberapa juga masih ada yang curi-curi mengambil foto dari gedung di depan gereja.


5. Kapolda sebut bom merupakan aksi balasan
Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero
Kapolda Jatim aktif saat itu, Irjen (Purn) Machfud Arifin, mendatangi lokasi sekitar pukul 10.45 WIB. Di depan garis polisi, Machfud menyatakan bahwa kejadian bom tersebut kemungkinan merupakan imbas kerusuhan mako brimob yang terjadi pada Selasa, 8 Mei 2018. "Ini mungkin imbas dari kejadian di Jakarta," ungkap dia.

Setelah Machfud meninggalkan lokasi dan bom terakhir diledakkan, area steril diperluas. Polisi menambah satu lagi garis kuning yang berjarak 200 meter dari titik kejadian. "Kami tidak tahu bom tersebar di mana. Bisa saja, di sini ada bom. Kami mencegah segala kemungkinan yang terjadi," ujar salah satu tim gegana yang mengusir awak media di warung kopi.

Pukul 15.45 WIB, Presiden RI Joko "Jokowi" Widodo juga menengok kondisi GPPS Arjuno bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menko Polhukam Wiranto, dan Kepala BIN Budi Gunawan. Dengan mengenakan kemeja putih dan celana biru gelap, Jokowi berdiri di depan gereja. Tak lama, dia mengamati keadaan gereja sembari menggelengkan kepala. Rombongan pun meninggalkan lokasi sekitar 10 menit kemudian tanpa memberikan komentar apa-apa kepada awak media.


6. Daniel adalah salah satu korban
Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero
Di tengah hiruk-pikuk orang-orang mengevakuasi para korban ke rumah sakit, Budi masih linglung. Dia belum menemukan kejelasan di mana Daniel yang saat itu sedang bertugas di pintu depan. Dibantu oleh adiknya, dia mencari ke seluruh rumah sakit yang ada di Surabaya. Akhirnya, jenazah Daniel berhasil diidentifikasi di RS Bhayangkara Polda Jatim. Jasadnya tak lagi utuh karena posisi Daniel berada paling dekat dengan mobil Dita saat meledak. "Kata orang-orang yang lihat, habis mobilnya itu nabrak, Daniel ini yang inisiatif untuk mendekati kayak mau negur gitu. Tapi, ternyata malah meledak," kenang Budi lirih.

Dita Oerpriarto telah meledak bersama bom yang dibawa di dalam mobilnya. Tak hanya Dita, beberapa orang tak bersalah pun menjadi korban. Tiga orang tewas di tempat, Daniel sang anak tukang parkir, Paiman sang tukang parkir, dan seorang pengendara motor yang kebetulan lewat di Jalan Arjuno.


7. Daniel, tukang parkir yang jadi pahlawan cilik
Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero
Belasan orang pun luka-luka akibat terkena api, serpihan bom, dan serpihan kaca. Menyusul tiga orang yang tewas di tempat, lima orang juga akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah sempat dirawat selama beberapa saat di rumah sakit.

"Banyak sekali korbannya. Mereka jahat sekali. Tapi kata Pak Pendeta di sini, saya gak boleh dendam. Kalau dendam berarti mereka itu berhasil. Saya dikuatkan. Berkat orang-orang gereja, saya akhirnya kuat dan berusaha memaafkan mereka. Di sini, Daniel sekarang dipanggil Little Hero," tutup Budi. Selain Daniel, ulah Dita juga menewaskan tiga korban lain.

Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero

Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero Mapolrestabes Surabaya Kedatangan Tamu Tak Diundang

- Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero Jeritan Nathan di Pagi Berdarah saat Bom Mengguncang Gereja Surabaya

- Bom Gereja Pantekosta Itu Renggut Nyawa Daniel Si Little Hero Tragedi Bom Rusunawa Sidoarjo, Pelaku Ditembak Mati

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di