alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pemerintah Akan Undang Pengajar Asing, Bagaimana Nasib Para Guru Di Indonesia?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd7134d337f930a0e0996cb/pemerintah-akan-undang-pengajar-asing-bagaimana-nasib-para-guru-di-indonesia

Pemerintah Akan Undang Pengajar Asing, Bagaimana Nasib Para Guru Di Indonesia?

Pemerintah Akan Undang Pengajar Asing, Bagaimana Nasib Para Guru Di Indonesia?

JAKARTA-Puan Maharani selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, mengungkapkan, gagasan untuk mengundang guru atau pengajar dari luar negeri guna mengajar di Indonesia.

"Kita ajak guru dari luar negeri untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia," kata Puan saat menghadiri diskusi Musrenbangnas, Jakarta, beberapa waktu lalu seperti dilansir Antara.

Menurut Puan jika ada kendala bahasa, maka akan difasilitasi dengan penyediaan banyak penerjemah serta perlengkapan alih bahasa. Oleh karena itu, Puan mengatakan bakal meminta pihak-pihak berkepentingan seperti sekolah untuk menyampaikan kriteria pengajar yang dibutuhkan dan berapa jumlahnya. 

Usulan tersebut, sambungnya, akan dikoordinasikan untuk didatangkan. Puan menerangkan, saat ini sebetulnya pun Indonesia sudah bekerja sama dengan beberapa negara untuk mengundang para pengajar, salah satunya dari Jerman.

Pada kesempatan Musrenbangnas tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan menyiapkan tiga jurus untuk menyelesaikan persoalan bangsa menyambut 100 tahun Indonesia Merdeka pada 2045 mendatang. Termasuk agar Indonesia tidak masuk dalam jebakan kelas menengah (middle income trap).

Tiga jurus itu adalah pemerataan infrastruktur, reformasi birokrasi, dan pengembangan SDM. Oleh karena itulah Jokowi meminta jajarannya di daerah agar menyambungkan titik-titik di daerahnya agar seluruh rakyat bisa menikmati pertumbuhan ekonomi.

"Sambungkan dengan kawasan industri, wisata, dengan sentra industri kecil, dengan pusat produksi baik pertanian atau perkebunan. Tugas kita membuat gede, yang tengah dan kecil tugas daerah," ujar Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo tersebut.

Kedua, kata Jokowi, reformasi birokrasi harus betul-betul dijalankan dengan urusan perizinan dari pusat ke daerah dipotong menjadi seefisien mungkin. 

Ketiga, lebih sulit karena menyangkut pembangunan SDM yang harus bisa diselesaikan. Sementara, data terakhir menunjukkan tenaga kerja di Indonesia sebanyak 51 persen adalah lulusan SD.

Tiga hal tersebut, tegas Jokowi, diperlukan untuk memperbesar peluang Indonesia negara ekonomi terkuat dunia bahkan di peringkat 4 atau 5 pada 2045.

Diakuinya, untuk masuk ke sana tidak mudah karena banyak tantangan yang harus diselesaikan dan dihadapi. Jangan dipikir kita tahu-tahu masuk ke-4 besar, ke-5 besar ekonomi terkuat. Rumus seperti itu tak ada. 

"Banyak negara terjebak middle income trap karena tidak bisa menyelesaikan persoalan besar di negaranya. Kita harus bisa menyelesaikan persoalan yang ada menuju 2045, 100 tahun Indonesia merdeka," pungkasnya. (gadis/*).

Sumber : Portal Jabar
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
suruh kolaborasi aja napa
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan eyefirst2 memberi reputasi
cuman bisa bilang idiot..

gaji guru aja belom bener,udah sok²an ngambil pengajar dari luar..

sok kaya banget,.goblok bener
profile-picture
profile-picture
reck30 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
saya setuju aseng guru masuk tapi ditaruh di pedalaman semua

guru" di pedalaman ditarik ke kota semua
kl asing ditaruh kota mah sama aja kasih kerjaan aseng
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan suralia memberi reputasi
kayak negara baru merdeka aja pake undang pengajar aseng/ing

mending kirim putra-putri terbaik untuk belajar di sekolah2 terbaik di luar negeri di jurusan2 yg memang diperlukan negara ini
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Bukan masalah gaji atau kasian ama guru lokal.
Itu guru bule emang tahan ama anak-anak indo? Mungkin kalo kota-kota gede+sekolah prestigious sih oke, ga jauh beda ama guru luar ngajar bahasa inggris/mandarin/jepang.
Itu aja ngasal-ngasalan dan bener-bener student centered, ga mau belajar ya ditinggal, gurunya ga mau kerja lebih dari yang digaji (pengalaman pribadi dari salah satu sma bandung yang agak kelas atas). Lah kalo anak-anaknya pecicilan kek tai mana mau guru luarnya ngajar?
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Diubah oleh mcvagina
Balasan post redgondar
Quote:


cok kek guru di indo uda bener aja. jijik gw sama guru indo
Quote:


emoticon-Traveller
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Kalo buat study banding ane setuju,agar para guru kita lebih termotivasi lagi...dan para peserta didik juga bisa merasakan berinteraksi langsung dalam hal penggunaan bahasa...kita positif thinking dulu aja,baru kemudian kita bersama - sama mengevaluasi nya...Bre emoticon-Shakehand2
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan kaiserwalzer memberi reputasi
mesti ati2 ama cakepan maksimal bisa peserta didik kurang fokus nantarnya emoticon-Ngakak
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
WELCOME AFTA......
bukan hanya perdagangan, tapi dibidang pendidikan, kesehatan, konstruksi, dll, wajib tidak boleh ditolak, dan berlaku pada 2019

sejak ditandatangani piagam AFTA, mereka udah siap menyerbu pasar indonesia, sedangkan SDM kita masih terlena dengan asing, aseng osang, oseng

di bidang kesehatan:
philipine udah siap dgn SDM perawat, bidan dgn status S1 dan kemampuan bahasa indonesia, sedangkan kita masih banyak perawat baru setingkat D3, bidan D4, demikian juga dengan dokter ( utk dokter udah diberi rambu2, dokter indonesia memilih tempat praktek hanya 3 tempat)
insinyur juga begitu,
untuk guru wajib sertifikasi, utk asing wajib mampu berbahasa indonesia

untuk bidang kesehatan yang bisa diprotect hanya masalah tarif jasa disamakan dgn tenaga indonesia

wes....utk kamprets yg malas...silahkan minggir aja

kalo ngeyel tentang AFTA... tanya dengan prihatin aja

emoticon-Ngacir emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
Balasan post caliber
Gw setuju

Selain itu pemerintah juga harus memberi jaminan masa depan agar nanti setelah pendidikan orangnya malah betah di luar/ lebih terjamin hidupnya di luar negeri
Knp ga sekalian kirim presiden asing aja ke indo,,buat mimpin rakyat yg mayoritas begok kyk nastaikx


MIT amit dah,,,,ada ya pemikiran cem gitu,,,,untung cuma satu periode,,,ga kebayang klo bisa Ampe lolos dua periode

Ckckck...
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
nanase.yaeger dan reck30 memberi reputasi
Quote:


ya pasti ada yg gak benernya..,gw pribadi juga ngalamin..
tendang aja guru² yg maunya duit doang,.ngajar sering bolos,ogah²han,.atau ada yg minta duit kalo nilainya mau bagus,.
harus ada pengawasan lebih,perketat lagi..biar mampos orang² yg jadi oknum guru ini
profile-picture
profile-picture
reid2 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Balasan post redgondar
sudah gk bisa di bilang oknum lagi. uda banyak dan masif. setingkat dosen guru besar rektor semua dibawah standart. logikanya gmn mau memperbaiki sdm jika sdm tenaga pendidik itu sendiri rendah. ya maugk mau harus import.

semua emg harus belajar gk usa membatasi diri sok nasionalis. lagian klo pemerintah sngt protektif terhadap guru indo juga percuma. orang2 yg bener2 pengen pinter larinya keluar negeri. daripada keluar negeri habisin uang banyak makan sehari2 disana mending gurunya dibawah kesini.
profile-picture
profile-picture
reid2 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
pro dan kontra.

asal hal2 yg d ajarkan bule memang guru dimari blom menguasai atau yg mengusai masih sedikit,ane rasa gpp.tinggal atur regulasinya.

tp alangkh lbh baiknya guru2 honorer dikasih solusi terlebih dahulu...krn sejak jaman mertua wak bowo..guru honorer kurang diperhatikan,,.hanya saja akhir2 ini bnyak tunjangan2 untuk guru honorer,di desa mertua ane,guru honorer mampu bangun rumah dan bli motor dr "tunjangan2" tambahan tersebut,ya tetep aja ada test dan pelatihan,ntah apa namanya.bkn magabut tiba2 dapet durian runtuh.
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
dari dulu ku rasa dah banyak pengajar asing...dipesantren ane dulu pengajar bahasa inggris orang canada n arab ada mesir sama siria
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
asal jgn joni sins aja, klo Kendra Lust, ariella ferrera, Aletta osean boleh lah
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
satu kata goblok...
itu guru honorer aj belom jelas nasibnya, malah nambah masalah baru lagi kalau beneran mau ngundang pengajar asing...
emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
reck30 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
bbrp guru asing buat benchmark mah gpp, asal non permanen, skill diatas kita, gaji sama/dibawah
biar kelojotan univ pendidikan pabrik ijazah guru & tenaga pendidik asal2an.

kesel banget ama sertifikasi guru.
yg berharap gaji dobel + training = performa metode pembelajaran yg baik adalah salah besar
kenyataannya training akal2an, metode thn 70 dipake, tetep gaptek dan bikin materi + soal copas dr internet

bu SMI aja kesel kok, keluarin duit gede gaada hasil emoticon-Najis
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Diubah oleh xneakerz
puan...
menteri yg gw g tahu deskjob nya apaan..
tapi, ini bodoh!...

Mapel apa yg mau d ajarkan..?gw rasa guru2 d indonesia serba bisa.
profile-picture
profile-picture
reck30 dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di