alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Kuis ini Cuma Buat Fans Game of Thrones Sejati. Hadiahnya Mangstab Gan!
4.8 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cd3d8d3018e0d4f6774e3b7/kesempatan-kedua

Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua


Hujan deras dan petir mengiringi isak tangis Siti, istri Rahmat. Buruh pabrik kayu yang tiba-tiba mengalami sesak nafas saat memotong kayu menggunakan mesin pemotong. Beberapa rekan kerja kemudian membawa jenazahnya pulang setelah memastikan dia sudah tak bernyawa.

"Pak, bangun ... jangan tinggalin aku dan anak-anak Pak." Siti mengguncang tubuh kurus Ratman yang terletak di atas dipan sambil berurai air mata. Semula ia tak percaya saat mendengar berita kematian sang suami, dari salah satu rekan kerja yang menghubungi lewat telfon. Karena saat suaminya pergi ia terlihat baik-baik saja.

"Sabar Mbak, ini sudah takdir dari Sang Kuasa." Ratna mengusap punggung Siti dengan lembut, berharap dapat memberi kekuatan pada kakaknya itu.

"Tapi aku belum siap Rat," rintih Siti sambil menyeka air mata dengan ujung kerudung segi empat yang dikenakannya. Ia tidak menyangka sang suami akan pergi begitu cepat.

"Siap tidak siap, Mbak harus kuat dan ikhlas agar jalan kang Ratman mudah. Lagian kasihan Nadia kalau Mbak seperti ini." Ratna menatap anak semata wayang Siti penuh iba.

Wajah polos gadis berumur 5 tahun itu tampak bingung. Sekejap menatap wajah Siti, sekejap menatap wajah Ratman yang separuh tubuhnya di tutup dengan jarit berwarna coklat.

Siti menoleh ke arah Nadia kemudian jari jemari lentiknya mengelus rambut ikal putrinya itu. Ia tidak membayangkan bagaimana nasib mereka setelah kepergian sang suami, karena ia satu-satunya tulang punggung keluarga. Perdebatan dengan suaminya tempo hari kemudian kembali berkelebatan dalam mindanya.

*****

"Pak! bisa nggak sih berhenti ngadu jago. Ngadu jago itu kan dosa," protes Siti saat melihat Ratman mengeluarkan ayam jago miliknya dari kandang. Entah untuk keberapa kali ia meminta Ratman menghentikan kebiasaan buruknya itu.

"Halah tahu apa kamu soal dosa Siti. Memang dosa itu warnanya apa?" Ratman berdecit. Lagi-lagi ia tak menghiraukan perkataan Siti.

"Astaghfirullah haladzim ... Pak, istighfar!" sahut Siti mendengar perkataan Ratman.

"Wis (sudah) nggak usah berisik, aku mau pergi dulu. Toh nggak tiap hari aku ngadu jago, tapi cuma pas hari libur saja." Ratman berlalu begitu saja meninggalkan Siti yang masih mematung di depan pintu.

Ratman memang bukan tipe orang yang takut akan dosa. Karenanya selain hobi mengadu jago, ia juga tak pernah menjalankan solat lima waktu. Namun sebagai kepala keluarga dia menjalankan peran dengan baik, terutama dalam hal mencari nafkah.

*****

"I ... itu ... Kenapa Ratman membuka mata," suara salah seorang pelayat menyadarkan Siti dari lamunan. Ia menoleh ke arah datangnya suara, kemudian beralih menatap Ratman yang sudah duduk.

Sontak para pelayat berteriak histeris kemudian berlari ketakutan meninggalkan lokasi, termasuk Ratna. Beruntung hujan sudah reda, hanya saja awan hitam masih menggantung di langit. Kini tinggal Siti dan putrinya yang masih diam di tempat, tepat di sebelah Ratman.

"Ba ... Bapak ... Kok kamu bangun lagi," Siti tergagap. Antara bingung, panik dan senang. Karena suami yang sudah meninggal kini hidup kembali.

"Memang apa yang sudah terjadi dengan Bapak, Bu?" Ratman mengerutkan dahi. Keringat deras tampak mengalir dari sekujur tubuhnya.

"Bapak tadi sudah meninggal," jawab Siti masih sedikit ketakutan. Ia kemudian menceritakan apa yang sudah terjadi dengan suaminya itu.

"Ngawur kamu Bu, tadi Bapak cuma tidur. Tapi ..." Ratman menghentikan perkataannya seolah berusaha mengingat sesuatu. "Tapi tadi Bapak mimpi serem banget Bu," lanjutnya setelah mendiamkan diri beberapa saat.

"Mimpi apa Pak?" Tanya Siti penasaran. Rasa takutnya sudah mulai berkurang.

Ratman lalu bercerita bahwa dalam mimpinya, ia di jemput oleh dua orang berjubah putih. Kedua orang itu kemudian membawa Ratman ke tempat yang penuh dengan api. Di sana ia melihat manusia di adu dengan jago raksasa. Si manusia kalah, mereka pun menjerit kesakitan. Darah bercucuran dari tubuh mereka.

Namun anehnya saat manusia-manusia itu sudah sekarat, mereka bangkit kembali. Dan adegan pertarungan kembali terulang. Begitu seterusnya. Ratman juga bercerita bahwa dia melihat ada orang di gantung kepalanya dan di potong lidahnya. Dia bergidik ngeri mengakhiri ceritanya.

"Mungkin itu teguran dari Allah SWT supaya Bapak bertaubat. Supaya Bapak tidak lagi mengadu jago, dan juga mau menjalankan kewajiban sebagai umat muslim," Siti menciba menyimpulkan mimpi Ratman setelah mendengarkan ceritanya dengan seksama.

Lelaki berkulit hitam itu terdiam. Apa ini yang di namakan mati suri? Tanya Ratman dalam hati.

****
Keesokan harinya Ratman bangun saat mendengar adzan subuh. Ia langsung menuju kamar mandi yang letaknya bersebelahan dengan dapur untuk mandi dan berwudhu.

"Loh Pak, mau kemana?" Tanya Siti yang bangun dari tidurnya karena berniat menjalankan solat subuh. Ia beringsut sambil mengucek matanya yang masih separuh terpejam. Sedikit heran melihat Ratman yang terbiasa bangun siang sudah terlihat rapi mengenakan baju koko berlengan pendek lengkap dengan sarung. Entah kapan terakhir kali suaminya mengenakan pakaian itu.

"Bapak mau solat di masjid Bu." Ratman membenarkan peci hitam di kepalanya.

"Alhamdulillah ... Bapak sudah mau solat." Wajah wanita berumur 30 tahun itu tampak sumringah mendengar perkataan sang suami.

"Iya Bu, Bapak tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ke-dua yang sudah Allah kasih buat Bapak." Air mata haru hampir menetes dari kedua bola mata Ratman. Ia tak menyangka Sang Kuasa masih memberi kesempatan kedua untuk orang sepertinya. Ia pun bertekad akan menjadi muslim yang baik sejak saat itu.

Siti mengangguk-angguk mendengar perkataan Ratman. Harapannya kini menjadi nyata. Ia tidak menyangka mimpi yang di alami Ratman saat mati suri, mampu membuatnya hijrah menjadi muslim yang mau menjalankan kewajibannya. Dia berharap tahun ini bisa sama-sama menjalankan ibadah puasa bersama suami. Ya, karena di tahun-tahun sebelumnya Ratman tidak pernah berpuasa.

Quote:



End
Cilacap, 09 Mei 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
genji32 dan 21 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh TaraAnggara
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
oalah mati suri to
profile-picture
profile-picture
profile-picture
AnisMo dan 2 lainnya memberi reputasi
Hmm...
Setiap orang selalu memiliki hidup yg baru.
emoticon-2 Jempol
profile-picture
TaraAnggara memberi reputasi
Untungnya masih ada kesempatan ke dua ya
profile-picture
TaraAnggara memberi reputasi
masih belajar, jadi harap maklum jika masih banyak kekurangan
profile-picture
profile-picture
Surobledhek746 dan alizazet memberi reputasi
Quote:


Hehe, iya mbak
Quote:


Kalau nggak pasti nyesel
Quote:


Dan semoga hidup baru yang lebih baik
Quote:


emoticon-Angel
Bahagia nya Siti nya ya
profile-picture
TaraAnggara memberi reputasi
emoticon-tempted
Quote:


Trimakasih dan salam kenal Kak
Quote:


Banget mbak, hihi
profile-picture
erina79purba memberi reputasi
Quote:


Mungkin itu teguran dari Allah SWT supaya Bapak bertaubat. Supaya Bapak tidak lagi mengadu jago, dan juga mau menjalankan kewajiban sebagai umat muslim," Siti menciba menyimpulkan mimpi Ratman setelah mendengarkan ceritanya dengan seksama.

Lelaki berkulit hitam itu terdiam. Apa ini yang di namakan mati suri? Tanya Ratman dalam hati.
profile-picture
TaraAnggara memberi reputasi
Quote:


Kenapa pakdhe, ada yang salah kah
Quote:


Siipp ide ceritanya bagus, semangat
profile-picture
TaraAnggara memberi reputasi
alhamdulillah masih ada kesempatan ke 2
profile-picture
TaraAnggara memberi reputasi
Quote:


Makasih mbak, ayok ikut buat
profile-picture
brina313 memberi reputasi
Quote:


Iya, Alhamdulillah
profile-picture
bekticahyopurno memberi reputasi
Ada kisah nyata juga, setelah mati suri, dia langsung taubat setelahnyaemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan
profile-picture
TaraAnggara memberi reputasi
Nah, quote nya kece, brader
profile-picture
TaraAnggara memberi reputasi
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di