alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sanksi Pidana Menanti Pihak yang Ancam Kerahkan ‘People Power’
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cc8376165b24d0d6f346df0/sanksi-pidana-menanti-pihak-yang-ancam-kerahkan-people-power

Sanksi Pidana Menanti Pihak yang Ancam Kerahkan ‘People Power’

Sanksi Pidana Menanti Pihak yang Ancam Kerahkan ‘People Power’


Pakar hukum pidana, Indriyanto Seno Adji mengingatkan sejumlah pihak agar berhati-hati melontarkan pernyataan terutama terkait upaya delegitimasi penyelenggara pemilu dan upaya people power. Sebab, pernyataan-pernyataan itu memiliki implikasi hukum.

Menurut Indriyanto, perrnyataan-pernyataan maupun perbuatan yang mengarah kepada keberatan yang disalurkan melalui mekanisme nonregulasi yuridis seperti pengerahan kekuatan massa (people power) yang bertujuan delegitimasi KPU maupun kelembagaan penyelenggaran pemilu jelas melanggar UU Pemilu.

“Apalagi bila perbuatan dan gerakan itu mengarah pada revolusi kekuasaan yang sah adalah langkah inkonstitusional yang melanggar KUHP,” kata Indriyanto dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Selasa (30/4).

Indriyanto menyarankan sebaiknya semua pihak menahan diri. Selain itu, diharapkan keberatan dilakukan sesuai regulasi perundangan pemilu dan undang-undang terkait lainnya.

“Keberatan atas dugaan kecurangan atau kekurangan terhadap metode quick count maupun real count harus disalurkan melalui mekanisme hukum dan tetap berbasis due process of law,” katanya.

Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan, keberatan-keberatan dapat diajukan secara hukum melalui Bawaslu bila terkait proses penyelenggaraan pemilu. Atau melalui Mahkamah Konstitusi bila ada perselisihan hasil suara, ataupun melalui DKPP bila ada dugaan pelanggaran etik dari penyelengara pemilu.

Pernyataan-pernyataan soal people power di media sosial, kata Indriyanto, juga memiliki dampak hukum. Bahkan akhir-akhir ini sarana melalui elektronik yang berisi konten ancaman kekerasan terhadap kelembagaan negara formal dan isu SARA jelas melanggar UU ITE.

Lebih lanjut, Indriyanto menyarankan agar semua pihak menunggu hasil penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) dan tidak melontarkan pernyataan yang memperkeruh situasi. “Apapun hasil resmi real count KPU 22 Mei 2019 haruslah dimaknai secara bijak bagi semua pihak, demi kepentingan yangg lebih luas yaitu keutuhan NKRI, Pancasila, dan UUD 1945,” pungkasnya.


JawaPos


Komen TS:
Jangan macam-macam gan
emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
koi7 dan 12 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
sekalian target nasbung rusuh jadi ajang uji coba laras tank leopard 2 juga gapapa, itu kalo mau nekat dan maen gilaemoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
baguswave dan 14 lainnya memberi reputasi
masih bagus pake KUHP , jaman aSuharto pake UU Subversif mampus lu,
yang bertindak langsung abri bukan hanya polri..

tapi baiknya kampretaik emang dimusnahkan..
terutama sengkuni rasis itu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
smersh64 dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh lontongbesar
sengkuni hrs pertama yg d cyduk..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
smersh64 dan 9 lainnya memberi reputasi
tinggal ada yg kepleset lidah terus viral
emoticon-Leh Uga

profile-picture
profile-picture
profile-picture
madjezzt dan 2 lainnya memberi reputasi
simbah bakal lebih adem kayaknya

kabarnya pan merapat ke jkw...

emoticon-shakehand
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Hukum di Indo ini aneh, nangkep aja pake lama, yg di arap juga dibiarin.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
madjezzt dan 3 lainnya memberi reputasi
Sanksi Pidana Menanti Pihak yang Ancam Kerahkan ‘People Power’


Kenapa Foto depannya si Sengkuni sih emoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
JustNothing00 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh prokitiwe
Lihat 1 balasan
Libas

emoticon-Traveller
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Quote:


TAMBAH KELOJOTAN . apalagi si kuda nil emoticon-Ngakak
Quote:


kuda nil lagi ribut di twitter soal vespa doi yg ga bayar pajak gan...

emoticon-Leh Uga


Quote:


Sanksi Pidana Menanti Pihak yang Ancam Kerahkan ‘People Power’
Nih, yang lebih ganteng emoticon-Najis
profile-picture
profile-picture
profile-picture
JustNothing00 dan 7 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Macam-macam = diciduk, fix emoticon-Shakehand2
profile-picture
smersh64 memberi reputasi
Sanksi Pidana Menanti Pihak yang Ancam Kerahkan ‘People Power’

Mangan ra mangan sing penting kumpoolll !

emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
baguswave dan 11 lainnya memberi reputasi
Yang rusuh dor emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
smersh64 dan 2 lainnya memberi reputasi
pengen ngerasain TNI power barangkali, jangan sampe baru ditembakin pake gas air mata langsung teriak di zolimi..
Tangkep beneran woi.. Jangan bacot doang...

Tangkep itu si amin rais..

Tegas dikit napa? Bacot doang di gedein.. Ujung2nya yg di tangkep kroco2 doang..

Kalo berani kerangkeng itu si aming rais.. emoticon-fuck3
profile-picture
profile-picture
profile-picture
forbidenfive dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Di indonesia, punya massa = boleh ngomong semaunya. Makin beringas massanya makin bebas emoticon-thumbsup
Kecuali ketangkep basah jadi pelaku kriminal di luar politik susah nangkepnya.
Quote:


Yes emoticon-Ngakak
Diubah oleh Betjanda
Sanksi Pidana Menanti Pihak yang Ancam Kerahkan ‘People Power’

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
JustNothing00 dan 3 lainnya memberi reputasi
Generasi cepirit emas siap berhadapan dgn negara demi kebenaran HQQ kitak2 emoticon-Ultah














Eh skalian walik bancat emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
whypop dan oberleutnant88 memberi reputasi
Diubah oleh sorken
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di