alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS punya fitur baru: MENTION! Berkomunitas jadi makin seru! Cekidot!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kisah Tersembunyi Komunitas Yahudi di Indonesia
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbee096e83c722e622b673f/kisah-tersembunyi-komunitas-yahudi-di-indonesia

Kisah Tersembunyi Komunitas Yahudi di Indonesia

Kisah Tersembunyi Komunitas Yahudi di Indonesia

jpnn.com, JAKARTA- Salah satu media terkemuka Israel Haaretz menurunkan artikel tentang komunitas Yahudi di Indonesia. Hingga saat ini, penganut Yudaisme di Indonesia masih harus sembunyi-sembunyi.

Ada kelompok kecil Yahudi di Indonesia yang bertemu secara diam-diam sebulan sekali untuk berdoa di Hari Sabat. Memang, Yudaisme hingga saat ini bukanlah satu dari enam agama yang diakui di Indonesia.


Biasanya, penganut Yudaisme mengaku sebagai pemeluk Kristen ataupun agama lainnya yang diakui di Indonesia dalam kartu identitas mereka. Hingga saat ini pemerintah Indonesia secara resmi hanya mengakui Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu dan Konghucu.

Walakin, hal itu tak menghalangi para penganut Yahudi di Indonesia untuk beribadah sesuai iman mereka. Ada lokasi di pinggiran Jakarta tempat mereka bertemu dan beribadah pada Hari Sabat.

“Kami seharusnya melakukan ini setiap pekan selama Sabat, tetapi di Jakarta kami melakukan ini sebulan sekali karena sulit mengatur untuk bertemu,” ujar Rabi Benjamin Meijer Verbrugge.

Pria 49 tahun itu tinggal di Lampung. Setiap sebulan sekali dia ke Jakarta untuk memimpin doa bagi komunitas Yahudi.

Rabi Benjamin menjelaskan, komunitas Yahudi di Indonesia tersebar di enam wilayah di antaranya Jawa Barat, Bandung, Medan dan Papua. “Kami memiliki dua keluarga di Lampung dan 20 orang lainnya di Jakarta, juga Timor Leste,” katanya.


Dia memperkirakan ada 140 pemeluk Yahudi di Indonesia. Namun, karena sebagian besar komunitas itu terkonsentrasi di sekitar Jakarta, maka lebih mudah bagi mereka untuk berkumpul di ibu kota.

Umat Yahudi di Indonesia terus menyembunyikan identitas keagamaan mereka. Hanya di ruang berdoa saja umat Yahudi di Indonesia menjumpai simbol-simbol agama mereka.

Adalah Rudi C (56) yang menyediakan tempat untuk sinagoge untuk peribadatan umat Yahudi di Jakarta. Warga Uyghur yang sebelumnya penganut Nasrani itu pindah menjadi Yahudi dan menawarkan tempat untuk berdoa dan melakukan kongregasi.

“Kami mendapatkan kayu untuk pemisah ini buatan Indonesia, tetapi pengrajin setempat tidak memahami bahwa ini sesungguhnya adalah Magen David (Bintang Daud). Ini tampak seperti bintang biasa bagi mereka, jadi bukan masalah,” ujar Rudi.

Dia mengubah apartemennya yang luas untuk sinagoge. Ada menorah buatan pengrajin lokal dalam ukuran cukup besar di ruangan itu.

Ruangan itu juga memiliki sebuah tabut yang disucikan lengkap denganparochet biru dari Israel. Tabut itu dibuat di Jawa.


Kitab Taurat yang ada di dalam ruang doa itu didatangkan dari sebuah sinagoge di Pennsylvania, Amerika Serikat. Namun, aslinya dari Israel.

Meski demikian, ruangan itu bukanlah satu-satunya sinagoge di Indonesia. Pada 2003, sinagoge bernama Shaar Hashamayim dibangun di Tondano, Sulawesi Utara.


Komunitas itu memiliki 20 orang anggota. Namun, mereka menolak diwawancarai seiring meningkatnya suhu politik akibat Pemilu 2019 pekan lalu.

Setiap konflik Israel - Palestina menghangat, komunitas Yahudi di Indonesia langsung ketar-ketir bakal terkena imbasnya. Sebagai contoh pada 2009 ada sebuah sinagoge di Surabaya yang ditutup setelah konflik di Gaza.

Rudi dan keluarganya pun tak mau terang-terangan memperlihatkan identitas mereka sebagai penganut Yudaisme. “Saya tak membiarkan anak laki-laki saya mengenakan kipah di luar dan dia mengaku kepada teman-teman di sekolahnya bahwa dia Nasrani,” ujar Riya, istri Rudi.

Riya sebelumnya bukanlah penganut Yudaisme. Dia memeluk Yahudi mengikuti suaminya pada 2012. Riya pun mewanti-wanti agar lokasi sinagoge tempatnya berdoa tidak dipublikasikan. Dia khawatir sinagoge itu akan dihancurkan. Setelah doa Hari Sabat selesai, Rudi kembali merapikan partisi kayu berlogo Bintang Daud. Dengan demikian sinagoge itu tak terlihat menyolok.


“Iman Yahudi kami bukan untuk konsumsi publik. Ini bukan karena kami takut, tetapi harus sangat berhati-hati karena tiga dari setiap sepuluh laki-laki muslim di Indonesia teradikalisasi,” kata Rabi Benjamin

Kini, umat Yahudi di Indonesia sangat mengharapkan pengakuan dari pemerintah dan masyarakat tanpa harus menghadapi persekusi karena minoritas. “Jika eksistensi komunitas Yahudi ini diketahui publik, kami yakin akan ada persekusi,” ujar Ferriy R (54) yang bekerja sebagai manajer gedung.


Dia menyadari keberadaan umat Yahudi di Indonesia cepat atau lambat akan diketahui secara luas. Namun, Ferriy dan umat Yahudi lainnya di Indonesia lebih mengkhawatirkan kelompok muslim radikal dan evangelis fundamentalis yang membuat kehidupan mereka lebih sulit.

“Mereka tidak siap menerima keberagaman. Indonesia memiliki aturan ini (keberagaman) soal agama, tetapi kenyataannya berbeda,” katanya.

Isu lainnya adalah pernikahan antar-pemeluk agama yang berbeda. Hingga saat ini perkimpoian antara muslim dan pemeluk Yahudi bukanlah hal lazim di Indonesia.

Sebagai contoh, ayah Rabi Benjamin adalah seorang muslim yang jatuh cinta kepada perempuan Belanda penganut Yahudi. Namun, itu jauh sebelum 1990-an atau saat di Indonesia sebuah perkimpoian bisa melalui catatan sipil tanpa sertifika pernikahan.


Orang tua Rabi Benjamin pun tidak menikah di masjid ataupun sinagoge. “Mereka pergi ke kantor catatan sipil. Pada 1990-an pemerintah mulai mensyaratkan sertifikat pernikahan ketika orang-orang ingin menikah,” tuturnya.

(haaretz/ara/jpnn)

TAGS    Yahudi  Sinagoge  agama  Yudaisme
Diubah oleh KASKUS.HQ
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Kisah Tersembunyi Komunitas Yahudi di Indonesia

yahudi itu saudara sulung dari samawi ( abrahamic)
dan jadi umat pilihan tuhan samawi ( abrahamic god)

samawi lainnya ( kristen & islam) itu tak dipandang oleh tuhan samawi

samawi itu ajaran timur tengah
Diubah oleh bpln.leader
Quote:


mabok narkoba drunk?
Walah... ane tahu kalau Saksi Yehuwa ada di INA, tapi ane tahu yahudi cuma dari Wikipedia, katanya ada sekian koma persen dari semuanya di sini.

Melihat mayo di sin, berasa tinggal di tengah hutan serigala ngga sih emoticon-Takut Kayaknya kalau ane dengar "Yahudi" dari mesjid, juga, pasti nggak jauh dari kata semacam "laknat". Makanya nih....

BTW, ane sempat juga melihat sejarah konflik Yahudi-Kristen. Lumayan rame, bahkan mereka yang menyediakan hosti curian di jaman medieval, meskipun setelah diusut ahli sejarah kebanyakan itu semua propaganda anti-Yahudi jaman medieval. Tetap, dulu sampai abad pertengahan juga masih rame, tapi sekarang?... eh, bodo amat soal itu.
Diubah oleh lupineprince
pernah nonton di channel kumparan di youtube, ngebahas komunitas yahudi yang ada di Manado. disana kayaknya mereka diterima sama masyarakat sekitar, gak tau kalo daerah lainnya
profile-picture
skywalker45 memberi reputasi
jadi dimana Mas Wahyudi Luck Nut Dulloh ? emoticon-Ngakak emoticon-Leh Uga emoticon-Embarrassment
apa bung yapto sembunyi?
Balasan post lupineprince
hubungannya saksi yehuwa sama yahudi paan gan?
Balasan post sibuk.nyaleg
Nggak ada, tapi dua2nya sama2 sedikit. Berapa banyak orang Indo yang tahu saksi Yehuwa ada di negeri ini? Ane juga baru tahu pas sadar selama sekolah lewat gedungnya setelah SMA.
Balasan post lupineprince
ah.. yg namanya sunda wiwitan jg sedikit lah..
"kalo ada biaya atau kesempatan
mending tinggalkan indonesia"

sepertinya negara ini masih butuh seratus atau duaratus tahun lagi biar bisa menerima keberagaman
kalo untuk sekarang ini negara masih akan mabok bergejolak
Balasan post cantoad
Diterima lah
Kristen sayap kanan it pro jews pro israel mirip di amerika! Manado it kristen sayap kanan kebanyakan
Quote:


di dunia ini ga ada yang menolak keberagaman. tetapi ada segelintir elit yang ingin keberagaman itu sesuai keinginan mereka. ini yang bikin susah sebenernya.
bakar...bakar....yahudi
masuk di thread keras....
gk perlu repot2 makan kosher karena disini udah ada sertifikasi halal. bentar lagi kang stempel cap halal juga jadi wapres
gut trit gan emoticon-Jempol
#nambahwawasan
emoticon-Kagets mata2
Yahudi itu komunitas apa umat beragama sih? Kalo pake istilah komunitas kok kedengerannya seperti sekelompok penboi doang.. emoticon-Bingung

Jadikan resmi

Ane dukung memasukan agama yahudi menjadi agama resmi yg di akui negara , untuk meredam segelintir golongan radikal . Supaya mrk terbiasa melihat kalo yahudi Indonesia inginkan hanya kebebasan beribadah kpd Tuhan nya . Apakah nt orang beragama ada masalah dgn keinginan mrk ?

Jgn suka di campur aduk masalah politik dgn agama . Apa yg terjadi di Israel jgn di bawa disini . Spt nt tdk mau gara2 kelakuan teroris nt yg ketiban kemarahan dunia .

Tdk semua yahudi jahat sbg mana tdk semua muslim baik . Ada yg lurus / waras / taat beragama , ada yg setengah lurus / setengah bengkok & byk yg ktp .

Semua golongan punya “ crazy “ di dalam nya .
Quote:


Mana ada politisi atau pejabat tinggi yg mau mendukung yahudi masuk agama resmi indo

Kecuali udah bosan hidup mau kepalanya lepas
profile-picture
skywalker45 memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di