alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pasien Sakit Jiwa Diprediksi ‘Meledak’ Setelah Pemilu 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb53fed09b5ca43dd203650/pasien-sakit-jiwa-diprediksi-meledak-setelah-pemilu-2019

Pasien Sakit Jiwa Diprediksi ‘Meledak’ Setelah Pemilu 2019

Pasien Sakit Jiwa Diprediksi ‘Meledak’ Setelah Pemilu 2019

Bisnis.com, Pilpres 2019  - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa setelah pencoblosan pada pemilu 2019, Rabu (17/4/2019), perlu diwaspadai sakit jiwa.

Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/4/2019), Ari mengatakan pasca-pemilu 2009, data Kementerian  Kesehatan ada ribuan orang sakit jiwa baru yang dihubungkan akibat dampak Pemilu 2009. Pada Pemilu 2014 juga terjadi kembali ledakan orang sakit jiwa walau dengan jumlah yang tidak sebanyak 2014.

Pada pemilu 2019, peningkatan sakit jiwa juga diprediksi akan terjadi. Sakit jiwa yang bisa ringan misal depresi sampai berat atau psikosis akut. Kekecewaan pasti dialami oleh sebagian mereka yang gagal tersebut. RSUD dan RS Jiwa juga sudah mengantisipasi lonjakan pasien gangguan jiwa pasca pemilu ini.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam ini, pada pemilu 2019, ada 245.106 caleg DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Mereka hanya memperebutkan 10 persen kursi, artinya akan ada 200.000 orang gagal dan pastinya kecewa karena tidak berhasil menjadi anggota dewan.

“Yang menarik lagi dari data di KPU hampir 3000-an caleg tersebut menyebut tidak punya atau belum punya pekerjaan. Walau mungkin saja sebagian besar juga sudah siap kalah,” kata Ari.

Caleg Nomor Jadi

Para calon legislatif (caleg) sudah bekerja keras tanpa kecuali. Caleg dengan nomor urut kecil seolah-olah  punya harapan, sedangkan caleg nomor urut awal (‘nomor jadi”) juga  tidak bisa yakin menang. Apalagi, jika masyarakat pemilihnya paham yang dipilih orang bukan partai.

“Jelas kondisi ini membuat para caleg akan mengalami stres luar biasa untuk meraih harapan kursi tersebut. Kita bisa melihat berbagai caleg melakukan berbagai hal dari yang tidak rasional sampai rasional yang bisa diterima akal untuk mendapatkan 1 kursi legislatif baik DPRD kabupaten/kota, DPRD propinsi  dan DPR pusat serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD),” kata Ari.

Perjalanan panjang pun juga sudah dilalui untuk menjadi caleg. Ada caleg yang harus keluar dari perkerjaannya, karena merasa kans besar untuk menjadi anggota legislatif dan mencoba  peruntungan untuk bisa menjadi anggota legislatif.

Menurut Ari, dana  besar yang dikeluarkan selama masa kampanye  merupakan salah satu faktor stres tersendiri. Belum lagi jika uang tersebut didapat melalui pinjaman uang baik melalui pegadaian atau bank atau bahkan melalui rentenir. Rumah, tanah atau aset  lain mungkin sudah jadi  jaminan dari proses utang piutang ini.

Aset ini akan   tersita jika mereka tidak bisa mengembalikan dana pinjaman tersebut. Kondisi ini jelas berpotensial untuk menimbulkan kekecewaan dan  stres yang cukup berat apalagi juga rumah tangga berantakan akibat kondisi ini.

Ari menambahkan, berbagai  rumah sakit jiwa provinsi  memang juga sudah memprediksi akan banyak orang terganggu jiwanya korban pemilu, setelah tanggal 17 April 2019 nanti. Mereka sudah bersiap-siap untuk menerima lonjakan pasien pascapemilu.

Faktor Utama
Kecewa dan stres merupakan faktor utama yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan kejiwaan yang pada akhirnya dapat mengganggu fisik seseorang. Gangguan jiwa yang terjadi bisa ringan sampai berat. Mulai dari sakit kepala, susah tidur atau nafsu makan menurun, gangguan jiwa bisa berupa depresi  sampai yang berat seperti psikosis akut.

Berbagai gangguan sistim organ bisa terjadi akibat adanya faktor stress tersebut.
Gangguan fisik yang disebabkan oleh faktor psikis ini selanjutnya sering disebut sebagai gangguan psikosomatik merupakan gangguan ksehatan yang sering dialami karena seseorang stres.

Gangguan psikosomatik terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan saraf otonom, sistim-hormonal tubuh, gangguan organ-organ tubuh serta sistim pertahanan tubuh. Berbagai kelainan organ yang terjadi dapat dihubungkan dengan faktor-faktor yang menyebabkan kelainan organ tersebut.

Berbagai keluhan yang dapat timbul saat seseorang mengalami stress antara lain sakit kepala, pusing melayang, tangan gemetar, sakit leher, nyeri punggung dan otot terasa kaku, banyak keringat terutama pada ujung-ujung jari tangan dan kaki, selain itu ujung-ujung jari tangan dan kaki terasa dingin, gatal-gatal pada kulit tanpa sebab yang jelas.
Mereka juga bisa mengalami nyeri dada, nyeri ulu hati, mual, perut kembung dan begah serta diare. Gangguan yang terjadi akibat stress bisa multi organ.

Gejala fisik  yang muncul tersebut bisa karena  memang sudah ada penyakit organik sebelumnya. Oleh karena itu, memang harus dipastikan dulu bahwa tidak ada penyakit organik sampai mendapat kesimpulan kalau keluhan-keluhan yang timbul tersebut karena penyakit psikosomatik yang dicetuskan oleh stress tadi.

Selain itu, stres sendiri akan memperburuk penyakit-penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya. Berbagai penyakit kronis yang dapat diperberat oleh adanya faktor stres antara lain penyakit kencing manis, sakit jantung, stroke, hipertensi, penyakit rematik baik sendi maupun non sendi, gangguan seksual, ganguan buang air kecil, obesitas, kehilangan daya ingat, infertilitas, masalah tiroid (gondok), penyakit autoimun, asma bronkiale serta sindrom usus iritabel (irritable bowel syndrome/IBS).


Sumber : https://lifestyle.bisnis.com/read/20...ah-pemilu-2019
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
emoticon-Om Telolet Om! apa perlu digilas mati orang sakit jiwa itu ?
belum lagi ditambah nasbung yang 5 tahun udah militan hoaxnya
bisa pada gila kalo nggak menang junjungannya emoticon-Takut
makanya golput aja biar tak sakit jiwa

enakan T.P.S= travel pergi seks emoticon-Traveller
caleg2 yg udh keluar duit banyak siap2 aja kalah
Klo gila medeni ahli saraf
gila berjamaah gara2 pemiluh..
emoticon-Wakaka
nyang sakit jiwa mangkin banyak.....nyang banci sakit juga nambah emoticon-Om Telolet Om! emoticon-Wow emoticon-Wkwkwk
100% isi nya kampretemoticon-Ngakak
bisa jadi .... emoticon-Malu

orang fokus nya ke kartu pilpres ... sisa kartu yg lain bakalan di cuekin emoticon-Leh Uga

bayangin di daerah bisa 5 kartu ..... dengan gambar isi macam mcam banyak lagi emoticon-Leh Uga
bisa buat latihan calon psikolog
gw sendiri palingan fokus sama lembar pilpres, yg lain bodo amat, rata2 gak kenal..

lembar yg caleg tuh bejubel banget emoticon-Big Grin
kebanyakan golongan cebong apa kampret om ??
Stroke berjamaah setelah liat hasil bsk emoticon-Ngakak
Wabah gila 5 tahunan emoticon-Takut
yang totalitas tanpa back up plan biasanya ni yang OTW straight go to hospital, h plus 1, h plus 2.
Melihat cara main kubu2 sekarang yang mengarah ke pengkultusan dan pesatnya teknologi komunikasi yang mempermudah semua itu, yah... memang harus waspada.
Diubah oleh lupineprince
- "... 3000-an caleg tersebut menyebut tidak punya atau belum punya pekerjaan ..."
- " ... Belum lagi jika uang tersebut didapat melalui pinjaman uang baik melalui pegadaian atau bank atau bahkan melalui rentenir. Rumah, tanah atau aset lain mungkin sudah jadi jaminan dari proses utang piutang ini ..."

Pak, kayaknya kagak perlu sampai harus 'nunggu coblosan usai. emoticon-Smilie
Kalau bicara mengenai gangguan jiwa, lho yah ...
Obsesi-optimisme berlebihan ..., tanpa melihat sikon yang ada.
emoticon-Ngakak
semoga gilanya ngak sembuh emoticon-Leh Uga
Ane yakin cebong banyak yang gila baru...
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di