alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gerindra Polisikan Allan Nairn Soal Dokumen Siasat Prabowo
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb49470e83c726ab36a379c/gerindra-polisikan-allan-nairn-soal-dokumen-siasat-prabowo

Gerindra Polisikan Allan Nairn Soal Dokumen Siasat Prabowo

Gerindra Polisikan Allan Nairn Soal Dokumen Siasat Prabowo

CNN Indonesia

Senin, 15/04/2019 20:51

Gerindra Polisikan Allan Nairn Soal Dokumen Siasat Prabowo
Jurnalis Allan Nairn dan Waketum Gerindra Arief Poyuono. (Foto: Dok. Istimewa)

Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono akan melaporkan jurnalis independen asal Amerika Serikat Allan Nairn ke polisi atas tuduhan menyebarkan berita bohong atau hoaks. 

Berita bohong yang dimaksud adalah laporan Allan soal strategi Prabowo Subianto melemahkan lawan-lawan politiknya jika terpilih sebagai presiden pada pilpres 2019 nanti. Allan merilis laporan itu di blog pribadinya, berjudul 'Notulensi Rapat Tertutup Prabowo Subianto dan Tim'.

"Besok akan kami laporkan. Kami juga meminta meminta polisi untuk menangkap Allan Nairn yang saat ini ada di Indonesia. Karena sudah bikin hoaks di Indonesia," ujar Arief kepada CNNIndonesia.comdikonfirmasi pada Senin (15/4).

Allan dalam laporannya menyebut pada 21 Desember 2018 Prabowo menggelar rapat tertutup di kediamannya, Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan, pada malam hari pukul 21.00 hingga 23.15 WIB.

Rapat yang dihadiri orang-orang lingkaran Prabowo, termasuk Fadli Zon dan Arief Poyuono itu disebut Allan membahas langkah konkret menghadapi sejumlah isu strategis seperti tuduhan Prabowo-Sandi mendukung khilafah, hingga balas dendam politik terhadap partai yang saat ini berkuasa. 

Terkait isu khilafah itu, rapat memutuskan menunjuk Mayjen TNI (Purn) Arifin Seman menyusun nama yang cocok untuk menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). 

"Perombakan besar-besaran di tubuh BIN akan mengarah pada agenda penyerangan terhadap lawan politik dan pelumpuhan kelompok HTI, FPI, JAD, dan yang setara dengan itu," tulis Allan dalam laporannya. 

"Tugas lain dari BIN nanti adalah melemahkan partai koalisi untuk meningkatkan dominasi Gerindra dalam pemerintahan: PKS dan Partai Demokrat akan digembosi habis-habisan melalui berbagai kasus korupsi lama dan yang baru," demikian lanjutan laporan Allan.

Gerindra Polisikan Allan Nairn Soal Dokumen Siasat Prabowo
Jurnalis independen Allan Nairn. (CNN Indonesia/Alvin Ramandey)

Sementara terkait balas dendam politik, laporan Allan Nairn menyebut Fadli Zon dan Fahri Hamzah ditugaskan menentukan Jaksa Agung baru.

"Tugas utama Jaksa Agung baru adalah mengadili sebanyak- banyaknya lawan politik dari PDI Perjuangan,m NasDem, Golkar, PKB, dan PPP," tulisan laporan Allan Nairn.

Allan mengklaim mendapatkan informasi itu dari pihak intelijen. Di sisi lain, Arief Poyuono yang disebut hadir dalam pertemuan itu menyebut laporan Allan Nairn tak lebih dari hoaks alias berita bohong.

Arief mengaku sempat diwawancara oleh Allan pada 20 Maret 2019. Dalam wawancara itu Arief berkata Allan mengajukan banyak pertanyaan. Salah satunya soal rapat 21 Desember di Kertanegara.

"Dia tanya saya 'ikut gak?' Saya bilang enggak, karena memang enggak ada pertemuan 21 Desember itu. Kalaupun ada saya pasti ikut karena saya pimpinan dan orang dekat Prabowo," ujar Arief.

Gerindra Polisikan Allan Nairn Soal Dokumen Siasat Prabowo
Dokumen aliran dana ke Allan Nairn. (Foto: dok.istimewa)

Arief menyebut Allan adalah jurnalis pesanan yang ditugaskan merusak Prabowo Subianto menjelang hari pemungutan suara 17 April mendatang. Arief bahkan mengklaim memiliki data yang memperkuat tudingan bahwa Allan adalah jurnalis bayaran.

Dia memberikan kepada CNNIndonesia.combukti rekening transfer uang sekitar US$2 juta ke rekening Allan di DBS B, Singapura. Arief menyebut uang itu sebagai bayaran kepada Allan untuk membuat kampanye hitam dan fitnah terhadap Prabowo dan TNI.

"Dia memang ditugaskan oleh orang yang memesan dia. Oleh lawan politik kami. Orang masih ingat ketika Pilkada Jakarta dia bilang mau ada kudeta TNI, ternyata hoaks. Pilkada berjalan lancar dan damai," ujar Arief.

Allan sendiri sudah membantah tudingan Arief. Di akun twitternya, @AllanNairn14, Allan menyebut tim Prabowo mengirim ke pers nota palsu bank Singapura berisi transfer duit US$2 juta kepada dirinya. 

"Saya anggap ini konfirmasi diam-diam Prabowo bahwa laporan itu akurat dan dia berusaha keras untuk mendiskreditkannya," tulis Allan.

<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="in" dir="ltr">1) Menakjubkan: setelah saya rilis laporan ttg rapat rencana Prabowo utk menangkap secara massal lawan politik & sekutu (<a href="https://t.co/HeG7MYIas0">https://t.co/HeG7MYIas0</a> ), tim Prabowo menuntut Polisi menahan saya...</p>— Allan Nairn (@AllanNairn14) <a href="
?ref_src=twsrc%5Etfw">April 15, 2019</a></blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>

(ani/wis)

Sumber
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
secara logika kalau itu benar ceby harusnya pilih wowo,, bukannya sebaliknya
Kalau sudah dilaporkan, serahkan semuanya kepada polisi bray
bagus laporkan biar bisa diungkap emoticon-thumbsupg
gak sklian yg bajak twit dilaporin ? emoticon-Ngakak (S)
yg gw seneng dr dokument notulensi rapatnya adalah...

HTI FPI dan JAD akan jadi bulan2nan polisi sama bin...

mampus


Gerindra Polisikan Allan Nairn Soal Dokumen Siasat Prabowo
Gerindra Polisikan Allan Nairn Soal Dokumen Siasat PrabowoGerindra Polisikan Allan Nairn Soal Dokumen Siasat PrabowoGerindra Polisikan Allan Nairn Soal Dokumen Siasat Prabowo
aneh.
tak mikir sek emoticon-Bingung
Itu gambarnya Si Alan lg baca doa ya bro!
Si Alan mah ketawa aja dipolisikan di ranah hukum RI locus...klo dia di amrik ya bebaslah dia, khan di negara liberal kebebasan individu termasuk berbicara dilindungi!
si allan ini orang indonesia bukan sih ? kok dilaporkan ke polri... gmn ya ? jadi bingung...
btw arti dari kalimat "I was the American fair-haired boy" itu apa ya ?
Diubah oleh foolbaby
loh harusnya bagus dong kalo prabowo bener seperti yg dibilang sm si allan, tp kenapa malah dianggap ngehoax
emoticon-Ngakak
khilafuck is dead ! emoticon-Big Grin
panas nasbung
Sepertinya protocol " kutukupret " sedang dijalankan ....
Balasan post magelys
Quote:


secara logika, klo itu benar, kampret seharusnya dukung Jokowi krn terbukti Wowok tak bertytyd cuma memanfaatkan mereka utk ambisinya yg sejak dulu emang dikenal gila kekuasaan sampai nekad coba-coba kudeta Habibie emoticon-Imlek emoticon-Cendol Gan
Balasan post 2jznoshit
Quote:


klo si Alan dianggap hoax , berarti tuduhan bhw Wowok tak berkwonthol mendukung khilafake itu benar adanya emoticon-Imlek emoticon-Cendol Gan

btw Allan Nairn ini reporter yg obyektif juga, dia kerap mengkritik kebijakan luar negeri AS seperti mengangkat diktator & menggulingkan rezim yg populis emoticon-Imlek emoticon-Cendol Gan
Sejak kapan bukti transfer bisa ada di tangan orang lain?

Dia dpt bukti transfer dr mana coba?? Ngak mungkin bank kasi kan. Bukti transfer ya pasti dipegang sama yg kirim. Nah, kok ada sama dia? Gak mungkin kan lawan politik nya yg kasi!

Indikasi berarti dia curi itu bukti transfer. Atau dia sendiri yg transfer untuk kasus lain. Trus dipakai skrg untuk tunjuan lain (menyerang petahana).

Lucu kaum ini. Otaknya ada ngak sih? Buat blunder Mulu.
Quote:


Nah berarti prabowo mendukung dan melindungi terorisemoticon-Ngakak
klo d liat karakternya prabowo dia bs 1000x lbh jahat dr soeharto ...
Fix gw ga pilih prabowo. Gw pngin negara ini tetap jd negara demokrasi
subannalloh, nasbung kampret bakal digebuk majikan :ee
Balasan post 2jznoshit
Quote:


lha donatur ISIS aja dukung wowok , sulit sekali utk tidak mempercayai bhw Wowok mmg gunakan HTI,FPI,JAT,MMI,FUI sbg backbone nya emoticon-Imlek emoticon-Cendol Gan
Kalau si antasari bapak perkocokan nasional dapat transferan berapa bre? Kok belum muncul?
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di