alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
KPU Diminta Belajar Dari Membludaknya Warga Memilih Di Luar Negeri
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb475fef4d695322f4cbc23/kpu-diminta-belajar-dari-membludaknya-warga-memilih-di-luar-negeri

KPU Diminta Belajar Dari Membludaknya Warga Memilih Di Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus banyak belajar dari kejadian pemungutan suara dalam mempersiapkan pelaksanaan Pemilu 2019 di tanah air, pada Rabu (17/4/2019).

Karena Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, kejadian di Kuala Lumpur, Hongkong, Sydney, Belanda, Singapura dan Arab Saudi serta kota lain di luar negeri terlihat jelas sangat tingginya antusiasme warga negara untuk memilih. Bahkan hampir di luar dugaan dan asumsi yang selama ini dipikirkan.

Hal itu terlihat dari terjadi antrian yang cukup panjang untuk dapat mempergunakan hak pilih. Sebagian kota tetap dapat dilaksanakan, tapi sebagian kota yang lain ditutup sesuai dengan jam yang ditentukan. Tapi akibatnya banyak warga yang tidak dapat mempergunakan hak pilihnya.


Menangkap sinyal itu, Ray Rangkuti menilai KPU sebaiknya segera berbenah. karena hal yang sama sangat mungkin terjadi di Indonesia, pada hari "H" pelaksanaan Pemilu 2019.

Khususnya, dia tegaskan, luapan partisipasi akan membludak tapi daya tampung satu TPS tidak memadai.

"Dalam satu bulan ini, saya sendiri selalu mengingatkan agar KPU menambah jumlah bilik suara lebih dari 4 bilik suara yang disiapkan. Agar antrian tidak memanjang dan lebih dari itu karena situasi yang tidak pasti membuat pemilih akhirnya membatalkan hak coblosnya," jelas Ray Rangkuti kepada Tribunnews.com, Senin (15/4/2019).

Baca: Beredar Exit Poll Pemilu Luar Negeri, KPU Bilang Cuma Atur Untuk Dalam Negeri

Selain itu Ray Rangkuti juga memastikan netralitas penyelenggara pemilu. Kareanya pengawasan atas netralitas ini sebaiknya dilakukan sepanjang waktu.

Untuk itu dia menyarankan, KPU sebaiknya membuka saluran pengaduan agar dapat memastikan bahwa jajaran mereka melaksanakan coblos hitung dengan sikap professional dan imparsial.

"Mereka juga harus terus diberi info kekinian tentang aturan yang diberlakukan di TPS, khususnya. Professionalisme mereka juga harus benar-benar memadai guna membuat proses di TPS lancar, efesien dan ceria," paparnya.

Termasuk imbuh dia, menjelaskan kembali kriteria pemilihnya.

"Sementara ini banyak kita baca di berbagai medsos tentang tata cara menggunakan hak pilih, identitas pemilih, jam memilih, dan sebagainya," ucapnya.

Tapi satu dengan yang lain tidak bisa pasti dijadikan sebagai acuan. Untuk hal ini, banyak cara yang bisa dilakukan oleh KPU

Antara lain menurut dia, KPU menjelaskan sedetil mungkin melalui konferensi media, atau bahkan siaran langsung, membuat info petunjuk memilih via medsos, dan jika perlu ketentuan itu dimuat juga di setiap TPS.

Hal ini menurut dia penting agar tidak terjadi salah paham yang berujung pada ketidaknyamanan penyelenggaraan.

"Kita semua berharap pemilu ini sukses. Tapi harapan ini titik utamanya semua tergantung pada kinerja penyelenggara pemilu. Di pundak merekalah kwalitas pemilu ini dipahatkan. Masih ada waktu untuk berbenah!" ujarnya. (*)

http://www.tribunnews.com/nasional/2...-negeri?page=2

Knp kisruh





Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Benteng terakhir yang bisa diserang KPU ya bre sekarang?

btw jangan lupa ini hari tenang.
lalu ga boleh diberitakan ? berita hari ini ?



emoticon-Smilie



emoticon-Smilie



emoticon-Smilie
KPU Diminta Belajar Dari Membludaknya Warga Memilih Di Luar Negeri

mau orang2 ini kembali berkuasa ? emoticon-Busa
KPU oh KPU
Balasan post floriantito
Wajar jika ditanyakan kredibilitasnya..lagian itu Lembaga independen yg menyuarakan..
pemilu sekarang anomali bagi PPLN krn yg udah pada males nyoblos. barus skrg animonya ngebludak. ga tau ada apaan bisa sampe begitu


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di