alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pilih Mana: Kartu "Sakti" atau Kartu "Cerdas"?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb466c5f4ae2f099227a89e/pilih-mana-kartu-quotsaktiquot-atau-kartu-quotcerdasquot

Pilih Mana: Kartu "Sakti" atau Kartu "Cerdas"?

Pilih Mana: Kartu "Sakti" atau Kartu "Cerdas"?

Pada 2014, Presiden Joko Widodo menawarkan kartu sakti untuk memberikan akses masyarakat pada pendidikan, sosial dan kesehatan. Terbitlah Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Setelah 4,5 tahun berlalu, program kartu tersebut mendapatkan tantangannya tatkala sang petahana maju kembali sebagai calon presiden di kontestasi 2019.

Tidak berbeda jauh dengan program andalannya pada 2014, Jokowi hadir kembali dengan kartu-kartu baru. Tidak cukup tiga, dia menggenapi kartu saktinya menjadi enam. Tiga kartu baru yang akan dia terbitkan antara lain yaitu Kartu Indonesia Pra kerja, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, dan Kartu Sembako.

Strategi calon presiden petahana ini layak untuk ditelaah lebih lanjut. Apakah tiga kartu yang sebelumnya dikeluarkan terbukti manjur untuk mengatasi persoalan. Sehingga ketika pemerintahan baru nanti sudah berjalan, apakah dengan bertambahnya kartu maka kesejahteraan penduduk dapat meningkat?

KIP yang bertujuan untuk mendongkrak pendidikan Indonesia yang selama ini masih jauh tertinggal. Namun, hadirnya KIP ternyata tidak bisa menggerus angka buta huruf, di mana 55% anak usia 15 tahun di Indonesia buta huruf menurut riset Bank Dunia. Lebih mirisnya lagi, dalam The Right to Education Index (RTEI), Indonesia berada di peringkat lebih rendah dibandingkan dengan Filipina dan Ethiopia. Indonesia setara dengan negara seperti Honduras dan Nigeria.

Di bidang kesehatan, Jokowi menerbitkan KIS demi menjawab kondisi kesehatan masyarakat Indonesia yang berada di peringkat bawah dunia. Namun empat tahun berselang, posisi Indonesia justru turun dari peringkat 67 ke 71, berdasarkan rilisan The Legatum Prosperity Index 2018. KIS seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai pelunas tagihan iuran BPJS namun sungguh mampu menyelesaikan persoalan kesehatan yang ada di Indonesia.

Terakhir, KKS dimana program tersebut bertujuan untuk menyokong kondisi ekonomi masyarakat kelas ekonomi bawah. Sebab nampaknya alih-alih membeberkan data yang faktual soal kondisi kemiskinan di Indonesia, Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan banyak permainan data soal kemiskinan. BPS mengklaim bahwa kemiskinan Indonesia terendah sepanjang masa, yaitu sekitar 9,82% atau 25,95 juta jiwa. Namun standar kemiskinan sebelumnya diturunkan dari Rp14.000 ke RP13.400.

Mengkritisi program kartu sakti yang jumlahnya terus bertambah, Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno menilai, janji pemerintah untuk "mempertebal" dompet masyarakat terlalu harfiah. Memang saat ini dompet masyarakat kelas bawah di negeri tercinta ini jauh lebih tebal. Namun bukan tebal oleh uang karena naiknya pendapatan, tetapi tebal berisi kartu-kartu sakti yang digagas oleh petahana. Alhasil, tebalnya dompet hanya mengganjal kantong celana ketika duduk.

Tidak ingin mengulangi kesalahan pendahulunya tersebut, bila terpilih nanti Sandiaga memperlihatkan kartu tandingan yang tidak hanya lebih sakti, namun juga efisien serta pintar. Satu kartu "cerdas" ini nantinya bisa menyelesaikan semua masalah yang hanya bisa diakses oleh kartu-kartu sakti pesaingnya. Hebatnya lagi, kartu tersebut sudah dimiliki oleh hampir seluruh penduduk Indonesia, yaitu e-KTP.

Sandiaga mengatakan Ilmuwan ITB telah mengujicoba kartu tersebut dalam sebuah event Young Entrepreneur Summit. Seperti diketahui, e-KTP sudah memiliki chip dan bisa digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan, seperti kartu kesehatan dan lain sebagainya. Sehingga, seharusnya pemerintah tidak "mempertebal" dompet masyarakat dengan kartu, tetapi dengan pendapatan yang meningkat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pun mengiyakan jika pada awalnya kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) ditujukan menjadi kartu multiguna. Pada awalnya e-KTP diterapkan sekaligus berfungsi untuk social security number, fasilitas kesehatan, hingga urusan Surat Izin Mengemudi (SIM). Namun, dalam perkembangannya, hal ini belum dapat diwujudkan hingga saat ini.

Menanggapi gagasan cawapres 02, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan KTP elektronik (e-KTP) tidak bisa dijadikan multifungsi untuk berbagai program. Namun, perlu diketahui bahwa e-KTP di Eropa isinya bukan hanya data pribadi, tetapi juga memberikan beberapa fasilitas tambahan pada penggunanya. Pemilik kartu bisa menggunakan berbagai macam fasilitas yang disediakan pemerintah hanya dengan membawa kartu tersebut, mulai dari naik angkutan umum, pembayaran, pembukaan rekening baru di bank, hingga pelayanan kesehatan.

Alhasil, pemilik kartu tidak perlu lagi melakukan pendaftaran dengan mengisi formulir baik ketika berada di rumah sakit, bank maupun aktivitas lainnya. Cukup dengan menyerahkan kartu untuk dibaca pada alat yang terpasang di kasir atau loket, penggunanya tinggal menikmati layanan yang diberikan.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera menambahkan, ide yang dilontarkan sandi dalam debat pamungkas itu sejalan dengan semangat awal e-KTP. Dia pun menganggap, adanya kasus korupsi dalam pelaksanaannya membuat rencana brilian itu tak kunjung terwujud. Maka dari itu, jika  Prabowo dan Sandiaga dipercaya, maka dipastikan salah satu program utamanya adalah pembenahan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pelaksana program.

Harus diakui, saat ini masyarakat tidak membutuhkan tambahan kartu hanya agar dompet lebih tebal. Buat apa jika dompet tebal tetapi isinya hanya kartu, yang terbukti tidak memberikan dampak signifikan. Rakyat jauh lebih membutuhkan program nyata sebagai solusi dari beragam permasalahan yang muncul. Daripada pemerintah memberikan kartu, jauh lebih bermanfaat program membagikan "susu" setiap pagi.


Sumber:

https://www.tagar.id/jokowi-tiga-kar...n-sdm-20192024

https://indonesiainside.id/bpn-02-te...-kartu-jokowi/

https://www.merdeka.com/dunia/ini-ca...ara-eropa.html

https://pinterpolitik.com/uji-kesakt...-sakti-jokowi/
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
maunya kartu cerdas yg sakti
Kartu cerdas?
Kualitas e-KTP aja udah d downgrade gara2 korupsi ko..emoticon-Stick Out Tongue
Pilih Mana: Kartu "Sakti" atau Kartu "Cerdas"?
apapun kartunya
yg penting manfaatnya
Ane kartu debit dah, gak usah banyak2 100 jt/bulan
Pilih Mana: Kartu "Sakti" atau Kartu "Cerdas"?
Ane cukup kartu kredit unlimited yg ga perlu bayar aja
kartu yugi-oh
Ok Otrip aje diberangus ama Om Anies diganti Jak Lingko..piye kartunye ?
Jadi pilih mana neh
Kagak usah pake kartu2 dah. Ane mentahannya saja emoticon-Hammer (S)
Balasan post satyadimitri
Ngarep aja om. Hari gini....emoticon-No Hope
denger2 sih pke kartu ini itu biar rakyat di biasain g pke uang chas..
biar negara g sllu nyetak uang yg bisa hilang atau rusak..
bener ga ya?emoticon-Bingung
Balasan post harajuku911
Ah, tetep aja. Orang banyak KIP yg bikin bon fiktif buat ambil mentahnya aja.
Balasan post satyadimitri
doain aja yg terbaik bwt indo. wlwpun beda pilihan dukunglh siapaun presiden dan kebijakanya emoticon-Malu
Ga ada ya ang lgsg transfer ke rekening aja.... Biar ga ribet2/capek antri kanemoticon-I Love Indonesia (S)
kartu panama ajaemoticon-Busa
Balasan post harajuku911
Amiiin. Moga2 aja ada kejutan (positif) siapa aja yg kepilih
amiiin. Semoga aja ya ganemoticon-Ngacir Tubrukan


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di