alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Naturalisasi Yes, Penggusuran No
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb425db82d4950bce699ccb/naturalisasi-yes-penggusuran-no

Naturalisasi Yes, Penggusuran No

Naturalisasi Yes, Penggusuran No PROGRAM naturalisasi sungai yang digagas Gubernur Anies Baswedan sampai juga ke telinga Rusmanto, 45, warga Jalan Kerapu, Pluit, Jakarta Utara. Tinggal di bantaran Kali Ciliwung Lama, membuatnya menaruh perhatian besar terhadap program yang menyangkut aliran sungai.

"Saya setuju kalau memang naturalisasi dilakukan untuk penataan sungai, tapi kalau diharuskan pergi saya menolak," ungkapnya, kemarin.

Rusmanto sudah puluhan tahun tinggal di Jalan Kerapu. Sama seperti kebanyakan warga lainnya, ia tidak mengantongi sertifikat. Warga di kampung ini hanya memiliki bukti pembayaran pajak pendirian bangunan.

Rumah-rumah di Kampung dalam segi ukuran nyaris seragam. Kebanyakan memiliki ruangan 3 meter x 6 meter, tetapi dibuat bertingkat ke atas, dua atau tiga lantai. Semua rumah dibangun permanen, dengan batu bata atau batako, dengan pondasi yang tidak kalah kukuh.

Baca Juga : Warga Kampung Kerapu Sambut Baik Naturalisasi Sungai Ciliwung

Jarak antara rumah dan bibir Kali Ciliwung sekitar 5 meter. Namun, rumah dan kali dipisahkan jalan beraspal dan selokan kecil.

"Selain bukti pembayaran pajak pendirian bangunan, kami juga memiliki riwayat bangunan yang ditandatangani camat dan kelurahan," tambah Andi Amir, Koordinator Komunitas Anak Ciliwung wilayah Kampung Kerapu.

Karena itu, Rusmanto akan menolak dengan keras jika naturalisasi mengharuskan dia dan warga lainnya meninggalkan lahan dan rumah mereka.

"Sudah puluhan tahun tinggal di sini, tentu saja saya menolak pergi. Saya berharap naturalisasi tidak harus mengusir kami dari lingkungan disini," tegasnya.

Sudah hijau

Pejabat Pembuat Komitmen pada Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Yoserizal, menjanjikan konsep naturalisasi sungai tidak membutuhkan pelebaran badan sungai. Tidak ada patokan khusus ukuran lebar sungai yang ideal. "Naturalisasi ialah menata sungai dengan menghijaukan bantarannya," tandasnya.

Tahun ini, pekerjaan naturalisasi akan dilakukan Pemprov DKI di kanal banjir barat dan Jalan Kerapu. Selain itu, ada tiga waduk yang juga disasar, yakni Cimanggis, Kampung Rambutan, dan Sunter Selatan.

Di Jalan Kerapu, areal naturaliasi mencapai kawasan sepanjang 700 meter. "Kami mendukung penataan sungai," ungkap Andi Amir.

Keinginan mempercantik Kali Ciliwung, ujarnya, sesuai dengan keinginan dan program mandiri yang dilakukan warga Kampung Kerapu.

Di sepanjang kampung, warga sudah menanam pepohonan dan tanaman buah. Rata-rata warga kampung Kerapu menanam pohon mangga, jamblang, dan jambu yang memiliki dahan rindang. Suasana sejuk di pinggir Kali Ciliwung sangat terasa.

"Karena rumah menghadap ke kali, kami menanam pohon atas inisiatif sendiri untuk membuat resapan. Penghijauan yang dilakukan warga membuat suasana di pinggir kali jadi sejuk," tambah Andi.

Jika naturalisasi dilakukan, ia berharap pemasangan dinding penahan air sungai tidak menggunakan paku bumi. "Pemasangan paku bumi menimbulkan getaran besar sehingga membuat dinding rumah retak."

Bagi warga Kampung Kerapu, lingkungan mereka saat ini sudah sangat nyaman. Banjir sudah tidak pernah datang lagi, kecuali banjir besar 5 tahunan. Itu pun air yang datang cepat surut.

Naturalisasi juga didukung Suwanto, warga lain. Hanya, ia meminta program itu tidak merusak tanaman yang sudah dipupuk warga sejak lama.

"Kasihan warga bila tanaman dan pohon yang ada dibongkar. Di kampung kami sudah telanjur banyak pepohonan yang sudah lama ditanam warga secara swadaya," tandasnya.

Meski tidak menolak, program naturalisasi bagi warga Kampung Kerapu antara dibutuhkan atau tidak dibutuhkan. Selain tidak pernah kebanjiran, bantaran sungai sudah rindang, sejuk, hijau dan menjadi resapan air. (*/J-3)

http://m.mediaindonesia.com/read/det...penggusuran-no

Luar biasa wan abud
Membiarkan lahan hijau dicaplok untuk pemukiman liar warga

emoticon-Ngakak
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
wan abud udah waktunya minta natiralisasi ke yaman emoticon-Ngakak
Naturalisasi Yes, Penggusuran No
bodo amat lah, toh nantinya bukan anies yang cebok.

tapi kasian juga ama penerusnya ntar. harus mikir ekstra...salah dikit, di ahok kan.
nasib punya gabener tergoblog sedunia ya begini emoticon-Imlek emoticon-Cendol Gan
tolong dicatat ya tanpa menggusur emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Geser bukan gusur


















emoticon-Ngakak
Gampang, ntar tinggal bilang aja "suka2 gw bang*sat" emoticon-Cool
mampus kemakan omongan sendiri emoticon-Big Grin
wooy gabener pekok
itu ngapain jpo dikasih lampu blitz?
mao bikin buta mata orang?

emoticon-Blue Guy Bata (L)
blom pilpres no abis pilpres yes gitu aja report nisemoticon-Ngakak
tu rusunawa pasar rumput udah jadi



tinggal di isi korban di geser
Balasan post antiketek
Quote:


kayak apa penampakan jpo dengan lampu blitz? emoticon-Matabelo
Gampang dinaturalisasi. Dilukis dan diajak diskusi
Quote:


ente coba ajah lewat jl jendral sudirman, itu jpo depan fx senayan sama deket semanggi dipasangin blitz tiap 2 detik nyala, kan setan

emoticon-Najis
nggak berani ambil keputusan besar & bertanggung jawab sih mending tidur aja, jangan jadi gubernur.
apapun rencana gubernur ane mah dukung aj , yang penting gak merugikan masyrakat
Balasan post antiketek
Quote:


Ente 58% apa 42% emoticon-Leh Uga
Mantab sobat gurun emoticon-Angkat Beeremoticon-Angkat Beeremoticon-Angkat Beer
Balasan post antiketek
Quote:


ane bukan warga JKT bray. gak tau jadinya emoticon-Embarrassment ane search di google juga gak ketemu lampu jpo blitz nya
coba, bisa gak ngembaliin ciliwung ke ukuran natural nya tanpa gusur, atau cuma bacot tipu2 aja itu naturalisasi emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Naturalisasi lahannya ada kaga ya, dan nanem pohon sampe gede butuh berapa taun?, Gengsi amat tinggal beton, praktis dan cepat.
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di