alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Nasdem Berani Coret Davin?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb425d3d439722b1c1484a0/nasdem-berani-coret-davin

Nasdem Berani Coret Davin?

Joseph Stalin mungkin jadi salah satu pemimpin paling kejam sepanjang sejarah. Total sekitar 23 juta orang tewas selama era kekuasaannya.

Nasdem Berani Coret Davin?

Namun, dalam konteks jelang Pemilu 2019, sepertinya perlu bagi kita untuk melihat beberapa pernyataan pemimpin Uni Soviet itu.

Salah satu pernyataan Stalin yang paling terkenal berbunyi: “Those who vote decide nothing. Those who count the vote decide everything”.

Mereka yang menggunakan hak pilihnya tak memutuskan apa pun, tetapi mereka yang menghitung suaralah yang menentukan segalanya. Demikian terjemahan acakadul-nya.

Nah, kata-kata Stalin itu tampaknya yang kini sedang terlihat dalam kasus surat suara yang sudah tercoblos saat pemungutan suara di dapil luar negeri.

Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial, disebutkan bahwa surat suara tersebut tercoblos untuk pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin, serta untuk caleg dari Partai Nasdem.

Salah satu nama caleg yang sudah tercoblos itu adalah Davin Kirana, caleg muda berusia 22 tahun dari Partai Nasdem. Caleg yang balihonya terpampang di banyak wilayah di Jakarta Selatan itu adalah putra dari Dubes Indonesia untuk Malaysia sekaligus pendiri maskapai Lion Air, Rusdi Kirana.

Beh, ramai lah sudah pergunjingan yang timbul setelah video itu tersebar.

Tak ketinggalan komentarnya juga datang dari Masinton Pasaribu, caleg PDIP – partainya paslon nomor urut 01. Menariknya, Masinton justru bilang bahwa memang ada pemain alias sindikat yang terlibat dalam jual beli suara.

Katanya, doi bahkan ditawari oleh sindikat itu dengan harga 15 ringgit per suara atau Rp 40-50 ribu – kalau kata CNN Indonesia bahkan ada yang sampai 50 ringgit harganya. Masinton bilang sih tawaran itu ditolak. Ah, yang bener nih bang? Hehehe.

Harga Rp 50 ribu itu lumayan juga loh. Buat caleg yang nggak banyak modal mah mana sanggup.

Tapi, masuk akal juga sih. Soalnya, wilayah luar negeri ini kan masuk Dapil II DKI Jakarta yang diikuti oleh 105 caleg untuk memperebutkan 7 kursi. Jadi pertarungannya pasti berdarah-darah.

Dapil ini juga jadi yang paling kaya di seluruh Indonesia. Caleg-calegnya juga nggak main-main. Nama-nama seperti Tsamara Amany dari PSI, Hidayat Nur Wahid dari PKS, Liliana Tanoesoedibjo dari Perindo, mantan artis Puput Novel dari Golkar, Davin Kirana dari Nasdem, dan tentu saja Masinton sendiri dari PDIP.

Jadi, udah pasti super berat lah ini pertarungannya. Nggak heran kalau isu jual beli suara jadi hal yang lumrah. Apalagi kata Masinton, tiap Pileg hal itu pasti terjadi.

Hmm, kalau sudah kayak gini, masyarakat bisa apa? Itu hitungannya udah kejahatan Pemilu. Apalagi Panwaslu di Malaysia udah bilang kalau suara yang tercoblos itu asli yang diterbitkan oleh KPU.

Emang jadi nggak adil sih, apalagi kalau tuduhan-tuduhan yang beredar benar. Kan kasihan untuk caleg yang benar-benar berjuang secara fair. Masinton aja harus nempelin posternya di mana-mana, bahkan sampai di gorong-gorong pun ada. Nggak lagi minta “tikus” buat milih kan, Bang? Uppss, bercanda Bang hehehe.

Pedagang-pedagang pecel lele di pinggir jalan bahkan gantiin spanduk menu makanannya sama mukanya Masinton. Terus pas hari pemungutan suara malah Masinton kalah dari mereka-mereka yang beli suara. Sakitnya tuh kayak ditinggal mantan pas lagi sayang-sayangnya. Hahaha.

Harapannya sih kasus ini cepat dapat kebenarannya, biar terang benderang dan agar Pemilu bisa berjalan dengan aman dan damai. Kalaupun calegnya benar-benar terlibat, partainya harus tanggung jawab. Tapi, hayooo, emang Nasdem berani?



Sumber: Pinterpolitik.com
Instagram: @pinterpolitik
Twitter: @pinterpolitik
Instagram: @coretanpolitik
LINE OA: @pinterpolitik
YouTube: Pinter Politik
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
video penggrebekannya aja tipu2, ngapain di ladenin.
tuh liat, tim wowo aja dah ga ungkit2 nih kasus, karna bukti videonya amatiran banget, kalau di paksain malah jadi senjata makan tuan.
sepertinya tydac emoticon-Betty
logika yg terbalik
yang di fitnah yang harus bertanggung jawab? emoticon-Gila
nasbung dah pada sarap emoticon-Gila
Jadi inget 2014 mereka melakukan kecurangan tersebut, di 2019 skenario dibalik, mereka melakukan reverse tactics seakan 01 yg curang....

Semoga terbuka segera...

emoticon-Ngacir1
rekam jejak 01 emang terkenal tukang boong, khianat, gak mau minta maaf, menyalahkan orang lain,
Belum terbukti Davin curang.
Cuma, Davin kok sampe sekarang ga ngomong apa2 ke media, apa kalo terpilih nanti dia juga maunya jadi anggota dewan yang gak pernah ngomong, antara ada dan tiada?
Diubah oleh nofairytale
yg nyoblos ama yg grebeg orangnya sama
diusir bilangnya polisi mau dateng bukannya ditangkep
tolol emang kampret

emoticon-Najis
Quote:


Tipu tipu apa itu asli dan pasti dan karena gak mungkin nangkap warga malaysia aja jadi bingung tuh kpi.. Kalo beleh jujur coret aja tuh status caleg d dapil tersebut bikin malu.... Kalo panasyak apa aja yang menghina kodok cs itu hoax..... Yang gak hoax itu oktober esemka on the road ntah oktober kapan
Quote:


Sekarang aja ga tau kita itu surat suara asli apa palsu, bawaslu bilang asli, tapi kpu bilang cuman kpu yg bisa mastiin ss itu asli apa palsu, karna ada pengamannya yg cuman kpu yg tau. Tapi mo periksa, tempatnya di segel polisi malaysia.
Sekarang mana tuh orang yg ngerekam yg bilangnya mo bawa puluhan ribu massa dudukin kbri kalau kasus nya ga d usut. Sampai h-2 pemilu orangnya malah ilang ga ada rimbanya.
Video nya dah jelas banget lemah dan amatiran, makanya ga dianggap, malah jadi lelucon warganet.
ngak mungkin dong
Diluar itu semua emang ni bocah berani modal kampanyenya, baliho2nya segede gaban dan ada di titik2 protokol seluruh Jalarta, milyaran udah pasti
video nya aja berpeluang "skenario"
waduh, emoticon-Bingung
Quote:


jelasss
kaga berani. emoticon-Cool
Nasdem Berani Coret Davin?


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di