alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Militer /
Kapal Perang Inggris Dibuat Ciut dan Malu Setelah Menantang Angkatan Laut RI
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb3fb32018e0d04fb3139f0/kapal-perang-inggris-dibuat-ciut-dan-malu-setelah-menantang-angkatan-laut-ri

Kapal Perang Inggris Dibuat Ciut dan Malu Setelah Menantang Angkatan Laut RI

Kapal Perang Inggris Dibuat Ciut dan Malu Setelah Menantang Angkatan Laut RIKapal Perang Inggris, HMS Victorious

Demi menjaga kedaulatan wilayah RI (darat, laut dan udara), TNI tidak pernah gentar menghadapi siapapun, meski harus berhadapan dengan negara besar yang punya peralatan perang yang canggih, seperti Inggris.

Dengan semangat 45, pasukan TNI dengan peralatan seadanya, berhasil membuat gentar dan malu Angkatan Perang Inggris, yang pamer kekuatan dengan kapal perangnya, HMS Victorious.
***
Peristiwa itu terjadi pada bulan September 1964. Ketegangan terjadi antara Indonesia dengan persemakmuran Inggris di Asia Tenggara, Malaysia.

Konflik tersebut dipicu oleh diresmikannya Dwikora pada 3 Mei 1963 oleh Soekarno, dan adanya penyusupan para gerilyawan Indonesia ke Kalimantan Utara yang masuk wilayah Malaysia.

Tindakan Presiden pertama RI itu dianggap oleh Inggris sebagai tantangan, atau menabuh genderang perang.

Inggris yang merasa tersinggung, lantas melakukan 'Show of Force' (pamer kekuatan) dengan melayarkan kapal Induk HMS Victorious, yang mungkin bermaksud untuk menakut-nakuti pemerintah RI.

Dengan arogannya kapal Induk HMS Victorious, yang dikawal dua kapal Destroyer (Perusak) , berlayar dari Singapura menuju Australia, melewati Selat Sunda, tanpa izin dan pemberitahuan sebelumnya. Hal itu terjadi pada tanggal 27 Agustus 1964.

Kapal Perang Inggris Dibuat Ciut dan Malu Setelah Menantang Angkatan Laut RIMelu RI, Soebandrio

Aksi ‘asal terobos’ itu tentu saja membuat Soebandrio, Menteri Luar Negeri RI saat itu sangat murka.

Pemerintah menyadari bahwa tindakan Inggris melanggar batas wilayah perairan Indonesia itu sengaja dilakukan untuk memancing Angkatan Laut dan Udara RI agar menyerang mereka. Jika itu terjadi, maka Inggris punya dalil dan alasan yang kuat untuk menyerang balik dan menghancurkan Indonesia.

Di puncak kemarahannya, pada tanggal 2 September 1964, Soebandrio langsung memberikan warning, ultimatum keras, kepada armada kapal perang Inggris tersebut:

“Jangan coba-coba lagi lewat Selat Sunda saat perjalanan kembali ke Singapura, atau akan tanggung konsekuensinya.”

Ultimatum itu bukan hanya gertakan semata. Setelah peringatan keras itu disampaikan kepada Inggris, maka armada Angkatan Laut RI segera mengadakan latihan besar-besaran di Selat Sunda. Bukan untuk Show of Force, tapi benar-benar sebagai persiapan perang, untuk menenggelamkan HMS Victorious, jika ia berani sekali lagi lewat Selat Sunda.

Kapal Perang Inggris Dibuat Ciut dan Malu Setelah Menantang Angkatan Laut RIAdmiral Louis Mounbatten

Melihat kerasnya sikap pemerintah RI, maka Admiral Louis Mounbatten (Paman dari Pangeran Charles) dengan angkuhnya berkata:

“Inggris akan malu besar, jika armada HMS Victorious pulang tak berani lewat Selat Sunda.”

Dengan kata lain, Inggris menantang dan menyatakan tidak takut dengan Angkatan Laut RI, bahkan ia merasa ultimatum Soebandrio itu merupakan penghinaan terhadap martabat Angkatan Laut Inggris.

Tapi pernyataan Louis Mounbatten itu tidak sepenuhnya didukung oleh para perwira Angkatan Laut Inggris, Royal Navy. Para perwira itu khawatir, jika HMS Victorious tetap nekat akan melewati Selat Sunda, maka kapal perang induk kebanggaan mereka itu akan tenggelam dan terkubur di Selat Sunda.

Bukan hanya para perwira yang mengkhawatirkan hal itu, tapi anggota Parlemen Inggris juga merasakan hal yang sama. Mereka khawatir akan membawa Inggris ke medan perang yang tak seharusnya terjadi.

Parlemen Inggris juga menyadari, bahwa kemungkinan selamatnya kapal HMS Victorious jika berani melewati Selat Sunda sangat tipis.

Kapal Perang Inggris Dibuat Ciut dan Malu Setelah Menantang Angkatan Laut RIPesawat Tupolev Tu-16

Sebab mereka mengetahui bahwa Angkatan Perang Indonesia punya berbagai Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), seperti pesawat pengebom Tupolev Tu-16, dan kapal cepat rudal Komar Class yang punya senjata khusus untuk menghancurkan dan menenggelamkan Kapal Induk.

Kapal Perang Inggris Dibuat Ciut dan Malu Setelah Menantang Angkatan Laut RIKapal Cepat Rudal Komar Class

Meski demikian, Louis Mounbatten tetap bersikeras pada pendiriannya. Kapal HMS Victorious tetap harus pulang melalui Selat Sunda, untuk menunjukkan bahwa Inggris tidak pernah takut dengan ancaman siapapun.

Karena itu, Louis Mounbatten segera memerintahkan kepada Menteri Pertahanan Peter Thorneycroft, dan Kepala Staf Royal Navy David Luce, serta Perwira Tinggi Royal Navy, Varyl Begg, untuk merancang operasi ‘Althorpe dan Shalstone’ sebagai pengamanan HMS Victorious saat akan melewati Selat Sunda.

Atas perintah tersebut, maka Perwira Royal Navy segera mempersiapkan satu skuadron Canberra (pesawat pengebom ringan), satu skuadron pesawat Jet Gloster Javelin, dan beberapa pengebom berat jenis V-Bomber RAF, untuk mengawal HMS Victorious dari udara.

Kapal Perang Inggris Dibuat Ciut dan Malu Setelah Menantang Angkatan Laut RIPesawat V-Bomber RAF

Sedangkan dari laut sendiri akan dikawal oleh kapal induk HMS Centaur, yang membawa jet tempur Sea Vixen dan Bucaneer, serta sebuah pesawat Intai Maritim.

Operasi Althorpe sebagai upaya jaga-jaga jika kapal HMS Victorious diserang. Operasi ini bertugas untuk melumpuhkan semua pangkalan udara dan laut TNI. Sedangkan operasi Shalstone, bertujuan menyerang tujuh sasaran vital di Kepulauan Riau, dengan menggunakan meriam kapal, untuk menghancurkan sarana komunikasi dan transportasi darat.

Mendengar rencana Inggris yang sudah siap tempur tersebut, pemerintah Australia dan Selandia Baru langsung protes. Mereka tidak setuju, sebab serangan balik pemerintah Indonesia bisa berdampak sampai ke wilayah mereka.

Maka atas desakan kedua negara tersebut, operasi ‘Althorpe dan Shalstone’ dibatalkan. Kapal HMS Victorious tidak jadi pulang melalui Selat Sunda, tapi disepakati boleh melewati Selat Lombok.

Di bawah bayang-bayang pesawat pengebom AURI TU-16 dari udara, dan dua buah kapal selam dari bawah laut, kapal HMS Victorious dan kapal pengawalnya dengan sangat hati-hati dan waswas, akhirnya pulang melalui Selat Lombok dengan selamat. (*) Ref Foto2 dari Google Search
Diubah oleh Aboeyy
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Reservasi

Isi Dwikora:

Presiden Sukarno mengumumkan perintah Dwi Komando Rakyat (Dwikora) yang isinya:

1. Pertinggi ketahanan revolusi Indonesia.

2. Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sarawak dan Sabah, untuk menghancurkan Malaysia.
***
Tentu saja isi Dwikora poin kedua itu bikin Inggris marah, sebab Inggris ingin menjadikan wilayah2 tsb sebagai negara Federasi Malaysia.
Diubah oleh Aboeyy
dikirain tahun skrg om
Diubah oleh o.best
Quote:


Sama emoticon-Big Grin




Tapi bgmn klo yg terjadi skrg ini? emoticon-Big Grin
Quote:


Indonesia hebat banget berarti...
Tapi sekarang kan yang hebat pasukannya omkrim emoticon-2 Jempol

Kemarin pas AASAM kan kontingen AD juara tuh emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
Quote:


Quote:


Ini cerita masa lalu, kalo sekarang ya jelas lebih hebat dan canggih lagi TNI dan Alutsista kita.
Quote:


Alutsista memang hebat2 skrg, aplgi senapan tempurnya ya emoticon-2 Jempol
Balasan post o.best
Judul artikel provokatif. Padahal isi artikelnya ga gitu juga
Quote:


AASAM diangkat lagi emoticon-Wakaka

Mau tak jelasin lagi apa kenapa kontingen Indonesia terlihat terlalu perkasa di lomba tembak macem AASAM, tapi di latihan situasi tempur macem RIMPAC atau Kakadu Exercise kita malah kelihatan ciut banget??

emoticon-Wkwkwk

Quote:


Lebih hebat dan lebih canggih lagi???
Coba tolong dijelaskan lebih hebat ama lebih canggihnya di mana?? emoticon-Wkwkwk

Berhubung ini di Formil, I won't let this discussion went out easily.
Pernah dibahas juga cerita soal ini di Formil, dan seinget ane versi aslinya nggak terlalu sementereng itu emoticon-Leh Uga
Quote:


Kan biar kelihatan ada yang dibanggain om emoticon-Leh Uga

Setidaknya itu emoticon-Ngakak
Quote:


Apa gunanya kebanggaan kalau itu cuman kosong belaka? emoticon-Big Grin
Apalagi kebanggaan itu kemudian dijadikan alasan buat untuk tidak meningkat menjadi lebih baik karena merasa "sudah hebat" emoticon-Big Grin


Oh ya, back to topic, nih ane nemu trit gembokan yang ngebahas soal hal yang sama:

Kisah Pesawat Pengebom TNI AU Usir Armada Kapal Perang Inggris

Mungkin TS dan teman-teman bisa dibaca2 dulu sampai habis baru kita diskusi lagi.
Ane cuman mau ambil kutipan salah satu kawan Formil aja sih

Quote:
Quote:


Sudah ada ya, meluncur ke tkp deh om emoticon-Ngacir

Makasih infonya emoticon-Cipok
Balasan post stuka1788
yah terlepas dari ina bikin team khusus untuk lomba setidaknya regenerasi lah, jgn 4L





emoticon-Ngacir
Oh iya, satu lagi deh himbauan, buat para TS yang mau bikin trit di Formil, tolong hindari banget deh judul yang bersifat dramatis, bombastis dlsb.

Nggak usah berupaya buat seolah2 dengan bikin judul yang heboh kita menunjukkan bahwa kita kuat. Formil itu tempat buat kita belajar soal fakta, bukan soal hebat-hebatan. Apa gunanya punya peringkat 15 di Gombalfayapowah tapi kesiapan alutsista masih jauh dari layak?
Quote:


tempat kita menerima fakta bahwa armada whiskey tidak punya toilet. dan S-60 hanya isi 4 peluru per clip. belum lagi darto mk 3 dan komcot 2.0......... emoticon-Ngacir
Balasan post stuka1788
Emang kenapa mod?

Emang agak lebay sih, juara tembak tapi kayak udah invincible aja.
Quote:


Bikin judul bombastis di The Lounge ama BP mungkin bisa dapet hujan pujian, cendol, dan kudos, tapi di sini kena bata itu sudah reaksi paling baik dari para Formiler emoticon-Big Grin


Oh ya, satu lagi fakta soal S-60. Yang asli punya Uni Soviet itu full automatic dan coordinated lho, ada radarnya pula, jadi sekali radar nunjuk sasaran langsung 8 meriam ngunci ke sasaran itu.

Entah gimana sampai ke kita langsung jadi manual lagi, engkol lagi, dan pas sekarang udah bisa muter otomatis lagi dibangga2in sebagai kehebatan anak bangsa, padahal kita cuman menyamai sesuatu yang sejak awal sudah bisa dilakukan oleh Soviet 40-50 tahun yang lalu emoticon-Big Grin

Quote:


Jadi kita juara tembak AASAM itu faktornya adalah:

1. Senjata kita, SS-2 V4 itu dipermak khusus buat akurasi tinggi (kalau ane nyebutnya ini "SS-2V4 AASAM Special Mod"), jadi larasnya kita ngimpor laras kualitas tinggi dari Jerman (karena industri kita belum bisa bikin yang seberkualitas itu). Selain itu pelurunya pun menggunakan peluru khusus buat match, yang impor juga. Sementara kontingen lain biasanya cuman pakai service rifle mereka sendiri yang nggak dipermak secara khusus.

2. Yang diturunkan di AASAM kalau dari kita adalah para penembak terbaik, veteran di bidangnya, sementara kontingen lain yang diturunkan malah rata-rata yang masih hijau dan dicomot secara acak dari kesatuan.

3. Kita latihannya sampai setahun buat event ini, dan benar-benar intensif. Jadi AASAM selesai kita udah bikin program buat latihan AASAM tahun berikutnya, sementara kontingen lain nggak ada latihan khusus, dan bener-bener intensif itu hanya sebulan sebelum lomba.

4. Terakhir, kita emang niatnya menangin lomba, sementara kontingen lain cuman nganggap ini sebatas ajang mencari persahabatan aja.

Herannya ini banyak banget yang ngangkat seolah-olah kita udah amat jago, padahal cuman lomba, bukan simulasi tempur. Di latihan yang bener-bener simulasi tempur malah kita beberapa kali ngalamin kejadian memalukan, contohnya kayak KRI Diponegoro (saat itu korvet kita paling gres) yang nggak bisa keep up ama gerak armada kapal negara lain. Dan hal-hal kayak gini malah pemberitaannya sepi, padahal bagus buat evaluasi sebenernya, karena rata2 melatihkan bagaimana real combat situation.
Oh ya, nambahin lagi buat TS, ini nemu trit lama lagi soal Althorpe dan Shalstone. Yang di sini malah lebih lengkap lagi, dan si TS sendiri salah satu yang menyanggah di trit sebelumnya yang saya kasih:

Saat Inggris Menantang Jakarta di Selat Sunda (Silent Conflict 27.08.64-4.10.64)

Quote:
Quote:


Terima kasih Mod, atas masukannya, dan Ane minta maaf karena tidak bisa menjelaskan berdasarkan fakta dan data ilmiah, selain apa yg Ane dpt dari sumber berita yg sdh ane gubah.

Selain itu, atas dasar keyakinan ane bahwa Alutsista dan pertahanan negara itu termasuk 'rahasia negara', maka ane tidak bicara tentang kekurangan dan kelemahaannya, tapi tetap optimis dan heroik bilang bahwa 'Indonesia dan semua sistem pertahanannya adalah hebat dan kuat.'

Sekali lagi maaf dan terima kasih, dan jika ini melanggar rule formil, silakan didelete. emoticon-shakehands
Quote:


dikit-dikit rahasia karena itu tidak boleh di bahas kekurangan dan kelemahannya, bla bla bla

hellow, kapalnya sudah masuk museum semua dan jadi besi tua, mau masih paranoid hingga kapan? cari alasan yang pinter, kami sudah bosan. emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di