alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
KKP Tertibkan 20 Rumpon Ilegal di Perairan Perbatasan Indonesia- Filipina
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb32cf710d29508d35f402f/kkp-tertibkan-20-rumpon-ilegal-di-perairan-perbatasan-indonesia--filipina

KKP Tertibkan 20 Rumpon Ilegal di Perairan Perbatasan Indonesia- Filipina

KKP Tertibkan 20 Rumpon Ilegal di Perairan Perbatasan Indonesia- Filipina



JPP, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas Perikanan berhasil menertibkan 20 (dua puluh) alat bantu penangkapan ikan “rumpon” ilegal di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) Laut Sulawesi yang berbatasan langsung dengan perairan negara tetangga, Filipina.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/4/2019), Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman menjelaskan, penertiban rumpon-rumpon tersebut dilaksanakan oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Orca 04 yang dinakhodai Capt. Eko Priyono dan KP. Hiu 15 dengan nakhoda Aldi Firmansyah. 

Agus menambahkan, proses penertiban oleh KP. Orca 04 dilaksanakan pada 10 April 2019 atas 4 (empat) rumpon, dan pada 11 April 2019 atas 12 rumpon. Rumpon-rumpon tersebut ditemukan sekitar 1 mil laut masuk ke wilayah perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) tanpa izin dan diduga kuat dimiliki oleh nelayan Filipina.

Sementara itu, proses penertiban oleh KP. Hiu 15 dilakukan pada 10 April 2019 atas 4 (empat) rumpon yang dipasang sekitar 6 mil laut masuk ZEEI tanpa izin dan diduga juga dimiliki oleh nelayan Filipina.“Pemasangan rumpon-rumpon tersebut dilakukan tanpa izin dari pemerintah sehingga dikategorikan ilegal dan diduga dimiliki oleh warga negara Filipina,” ungkap Agus.

Selanjutnya, 20 (dua puluh) rumpon tersebut dibawa dan diserahkan ke Pangkalan PSDKP Bitung, Sulawesi Utara.

Operasi penertiban rumpon tersebut merupakan hasil dari integrasi pengawasan dengan operasi udara (air surveillance), di mana data-data yang dihasilkan oleh operasi udara menjadi sumber informasi bagi Kapal Pengawas Perikanan untuk melakukan proses penertiban.

Penertiban rumpon-rumpon tersebut menambah jumlah rumpon yang telah ditertibkan di perairan perbatasan Indonesia-Filipina. Tercatat, sebanyak 29 (dua puluh sembilan) rumpon ilegal yang diduga kuat milik warga Filipina telah ditertibkan sepanjang Januari sampai April 2019.

“Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 26/Permen-KP/2014 tentang Rumpon, setiap orang yang melakukan pemasangan rumpon di wilayah pengelolaan perikanan (WPP-RI) wajib memiliki surat izin pemasangan rumpon (SIPR),” ujar Agus. 

Sebagai informasi, rumpon merupakan alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut dan berguna untuk membuat ikan-ikan berkumpul di sekitar rumpon sehingga mudah ditangkap oleh kapal penangkap ikan.

Pemasangan rumpon oleh oknum warga Filipina di perairan Indonesia disinyalir dilakukan untuk meningkatkan hasil tangkapan mereka. Hal ini tentu akan sangat merugikan nelayan Indonesia karena ikan-ikan akan berkumpul di area rumpon dan tidak masuk ke perairan Indonesia. (kkp)


Sumber : https://jpp.go.id/ekonomi/kemaritima...nesia-filipina

---

Kumpulan Berita Terkait EKONOMI :

- KKP Tertibkan 20 Rumpon Ilegal di Perairan Perbatasan Indonesia- Filipina Pusat Daur Ulang Sampah untuk Tingkatkan Sirkular Ekonomi Kota Malang

- KKP Tertibkan 20 Rumpon Ilegal di Perairan Perbatasan Indonesia- Filipina Kementan Dorong Indonesia Swasembada Protein Hewani

- KKP Tertibkan 20 Rumpon Ilegal di Perairan Perbatasan Indonesia- Filipina Sistem Zonasi Permudah Koordinasi dan Penyesuaian Katering Jemaah

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thank you so much for the making this best site for us and now we can windows setting get more knowledge by this article and its so easy for us.


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di