alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mau Turunkan atau Naikkan Harga? Sandi Dinilai Tak Jelas Konsep Ketahanan Pangan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb319c8af7e9301d31285e0/mau-turunkan-atau-naikkan-harga-sandi-dinilai-tak-jelas-konsep-ketahanan-pangan

Mau Turunkan atau Naikkan Harga? Sandi Dinilai Tak Jelas Konsep Ketahanan Pangan

Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Johnny G Plate, menilai konsep Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di sektor pangan tidak jelas. Prabowo-Sandi kerap menjanjikan hal berbeda dalam berkampanye.

Prabowo-Sandi kerap menyatakan akan menaikkan harga komoditas pertanian bila mendengar keluhan harga jual rendah. Sebaliknya, ketika mendapati keluhan harga sembako mahal, mereka menjanjikan penurunan harga.

"Ini bukan saja paradoks, ini tidak jelas apa kebijakannya," tegas Johnny di Gedung High End, Rabu, 13 Februari 2019.

Baca: Visi Misi Jokowi Lebih Jelas Ketimbang Prabowo

Isu ketahanan pangan yang digaungkan Prabowo-Sandi hanya retorika. Tak ada konsep jelas mengimplementasikannya.

Kondisi berbeda terlihat padaJokowi-Ma'ruf. Sekjen Partai NasDem itu menyebut petahana menyiapkan peta jalan guna mencapai target kedaulatan pangan.

Jokowi-Ma'ruf juga lebih menekankan pada stabilitas harga pangan. Prinsipnya, harga pangan akan naik ketika permintaan tinggi dan ketersediaan barang kurang. Sebaliknya, harga pangan akan turun manakala permintaan lebih rendah ketimbang ketersediaannya.

"Tugas pemerintah di mana? Stabilisasi harga di tingkat daya beli. Melalui ukurannya apa? Inflasi sektor pangan," ucap anggota Komisi XI DPR itu.

Isu sektor pangan diyakini akan menjadi sub bahasan dua kandidat calon presiden pada debat Minggu, 17 Februari 2019. Debat kedua bakal membahas energi, pangan, sumber daya alam (SDA), dan lingkungan hidup.

Janji menurunkan harga kerap disampaikan Prabowo maupun Sandi. Prabowo sempat menyampaikan bakal menurunkan harga kebutuhan pokok ketika bertemu emak-emak di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, pekan lalu.

Ia sangat menyadari kebutuhan dan kesulitan warga memenuhi kebutuhan pokok. Pasalnya, harga kebutuhan pokok sulit dijangkau kalangan menengah ke bawah.

Sementara itu, Sandi sempat menjanjikan menaikkan harga jual bagi petani. Pada suatu pertemuan dengan petani tomat akhir tahun lalu, Sandi berani menjanjikan pembangunan food station yang bisa menampung hasil produksi petani.

Pengamat Pertanian Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas Sentosa melihat capres nomor urut 01 Joko Widodo lebih kuasai ketahanan pangan.

Menurut dia, Jokowi sudah memiliki kinerja nyata yang bisa dinilai langsung masyarakat. Salah satunya ialah dalam empat tahun membawa peringkat ketahanan pangan Indonesia naik cukup signifikan dari 72 pada 2014 menjadi 65 di 2018 dari total 113 negara.

Peringkat ketahanan pangan itu dinilai dari tiga komponen, yakni ketersediaan, keterjangkauan, dan keamanan. Dari sisi ketersediaan, pemerintah melaksanakan tugas dengan baik walaupun tidak bisa dimungkiri, sebagian pangan yang tersedia masih ada berasal dari impor.

"Tapi konsep ini kan tidak melihat dari mana bahan pangan itu berasal, yang penting tersedia, mau lokal atau impor tidak masalah," ujar Dwi kepada Media Indonesia, kemarin.

Bahkan, jika melihat Singapura sebagai pemuncak klasemen ketahanan pangan dunia, hampir 100% kebutuhan bahan pangan mereka didatangkan dari luar negeri.

"Di satu sisi, Pemerintah Singapura bisa menjaga daya beli masyarakat tetap tinggi. Ini masuk pada poin selanjutnya, yaitu keterjangkauan. Jadi, pemerintah bisa menyediakan dan masyarakat bisa menjangkau. Keduanya berjalan baik. Indonesia pun sedang mengalami hal ini," jelasnya.

Hanya saja, yang perlu diperhatikan ialah naiknya peringkat ketahanan pangan diikuti lonjakan impor bahan pangan yang cukup signifikan.


Tidak baik

Di sisi lain, kubu Prabowo menjanjikan penghentian impor dan penurunan harga pangan. Dwi menilai kebijakan itu tidak cukup baik. "Kalau pangan murah kasihan petani," cetusnya.

Di sisi lain, kalau mahal nanti efeknya besar. Harga pangan mahal biasanya diikuti guncangan politik. Jadi, yang seharusnya dilakukan itu menjaga ketersediaan dan harga pangan tetap stabil. Bukan menjanjikan murah. "Itu salah," ucapnya.

https://www.medcom.id/amp/yKXQOV6N-k...ilai-tak-jelas
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
gajelas kan, yg pasti2 aja
Quote:


Njirrr... nerangin konsep ketahanan pangan dalam waktu 2 menit

emoticon-Wakaka emoticon-Leh Uga emoticon-Traveller
wan doyok itu mirip tkg obat k5

mau sehat... beli obat ini
mau sembuh...beli obat ini
sakit demam...beli obat ini
sakit kanker...beli obat ini

obat palsuemoticon-Big Grin
janji ke petani, harga pangan naik
janji ke pembeli, harga pangan turun

emoticon-Leh Uga
sebenernya kalo ngikutin program prabowo secara detail sudh dijabarkan semua kok, rencana dia adalah memanfaatkan jutaan hektar hutan yg rusak utk dialihfungsikan di pertanian...mencakup beras, tebu, kedelai, gandum, dll...
Itu yg pertama dilakukan untuk menutup keran impor bahan pangan...
maklumin aja kl dia emg ga mudeng
Balasan post sweet arsenic
Quote:


emoticon-Ngakak (S) lahan hutan rusak mana bs dijadiin kebun sayur
jutaan itu masih dalam hak kelola pemegang HTI dan kalo ada HGU swasta

lagian kalimantan sangat tidak subur
yang jelas rakyat gak makan quota internet
Quote:



Uda jelas gan....harga beras mahal, harga telor, daging dan semua kebutuhan pokok mau diturunkan.


Gaji mau dinaikan


Pengeluaran sedikit, duit berlimpah = adil dan makmur.

turunkan harga biar petani menjerit
yang menilai orangnya mukidi emoticon-Ngakak
Quote:


yoi.. jualannya oke ngoceh mulu
produk gagal koq dijual
tukang tipu tipu

emoticon-Ngakak
Balasan post Muzmuz
Quote:


plis lah blajar ilmu ekonomi dikit.
1. petani itu bukan dari gaji jadi kalo lu bilang harga barang turun gaji naek, penghasilan petani bakal menurun karena ga ada hubungan ama gaji.

2. gaji itu berarti kerja sama perusahaan. kalo harga barang turun, keuntungan perusahaan menurun, mana mampu naekin gaji. yang ada dipecat2in.

3. kalo gaji naek uda pasti harga barang naek karena pemilik usaha harus cover kenaikan itu.

ngmg kaya gaji itu dtg dari langit bisa dinaekin tanpa ada implikasinya.
sama aja kek uno ngmg ngasal doang emoticon-Leh Uga

Sandi itu kan investor
Bkn ceo
Jd jgn ngarep kyk pola pikir ceo
Investor apalagi saham itu cmn pandai maenin psikologis pasar aja... apalagi di posisi dia skrg, ibarat kata dialah yg menentukan angin mau dibawa kmn
Balasan post SpiritOfZoro
Pokoknya adil makmur kayak gitu.....dia sangat ahli ekonomi. Mulai tgl 17 kita adil makmur
Quote:


Klinik tongfang gan
Quote:


Negara itu ga bs intervensi pasar gan. Ga bs enak aja bilang barang ini hrs turun. Hukum pasar itu barang klo melimpah harga akan murah sementara klo jarang harga bs naik. Makanya pd musim trtentu ky kemarau ato musim lebaran harga naik itu krn tuntutan bnyk...
Yg bs d lakukan sm negara itu merangsang produktifitas barang am infrastruktur buat distribusi barang
Balasan post Muzmuz
ente sarkas ya
maap kalo gitu emoticon-Big Grin
Balasan post SpiritOfZoro
Maaf gan....haha
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di