alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Disebut Prabowo BUMN Goyah dan Merugi, BUMN Cetak Laba Rp 188 Triliun di 2018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb306cf68cc954c1551f10f/disebut-prabowo-bumn-goyah-dan-merugi-bumn-cetak-laba-rp-188-triliun-di-2018

Disebut Prabowo BUMN Goyah dan Merugi, BUMN Cetak Laba Rp 188 Triliun di 2018

Merdeka.com - Calon Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi benteng terakhir perekonomian nasional saat ini malah goyah. Hal tersebut diungkapkan dalam debat capres kelima yang berlangsung pada Sabtu kemarin.

Menurut Prabowo, rencana Capres Jokowi yang akan membikin perusahaan holding sia-sia selama BUMN tidak dikelola dengan baik. "Ini yang kami sangat risau. Bahwa BUMN kita, kebanggaan kita. Semua yang seharusnya jadi national champions, world champions, sekarang moril jatuh," ujar dia.

Lalu benarkah kinerja BUMN tengah goyah?

Dikutip dari laporan kinerja BUMN sepanjang 2018, untuk aset, laba, ekuitas, belanja modal hingga kontribusi kepada APBN dalam bentuk pajak, PNBP, dan dividen naik signifikan.

Hingga 31 Desember 2018, total aset BUMN menembus angka Rp 8.092 triliun. Aset BUMN naik Rp 882 triliun dari capaian 2017 sebesar Rp 7.210 triliun. Total laba BUMN tumbuh menjadi Rp 188 triliun dari laba 2017 sebesar Rp 186 triliun.

Besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan infrastruktur pun terlihat dari belanja BUMN yang meningkat sepanjang 2018 mencapai Rp 487 triliun. Angka itu naik signifikan dibandingkan 2017 sebesar Rp 315 triliun. Belanja modal (capital expenditure/capex) 2018 itu didominasi oleh sektor infrastruktur.

Kontribusi BUMN terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melonjak menjadi Rp 422 triliun, naik Rp 68 triliun dari setoran 2017 sebesar Rp 354 triliun.

"Kinerja positif ini akan kami jaga dan tingkatkan agar BUMN dapat terus melayani negeri, menjadi agen pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini sebagaimana tertuang dalam amanah konstitusi bahwa BUMN harus menjadi agen pembangunan dan agen penciptaan nilai," tutur Rini, dalam acara rapat koordinasi BUMN di JCC Senayan pada 28 Februari seperti dikutip dari keterangan tertulis, pada Rabu 6 Maret 2019.

Wujud nyata kontribusi BUMN dalam pembangunan tercermin dari peningkatan konektivitas darat, laut dan udara.

Di darat, BUMN telah merealisasikan pembangunan dan pengoperasian jalan tol sepanjang 782 KM, reaktivasi rel kereta Jawa Barat sepanjang 178,8 KM, LRT Palembang serta pembangunan LRT Jabodebek.

Di laut, BUMN telah membangun 27 pelabuhan baru, 100 kapal pendukung tol laut, peningkatan kapasitas peti kemas menjadi 28,8 Teus, dan dwelling time menjadi tiga hari dari semula tujuh hari pada 2014. BUMN telah membangun 10 bandar udara baru demi menunjang konektivitas udara.

Di sektor kelistrikan, BUMN telah berkontribusi meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 97,2 persen. Didukung dengan kapasitas listrik terpasang sebesar 57.822 Megawatt, 53.000 Km transmisi, dan 131.000 MVA gardu induk. Selain itu, sinergi BUMN juga telah menyambungkan listrik ke lebih dari 100 Ribu keluarga tidak mampu di Jawa Barat.

Keluarga tidak mampu tersebut sebelumnya tidak memiliki akses langsung terhadap listrik PLN, dan menumpang listrik tetangga.

BUMN juga berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat sejumlah program ekonomi kerakyatan. Sepanjang 2018 BUMN telah menyalurkan Rp 113,9 Triliun Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 4,3 juta nasabah, dan menyalurkan Rp 16,4 Triliun kepada 4,2 juta nasabah kredit ultra mikro PNM Mekaar.

Tak hanya itu, BUMN juga merealisasikan BBM Satu Harga di 123 titik lokasi di Papua, Merealisasikan program Kewirausahaan Pertanian di 9 Kabupaten di Jawa Barat, serta mendirikan 76 BUMN Shop di desa tertinggal di Sukabumi, Tasikmalaya dan Ciamis.

"BUMN juga berperan aktif dalam mencetak generasi muda bangsa yang produktif, kreatif dan inovatif lewat program Spirit of Millennials. Program ini bertujuan untuk mewadahi sekaligus mengajak para karyawan muda BUMN berkontribusi membangun negeri," ungkap Rini.

Rini pun mendorong BUMN agar terus bersinergi dan berinovasi dalam memberikan nilai tambah untuk produk dan layanan yang lebih efisien lewat hilirisasi.

Sektor yang tengah difokuskan mengejar hilirisasi yakni Migas dan Pertambangan. Diharapkan kedua sektor tersebut dapat meningkatkan nilai tambah produknya menjadi 10 kali lipat.

Dalam rangka mengoptimalkan dampak ekonomi dari pembangunan infrastruktur, BUMN juga dipacu melanjutkan utilisasi jalan tol Trans Sumatera dan jalan tol Trans Jawa yang telah beroperasi.

Sumber: Liputan6
Reporter: Arthur Gideon

Baca juga:
Jokowi Berambisi Bentuk Super Holding BUMN
164 Tank Harimau Buatan Pindad Bakal Dibeli 2 Negara di Asia
Alugoro-405 Cetak Sejarah, ini Kehebatan Kapal Selam Buatan Indonesia
Negara Panen Dividen Rp63,07 Triliun dari 35 BUMN, Belum Termasuk Telkom
Kemenhan Beri Proyek Pengadaan Alutsista ke BUMN Senilai Rp 21,9 T
KAI Gratiskan Tiket Kereta Rute ini Pada 13 April 2019
Hingga Maret 2019, Penjualan Brizzi Tembus Rp 1,94 Triliun
HUT Ke-21 BUMN, Daop 6 Gratiskan 3 Kereta Lokal

(mdk/azz)

https://m.merdeka.com/uang/disebut-g...n-di-2018.html


Terkutuklah ente jendral pecatan Sampah!!
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Negara Panen Dividen Rp63,07 Triliun
Dari sisi sektoral, perusahaan pelat merah yang menggeluti bisnis perbankan dan asuransi, menyumbang dividen paling besar. Secara keseluruhan, perusahaan pelat merah dari sektor ini menyetor Rp45,62 triliun.
31
Kahfi Kahfi
08 April 2019 - 12:59 WIB

Ilustrasi - Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). - Bisnis/Istimewa
A+ A-
Bisnis.com, JAKARTA – Dividen atau laba per saham yang disetorkan dari BUMN dan anak usaha pelat merah yang melantai di bursa mencapai Rp63,07 triliun. Sektor perbankan dan asuransi, masih mendominasi kontribusi.

Secara keseluruhan dari rekapitulasi data yang dilakukan Bisnis.com, total dividen itu berasal dari 35 perusahaan berstatus terbuka. Pada periode 2018, perusahaan pelat merah tersebut menorehkan laba bersih sebesar Rp101,95 triliun, naik 10,82% dibandingkan Rp92,0 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari 35 perusahaan, data ini masih belum digabungkan dengan kinerja PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM). Perusahaan tersebut belum merilis data kinerja keuangan 2018, alasannya perseroan mengikuti aturan bursa luar negeri.

“Dalam hal laporan keuangan [audited] Tahun Buku 2018 ini, kami sampaikan bahwa Telkom sebagai perusahaan dual listing akan menyampaikan laporan keuangan berkala menggunakan batas waktu dari US-SEC yaitu batas waktu penyampaian Annual Report on Form 20-F, sehingga Telkom belum dapat menyampaikan Laporan Keuangan [audited] Tahun Buku 2018 pada 31 Maret 2019,” tulis Telkom dalam keterbukaan informasi di BEI.



BANK BRI TERBESAR

Dari sisi sektoral, perusahaan pelat merah yang menggeluti bisnis perbankan dan asuransi, menyumbang dividen paling besar. Secara keseluruhan, perusahaan pelat merah dari sektor ini menyetor Rp45,62 triliun.

Jumlah tersebut, setara 72,3% dari total jatah pemilik saham negara. Satu per satu perusahaan sektor ini, menorehkan dividen terbesar, seperti Bank BRI yang menelurkan dividen hingga Rp18,5 triliun.

Terbesar kedua, disumbangkan Bank Mandiri (BMRI) yang mencapai Rp15 triliun. Sedangkan Bank BTN masih menyisakan porsi bagi pemerintah sebesar Rp1,68 triliun.

Sektor dengan sumbangsih terbesar kedua yaitu energi dan pertambangan. Dari sektor tersebut, negara mengantongi dividen hingga Rp7,2 triliun, setara 11,4% dari keseluruhan dividen yang dicatat BUMN dan anak usahanya.

PTBA atau Bukit Asam dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) jadi andalan penyetor dividen terbesar. Keduanya masing-masing menghasilkan dividen masing-masing Rp3,6 triliun dan Rp2,6 triliun.



RAPOR MERAH

Hanya saja, masih terdapat dua perusahaan pelat merah dengan rapor yang mengecewakan. KRAS atau Krakatau Steel, menelan kerugian sehingga menghasilkan rugi ditanggung pemilik saham, khusus bagi pemerintah nilai itu mencapai Rp817,19 miliar.

Perusahaan lain yaitu Indofarma atau INAF. Perseroan yang bergerak di bidang farmasi ini menimbulkan rugi buat negara hingga Rp26,2 miliar.

Beruntungnya, Garuda Indonesia yang merupakan maskapai pelat merah, kini mampu membalik keadaan keuangan dari rugi pada tahun lalu, jadi untung. Perusahaan berkode saham GIAA itu menyumbang dividen sebesar Rp6,7 miliar.

Deputi Usaha Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kemen BUMN Fajar Harry Sampurno mengungkapkan kinerja perusahaan pelat merah secara umum membaik.

Bahkan, total laba bersih seluruh BUMN baik yang melantai di bursa dan tidak, pada tahun lalu berada di kisaran Rp190 triliun, tumbuh dibandingkan periode sebelumnya.



RENCANA HOLDING

Target yang optimistis itu tak lepas dari strategi pembentukan holding yang tengah dikebut. Lewat holding, singgung Fajar, BUMN kian kuat, besar, dan lincah.

Pendapat senada juga disampaikan Sekretaris Kemen BUMN Imam A Putranto. Walau masih terdapat BUMN dengan rapor merah, secara umum kinerja membaik.

“Contohnya Garuda, 2018 bisa menghasilkan laba, sebelumnya merugi,” tambah Imam.

Dia menilai BUMN memang wajib bekinerja baik, namun kondisi bisnis masing-masing perusahaan tak bisa dipaksakan tumbuh. “Ada siklus yang harus dihadapi, naik turun itu biasa,” kata Imam.

Imam berpendapat kekuatan dan perbaikan kinerja BUMN erat kaitanbya dengan strategi sinergi dan pembentukan holding. Masing-masing perusahaan jadi saling peduli untuk memberikan bantuan pekerjaan.

“Contohnya Istaka Karya yang banyak jadi subkontraktor, sari BUMN besar, kalau tender mereka sangat sulit,” tukas Imam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini : bumn, laba bersih

Editor : M. Taufikul Basari
Pak Wowo bilang rakyat masih menderita, kekayaan dibawa keluar negeri. Inilah program utk rakyat adil makmur:




1. Mau cari kerja gampang? Tusuk Prabowo Sandi.
2. Mau pemerintahan bersih? Tusuk Prabowo Sandi.
3. Mau harga-harga beras bahan pokok murah terjangkau? Tusuk Prabowo Sandi.
4. Mau harga listrik turun? Tusuk Prabowo Sandi.
5. Mau tenaga medis, pasien ingin, BPJS diperbaiki? Tusuk Prabowo Sandi.


6. Guru honorer, mau kesejahteraan dan status lebih baik? Tusuk Prabowo Sandi.
7. Anak muda, mau mendapatkan lapangan kerja? Tusuk Prabowo Sandi.
8. Mau PKH ditingkatkan menjadi PKH Plus? Tusuk Prabowo Sandi.
9. Petani ingin mendapatkan pupuk lebih baik? Tusuk Prabowo Sandi.
10. Setop impor saat panen? Tusuk Prabowo Sandi.
11. BUMN kuat sebagai benteng ekonomi? Tusuk Prabowo Sandi.


Ini iklan khusus utk yang percaya saja.
Quote:


Emang caranya bagaimana? Apa pengalaman dia sudah membuktikan 3 poin saja dari iklan diatas? Fakta prestasi yg SDH dia lakukan apa?
Mungkin yg rugi itu bumn yg ada saham prabowonya heheheh
mana itu pertaminasu sama si pelan...emoticon-DP
Wowo asal jeplak!
Quote:


Mirip tkg obat kelilingemoticon-Malu
setelah debat semalam BUMN mendadak untung
emoticon-Leh Uga
Quote:


Quote:



emoticon-Ngakak (S)

Wowo salah memahami lagi,asal jeplak seperti saat kasus sarungkampret...kasih statement tanpa lihat faktanya,banyak merugikan diri sendiri karena yang diucapkannya tidak valid...Bre emoticon-Shakehand2
data yg di kasih sama tim wowo itu dah sesuai sama kata2 wowo sebelumnya...
ASB

ASAL BAPAK SENANG
utang LN setop, berhenti kerjasama dg aseng, pajak d turunkan, pajak motor d hilangkan, dan kerenya tax ratio mau d tambahkan...
Belum lagi, harga sembako bakal d turunkan, harga beli petani bakal d naikan,..
Dan masih banyak lagi..emoticon-Big Grin


Plz deh..hanya manusia setupid yg bisa percaya dg bualan kontradiktif semacam itu..emoticon-Big Grin
BUMN Pertamina dengan kebijakan Satu Harga si Petruk apakah nggak rugi besar itu?

Kenapa nggak dihitung kerugian Pertamina disitu?
curiga datanya ngambil dari xvideos nih

Q

Quote:


Hanya sekedar janji janji
Suatu saat dia narik pembicaraan nya
Laba 2017 --> 186 T
Laba 2018 --> 188 T

1 Tahun laba cuma naik 2 T ??

Utang 2017 --> 4800 T
Utang 2018 --> 5300 T

1 Tahun utang naik 500 T ??

Ga heran disemprit SriMul..
Blok migas sudah kembali sama pertamina, ga dikuasain asing lagi.
Wowo ngomongnya sembarangan Pantesan dulu ditangkap tentara fretelin di timtim.padahal kelas jendral.


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di