alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Western Comic /
Introduction - Acedia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb204b7365c4f2578458881/introduction---acedia

Introduction - Acedia

Pada suatu hari, ada anak perempuan bernama Acedia. Dia adalah pemilik perusahaan bernama Spirit Corporation. Acedia masih berusia 22 tahun, dahulu pun terlahir dari sebuah keluarga sederhana. Yah, tidak bisa dibilang sederhana juga sih karena dulu ayahnya Acedia sangat bisa dan mampu membiayai pendidikan Acedia juga saudara-saudaranya.

Acedia hanyalah lulusan SMU saja, ayahnya dulu memanglah berjaya hanya saja beliau meninggal saat Acedia masih SMP. Saat itu, ibu-nya Acedia harus berjuang sendirian untuk membiayai Acedia yang masih duduk di bangku SMP, namun sekarang, Acedia duduk di kursi CEO and Founder Spirit Corporation yang bergerak di bidang jasa dan menjadi salah satu perusahaan besar di negara bernama Belka.

Menjadi seorang CEO, tentu membuat Acedia menjadi terkenal. Hanya saja, dia bukanlah anak yang sombong. Berpakaian juga selayaknya anak pada usianya dan sejujurnya Acedia itu sangat pemalas, akan tetapi jika sudah saatnya bekerja, dia akan serius dan malah akan keasikan kerja.

----------------------------------------

Semua berawal dari tahun 19XX, lahir seorang anak pere puan bernama Acedia Violetta. Acedia tumbuh selayaknya anak biasa pada umumnya yang menangis jika lapar dan sangat suka tidur. Acedia memiliki 2 kakak laki-laki yang memiliki perbedaan usia yang cukup jauh yaitu hingga 10 tahun bedanya dan dia adalah anak perempuan satu-satunya. Ibu-nya sangat sayang pada Acedia hingga menjadi overprotective padanya namun hal itu membuat Acedia kurang bergaul namun semua berubah ketika Acedia berusia 4 tahun, dia memasuki sekolah Pendidikan Anak Usia Dini yang bernama PAUD Lumen. 6 bulan Acedia menuntut ilmu di usia dininya itu, PAUD tersebut mengadakan wisata ke gunung Batur yang berlokasi di Lumen utara. Saat itu, malamnya, Acedia tidak bisa tidur karena mereka berkemah dan tidur ditenda. Karena tidak bisa tidur, Acedia memutuskan untuk melakukan eksplorasi ke hutan sendirian. Sebagai seorang anak berusia 4 tahun, Acedia tidak takut akan setan, yah, memang sih, ibu Acedia mendidiknya tidak pernah dengan menakuti "awas ada setan" atau semacamnya. Dia memasuki hutan tersebut hanya berbekal senter kecil yang ia bawa. Pada eksplorasinya, Acedia menemukan sebuah bangunan tua yang sepertinya sudah puluhan tahun ditinggalkan. Dia memasuki bangunan itu, isinya kosong dan sangat rapuh, sepertinya pemilik bangunan itu dulunya meninggalkan bangunan itu dengan membawa pergi semua isinya. Setelah mengecek beberapa ruangan, Acedia tiba di pintu belakang rumah tersebut lalu dia membukanya. Terdapat halaman yang cukup luas di bagian belakang rumah tersebut dan terdapat pohon yang besar.

"Hm? Apa itu?" Kata Acedia, dia melihat cahaya didekat pohon besar itu. Acedia lalu berjalan mendekati pohon tersebut. Setelah beberapa langkah, tiba-tiba pintu belakang rumah tua itu tertutup sendiri. Dia langsung menoleh dan mendapati sesuatu, berwujud hitam, terbang didepan pintu tersebut. Akan tetapi, Acedia nampaknya tidak takut sama sekali, dia menyorot kearah pintu tersebut akan tetapi wujud hitam tersebut hilang. Lalu dia kembali mendekati pohon besarnya lagi, dan lagi-lagi, baru beberapa langkah, terdengar lolongan dari arah belakang pohon besar itu. Ketika Acedia sudah dekat dengan pohon tersebut, wujud cahaya putih itu pun menampakkan dirinya, tinggi, putih dan bertanduk besar, nampak pula cakarnya seperti ada darahnya.

"Apakah kamu ini?" Tanya Acedia.

"Anak kecil, kamu tidak takut melihat kami?" Tanya makhluk itu.

"Kami?" Acedia bertanya kembali lalu yang lainnya bermunculan, ada yang berwujud seperti manusia namun berwarna emas, berwujud serigala dengan bulu berwarna biru bertanduk dan memiliki sepasang sayap, dan wujud hitam terbang menggunakan senjata sebuah gada. "Ternyata kalian ada banyak," kata Acedia.

"Apa kamu tidak takut dengan kami?" Wujud makhluk putih pun bertanya lagi.

"Tidak," jawab Acedia dengan tenang. "Apakah kalian memiliki nama?"

Keempat makhluk itu terdiam karena baru ini manusia tidak takut akan mereka dan mereka pun merasa kagum.

"Namaku adalah Shiro," kata makhluk putih.

"Aku adalah Akame," kata makhluk berwarna emas.

"Aku adalah Naraku," kata makhluk berwujud hitam.

"Dan aku adalah Sesshoumaru," kata makhluk berwujud serigala.

"Apakah kalian tinggal disini?" Acedia bertanya.

"Iya, kami tinggal disini," jawab Shiro.

Acedia melihat kembali kearah rumah tua lalu kearah mereka. "Ayo tinggal bersama ku dan menjadi temanku,"

"Kau yakin ingin kami, para spirit, menjadi temanmu?" Tanya Akame.

"Mengapa tidak? Aku tidak memiliki teman," jawab Acedia.

Akhirnya keempat spirit tersebut setuju untuk ikut dengan Acedia. Saat Acedia hendak kembali menuju perkemahannya, terdengar beberapa suara memanggil namanya.

"Ah, pak guru?" Kata Acedia.

"Acedia, jangan bilang pada mereka kalau kamu bertemu kami. Rahasiakan kami," kata Akame.

"Baiklah," kata Acedia lalu dia mendekati gurunya yang tengah mencarinya.

"Acedia, kemana saja kamu?!" Kata gurunya.

"Maaf pak, tadi saya ingin pipis," jawabnya.

"Huh! Yasudah... Ayo kembali, kami sempat panik kamu menghilang," kata gurunya lalu menuntun Acedia kembali.

'apakah pak guru tidak bisa melihat mereka?' batin Acedia.

'tidak, kami tidak bisa dilihat oleh orang lain kecuali kamu,' jawab Shiro.

'begitu ya,' kata Acedia.

Keesokan harinya, semua murid PAUD bangun di pagi hari dan melakukan olahraga pagi. Pada siang harinya, mereka pulang kearah Lumen kembali dan tiba dimalam harinya.

To be continued.
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di