alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ada yang Tidak Masuk Akal Terkait Surat Suara Tercoblos di Malaysia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb1de0310d29548701c7120/ada-yang-tidak-masuk-akal-terkait-surat-suara-tercoblos-di-malaysia

Ada yang Tidak Masuk Akal Terkait Surat Suara Tercoblos di Malaysia

jpnn.com, JAKARTA - Kasus dicoblosnya surat suara pemilu di Malaysia pada Paslon 01 (Jokowi-Ma’ruf), Partai Nasdem serta Demokrat yang video dan beritanya viral di masyarakat jadi menarik.

Analis Intelijen, Marsda TNI Purn. Prayitno Ramelan, menjelaskan jumlah pemilih di Indonesia sesuai rekapitulasi daftar hasil perbaikan ketiga (DPT HP3) Pemilu 2019, berjumlah 192.866.254 pemilih, terdiri dari 190.779.969 pemilih di dalam negeri dan 2.086.285 pemilih di luar negeri.

Kasus surat suara tercoblos di Malaysia jumlahnya diberitakan sekitar 40.000 lembar lebih di dua tempat.

Dalam teori conditioning, kata Prayitno, jumlah yang ditarget untuk pengkondisian tidak perlu banyak, tetapi harus mampu menarik perhatian media, efek psikologisnya harus besar.

Menurutnya, hal ini mirip dalam menilai dan menganalisis serangan teror dari persepsi intelijen, korban tidak perlu banyak, dengan bom yang kecil saja berita jadi besar. Dalam kasus surat suara tersebut, yang diharapkan menjadi efek merusak adalah berita kecurangan, inilah bagian pokoknya.

"Secara bodoh saja kalau kita mau berpikir, untuk apa ada upaya Paslon 01 dan caleg NasDem (Davin Kirana) harus main kotor di Malaysia?" katanya.

ADVERTISEMENT


Dari data KPU RI, DPT Malaysia jumlahnya 985 ribu lebih, terbanyak di luar negeri, disusul Tiongkok 465 ribu. Total DPT luar negeri 2.086.285 pemilih.

Apakah KPU atau paslon-01, atau NasDem mau mengambil risiko hancur nama untuk sesuatu yang tidak seimbang? "Jumlah maksimal 50.000 surat suara yang dimainkan itu dibandingkan dengan total DPT dalam negeri sebanyak 190 juta lebih, itu sangatlah kecil dan tidak berarti, tidak mempengaruhi kemenangan," katanya.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia menjadi lokasi penyimpanan resmi seluruh logistik Pemilu.

“Sedangkan tempat ditemukannya surat suara yang tercoblos di Selangor itu bukanlah tempat penyimpanan resmi. Dengan demikian masalah menjadi jelas dan nampak ada yang ingin membuat keruh suasana,” ucapnya.

Prayitno tidak ingin menuduh siapa yang salah atau siapa pelakunya. Kasus terjadi di luar negeri, dalam waktu singkat sulit untuk disidik. Tugas ini adalah bagian KPU dan Bawaslu untuk menyelesaikannya.

Prayitno pun setuju dengan apa yang ditanyakan beberapa jurnalis asing, bahwa kasus ini diduga bagian dari upaya delegitimasi pemilu dan juga KPU. Bahkan, tokoh politik senior Amien Rais juga sudah menyatakan tidak percaya kepada Mahkamah Konstitusi.

ADVERTISEMENT


“Tuduhan kecurangan sebagai strategi yang diimplementasikan menjadi langkah taktis, adalah jurus pamungkas bila kalah. Nah, narasi dicurangi, pengerahan people power itu berpotensi penciptaan chaos," tuturnya. (dil/jpnn)

https://m.jpnn.com/news/ada-yang-tid...os-di-malaysia

Kerjaan hoax koalisi kampret, jokowi unggul 56% masa ngurusin suara 40 ribu surat pos gak jelas di malaysia

Bowok curang 2014, bukti

Peneliti Indonesia Temukan Hasil Pilpres Ganjil di Malaysia
Sabtu, 12 Juli 2014 01:34




WARTA KOTA, MATRAMAN— Seorang peneliti Indonesia Dr. Betty Chandra, yang sedang melakukan penelitian tentang human trafficking (perdagangan manusia) di Malysia menemukan keanehan pada hasil Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) di PPLN Malaysia. Temuan aneh itu terlihat di laman PPLN Malaysia yang sebagian besar suaranya masuk melalui kiriman Pos.

Di laman itu terdapat hasil rekapitulasi perhitungan suara seperti berikut ini. Jumlah total suara sebanyak 53.013. dari jumlah tersebut Prabowo-Hatta meraih 43.770 suara (83 persen) sedangkan Joko Widodo- Jusuf Kalla meriah 8.525 (16 persen). Jumlah suara yang tidak
sah sebanyak 718 (1 persen)

Atas temuan yang dinilai mencurigakan itu Betty Chandra lalu membandingkannya dengan hasil penghitungan suara di TPS-TPS yang di KBRI Malaysia. Sebagai contoh, hasil penghitungan suara du TPS KBRI-01 Prabowo- Hatta meraih 45 persen suara sedang Jokowi-Hatta meraih 54 persen. Kemudian di TPS KBRI-02 Prabowo-Hatta meriah 49 persen suara dan Jokowi-JK meraih 51 persen.

"Tapi dari hasil yang dikirimkan melalui Pos ini Prahara (Prabowo-Hatta) meriah suara sebanyak 90 persen dan JKWJK (jokowi-Hatta) 8 persen," kata Betty.


Temuan Betty Chandra ini kemudian ditanggapi oleh peneliti dan pengamat asal Indonesia yang kini bermukim di Amerika Serikat, Made Tony Supriatma. Made Tony yang juga sahabat Betty Chandra ini mengemukakan ada hal yang janggal pada hasil pergitungan ini.

"Yang menarik adalah dari jumlah total suara yang memilih Prabowo-Hatta (43.770) sebagian besar (39.671) didapat lewat Pos. Dalam perhitungan suara masuk lewat Pos, Prabowo-Hatta mendapat 90 persen, sementara Joko Widodo-Kalla mendapat hanya 8 persen, dan 1 persen suara tidak sah," kata Made dalam akun facebooknya, Jumat malam.

Pola tersebut, menurut Made Tony, yang banyak melakukan penilitian masalah politik, sosial dan militer, itu sangat berbeda dengan pemilihan lewat TPS-TPS yang bertebaran di seluruh Malaysia. Menurutnya dalam pemilihan langsung lewat TPS, Joko Widodo-Kalla memenangkan perolehan suara sekitar 51-54 persennya.


"Mengapa ini terjadi? Apakah ada perbedaan karakteristik pemilih antara mereka yang memilih langsung dan memilih lewat Pos? Siapa yang memilih lewat Pos? Apakah mereka yang memilih lewat Pos juga dihubungi langsung ke alamat tempat tinggalnya sebagaimana yang saya alami sebagai pemilih luar negeri?," ujarnya mempertanyakan temuan ini.

Dikemukakan lebih jauh, pada banyak TPS di luar negeri, seperti Tokyo sebagaimana dicontohkan Betty, penghitungan hasil pemilihan lewat Pos diumumkan kepada masyarakat. Mereka yang ingin menyaksikan boleh datang. "Tapi (ini) tidak (terjadi) di Malaysia. Dengan tiba-tiba PPLN Malaysia sudah memampang hasilnya di website mereka," ujarnya.

Made mengingatkan, banyak orang tahu bahwa sebagian besar WNI di Malaysia itu adalah pekerja migran. Pastilah butuh usaha ekstra untuk melacak alamat-alamat mereka. "Nah, apakah para pekerja migran ini juga dihubungi lewat alamat mereka?" tutur Made

DAngka 90 persen itu, tambah Made, mengingatkan kita pada pemilu Orde Baru. Saat itu, katanya, Golkar selalu memperoleh suara di atas 90 persen. "Kita wajib curiga dengan hasil ini," tutur Made Tony.

Hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan resmi dari PPLN Malaysia atas kejadian ini. Laman resmi PPLN Malaysia hanya mengumumkan bahwa Prabowo_hatta meriah suara sebanyak 43.7770 sedangkan Jokowi-Kalla meraih 8525 suara dari jumlah total suara sebanyak 53013 dan suara tidak sah sebanyak 718. Alamat laman resmi Malaysia adalah http://ppln.kbrikl.org.

https://www.google.com/amp/wartakota.tribunnews.com/amp/2014/07/12/peneliti-indonesia-temukan-hasil-pilpres-ganjil-di-malaysia
Diubah oleh lupa.bapak
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Prayitno tidak ingin menuduh siapa yang salah atau siapa pelakunya. Kasus terjadi di luar negeri, dalam waktu singkat sulit untuk disidik. Tugas ini adalah bagian KPU dan Bawaslu untuk menyelesaikannya.
skenario penggrebekan kek sinetron murahan
diliat saja track record dari thn 2014 siapa yg sering curang dan bikin hoax
yg dlm bungkus kresek kgk d liatin.... surat suara tw bkan

emoticon-Cool

Sudah aku bilang di thread2 sebelumnya
Surat suara tercoblos terinspirasi dari kejadian tahun 2014 yang lalu, ada yang nyoblos untuk langsung kirim lewat pos, jadinya sekarang dibuat
sandiwara video waktu nyoblos untuk menyudutkan lawan. Waktu itu suara yang dimanipulasi ga banyak mempengaruhi, jadi sekarang metodenya buat sandiwara

https://pemilu.tempo.co/read/592782/...a/full&view=ok


Begini Modus Kecurangan Pilpres di Malaysia
Oleh : Tempo.co
Senin, 14 Juli 2014 07:45 WIB
Puluhan artis dan seniman nasional yang tergabung dalam Suara Masyarakat Untuk Pilpres Jujur akan menyerahkan petisi Lawan Pilpres Curang, di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa 8 Juli 2014. Petisi dari para artis, musisi dan seniman nasional tersebut berisikan surat terbuka yang diberikan kepada KPU, Bawaslu dan Presiden RI untuk menyelenggarakan pemilihan presiden secara jujur, adil, tanpa intimidasi dan kecurangan. TEMPO/Imam Sukamto

Puluhan artis dan seniman nasional yang tergabung dalam Suara Masyarakat Untuk Pilpres Jujur akan menyerahkan petisi Lawan Pilpres Curang, di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Selasa 8 Juli 2014. Petisi dari para artis, musisi dan seniman nasional tersebut berisikan surat terbuka yang diberikan kepada KPU, Bawaslu dan Presiden RI untuk menyelenggarakan pemilihan presiden secara jujur, adil, tanpa intimidasi dan kecurangan. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Kuala Lumpur- Berbagai modus penggelembungan suara dalam pemilihan presiden ditemukan di berbagai tempat. Di Malaysia, ada modus penggelembungan suara dengan memanfaatkan pengiriman surat suara via pos dan drop box.

Pemantau pemilu Malaysia dari Migrant Care, Siti Badriah, mengatakan pemilih di Malaysia berjumlah 420.643 orang. Tapi separuh pemilih justru dilayani lewat pos. Ia menganggap cara ini rawan kecurangan. “Dari dulu kami memprotesnya,” kata Siti pekan lalu. Menurut data yang diperoleh Siti, panitia mengirimkan 246.626 surat suara melalui pos. Ada ratusan surat suara yang ditujukan ke satu alamat, lalu alamat yang dituju membagikannya kepada para pemilih. (Baca:Jokowi-JK Klaim Sudah Kantongi Seluruh Form C1)

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kuala Lumpur Khairul Hamzah mengatakan panitia mendistribusikan surat suara melalui pos pada 27 Juni 2014 dan via drop box pada 1-3 Juli 2014. Surat suara yang dikirim lewat drop box diantar ke perusahaan yang mempekerjakan banyak tenaga kerja Indonesia. Pemilik perusahaan lalu membagikannya kepada pekerjanya. “Pertimbangannya, saat itu banyak TKI tidak ada di rumah karena pergi bekerja,” kata Taufik melalui telepon, Jumat pekan lalu.

Seorang saksi mengatakan ribuan surat suara dikirimkan ke kantor sejumlah partai politik cabang Kuala Lumpur. Jumlahnya bervariasi, antara 2.500 dan 3.000. Seorang pengurus partai pendukung Prabowo-Hatta mengatakan ribuan surat suara itu akhirnya ditusuk anak buah saksi tersebut. “Semua untuk nomor satu,” ujarnya sambil terkekeh. (Baca:Begini Dugaan Penggelembungan Suara di Tangerang)

Khairul mengatakan tak mendapat informasi itu. Adapun Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri Kuala Lumpur Tengku Adnan membantah kabar bahwa panitia mengirim surat suara ke pengurus partai.

Saksi Jokowi-Jusuf Kalla di Kedutaan Besar Indonesia untuk Malaysia, Indah Ernawati, mengatakan sempat menemukan kejanggalan saat penghitungan suara, Kamis pekan lalu. Pada satu kawasan di Selangor, semua surat suara tercoblos untuk Prabowo-Hatta. Penghitungan ini bersumber dari surat suara yang disalurkan lewat drop box.

Keganjilan lain, kata dia, yakni coblosan surat suara hampir serupa. “Kami menuangkannya dalam berita acara keberatan,” kata Indah. Ia juga melaporkan temuannya ini ke pengawas pemilu. (Baca:Kasus Fitnah Obor Rakyat Dilimpahkan ke Kejaksaan)

RUSMAN PARABUEQ

Baca juga:
Prabowo-Hatta Deklarasi Koalisi Parlemen Hari Ini
Jokowi Persilakan Pendukung Prabowo Ikut Koalisi
Golkar Bakal Khianati Prabowo, Agung Laksono: Kemungkinan Itu Ada
50 rb itu karna ketahuan, kalo tdk ketahuan, jadi itu 01 57% di malaysia.

Justru lebih aneh lg tdk ada 1 satupun pelaku yg ditangkap. Ini rakyat menunggu kejelasan, tp yg didapat kegelapan dan statemen basi semua.
Yang ngomong orang TNI, saya rasa ini lebih kredibel ketimbang penjelasan dari kampret emoticon-Big Grin
Balasan post ikankuonthol
Tanyain suporter prabowo. Ibu ibu yang nyoblos di vidio itu dikemanain semua emoticon-Gila
tkg coblos merangkap jd tkg grebek emoticon-Ngakak

gak bisa sewa stuntman mpret ? emoticon-Leh Uga
Wuih sekarang pake analis intelijen segala, emang sebelum kejadian kagak bisa dianalisa dulu yak? Sekarang baru cari penggoblogan...

emoticon-Wakaka
subannalloh emoticon-EEK!
Quote:


Loe ngomong sama tuh yang ngevideoin ngapain suruh orang2 yang nyoblos buat kabur.

Noh FBnya
https://www.facebook.com/parlaungan.laung
Balasan post ustad.syam
Mungkin ia punya kepribadian ganda emoticon-Ngakak
Quote:


Belajar dari true story itu emoticon-Leh Uga

Ada yang Tidak Masuk Akal Terkait Surat Suara Tercoblos di Malaysia
udah sih... masih digoreng aja yg beginian emoticon-Cape deeehh

tunggu aja nape sih hasil investigasinya semua emoticon-Nohope

coba bayangkan kalau hasil investigasi menyeluruhnya diumumkan Selasa siang besok lalu viral duaaaaar..... emoticon-Ngacir
liat aj ntr,bs ke bukti g ato hoak ato ap lah,indonesia klo udh gn gmpng ribut,parah
sandiwara kesekian kalinya
Balasan post mendadakranger
Ada yang Tidak Masuk Akal Terkait Surat Suara Tercoblos di MalaysiaAda yang Tidak Masuk Akal Terkait Surat Suara Tercoblos di Malaysia


Tidak mendapatkan keadilan dinegeri sendiri, terpaksa minta tolong polisi negara orang utk bantu usut. Rezim taik, KPU nya taik
Balasan post einizanagi
Lah kalian yg punya wewenang ga bisa tangkap 1 org pun, maka wajarvkalo 02 minta tolong polisi malaysia utk ungkap
Nasbung emg binatang
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di