alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Gan! KASKUS dan HBO bagi-bagi merchandise resmi Game of Thrones nih! Ikutan kuisnya di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Surat Tercoblos di Malaysia Disebut Buntut Perang Tarif Caleg
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb18fe94601cf229a2e9737/surat-tercoblos-di-malaysia-disebut-buntut-perang-tarif-caleg

Surat Tercoblos di Malaysia Disebut Buntut Perang Tarif Caleg

Surat Tercoblos di Malaysia Disebut Buntut Perang Tarif Caleg
CNN Indonesia
Jumat, 12/04/2019 09:40
Bagikan :
Surat Tercoblos di Malaysia Disebut Buntut Perang Tarif Caleg
Ilustrasi surat suara. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penemuan surat suara tercoblos di Malaysia disebut sebagai buntut dari perang tarif pembelian suara antar calon anggota legislatif dari daerah pemilihan Jakarta II.

Hal itu diutarakan seorang sumber CNNIndonesia.com yang enggan disebutkan namanya. Sumber tersebut mengindikasikan bahwa politik uang memang terjadi di Malaysia, sehingga ada perang tarif.

Lihat juga: Kronologi Penemuan Surat Suara Jokowi Tercoblos di Malaysia

"Kasus Malaysia [karena] kecemburuan tarif," kata sumber tersebut kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/3).


Sumber tersebut mengatakan bahwa penemuan surat suara tercoblos sebagai buntut dari perang harga suara. Dia menyebut tarif satu suara adalah 20 Ringgit.

Akan tetapi, salah satu calon anggota legislatif debutan ingin membeli satu suara dengan harga 50 ringgit, yang berujung terkuaknya dugaan kecurangan.

"Harga suara 20 ringgit, pasaran dirusak jadi 50 ringgit. Akibatnya jadi musuh bersama," ucap sumber tersebut.

Sumber CNNIndonesia.com itu juga mengatakan bahwa penemuan surat suara tercoblos di Malaysia sebagai kerja sama antara Panwaslu setempat dengan orang-orang yang terafiliasi partai politik tertentu.

"Ini kerja sama sama Bawaslu. Grebegnya juga bareng Bawaslu," ucap sumber itu.

Lihat juga: Demokrat Akui Terlibat Investigasi Kecurangan di Malaysia

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Fritz Edward Siregar tidak membenarkan pernyataan sumber CNNIndonesia.com. Namun, ia tak membantah bahwa pihaknya bekerja sama dengan partai tertentu dalam menguak dugaan kecurangan di Malaysia.

"Laporan bisa datang dari mana saja. Tugas Panwaslu kan harus ungkap setiap dugaan," kata Fritz saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, beredar video penemuan surat suara yang telah dicoblos pada Kamis (11/4). Lokasi bertempat di sebuah ruko di Selangor, Malaysia. Sejumlah orang yang nampak di video menunjukkan surat suara dalam kantung. Ada coblosan di kolom paslon pilpres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sebagian dari mereka juga menunjukkan surat suara calon anggota legislatif DPR RI daerah pemilihan Jakarta II (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Luar Negeri). Surat suara yang ditunjukkan sudah tercoblos caleg partai NasDem nomor urut dua Davin Kirana, anak dari Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana.

Anggota Dewan Pakar Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi mengaku pihaknya sama sekali tidak mengetahui ihwal penemuan surat suara yang sudah dicoblos di Malaysia.

"Kami menolak praktek politik kotor seperti itu," ucap Taufiqulhadi.

Menurut Taufiqulhadi, hal itu mengesankan bahwa NasDem adalah pelaku dari kejadian tersebut. Padahal, NasDem tidak mengetahui dan mengharamkan praktik politik kotor seperti itu.

Dia berharap KPU dan Bawaslu lekas mengusut kasus penemuan surat suara dicoblos di Malaysia. Tentu agar NasDem tidak terus dirugikan dengan informasi yang telah berkembang sejauh ini.

"Sejauh belum ada bukti, saya juga berharap, tidak ada pihak berwenang mengeluarkan pernyataan yang bisa menyudutkan pihak lain," kata Taufiqulhadi.

Selain gambar Jokowi dan NasDem, Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yaza Azzahara Ulyana juga mengatakan beberapa lembar surat suara tercoblos adalah caleg Demokrat nomor urut 3. Namun, ketika dikonfirmasi soal tersebut, Partai Demokrat belum memberikan respons.

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Fritz Edward Siregar Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Fritz Edward Siregar. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Fritz Edward Siregar meminta KPU berhenti melakukan pemungutan suara di Malaysia.

"Sampai dengan adanya penyelidikan kasus ini," ucap Fritz saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (11/4).

KPU sendiri langsung menghelat rapat mendadak. Mereka membicarakan surat suara tercoblos di Malaysia yang baru saja ditemukan.

CNNIndonesia.com sudah berusaha mengontak Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana, sejak Kamis untuk meminta konfirmasi terkait kejadian ini. Namun, ia tidak bisa dihubungi sampai saat ini.


(bmw/dea)

https://m.cnnindonesia.com/nasional/...tm_content=ctw

Biarpun banyak bukti bertebaran... Tapi menurut nastaik ini semua cuman hoax dan settingan... Ya gak tak?

pokokkknyaaa... Boleh ngapain aja asal dukung wiwi... karena... pasti dibelain sama nastaik...

Mau korupsi? Bolehhhh
Mau curang nyoblos surat suara? boleeeeeeehhhhh
Mau nyiram air keras ke petugas kpk? Boleeehhhh
Mau kampanye padahal statusnya pns? Boleeehhh
Mau jadi Gubernur yang jelas2 udah ngelanggar UU Pemilu tapi tetep santai dan anti dihukum? Boleeeehhhh
Mau bagi2 duit... Pas kampanye? Boleeeeehhhh
Mau serangan fajar? Boleeeeeehhhhh
Mau bagi2 sembako? Boleeeeeehhhhh
Mau ngapain ajaaaa boleeeeeehhh
Asaaaalll dukung wiwi yaaaa

Hip hip horaaayyy

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Itu akun ig David Kirana kok ilang ci.. emoticon-Leh Uga

Di bully abis.. Ga kuat mental emoticon-Ngakak
bodo amat yang mau perang caleg

Pertanyaannya ; kenapa itu surat suara bisa jatuh ke orang yang tidak berkepentingan ? Kok bisa ?
bisa jadi, tapi ya ditunggu saja nanti hasil investigasi nya
Serius tanya, ts nya baca berita sendiri nggak sih? Apa yg penting buat trit supaya uang makan cair?
Balasan post yxgk
Emang ya lo simpulin dari itu berita apa?

Ada bukti baru bahwa itu semua cuman settingan dan hoax seperti yang di tuduhkan nastaik? Hahahhahahaa

emoticon-Ngakak
Quote:

emoticon-Ngakak
Quote:

Ente dungu, kalo ternyata BENER ada jualan suara berarti emang ada bisnis kotor disana.

Masalah hoaks? Gue pribadi yakin video ke 2 yg ada pelaku pencoblosannya itu yg janggal.
Diubah oleh yxgk
Menurut gw sih coblos dluan bisa2 aja. Tapi yang main curang caleg nya. Bukan niat khusus buat 01 mah.. Malay kan katanya mayoritas jokowi ?
Slangor Data History 2014

Quote:


Tetap harus menunggu hasil pemeriksaan dari kpu dan bawaslu !

hmmmmm...
saiya tetep sabar nunggu hasil penyelidikan dr aparat terkait
gag mau melebar kemana2 dan berspekulasi macem2
Balasan post suromenggolo
Kata siapa itu orang tidak berkepentingan. Mereka termasuk orang yg berkepentingan. Berkepentingan buat jual jualin surat suara
emoticon-Wkwkwk
Balasan post S3tr3s
Hahahahaha bisa aja nih agan

Usut petugas PPLN nih... Dipertanyakan dapet berapa
Berarti kalo harganya cocok juga dibeli sama siapa aja, sama kaya pas 2014 kemarin?
Quote:


Justru disini brilian nya.. bawaslu sama kepolisian mau menyelidiki gimana, Wong udah ditaro police line dan ditangani polisi Malaysia. Ga punya yurisdiksi disana.

Cuma modus nya sama, kebenaran itu ngga relevan buat mereka, yang penting opini sudah terbentuk.
Balasan post muddy.waters
masih bisa kerjasama dg polisi sana
Quote:


Lah ngga ada unsur pidana nya bagi hukum negara Malaysia polisi sana pun mau proses apaan?

Kerjasama bilateral kepolisian pun harus ada asas resiprokal, pidana di hukum Indonesia tapi bagi hukum Malaysia cm sekumpulan orang2 lagi nyoblosin kertas.
Balasan post muddy.waters
tetep bisa diusut lah
ditunggu saja hasilnya
Quote:


emoticon-Salaman
Balasan post muddy.waters
Quote:


Polisi sana punya hak untuk proses masuk ke ruko orang tanpa izin, perusakan, buat onar.dll.

Tentu kerja sama dgn Indonesia untuk mengamankan barang bukti untuk di proses.

Kemungkinan ditolak saat KPU dtg, karena surat izinnya belum dibuat.
Quote:


Makanya gw bilang.. kalopun di proses kebenarannya udah ga penting, yang paling penting opini sudah terbentuk. Mau klarifikasi gimana juga percuma. Ini yang dinamain fenomena post-truth.

Yang biasa maen ginian sih udah ketahuan siapa.
Diubah oleh muddy.waters
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di