alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ekonomi RI Tumbuh 5% Disebut Tanpa Presiden, TKN: Nggak Adil
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cb18fc4af7e933d4653f9f2/ekonomi-ri-tumbuh-5-disebut-tanpa-presiden-tkn-nggak-adil

Ekonomi RI Tumbuh 5% Disebut Tanpa Presiden, TKN: Nggak Adil

Jakarta - Tim Kemenangan Nasional (TKN) capres petahana Joko Widodo menyebutkan tidak adil bila ada anggapan 5% pertumbuhan ekonomi di Indonesia tumbuh secara natural alias tanpa ada campur tangan pemerintah.

Pasalnya, menurut anggota TKN Rama Pratama menjelaskan justru pemerintah ikut berupaya dan berusaha menjaga kestabilan ekonomi Indonesia di tengah gejolak perekonomian global.

"Ada yang bilang tanpa pemerintah masih bisa jaga pertumbuhan itu nggak fair lah, kalau mau fair tentu ada kerja pemerintah untuk menjaga itu semua. Karena secara makro kita udah on track," ungkap Rama saat hadiri diskusi ILUNI UI di Kampus UI Salemba, Kamis (11/4/2019).

Baca juga: Kalau Ada Capres Anti Asing, INDEF: Nggak Usah Dihitung

Belum lagi menurutnya, ketidakpastian iklim ekonomi global membuat sebuah efek domino ke beberapa negara besar. Begitu juga Indonesia yang pastinya ikut terdampak, namun pemerintah menurutnya dapat menjaga kestabilan ekonomi di tengah permasalahan tersebut sehingga menjadi peringkat ketiga pertumbuhan ekonomi terbaik dibawah India dan China di antara negara- negara di G20.

"Prospek ekonomi global yang tertangkap adalah gloomy suram, lembaga internasional World Bank dan IMF bilang darkness skies (langit hitam). Nah di tengah situasi perekonomian itu, semua negara semakin terhubung, Amerika lambat, Eropa lambat, even China melambat," jelas Rama.

Dari situ pula Rama menyebutkan bahwa ketidakpastian iklim global itu berdampak juga kepada ekspor Indonesia yang melambat. Penyebabnya adalah karena iklim yang suram pada ekonomi global akhirnya negara pengimpor barang Indonesia pun enggan menyerap produk yang ditawarkan.

"Kenapa ekspor kita melambat, karena global melambat nggak bisa lagi yang di luar serap ekspor kita," ungkap Rama.

Baca juga: 'Kartu Sakti' Jokowi Disebut Tak Efisien, Ini Penjelasan Istana

Rama pun menyebutkan pemerintah berjasa pada proses pertumbuhan industri yang menggerakkan perekonomian. Salah satunya dengan menggenjot pembangunan infrastruktur dimana membutuhkan bahan material dari industri dalam negeri.

"Industri berkembang kan butuh sarana dan fasilitas seperti listrik jalan tol dan sebagainya, infrastrukturnya yang bangun siapa? Ya selama ini kan pemerintah juga, infrastruktur juga membutuhkan pasokan material dari industri seperti baja, semen dan lainnya", ungkap Rama.

(dna/dna)

https://m.detik.com/finance/berita-e...tkn-nggak-adil
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Yang bilang tanpa campur tangan pemerintah atau presiden sama begonya kaya jaman SBY yg bilang auto pilot emoticon-Ngakak (S)
Tumbuh 6.5 % aja jaman SBY disebut Auto pilot kok. Ini 5 persen kok mau di banggakan. Ngimpi. Dan ingat janji 2014 itu minimal 7 %. Sekarang sudah terbukti tidak mampu. Ya sudah ganti saja lah
silahkan mau ngomong gitu hak anda yang punya jari

tapi ahli ekonomi kebanyakan dukung Joko , yang gue liat mayoritas dari UGM Ama UI,
bahkan sekelas pengkritik keras macem si Faisal Basri aja jadinya dukung joko

lu boleh nganggep ekonomi kita rusak, tapi silahkan berkaca dulu ke tetangga , mau jual pulau tuh Cui, kalo punya duit silahkan beli pulau di Malay,
yg di anggap auto pilot aja bisa 6,an .... ini yg dalang nya lebih dari 3 kok cuma 5,0 ...emoticon-Leh Uga
ingat bong SBY 6.5% ente tuduh auto pilot, jokowi 5% ente bilang prestasi
Ekonomi RI Tumbuh 5% Disebut Tanpa Presiden, TKN: Nggak Adil
hmmm...
tentukan di tps saja lah
Ya udah ga usah ada pilpres, gitu aja repot emoticon-Big Grin
kalo ekonomi ga tumbuh itu salah presiden, tp kalo ekonomi tumbuh itu bukan karna presiden....

Haters mah bebas emoticon-Ngakak
Ekonomi RI Tumbuh 5% Disebut Tanpa Presiden, TKN: Nggak Adil


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di